Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label ORANG PINTAR DAN BIJAKSANA. Show all posts
Showing posts with label ORANG PINTAR DAN BIJAKSANA. Show all posts

Thursday, September 3, 2026

60106. ORANG PINTAR DAN ORANG BIJAKSANA

 




ORANG PINTAR DAN ORANG BIJAKSANA DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Perbedaan

 

1)        Orang pintar

2)        Orang bijaksana.

 

Dalam Quran

 

1)        Orang pintar belum tentu bijaksana.

 

2)        Kecerdasan idealnya harus disertai

 

a.         akal sehat.

b.        Ilmu yang benar.

 

c.        Takwa.

d.        Kemampuan kendali hawa nafsu.

 

A.       Bedanya pintar dan bijaksana.

 

 

1.        Orang pintar:

 

1)        banyak tahu;

2)        cepat pahami masalah;

 

3)        mampu hitung dan analisis;

4)        pandai berbicara;

 

5)        mampu temukan cara capai tujuan.

 

2.        Orang bijaksana:

 

1)        Tahu yang benar dan salah;

2)        Mampu pakai ilmu pada tempatnya;

3)        berpikir akibat jangka panjang;

4)        mampu kendali emosi dan hawa nafsu;

 

5)        Tidak hanya bertanya

 

a.         “Apakah saya bisa?”.

b.        Tapi juga “Apakah ini benar dan bermanfaat?”

 

 

1)        Pintar

Mampu tahu dan pecahkan masalah.

 

2)        Bijaksana

Mampu pakai pengetahuan dengan benar.

 

B.       Gambaran Al-Qur'an

 

1)        Al-Qur'an berkali-kali tekankan pentingnya akal dan berpikir.

 

أَفَلَا تَعْقِلُونَ


“Tidakkah kamu memakai akal?”


(QS. Al-Baqarah 2:44)

 

 

Artinya.

 

1)        Tak cukup punya pengetahuan saja.

 

2)        Manusia harus pakai akalnya.

 

a.        Untuk ambil Pelajaran

b.        Bertindak benar.

 

2)        Al-Qur'an sebut ulul albab.

 

a.        Orang pakai akalnya mendalam:

b.        “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi ... ada tanda bagi orang berakal.”


(QS. Ali 'Imran 3:190)

 

3)        Mereka tak hanya berpikir.

 

4)        Tapi juga ingat Allah dan mengambil Pelajaran

 

 (QS. Ali 'Imran 3:191).

 

5)        Bukti hubungan:

 

a.                ilmu → berpikir → pahami → ambil hikmah → bertindak benar.

 

C.       Orang pintar belum bijaksana

 

Contoh

 

1.        Ilmuwan temukan teknologi berbahaya.

 

1)        Dia pintar buat teknologi itu.

 

2)        Tapi jika dia pakai.

3)        Untuk hancurkan manusia.

 

4)        Cerdas tapi bijaksana.

 

2.        Orang pintar cara memanipulasi orang.

 

1)        Dia pahami psikologi dan bahasa dengan baik.

 

2)        Jika ilmunya untuk menipu.

 

3)        Maka dia pintar, tapi tidak bijaksana.

 

3.        Orang pintar tahu cara dapat uang.

 

1)        Tapi jika korupsi, menipu, atau riba.

2)        Yang dilarang Islam.

 

3)        Pintar tak otomatis jadi mulia.

 

 

4.        Orang pintar menang debat.

 

1)        Dia buat lawannya tak bisa menjawab.

2)        Tapi untuk  permalukan orang.

 

3)        Dia mungkin menang debat

4)        Tapi kalah akhlak.

 

5.        Orang bijaksana belum tentu tinggi pendidikan formal.

 

 

1)                Ini juga penting.

 

Orang pendidikan sederhana

 

Tapi:

1)        jujur;

2)        tak mudah marah;

 

3)        mau mendengar;

4)        pertimbangkan akibat;

 

5)        tak sombong;

6)        mampu akui kesalahan;

 

7)        pakai harta untuk kebaikan.

 

a.        Secara akademik

b.        Dia bukan paling pintar.

 

c.        Tapi dalam hidup.

d.        Dia bisa bijaksana.

 

Dan sebaliknya.

 

1)        Orang gelar professor.

 

2)        Tapi kecerdasan untuk.

 

a.        Sombong.

b.        Manipulasi.

c.        Merugikan orang lain.

 

Dia bukan orang baik.

 

a.        Gelar

Tunjukkan Pendidikan.

 

b.        Perilaku

Tunjukkan kebijaksanaan.

 

Contoh

Ketika marah

 

1)        Orang pintar:

a.        “Saya tahu banyak ucapan

b.        Yang membuat dia sakit hati.”

 

2)        Orang bijaksana:

 

a.        “Saya bisa membalas.

b.        Tapi apakah itu Solusi?”

 

Ketika punya uang

 

1)        Orang pintar:

“Tahu dapat untung terbesar?”

 

2)        Orang bijaksana:

 

a.        “Tahu dapat untung halal

b.        Tak merugikan orang?”

 

Ketika punya jabatan

 

1)        Orang pintar:

“Tahu cara saya tetap berkuasa?”

 

2)        Orang bijaksana:

“Tahu cara jabatan untuk melayani masyarakat?”

 

Ketika beda pendapat

 

1)        Orang pintar:

“Saya buktikan bahwa saya benar.”

 

2)        Orang bijaksana:

 

“Mari kita cari mana yang benar, meskipun ternyata pendapat saya yang salah.”

 

Ketika melihat orang miskin

 

1)                Orang pintar:

“Saya tahu sebab miskin.”

 

2)                Orang bijaksana:

“Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu?”

 

Hubung hawa nafsu

Perbedaan sangat penting.

 

Orang punya IQ tinggi.

Tapi tak bisa kendalikan:

 

1)        marah,

2)        serakah,

 

3)        sombong,

4)        iri,

 

5)        ambisi,

6)        syahwat,

 

a.        Kecerdasan

b.        Jadi alat buruk.

 

Dalam Al-Qur'an.

Manusia tak cukup

 

1)        Cerdas intelektual.

 

2)        Tapi harus punya

a.        Taqwa.

b.        Kendali diri.

 

QS. Asy-Syams 91:7–10

 

1)        Manusia diberi jiwa.

2)        Tahu jalan buruk dan takwa.

 

3)        Keberuntungan

Terkait menyucikan jiwa.

 

4)        Kerugian

Bagi mengotorinya.

 

 

Pelajaran

 

1)        ilmu + mampu pahami soal + keadilan.

2)        Bijaksana ambil putusan.

 

 Dalam logika modern

 

1)        Pintar

Tahu cara melakukan sesuatu.

2)        Bijaksana

 

a.        Tahu kapan, mengapa, untuk siapa.

b.        Apakah perlu dilakukan.

 

Perbedaan

 

1)        Orang pintar bertanya:

“Bagaimana caranya?”

 

2)        Orang bijaksana bertanya:

“Apakah harus dilakukan?”

 

3)        Orang pintar bertanya:

“Apa yang bisa saya dapat?”

 

4)        Orang bijaksana bertanya:

“Apa akibatnya bagi saya dan orang lain?”

 

5)        Orang pintar

Kejar kemenangan.

6)        Orang bijaksana

Kejar kebenaran dan maslahat.

 

7)        Orang pintar

Bisa membuat senjata.

 

8)        Orang bijaksana

Apakah senjata itu harus digunakan.

 

9)        Orang pintar

Temukan kelemahan orang lain.

 

10)  Orang bijaksana

Tak manfaat kelemahan untuk menzalimi.

 

Kesimpulan

 

Dalam Al-Qur'an dan logika:

 

1)        Pintar tanpa akhlak

Bisa berbahaya.

 

2)        Ilmu tanpa hikmah

Bisa disalahgunakan.

 

3)        Cerdas tak kendalian hawa nafsu.

Jadi alat kejahatan.

 

4)        Bijaksana.

 

a.        Ilmu diarahkan oleh kebenaran, akhlak, pertimbangan akibat, dan takwa.

 

Manusia ideal

 

1)        Tak sekadar “orang pintar”.

 

2)        Tapi “orang berilmu dipakai hikmah.”

 

Rumusnya.

 

1)        ILMU + AKAL + AKHLAK + TAKWA + KENDALI NAFSU

 

2)         Itu KEBIJAKSANAAN.

Top of Form

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.

 

Bottom of Form