OPTIMIS PESIMIS APATIS DAN SKEPTIS DI QURAN
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Perbedaan
1)
Optimis.
2)
Pesimis.
3)
Apatis.
4)
Skeptis
A.
Arti OPTIMIS
Optimis
1)
Sikap melihat adanya harapan
2)
Dan kemungkinan baik.
3)
Mau berusaha mencapainya.
Dalam Al-Qur'an.
1)
Sikap optimis.
2)
Dekat larangan berputus asa dari
rahmat Allah.
a.
QS. Az-Zumar 39:53:
b.
“Jangan kamu berputus asa dari rahmat
Allah.”
1)
Orang optimis
Bukan berarti berpikir:
“Pasti berhasil tanpa usaha.”
2)
Tapi:
1)
“Saya punya harapan untuk berhasil.
2)
Maka saya akan berusaha.”
Contoh:
1)
Siswa dapat nilai 50.
2)
Orang optimis berkata:
a.
“Nilai saya sekarang rendah.
b.
Saya harus belajar lebih baik
c.
Agar nilainya meningkat.”
3)
Orang optimis
a.
Melihat masalah.
b.
Juga melihat jalan keluar.
Contoh lain:
Orang hilang pekerjaan.
Optimis berkata:
1)
“Ini memang sulit.
2)
Tapi ada kesempatan cari kerja lain.
3)
Atau belajar keterampilan baru.”
B.
Arti PESIMIS
Pesimis
1)
Cenderung lihat kemungkinan buruk.
2)
Merasa hasil akhirnya
3)
Kemungkinan besar
4)
Akan gagal.
Contohnya:
1)
“Saya sudah tua.
2)
Tak mungkin belajar teknologi.”
Padahal belum tentu.
1)
Orang pesimis
2)
Sering buat kesimpulan buruk.
3)
Sebelum mencoba.
Contoh lainnya:
1)
Mau buka usaha:
“Pasti rugi.”
2)
Mau belajar komputer:
“Saya pasti tidak bisa.”
3)
Mau memperbaiki hubungan:
“Percuma, pasti gagal.”
Dalam Al-Qur'an.
Putus asa harus dihindari.
a.
QS. Yusuf 12:87
b.
“Jangan kamu putus asa dari rahmat
Allah.”
1)
Optimis:
“Sulit, tapi masih ada kemungkinan.”
2)
Pesimis:
“Sulit, kemungkinan besar gagal.”
C.
Arti APATIS
1)
Apatis beda dengan pesimis.
2)
Apatis berarti
a.
Tak peduli.
b.
Tak tertarik.
c.
Tak mau terlibat.
1)
Orang apatis biasanya berkata:
a.
“Terserah.”
b.
“Saya tak peduli.”
c.
“Bukan urusan saya.”
d.
“Mau baik atau buruk, saya tak
peduli.”
Contoh:
1)
Melihat lingkungan kotor.
2)
Orang apatis:
“Bukan rumah saya. Biarkan saja.”
3)
Melihat orang butuh bantuan:
“Saya tak mau ikut campur.”
4)
Melihat masalah di masyarakat:
“Itu urusan pemerintah, bukan urusan saya.”
a.
Al-Qur'an ajarkan.
b.
Manusia peduli pada kebaikan.
c.
Mencegah kemungkaran.
d.
QS. Ali 'Imran 3:104.
1)
Apatis tak sekadar pesimis.
2)
Pesimis
a.
Pikirkan hasil.
b.
Tapi perkirakan hasil buruk.
3)
Apatis
Tak mau peduli.
D.
Arti SKEPTIS
Skeptis
1)
Tak langsung terima info.
2)
Sebagai hal benar
3)
Sebelum cukup bukti.
Contoh:
1)
Orang berkata:
“Obat ini menyembuhkan semua
penyakit.”
2)
Orang skeptis bertanya:
“Apa buktinya?”
a.
Lalu cari info
b.
Periksa sumbernya.
Skeptis
1)
Bukan sikap buruk.
2)
Skeptis sehat
Terhindar dari penipuan dan hoaks.
Al-Qur'an ajarkan
1)
Prinsip tabayyun
2)
QS. Al-Hujurat 49:6
“Jika datang padamu orang fasik bawa
suatu berita, maka teliti benarnya.”
Sesuai logika:
1)
Dengar informasi
2)
Tak langsung percaya
3)
Periksa
4)
Cari bukti
5)
Simpulkan.
Contoh masalah
Dengan 4 sikap
Orang ingin buka usaha.
1)
Optimis
“Usaha ini punya peluang berhasil.
Saya akan belajar dan bekerja keras.”
2)
Pesimis
“Usaha ini pasti gagal.”
3)
Apatis
a.
“Mau berhasil atau gagal.
b.
Saya tidak peduli.”
4)
Skeptis
1)
“Apakah usaha ini punya pasar?
2)
Saya melihat datanya dahulu.”
Keempatnya beda.
1)
Optimis
Bicara harapan.
2)
Pesimis
Kemungkinan buruk.
3)
Apatis
Tak peduli.
4)
Skeptis
Bicara bukti.
Contoh hadapi berita
1)
Ada pesan WhatsApp:
“Besok semua sekolah diliburkan.”
2)
Orang optimis:
“Semoga benar, anak-anak bisa istirahat.”
3)
Orang pesimis:
“Pasti ada masalah besar.”
4)
Orang apatis:
“Saya tidak peduli.”
5)
Orang skeptis:
“Dari mana informasinya?
Saya cek sumber resmi dulu.”
Sikap masuk akal.
1)
Pada kebenaran info.
2)
Yaitu skeptis secara sehat.
Optimis
Tak berarti mudah percaya
Ini sangat penting.
1)
Orang bisa optimis.
2)
Tapi tetap skeptis.
Misalnya:
1)
“Saya optimis Indonesia maju.
2)
Tapi saya tetap periksa
3)
Apakah program pembangunan benar
berhasil.”
Sikap matang.
1)
Optimis
Pada masa depan.
2)
Skeptis
Klaim belum terbukti.
3)
Tak apatis
Pada masalah.
4)
Tak pesimis
Sebelum berusaha.
Contoh Pendidikan
1)
Guru berkata pada siswa:
“Kamu bisa jadi orang sukses.”
2)
Siswa optimis:
“Saya akan belajar dan berusaha.”
3)
Siswa pesimis:
“Saya tidak mungkin sukses.”
4)
Siswa apatis:
“Saya tak peduli sukses atau tidak.”
5)
Siswa skeptis:
“Apa yang harus saya lakukan agar peluang sukses saya meningkat?”
a.
Yang terakhir juga bagus.
b.
Skeptis dorong pertanyaan rasional.
Contoh hidup sehari-hari
Ketika hujan deras:
1)
Optimis:
“Semoga hujan segera reda. Sementara itu saya mencari tempat berteduh.”
2)
Pesimis:
“Pasti banjir dan semua rencana
gagal.”
3)
Apatis:
“Banjir atau tidak, saya tidak peduli.”
4)
Skeptis:
a.
“Apakah daerah ini memang rawan
banjir?
b.
Saya periksa info cuaca dan kondisi
sekitar.”
Orang sehat berpikir.
1)
Tak harus pilih 1 sikap
2)
Dalam semua keadaan.
Sikap paling baik
Gabungan Al-Qur'an dan logika.
Prinsip:
1)
Hati
a.
Optimis.
b.
Tetap berharap pada Allah.
c.
Tak putus asa.
2)
Pikiran
a.
Kritis
b.
Skeptis sehat.
c.
Tak mudah percaya berita
d.
Tanpa bukti.
3)
Perbuatan
a.
Aktif.
b.
Tak apatis tanggung jawab dan
kebaikan.
4)
Perhitungan
a.
Realistis.
b.
Kenali risiko dan kelemahan
c.
Sebelum ambil keputusan.
Rumus sederhana
1)
OPTIMIS
Dalam harapan.
2)
SKEPTIS
Periksa info.
3)
AKTIF
Dalam berbuat.
4)
REALISTIS
Hadapi risiko.
Itu kombinasi paling sehat.
1)
Tak mudah putus asa.
2)
Tak mudah tertipu.
3)
Tak masa bodoh.
4)
Tak gegabah.
Realistis
1)
Sesuai kenyataan.
2)
Masuk akal.
3)
Dapat diwujudkan berdasar keadaan sebenarnya.
Contoh
1)
Optimis realistis:
“Saya ingin sukses, tapi saya sadar harus belajar dan bekerja keras.”
2)
Tidak realistis:
“Saya ingin kaya besok tanpa bekerja.”
3)
Target realistis:
“Saya ingin turun berat badan bertahap dengan olahraga dan atur makanan.”
Dalam hidup.
1)
Realistis tak berarti pesimis.
2)
Realistis
a.
Melihat apa adanya.
b.
Cari cara terbaik
c.
Untuk perbaiki.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.



