PERBEDAAN PAMER DAN SYUKUR NIKMAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Bagaimana cara bedakan
1)
Pamer riya
2)
Bersyukur atas nikmat Allah?
Jawaban.
Membedakan
1)
Pamer (riya)
2)
Cerita bersyukur atas nikmat Allah
Menurut
1)
Al-Quran
2)
Psikologi.
Tarkadang tipis sekali.
Perbedaan terutama:
1)
Niat dalam hati
2)
Tujuan cerita.
A.
Riya (Pamer Amal atau Nikmat)
Versi Al-Qur’an
1)
Al-Qur’an kecam orang ibadah.
2)
Agar dipuji manusia.
QS Al-Ma’un (107:6)
“(Yaitu) orang-orang yang berbuat riya.”
3)
Artinya
4)
Dia melakukan sesuatu
5)
Agar dilihat dan dipuji manusia.
6)
Ciri riya menurut ulama:
a.
Senang, jika dipuji orang
b.
Kecewa, jika tak dihargai
c.
Amal dilakukan, karena manusia.
d.
Bukan karena Allah
Versi Psikologi
1)
Disebut “mencari pengakuan”.
2)
Ciri psikologinya:
a.
Ingin terlihat lebih hebat daripada
orang lain
b.
Membandingkan diri dengan orang lain
c.
Merasa puas, jika orang iri atau kagum
3)
Contoh:
a.
Memamerkan sedekah, agar dianggap
dermawan
b.
Mengunggah kekayaan, agar terlihat
sukses
c.
Motivasi utama: status sosial dan
pengakuan.
B.
Cerita Bersyukur atas Nikmat Allah
Versi Al-Qur’an
1)
Al-Qur’an menyuruh manusia
2)
Agar cerita nikmat Allah.
3)
QS Ad-Duha (93:11)
“Adapun terhadap nikmat Tuhanmu maka ceritakan.”
4)
Artinya
a.
Boleh cerita nikmat
b.
Bentuk Syukur.
c.
Bukan pamer.
5)
Tujuan yang benar
a.
Mengingatkan diri bahwa nikmat dari
Allah
b.
Inspirasi orang lain, agar bersyukur
c.
Memotivasi orang berbuat baik
6)
Contoh:
a.
Cerita pengalaman sedekah
b.
Agar orang lain ikut sedekah
c.
Berbagi kisah sukses
d.
Sambil katakana: “Ini semua karena
Allah.”
e.
Motivasi utamanya: syukur dan
inspirasi.
C.
Cara bedakan riya atau Syukur.
Ada 3 pertanyaan hati.
1️⃣ Jika tak ada orang lain.
Apakah saya tetap melakukannya?
1)
Jika tidak → mungkin riya
2)
Jika tetap → mungkin Ikhlas
2️⃣ Apa yang saya
rasakan
Jika tidak dipuji?
1)
Kecewa → riya
2)
Biasa saja → Ikhlas
3️⃣ Apa tujuan saya
bercerita?
1)
Agar terlihat hebat → riya
2)
Agar orang ingat Allah → syukur
D.
Rahasia Dijelaskan Ulama
1)
Para ulama katakan:
a.
Riya fokus pada diri sendiri.
b.
Syukur fokus pada Allah.
2)
Kalau cerita kita lebih banyak:
a.
“Saya berhasil…”
b.
“Saya punya…”
Biasanya dekat riya.
3)
Tapi jika:
a.
“Allah memberi…”
b.
“Ini karunia Allah…”
Mendekati syukur.
Kesimpulan
1)
Riya → ingin dipuji manusia
2)
Syukur → ingin memuji Allah
Kenapa riya disebut “Syirik Kecil”?
Jawaban.
1)
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”
Para sahabat bertanya: apa itu?
Nabi menjawab: riya.
2)
Kenapa riya disebut syirik?
3)
Karena:
a.
Badan ibadah pada Allah,
b.
Tapi hati mengharap manusia.
4)
Ada 2 tujuan ibadah.
5)
Yaitu:
a.
Allah
b.
Manusia
6)
Padahal tauhid
7)
Menuntut 1 tujuan saja.
Al-Qur’an jelaskan bahaya riya
1)
Allah beri gambaran sangat kuat
QS Al-Baqarah (2:264)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ
رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ
كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ
لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ
الْكَافِرِينَ
Hai orang-orang beriman, jangan kamu menghilangkan (pahala)
sedekahmu dengan menyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti
orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak
beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu
licin di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu
menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari
apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang kafir.
2)
Amal orang riya
3)
Seperti:
a.
Batu licin terkena hujan
b.
Tanahnya hilang.
c.
Tak tersisa apa pun.
4)
Maknanya:
a.
Amal terlihat besar
b.
Tapi pahala habis total
5)
Riya sangat berbahaya:
a.
Capeknya ada.
b.
Pahalanya tidak ada.
Bahaya Utama Riya
(Versi Qur’an & Psikologi)
1.
Menghapus Amal Tanpa Disadari
Dosa lain jelas terlihat (bohong,
mencuri).
Riya?
- pelakunya sering merasa sedang berbuat baik.
Ini disebut psikologi sebagai self-deception
(menipu diri sendiri).
2.
Penyakit Hati Sangat Halus
Riya masuk perlahan:
- awalnya ikhlas
- lalu ingin dilihat
- lalu menikmati pujian
Nabi menyamakan syirik kecil lebih
halus dari:
semut hitam berjalan di batu hitam di
malam gelap.
Artinya hampir tidak terasa.
3.
Membuat Manusia Ketagihan Pujian
Dalam psikologi modern:
- pujian memicu hormon dopamin (rasa senang)
- otak jadi kecanduan validasi sosial
Akibatnya:
- ibadah berubah jadi “konten”
- kebaikan jadi alat pencitraan
Hati akhirnya bergantung pada manusia,
bukan Allah.
4.
Menghancurkan Keikhlasan (Inti Agama)
Allah menegaskan tujuan ibadah dalam Surah
Al-Bayyinah ayat 5:
Mereka tidak diperintah kecuali
beribadah dengan ikhlas kepada Allah.
Tanpa ikhlas:
- bentuk ibadah ada
- ruh ibadah hilang.
Seperti tubuh tanpa jiwa.
Mengapa Nabi Paling Takutkan Riya pada Orang Saleh?
1)
Karena:
a.
orang berdosa tahu dirinya salah,
b.
tapi orang riya merasa benar.
2)
Ini sulit diperbaiki.
3)
Dalam psikologi
4)
Disebut: blind spot moral
5)
Salah tapi tidak disadari.
Tanda Riya Halus
(Sering Tidak Disadari)
1)
Ulama sebut tanda:
a.
Semangat amal, saat dilihat orang
b.
Malas, saat sendirian
c.
Senang dipuji
d.
Sedih, jika tidak dihargai
e.
Amal meningkat, ketika ada
kamera/audiens
2)
Bukan berarti langsung riya.
3)
Tapi alarm hati.
Mengapa Riya Sangat Berbahaya?
1)
Karena menyerang pusat tauhid:
2)
Yaitu NIAT.
3)
Dosa lain merusak perbuatan.
4)
Riya merusak tujuan hidup.
5)
Itu sebabnya:
a.
Iblis senang orang beramal, tapi riya
b.
Daripada tak beramal sama sekali.
6)
Karena amalnya tampak baik
7)
Tapi kosong di sisi Allah.
Kesimpulan
Riya berbahaya, karena:
1)
Menghapus pahala amal
2)
Sulit disadari
3)
Buat hati bergantung pada manusia
4)
Merusak tauhid secara halus
5)
Menipu pelakunya sendiri
6)
Ibadahnya untuk Allah.
7)
Tapi hatinya mencari manusia.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



.bmp)
%20-%20Copy.bmp)