ACARA AGAMA TAPI SAMPAH
BERTEBARAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Kontradiksi
1)
Kegiatan agama.
2)
Pengajian umum.
3)
Peringatan besar lslam.
a.
Tapi setelah acara selesai
b.
Sampah bertebaran.
c.
Padahal Quran ajarkan
d.
Untuk menjaga kebersihan.
Kenapa hal itu terjadi?
Jawaban.
1)
Benar.
2)
Ironi kehidupan beragama.
Acara pengajian.
1)
Membahas ajaran Al-Qur’an.
2)
Tapi setelah acara selesai.
3)
Sampah justru bertebaran.
Ada jarak
1)
Ilmu yang disampaikan.
2)
Perilaku yang dilakukan.
A.
Di mana letak
kesalahannya?
Jawaban.
1)
Kesalahan bukan pada
pengajian.
2)
Tapi perilaku
a.
Tak sesuai
b.
Dengan ajaran yang
dipelajari.
Bayangkan.
1)
Saat pengajian.
Orang dengarkan ayat tentang kebaikan.
2)
Setelah pengajian.
Sebagian orang buang sampah sembarangan.
3)
Akibatnya.
a.
Lingkungan kotor.
b.
Orang lain harus
membersihkan.
c.
Kebersihan yang harus
dijaga.
d.
Tapi diabaikan.
Tapi tidak boleh
1)
Menyalahkan semua peserta.
a.
Sebagian peserta
b.
Sudah jaga kebersihan.
2)
Mungkin yang membuang
sampah
a.
Hanya sedikit orang.
B.
Apa ajaran Al-Qur’an yang terkait?
1.
Jangan membuat kerusakan
di bumi
QS Al-A'raf (7:56)
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ
إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ
الْمُحْسِنِينَ
Dan jangan kamu membuat kerusakan di bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima)
dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang
yang berbuat baik.
Catatan.
1)
Allah melarang manusia
membuat kerusakan di bumi
2)
Setelah bumi diperbaiki.
Contoh:
1)
Jangan mengotori halaman
masjid, jalan umum, sungai, atau tempat pengajian.
C.
Bekerja sama dalam
kebaikan
QS Al-Ma'idah (5:2)
.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا
الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ
رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ
شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ
وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Hai orang-orang beriman, jangan kamu melanggar syi'ar
Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan haram, jangan (mengganggu) binatang
had-ya, dan binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang mengunjungi
Baitullah sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya dan apabila kamu
telah selesai ibadah haji, maka boleh berburu. Dan jangan sekali-kali
kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalangi kamu dari Masjidil
Haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya
Allah amat berat siksa-Nya.
Catatan.
1)
Allah memerintahkan
manusia.
2)
Untuk bantu dalam
kebajikan dan takwa.
Contoh:
1)
Panitia siap tempat sampah.
2)
Peserta buang sampah pada
tempatnya.
3)
Semua pihak ikut jaga
lokasi.
D.
Menjaga kesucian dan
kebersihan
QS Al-Baqarah (2:222)
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ
هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ
حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ
اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Mereka bertanya padamu tentang haid. Katakan: "Haid
itu suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari
wanita waktu haid; dan jangan kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.
Apabila mereka telah suci, maka campuri mereka di tempat yang diperintahkan
Allah padamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang bertaubat dan menyukai orang
yang mensucikan diri.
Catatan.
1)
Allah mencintai orang yang
menyucikan diri.
Ayat ini bahas penyucian
diri.
1)
Menjaga kebersihan
lingkungan.
2)
Tindakan baik
3)
Manfaat bagi orang banyak.
E.
Bagaimana harusnya
pengajian dilaksanakan?
1)
Pengajian hasilkan orang pandai
jelaskan ayat.
2)
Juga dorong perubahan
perilaku.
1.
Sebelum acara:
Panitia sedia tempat
sampah.
2.
Saat acara:
a.
Penceramah ingatkan
peserta
b.
agar tak kotori
lingkungan.
3.
Setelah acara:
a.
Peserta dan panitia
memeriksa
b.
Membersihkan lokasi.
4.
Dalam hidup sehari-hari:
a.
Kebiasaan jaga kebersihan
b.
Diterapkan di rumah,
masjid, pasar, dan tempat umum.
Pelajaran penting:
1)
ilmu harus jadi tindakan
nyata
Rumusnya:
1)
Mendengar ayat → pahami
makna → jalankan perintah → hasilkan maslahat.
1)
Orang dengar ajaran
kebaikan.
2)
Tapi tak usaha menerapkan.
3)
Masih ada jarak
a.
Pengetahuan.
b.
Perilakunya.
Misalnya.
1)
Pahami larangan bohong.
Harus jadi orang jujur.
2)
Pahami perintah menolong.
Harus bantu orang kesulitan.
3)
Pahami pentingnya
kebersihan.
Tak buang sampah
sembarangan.
Kesimpulan:
1)
Keberhasilan pengajian
a.
Tak cukup diukur banyaknya
peserta, meriahnya acara, atau bagus ceramah.
2)
Perlu dilihat pula.
a.
Apakah ajaran yang
dipelajari.
b.
Hasilkan akhlak yang baik
c.
Manfaat nyata bagi
masyarakat.
Jangan hanya Al-Qur’an
1)
Terdengar di telinga.
2)
Terbaca di lisan.
3)
Tapi ajaran Quran
4)
Terbukti dalam tindakan
nyata.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



.jpeg)