PENIPUAN ERA MODERN 50
MODUS
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Daftar 50 Modus
Penipuan di Era Modern
1)
Di zaman global dan
teknologi digital.
2)
Penipuan makin canggih.
3)
Penipu tak selalu pakai kekerasan.
4)
Penipu sering pakai
a.
Kebohongan.
b.
Pandai bicara.
c.
Teknologi.
d.
Manipulasi emosi.
e.
Kepercayaan manusia.
Daftar 50 modus penipuan
A.
Penipuan melalui HP dan
internet
1.
Phishing – Mengirim pesan palsu untuk mencuri kata
sandi dan data pribadi.
2.
Link palsu – Mengirim tautan yang menyerupai situs
resmi bank atau pemerintah.
3.
OTP palsu – Mengaku petugas bank dan meminta kode
OTP.
4.
Akun WhatsApp dibajak – Mengambil alih akun WhatsApp orang lain.
5.
Undangan APK palsu – Mengirim aplikasi berbahaya dengan alasan
undangan pernikahan.
6.
File resi palsu – Mengirim file resi paket yang sebenarnya
aplikasi berbahaya.
7.
SMS hadiah palsu – Mengabarkan korban memenangkan hadiah.
8.
Telepon mengaku bank – Mengaku petugas bank untuk mendapatkan
informasi rekening.
9.
Customer service palsu – Mengaku petugas layanan pelanggan
perusahaan.
10.
QRIS palsu – Mengganti kode QR pembayaran dengan kode
milik penipu.
B.
Penipuan uang dan
investasi
11.
Investasi bodong – Menjanjikan keuntungan besar tanpa
risiko.
12.
Ponzi – Membayar keuntungan investor lama
menggunakan uang investor baru.
13.
Robot trading palsu – Mengaku memiliki sistem otomatis yang
selalu menghasilkan keuntungan.
14.
Trading palsu – Memperlihatkan keuntungan fiktif agar
korban terus menyetor uang.
15.
Investasi emas palsu – Menawarkan emas yang tidak pernah
tersedia.
16.
Arisan online bodong – Mengumpulkan uang anggota kemudian
menghilang.
17.
Koperasi fiktif – Menggunakan nama koperasi untuk
menghimpun uang.
18.
Pinjaman online ilegal – Menawarkan pinjaman dengan bunga dan
biaya tersembunyi.
19.
Penipuan berkedok saham – Menjual saham perusahaan fiktif.
20.
Pencucian uang berkedok
bisnis – Mengajak masyarakat
menjadi perantara transaksi uang ilegal.
C.
Penipuan perdagangan dan
belanja
21.
Toko online palsu – Menjual barang murah tetapi barang tidak
dikirim.
22.
Barang tidak sesuai – Foto bagus, barang yang diterima berbeda
jauh.
23.
Barang palsu – Mengaku menjual produk asli padahal
tiruan.
24.
Penipuan uang muka – Meminta DP kemudian menghilang.
25.
Penjual kendaraan palsu – Menawarkan mobil atau motor yang bukan
miliknya.
26.
Tiket palsu – Menjual tiket pesawat, kereta, atau
konser fiktif.
27.
Lowongan kerja palsu – Meminta biaya pendaftaran atau pelatihan.
28.
Paket hadiah palsu – Meminta biaya administrasi untuk
mengambil hadiah.
29.
Jasa renovasi palsu – Menerima uang muka tetapi pekerjaan tidak
dilakukan.
30.
Penipuan persewaan – Menyewakan rumah, mobil, atau barang yang
bukan miliknya.
D.
Penipuan identitas dan
hubungan sosial
31.
Identitas palsu – Menggunakan nama dan foto orang lain.
32.
Romance scam – Berpura-pura menjalin cinta untuk meminta
uang.
33.
Deepfake – Menggunakan AI untuk meniru wajah atau
suara seseorang.
34.
Video call palsu – Memanipulasi wajah dan identitas melalui
video.
35.
Mengaku keluarga
kecelakaan –
Meminta uang karena mengaku anak atau keluarga sedang mengalami musibah.
36.
Mengaku polisi atau jaksa – Menakut-nakuti korban dengan kasus hukum
palsu.
37.
Mengaku pejabat – Menggunakan nama pejabat untuk meminta
uang.
38.
Donasi palsu – Mengumpulkan sumbangan dengan cerita
kemanusiaan fiktif.
39.
Penggalangan dana bencana
palsu – Menggunakan foto bencana
untuk mengumpulkan uang.
40.
Penipuan warisan – Mengaku ada warisan besar yang bisa
diterima setelah membayar biaya tertentu.
E.
Penipuan berkedok
kepercayaan dan kesempatan
41.
Dukun pengganda uang – Mengaku mampu menggandakan uang secara
gaib.
42.
Jimat kekayaan – Menjual benda dengan janji mendatangkan
kekayaan.
43.
Pengobatan palsu – Mengaku dapat menyembuhkan semua
penyakit.
44.
Agama sebagai kedok – Memanfaatkan kegiatan keagamaan untuk
menguasai uang jamaah.
45.
Pungutan palsu – Mengaku petugas pemerintah dan meminta
biaya yang tidak resmi.
46.
Hadiah undian palsu – Mengaku korban mendapatkan hadiah undian.
47.
Penipuan pajak – Mengirim tagihan pajak palsu.
48.
Penipuan dokumen – Menawarkan pembuatan ijazah, sertifikat,
atau dokumen palsu.
49.
Penipuan jual beli tanah – Menjual tanah dengan sertifikat palsu
atau tanah milik orang lain.
50.
Penipuan berkedok bantuan
pemerintah –
Meminta uang untuk mengurus bantuan sosial yang sebenarnya gratis.
A.
Bagaimana Al-Qur'an
mengajarkan kita menghindari penipuan?
Beberapa prinsip penting.
1.
Jangan mudah percaya
berita.
1)
QS. Al-Hujurat 6 ajarkan.
2)
Periksa berita dari orang
tidak dapat dipercaya.
Contoh:
1)
Dapat pesan anak kecelakaan.
2)
Jangan langsung mengirim
uang.
3)
Telepon anak atau keluarga
lebih dahulu.
2.
Jangan mengambil hak orang
lain.
1)
QS. Al-Baqarah 188
2)
Melarang makan harta orang
lain cara batil.
Contoh:
1)
Menipu pembeli.
2)
Palsukan dokumen.
3)
Ambil uang dengan janji
palsu.
3.
Jangan mengikuti sesuatu
tanpa ilmu.
1)
QS. Al-Isra 36 ajarkan
2)
Tak ikuti yang tidak tahu benarnya.
Contoh:
1)
Jangan ikut investasi
2)
Karena tetangga sebut untung
besar.
4.
Jadi manusia yang jujur.
1)
QS. At-Taubah 119.
2)
Perintahkan orang beriman
3)
Agar bertakwa bersama
orang jujur.
B.
Pedoman tidak mudah
tertipu
1)
Jangan mudah percaya janji
keuntungan besar.
2)
Jangan beri PIN, kata
sandi, dan OTP.
3)
Jangan sembarangan buka
tautan atau memasang APK.
4)
Periksa identitas orang
minta uang.
5)
Jangan terburu-buru ambil
putusan.
6)
Periksa legalitas
perusahaan dan dokumen.
7)
Jika ragu, tanyakan pada
orang yang pahami.
Kesimpulan
Penipu modern
Pakai 3 kelemahan manusia:
1)
Keserakahan: ingin cepat kaya.
2)
Ketakutan: takut ditangkap atau kehilangan sesuatu.
3)
Keluguan: terlalu mudah percaya.
Ada 3 bekal:
1)
Iman.
2)
Ilmu.
3)
Akal sehat.
a.
Orang beragama harus jujur.
b.
Orang berilmu harus kritis.
c.
Orang cerdas harus
berhati-hati.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
0 comments:
Post a Comment