BEDANYA FAKTA OPINI DUGAAN HOAKS DI QURAN
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Perbedaan
1)
Fakta.
2)
Opini.
3)
Dugaan (asumsi)
4)
Hoaks.
Dalam hidup sehari-hari.
1)
Fakta, opini, dugaan, dan hoaks
2)
Sering tercampur.
Al-Qur'an beri prinsip kuat:
1)
Tak terima berita begitu saja.
2)
Periksa benarnya.
3)
Tak bicara tanpa ilmu.
Penjelasan.
A.
Fakta
Fakta
1)
Sesuatu yang benar-benar terjadi.
2)
Dapat dibuktikan.
Contoh:
1)
Matahari terbit dari arah timur.
2)
Air membeku pada sekitar 0°C pada
tekanan standar.
3)
Seseorang hadir dalam rapat dan ada
daftar hadirnya.
4)
Hasil pertandingan menunjukkan tim A
menang 2–1 dan ada rekaman pertandingan.
Dalam Al-Qur'an
1)
Allah ajarkan.
2)
Manusia bedakan benar dari batil.
3)
Tak ikuti sesuatu
4)
Tanpa pengetahuan.
QS. Al-Isra' 17:36
“Jangan kamu ikuti sesuatu yang kamu
tak punya pengetahuan tentangnya.”
Artinya
1)
Jika belum tahu.
2)
Maka jangan mengaku tahu.
B.
Opini
Opini
1)
Pendapat
2)
Penilaian seseorang.
a.
Opini belum tentu salah.
b.
Tapi opini tak otomatis jadi fakta.
Contoh opini:
1)
“Menurut saya, pendidikan Indonesia
perlu lebih banyak praktik.”
2)
“Saya berpendapat olahraga pagi lebih
baik.”
3)
“Menurut saya, sekolah itu bagus.”
4)
“Menurut saya, pemain A lebih hebat
daripada pemain B.”
Kalimat di atas
1)
Pendapat.
2)
Bukan fakta.
Misalnya:
1)
Ahmad berkata: “Mobil Toyota lebih
bagus.”
Itu opini.
2)
“Mobil itu pakai mesin 1.500 cc.”
a.
Dapat jadi fakta.
b.
Jika spesifikasinya dapat dibuktikan.
3)
Fakta = dapat dibuktikan.
4)
Opini = pendapat/penilaian.
C.
Dugaan (asumsi)
Dugaan
1)
Kesimpulan sementara.
2)
Sebab bukti belum lengkap.
a.
Dugaan tak selalu salah.
b.
Dugaan langkah awal
c.
Untuk cari kebenaran.
Contoh:
1)
“Kemungkinan hujan sore ini karena
langit sangat gelap.”
a.
Itu dugaan.
b.
Bukan fakta.
2)
“Kemungkinan Ahmad terlambat karena
motornya rusak.”
a.
Belum tentu benar.
b.
Kita harus tanya pada Ahmad atau cari
bukti.
Dalam logika
1)
Dugaan yang baik harus mengatakan:
“Kemungkinan...”
2)
Bukan:
“Pasti...”
kalau bukti belum cukup.
D.
Hoaks
Hoaks
1)
Info palsu.
2)
Berita menyesatkan
3)
Disampaikan seolah-olah benar.
Contoh:
1)
Orang membuat berita:
“Besok semua bank di Indonesia akan tutup selama satu bulan.”
a.
Padahal tak ada keputusan resmi.
b.
Berita itu dibuat-buat.
Itu hoaks.
Contoh lain:
1)
“Minum air tertentu pasti menyembuhkan
semua penyakit.”
a.
Jika tak ada bukti ilmiah.
b.
Dukung klaim itu.
c.
Jangan langsung percaya.
Perbedaan paling mudah
Ingat 4 kata ini:
1)
FAKTA
TERBUKTI
2)
OPINI
PENDAPAT
3)
DUGAAN
BELUM PASTI
4)
HOAKS
INFO PALSU/MENYESATKAN
Contoh:
1)
“Pak Budi datang ke sekolah pukul
07.00.”
a.
Jika ada bukti.
b.
FAKTA.
2)
“Pak Budi adalah guru terbaik.”
a.
Ini OPINI.
b.
“Terbaik” itu penilaian.
3)
“Pak Budi mungkin tidak datang karena
sakit.”
a.
Ini DUGAAN.
b.
Jika belum konfirmasi.
4)
“Pak Budi meninggal dunia,”
Padahal sebenarnya masih sehat.
a.
Ini HOAKS.
b.
Berita palsu
Prinsip Al-Qur'an sangat penting: tabayyun
Al-Qur'an beri prinsip terkenal:
QS. Al-Hujurat 49:6
“Jika datang pada kalian orang fasik
membawa suatu berita, maka teliti benarnya...”
1)
Prinsip tabayyun.
2)
Cek dan pastikan berita.
3)
Sebelum percaya.
4)
Sebalum diebarkan.
Logikanya
1)
Dengar berita
2)
Tak langsung percaya
3)
Periksa
4)
Cari bukti
5)
Disimpulkan.
Fakta tak sama dengan kebenaran yang disukai
1)
Ini penting.
2)
Kadang manusia hanya percaya.
3)
Berita sesuai pikirannya.
Misalnya:
1)
“Saya suka calon A, maka semua berita
tentang calon A pasti benar.”
Ini salah berpikir.
Sebaliknya:
1)
“Saya tidak suka calon A, maka semua
berita buruk tentang A pasti benar.”
Ini juga salah.
1)
Kebenaran tak ditentukan suka atau
tidak suka.
Jangan semua berita disebut hoaks
1)
Ini juga penting.
2)
Berita yang salah
3)
Belum tentu selalu hoaks.
Ada perbedaan:
1)
Salah karena keliru:
a.
Orang beri info
b.
Tapi tidak tahu
c.
Ternyata datanya salah.
2)
Dugaan:
Belum ada kepastian.
3)
Opini:
Pendapat pribadi.
4)
Hoaks:
a.
Info palsu.
b.
Berita menyesatkan
c.
Tapi dianggap benar.
Rumus menguji info.
Pakai 5 pertanyaan:
1. APA?
Apa sebenarnya yang dikatakan?
2. SIAPA?
Siapa sumber informasinya?
3. BUKTINYA APA?
Ada bukti atau hanya cerita?
4. KAPAN?
Apakah info baru atau berita lama?
5. DARI MANA?
Apakah dari sumber yang dipercaya?
Jika 5 pertanyaan ini
Tak bisa dijawab.
1)
Tak cepat percaya
2)
Tak cepat menyebarkan.
Kesimpulan sederhana
1)
Fakta
Ada bukti.
2)
Opini
Pendapat seseorang.
3)
Dugaan
Kesimpulan sementara belum pasti.
4)
Hoaks
Info palsu
Berita menyesatkan
Disampaikan seolah-olah benar.
Prinsip Al-Qur'an
Relevan zaman modern
1)
WhatsApp.
2)
Facebook.
3)
TikTok.
4)
AI
QS. Al-Hujurat 49:6
“Teliti benarnya.”
QS. Al-Isra' 17:36
“Jangan ikuti sesuatu yang kamu tak
punya pengetahuan tentangnya.”
Catatan.
1)
Orang berpikir kritis.
2)
Tak selalu menolak berita.
3)
Tapi mau terima berita.
4)
Setelah cek bukti.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.



