ORANG PINTAR DAN ORANG BIJAKSANA DI
QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Perbedaan
1)
Orang pintar
2)
Orang bijaksana.
Dalam Quran
1)
Orang pintar belum tentu bijaksana.
2)
Kecerdasan idealnya harus disertai
a.
akal sehat.
b.
Ilmu yang benar.
c.
Takwa.
d.
Kemampuan kendali hawa nafsu.
A.
Bedanya pintar dan bijaksana.
1.
Orang pintar:
1)
banyak tahu;
2)
cepat pahami masalah;
3)
mampu hitung dan analisis;
4)
pandai berbicara;
5)
mampu temukan cara capai tujuan.
2.
Orang bijaksana:
1)
Tahu yang benar dan salah;
2)
Mampu pakai ilmu pada tempatnya;
3)
berpikir akibat jangka panjang;
4)
mampu kendali emosi dan hawa nafsu;
5)
Tidak hanya bertanya
a.
“Apakah saya bisa?”.
b.
Tapi juga “Apakah ini benar dan
bermanfaat?”
1)
Pintar
Mampu tahu dan pecahkan masalah.
2)
Bijaksana
Mampu pakai pengetahuan dengan benar.
B.
Gambaran Al-Qur'an
1)
Al-Qur'an berkali-kali tekankan
pentingnya akal dan berpikir.
أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Tidakkah kamu memakai akal?”
(QS. Al-Baqarah 2:44)
Artinya.
1)
Tak cukup punya pengetahuan saja.
2)
Manusia harus pakai akalnya.
a.
Untuk ambil Pelajaran
b.
Bertindak benar.
2)
Al-Qur'an sebut ulul albab.
a.
Orang pakai akalnya mendalam:
b.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit
dan bumi ... ada tanda bagi orang berakal.”
(QS. Ali 'Imran 3:190)
3)
Mereka tak hanya berpikir.
4)
Tapi juga ingat Allah dan mengambil Pelajaran
(QS. Ali 'Imran 3:191).
5)
Bukti hubungan:
a.
ilmu → berpikir → pahami → ambil
hikmah → bertindak benar.
C.
Orang pintar belum bijaksana
Contoh
1.
Ilmuwan temukan teknologi berbahaya.
1)
Dia pintar buat teknologi itu.
2)
Tapi jika dia pakai.
3)
Untuk hancurkan manusia.
4)
Cerdas tapi bijaksana.
2.
Orang pintar cara memanipulasi orang.
1)
Dia pahami psikologi dan bahasa dengan
baik.
2)
Jika ilmunya untuk menipu.
3)
Maka dia pintar, tapi tidak bijaksana.
3.
Orang pintar tahu cara dapat uang.
1)
Tapi jika korupsi, menipu, atau riba.
2)
Yang dilarang Islam.
3)
Pintar tak otomatis jadi mulia.
4.
Orang pintar menang debat.
1)
Dia buat lawannya tak bisa menjawab.
2)
Tapi untuk permalukan orang.
3)
Dia mungkin menang debat
4)
Tapi kalah akhlak.
5.
Orang bijaksana belum tentu tinggi
pendidikan formal.
1)
Ini juga penting.
Orang pendidikan sederhana
Tapi:
1)
jujur;
2)
tak mudah marah;
3)
mau mendengar;
4)
pertimbangkan akibat;
5)
tak sombong;
6)
mampu akui kesalahan;
7)
pakai harta untuk kebaikan.
a.
Secara akademik
b.
Dia bukan paling pintar.
c.
Tapi dalam hidup.
d.
Dia bisa bijaksana.
Dan sebaliknya.
1)
Orang gelar professor.
2)
Tapi kecerdasan untuk.
a.
Sombong.
b.
Manipulasi.
c.
Merugikan orang lain.
Dia bukan orang baik.
a.
Gelar
Tunjukkan Pendidikan.
b.
Perilaku
Tunjukkan kebijaksanaan.
Contoh
Ketika marah
1)
Orang pintar:
a.
“Saya tahu banyak ucapan
b.
Yang membuat dia sakit hati.”
2)
Orang bijaksana:
a.
“Saya bisa membalas.
b.
Tapi apakah itu Solusi?”
Ketika punya uang
1)
Orang pintar:
“Tahu dapat untung terbesar?”
2)
Orang bijaksana:
a.
“Tahu dapat untung halal
b.
Tak merugikan orang?”
Ketika punya jabatan
1)
Orang pintar:
“Tahu cara saya tetap berkuasa?”
2)
Orang bijaksana:
“Tahu cara jabatan untuk melayani
masyarakat?”
Ketika beda pendapat
1)
Orang pintar:
“Saya buktikan bahwa saya benar.”
2)
Orang bijaksana:
“Mari kita cari mana yang benar, meskipun ternyata pendapat saya yang
salah.”
Ketika melihat orang miskin
1)
Orang pintar:
“Saya tahu sebab miskin.”
2)
Orang bijaksana:
“Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu?”
Hubung hawa nafsu
Perbedaan sangat penting.
Orang punya IQ tinggi.
Tapi tak bisa kendalikan:
1)
marah,
2)
serakah,
3)
sombong,
4)
iri,
5)
ambisi,
6)
syahwat,
a.
Kecerdasan
b.
Jadi alat buruk.
Dalam Al-Qur'an.
Manusia tak cukup
1)
Cerdas intelektual.
2)
Tapi harus punya
a.
Taqwa.
b.
Kendali diri.
QS. Asy-Syams 91:7–10
1)
Manusia diberi jiwa.
2)
Tahu jalan buruk dan takwa.
3)
Keberuntungan
Terkait menyucikan jiwa.
4)
Kerugian
Bagi mengotorinya.
Pelajaran
1)
ilmu + mampu pahami soal + keadilan.
2)
Bijaksana ambil putusan.
Dalam logika modern
1)
Pintar
Tahu cara melakukan sesuatu.
2)
Bijaksana
a.
Tahu kapan, mengapa, untuk siapa.
b.
Apakah perlu dilakukan.
Perbedaan
1)
Orang pintar bertanya:
“Bagaimana caranya?”
2)
Orang bijaksana bertanya:
“Apakah harus dilakukan?”
3)
Orang pintar bertanya:
“Apa yang bisa saya dapat?”
4)
Orang bijaksana bertanya:
“Apa akibatnya bagi saya dan orang lain?”
5)
Orang pintar
Kejar kemenangan.
6)
Orang bijaksana
Kejar kebenaran dan maslahat.
7)
Orang pintar
Bisa membuat senjata.
8)
Orang bijaksana
Apakah senjata itu harus digunakan.
9)
Orang pintar
Temukan kelemahan orang lain.
10) Orang bijaksana
Tak manfaat kelemahan untuk menzalimi.
Kesimpulan
Dalam Al-Qur'an dan logika:
1)
Pintar tanpa akhlak
Bisa berbahaya.
2)
Ilmu tanpa hikmah
Bisa disalahgunakan.
3)
Cerdas tak kendalian hawa nafsu.
Jadi alat kejahatan.
4)
Bijaksana.
a.
Ilmu diarahkan oleh kebenaran, akhlak,
pertimbangan akibat, dan takwa.
Manusia ideal
1)
Tak sekadar “orang pintar”.
2)
Tapi “orang berilmu dipakai hikmah.”
Rumusnya.
1)
ILMU + AKAL + AKHLAK + TAKWA + KENDALI
NAFSU
2)
Itu KEBIJAKSANAAN.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.




