MENGAPA MUSLIM GAGAL MENJAGA KEBERSIHAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Kenapa umat lslam
Gagal menjaga kebersihan
Padahal diperintah Quran?
Jawaban.
1)
Bukan Islam tak ajarkan kebersihan.
2)
Al-Qur’an beri prinsip kuat.
3)
Masalahnya ada jarak:
a.
Ajaran Quran yang dibaca.
b.
Perilaku yang dilakukan.
Kenapa umat lslam
Gagal menjaga kebersihan
Padahal diperintah Quran?
Jawaban.
1)
Al-Qur’an memerintahkan kebersihan
2)
Mengapa ada umat Islam tidak menjaga
kebersihan?
3)
Contoh nyata
4)
Contoh lain: Sungai
5)
Masalah utama bukan kurang ayat
6)
Kebersihan juga akhlak social
Penjelasan.
A.
Al-Qur’an memerintahkan kebersihan
1)
Allah berfirman:
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
“Dan pakaianmu, maka bersihkan.”
QS. Al-Muddassir 74:4
2)
Allah juga berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ
وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang bertobat dan menyukai orang menyucikan
diri.”
QS. Al-Baqarah 2:222
3)
Prinsip sangat luas:
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ
“Jangan kamu membuat kerusakan di bumi.”
QS. Al-Baqarah 2:60
1)
Menjaga kebersihan
2)
Tak hanya badan dan pakaian.
3)
Tapi juga
a.
Lingkungan.
b.
Kehidupan bersama.
B.
Mengapa ada umat Islam tidak menjaga
kebersihan?
Jawaban.
1)
Orang tahu perintah.
2)
Tak otomatis melakukannya.
Contohnya
1)
Orang tahu merokok berbahaya.
Tapi masih merokok.
2)
Orang tahu olahraga sehat.
Tapi malas olahraga.
3)
Orang tahu buang sampah sembarangan
salah.
Tapi tetap buang sampah.
4)
Orang tahu bohong dosa.
Tapi masih berbohong.
Begitu juga dengan kebersihan.
a.
Al-Qur’an beri petunjuk.
b.
Tapi manusia harus ubah petunjuk.
c.
Jadi kebiasaan.
C.
Contoh nyata
Misalnya
Orang pergi ke masjid.
1)
Ia mandi,
2)
pakai busana bersih,
3)
pakai minyak wangi,
4)
berwudu.
Itu sudah baik.
a.
Tapi usai makan makanan ringan.
b.
Bungkusnya dilempar ke halaman masjid.
1)
Tak sesuai
2)
Terjadi kontradiksi
a.
Ibadah
b.
Perilaku nyata.
3)
Mulut
Baca Al-Qur’an tentang kebersihan.
4)
Tapi tangan
Buang sampah sembarangan.
D.
Contoh lain: Sungai
1)
Kampung mayoritas Muslim.
a.
Masjid bagus
b.
Pengajian ramai.
2)
Tapi sebagian warga:
a.
buang sampah ke sungai,
b.
buang limbah rumah tangga sembarangan,
c.
biarkan selokan tersumbat.
Akibatnya ketika hujan:
1)
sungai tersumbat → air meluap → banjir
→ rumah warga terkena.
Secara logika.
1)
Manusia merugikan diri sendiri.
E.
Masalah utama bukan kurangnya ayat
1)
Masalahnya
a.
Qur’an → dibaca → dipahami → belum
tentu dipraktikkan.
2)
Padahal yang ideal:
a.
Qur’an → dipahami → jadi kebiasaan →
jadi budaya → hasilkan maslahat.
3)
Misalnya ayat kebersihan.
4)
Tak berhenti pada ucapan:
“Islam itu bersih.”
Tapi jadi tindakan:
1)
“Saya tak buang sampah sembarangan.
2)
Saya tanggung jawab pada
a.
Allah.
b.
Manusia.”
F.
Kebersihan juga akhlak social
1)
Saya bersihkan rumah sendiri.
a.
Tapi buang sampah ke depan rumah
tetangga.
b.
Itu tak benar.
2)
Saya bersihkan masjid.
a.
Tapi mengotori jalan di depannya.
b.
Itu belum sempurna.
3)
Islam ajarkan perhatikan hak orang
lain.
4)
Orang menerapkan Al-Qur’an berpikir:
a.
“Apakah tindakan saya
b.
Membuat lingkungan orang lain
c.
Lebih baik atau lebih buruk?”
G.
Kesimpulan
1)
Kegagalan sebagian umat Islam
2)
Jaga kebersihan.
3)
Bukan Al-Qur’an tak ajarkan.
4)
Tapi ajaran Quran.
5)
Tak jadi perilaku sehari-hari.
Ukuran sukses
Pahami Al-Qur’an
BUKAN hanya:
1)
Berapa banyak ayat yang bisa dibaca,
Tapi juga:
1)
Berapa banyak nilai Al-Qur’an.
2)
Jadi perilaku nyata.
a.
Qur’an di lisan → harus turun ke
tangan → jadi tindakan → hasilkan maslahat.
Contoh
1)
Baca ayat kebersihan.
2)
Ambil sampah berserakan.
3)
TAK hanya katakan “Islam mengajarkan
kebersihan.”
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT


.bmp)



.bmp)
0 comments:
Post a Comment