Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, August 11, 2017

193. HADIS

HUBUNGAN HADIS DENGAN AL-QURAN
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Bagaimana hubungan antara Hadis dengan Al-Quran? Mohon dijelaskan hubngan antara Hadis dengan Al-Quran? Profesor Quraish Shihab menjelaskan hubungan antara Hadis dengan Al-Quran.
       Hadis (menurut KBBI V) adalah sabda, perbuatan, dan takrir (ketetapan) Nabi Muhammad yang diriwayatkan atau diceritakan oleh para sahabat untuk menjelaskan hukum Islam.
     Hadis adalah segala sesuatu yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad tentang  ucapan, perilaku, perbuatan, dan ketetapan yang bersifat fisik dan psikis sebelum menjadi Nabi dan sesudahnya.
       Ulama “Ushul Fiqih” membatasi pengertian “Hadis” adalah “perkataan Nabi Muhammad yang berkaitan dengan hukum Islam”.  Sedangkan “Sunah” adalah “perkataan, perbuatan, dan ketetapan  Nabi yang berkaitan dengan hukum Islam”.
     Para ulama tafsir berpendapat bahwa perintah patuh dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya ditemukan dalam Al-Quran dengan dua redaksi berbeda.
     Perintah pertama adalah “Athi’u Allah wa Rasul” dan perintah kedua adalah “Athi’u Allah wa athi’u Rasul”. Artinya yang pertama, “Patuhi Allah dan Rasul” dan yang kedua, “Patuhi Allah dan patuhi Rasul”.
      Perintah pertama mencakup kewajiban patuh dan taat kepada Nabi dalam hal yang sejalan dengan perintah Allah, karena redaksi yang digunakan mencukupkan sekali saja penggunaan kata “Athi’u”, yang artinya “Taati” atau “Patuhi”.
     Perintah kedua mencakup kewajiban patuh dan taat kepada Nabi, meskipun dalam hal yang tidak disebutkan secara eksplisit oleh Allah dalam Al-Quran. Bahkan kewajiban patuh dan taat kepada Nabi dilakukan terlebih dahulu, dalam kondisi tertentu, meskipun seseorang sedang melaksanakan perintah Allah.
      Misalnya, kasus Ubay bin Kaab. Ketika Ubay bin Kaab sedang mengerjakan salat, lalu di tengah salat, Ubay bin Kaab dipanggil oleh Rasul, maka Ubay bin Kaab menghentikan salatnya kemudian mendatangi Nabi, meskipun salatnya belum selesai.
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 59.
      “Hai orang-orang yang beriman, taati Allah dan taati Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunah), jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 65.
      “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”.
      Orang yang beriman akan menerima semua ketetapan Nabi dengan penuh kesadaran dan kerelaan tanpa perasaan enggan dan tanpa pembangkangan sedikit pun. Itulah syarat keabsahan keimanan seseorang.
      Tetapi, di sisi lain, harus diakui bahwa terdapat perbedaan yang menonjol antara hadis dan Al-Quran dari segi redaksi dan cara penyampaian atau penerimaannya.
     Pertama, tentang wahyu Allah. Dari segi redaksi, diyakini bahwa wahyu Al-Quran disusun langsung oleh Allah. Malaikat Jibril hanya sekadar menyampaikan kepada Nabi Muhammad. Nabi pun langsung menyampaikannya kepada umatnya, demikian seterusnya dari satu ke generasi berikutnya.
    Redaksi wahyu Al-Quran dipastikan tidak mengalami perubahan apa pun, karena sejak diterima oleh Nabi, kemudian disampaikan kepada para sahabat, lalu ditulis dan dihafal oleh  banyak sahabat, kemudian disampaikan secara mutawatir oleh banyak orang yang mustahil akan bersepakat untuk berbohong.
     Atas dasar ini, wahyu dalam Al-Quran adalah bersifat “Qath’iy Wurud”, artinya sebuah “dalil yang meyakinkan” bahwa datangnya dari Allah berupa Al-Quran atau berasal dari Nabi berupa hadis mutawatir.
      Hadis mutawatir adalah sifat hadis yang memiliki banyak sanad, yang diriwayatkan oleh banyak perawi pada tingkat sanadnya, sehingga para perawi mustahil bersepakat untuk berdusta atau memalsukan hadis.
      Kedua, tentang  Hadis Nabi. Pada umumnya hadis Nabi disampaikan secara orang per orang dan sering kali muncul dengan redaksi yang agak berbeda dengan redaksi yang diucapkan oleh Nabi.
      Para ulama hadis menjelaskan bahwa para sahabat sudah ada yang menuliskan teks hadis, tetapi umumnya penyampaian atau penerimaan kebanyakan hadis yang ada sekarang hanya berdasarkan hafalan para sahabat dan tabiin.
     Sahabat adalah para pemeluk Islam yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad. Sedangkan tabiin adalah para penganut ajaran Nabi Muhammad yang merupakan generasi kedua setelah para sahabat.
     Hali ini menjadikan kedudukan hadis dari segi autentiknya adalah bersifat “Zhanniy Wurud”, artinya dalil yang hanya memberikan “kesan yang kuat” atau “perkiraan yang kuat” bahwa datangnya dari Nabi.  
     Hali ini, tidak berarti terdapat keraguan terhadap keabsahan hadis karena banyak faktor dalam diri Nabi dan para sahabat  serta kondisi sosial masyarakat ketika itu yang saling menopang, sehingga membuat generasi berikutnya merasa tenang dan yakin bahwa hadis Nabi sangat terjaga keasliannya.
Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran

193. HADIS

HUBUNGAN HADIS DENGAN AL-QURAN
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Bagaimana hubungan antara Hadis dengan Al-Quran? Mohon dijelaskan hubngan antara Hadis dengan Al-Quran? Profesor Quraish Shihab menjelaskan hubungan antara Hadis dengan Al-Quran.
       Hadis (menurut KBBI V) adalah sabda, perbuatan, dan takrir (ketetapan) Nabi Muhammad yang diriwayatkan atau diceritakan oleh para sahabat untuk menjelaskan hukum Islam.
     Hadis adalah segala sesuatu yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad tentang  ucapan, perilaku, perbuatan, dan ketetapan yang bersifat fisik dan psikis sebelum menjadi Nabi dan sesudahnya.
       Ulama “Ushul Fiqih” membatasi pengertian “Hadis” adalah “perkataan Nabi Muhammad yang berkaitan dengan hukum Islam”.  Sedangkan “Sunah” adalah “perkataan, perbuatan, dan ketetapan  Nabi yang berkaitan dengan hukum Islam”.
     Para ulama tafsir berpendapat bahwa perintah patuh dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya ditemukan dalam Al-Quran dengan dua redaksi berbeda.
     Perintah pertama adalah “Athi’u Allah wa Rasul” dan perintah kedua adalah “Athi’u Allah wa athi’u Rasul”. Artinya yang pertama, “Patuhi Allah dan Rasul” dan yang kedua, “Patuhi Allah dan patuhi Rasul”.
      Perintah pertama mencakup kewajiban patuh dan taat kepada Nabi dalam hal yang sejalan dengan perintah Allah, karena redaksi yang digunakan mencukupkan sekali saja penggunaan kata “Athi’u”, yang artinya “Taati” atau “Patuhi”.
     Perintah kedua mencakup kewajiban patuh dan taat kepada Nabi, meskipun dalam hal yang tidak disebutkan secara eksplisit oleh Allah dalam Al-Quran. Bahkan kewajiban patuh dan taat kepada Nabi dilakukan terlebih dahulu, dalam kondisi tertentu, meskipun seseorang sedang melaksanakan perintah Allah.
      Misalnya, kasus Ubay bin Kaab. Ketika Ubay bin Kaab sedang mengerjakan salat, lalu di tengah salat, Ubay bin Kaab dipanggil oleh Rasul, maka Ubay bin Kaab menghentikan salatnya kemudian mendatangi Nabi, meskipun salatnya belum selesai.
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 59.
      “Hai orang-orang yang beriman, taati Allah dan taati Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunah), jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 65.
      “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”.
      Orang yang beriman akan menerima semua ketetapan Nabi dengan penuh kesadaran dan kerelaan tanpa perasaan enggan dan tanpa pembangkangan sedikit pun. Itulah syarat keabsahan keimanan seseorang.
      Tetapi, di sisi lain, harus diakui bahwa terdapat perbedaan yang menonjol antara hadis dan Al-Quran dari segi redaksi dan cara penyampaian atau penerimaannya.
     Pertama, tentang wahyu Allah. Dari segi redaksi, diyakini bahwa wahyu Al-Quran disusun langsung oleh Allah. Malaikat Jibril hanya sekadar menyampaikan kepada Nabi Muhammad. Nabi pun langsung menyampaikannya kepada umatnya, demikian seterusnya dari satu ke generasi berikutnya.
    Redaksi wahyu Al-Quran dipastikan tidak mengalami perubahan apa pun, karena sejak diterima oleh Nabi, kemudian disampaikan kepada para sahabat, lalu ditulis dan dihafal oleh  banyak sahabat, kemudian disampaikan secara mutawatir oleh banyak orang yang mustahil akan bersepakat untuk berbohong.
     Atas dasar ini, wahyu dalam Al-Quran adalah bersifat “Qath’iy Wurud”, artinya sebuah “dalil yang meyakinkan” bahwa datangnya dari Allah berupa Al-Quran atau berasal dari Nabi berupa hadis mutawatir.
      Hadis mutawatir adalah sifat hadis yang memiliki banyak sanad, yang diriwayatkan oleh banyak perawi pada tingkat sanadnya, sehingga para perawi mustahil bersepakat untuk berdusta atau memalsukan hadis.
      Kedua, tentang  Hadis Nabi. Pada umumnya hadis Nabi disampaikan secara orang per orang dan sering kali muncul dengan redaksi yang agak berbeda dengan redaksi yang diucapkan oleh Nabi.
      Para ulama hadis menjelaskan bahwa para sahabat sudah ada yang menuliskan teks hadis, tetapi umumnya penyampaian atau penerimaan kebanyakan hadis yang ada sekarang hanya berdasarkan hafalan para sahabat dan tabiin.
     Sahabat adalah para pemeluk Islam yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad. Sedangkan tabiin adalah para penganut ajaran Nabi Muhammad yang merupakan generasi kedua setelah para sahabat.
     Hali ini menjadikan kedudukan hadis dari segi autentiknya adalah bersifat “Zhanniy Wurud”, artinya dalil yang hanya memberikan “kesan yang kuat” atau “perkiraan yang kuat” bahwa datangnya dari Nabi.  
     Hali ini, tidak berarti terdapat keraguan terhadap keabsahan hadis karena banyak faktor dalam diri Nabi dan para sahabat  serta kondisi sosial masyarakat ketika itu yang saling menopang, sehingga membuat generasi berikutnya merasa tenang dan yakin bahwa hadis Nabi sangat terjaga keasliannya.
Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran

192. MERDEKA

Prof. Fahmi Amhar

MERDEKA KITA LEVEL BERAPA?

Kita ini baru merdeka penuh di level 1, yakni merdeka fisik.  Tidak ada lagi pasukan tentara asing yang petentang-petenteng di negeri ini.  Kalau ada tentara asing, pasti sedang dalam misi penanggulangan bencana seperti saat Tsunami Aceh 2004, atau mereka yang sedang ikut latihan bersama UN-Stand By Force (SBF) di Sentul, Bogor.  Di dunia, negara yang saat ini jelas tidak merdeka di level-1 adalah Afghanistan, Irak atau Palestina. 

Level 2 merdeka, itu merdeka memilih pemerintah.  Secara normatif, pada level-2 ini, kita lebih merdeka dari Australia atau Canada.  Siapa yang jadi kepala negara di sana, ditunjuk oleh Ratu Inggris.  Australia atau Canada boleh saja bikin pemilu untuk mendapatkan Perdana Menteri baru.  Tetapi yang melantiknya adalah Gubernur Jenderal yang ditunjuk oleh Ratu Inggris.  Gubernur Jenderal itu pula yang akan mengesahkan UU, mengangkat panglima angkatan bersenjata, atau mengangkat dan memberhentikan para hakim.  Tetapi pada level-2 ini, kita belum 100% merdeka.  Meski rakyat Indonesia memilih sendiri presidennya, tetapi siapa calon presiden atau menteri yang akan terpilih, dipengaruhi oleh asing dalam bentuk "opini" ataupun "penerimaan pasar".

Level 3 merdeka, itu merdeka menentukan hukum.  Di sini derajat kemerdekaan kita lebih berkurang lagi.  Betul UU kita diketok di DPR hasil pilihan kita sendiri.  Tetapi, di antara draft yang masuk, ada sekian banyak draft yang dibuatkan oleh lembaga-lembaga asing seperti WB, IMF, UNDP atau USAID.  Mungkin UU yang kurang "sexy" seperti UU Informasi Geospasial atau UU Narkotika tidak banyak diintervensi asing.  Tetapi, UU Migas, UU Listrik, UU Penanaman Modal dan berbagai UU "basah" yang lain dipastikan ada peran asing di dalamnya.

Kalau sebuah negara Level-1,2,3 ini sudah 100%, negara ini baru bisa disebut merdeka secara fisik.  Negara itu baru negara yang "profesional".  Dia merdeka, tetapi boleh jadi masih miskin dan rakyatnya masih sengsara.  Salah satu contoh negara seperti itu boleh jadi adalah Korea Utara.

Level 4 merdeka, itu merdeka secara teknologi.  Bangsa itu mampu menciptakan teknologi yang mereka butuhkan.  Derajat merdeka kita di level-4 ini sangat rendah, tetapi mungkin masih lebih baik dari negara seperti Saudi Arabia atau Brunei Darussalam, yang teknologi apapun diimpor.  Kita alhamdulillah masih punyalah berbagai campus teknologi yang top-600 dunia, masih punya beberapa industri teknologi yang membanggakan.  Tetapi tetap harus kita akui, secara teknologi kita saat ini masih terjajah.  Kita masih sangat tergantung kepada asing, dan akibatnya asing masih mudah mempermainkan negeri kita dengan sarana teknologi yang mereka buat.

Level 5 merdeka, itu merdeka secara ekonomi.  Teknologi canggih rupanya tunduk juga pada tata ekonomi dunia.  Di bidang ekonomi ini kita sangat terjajah.  Akibatnya isu melemahnya Rupiah terhadap US-Dollar jadi sangat sensitif.  Proyek-proyek Habibie di akhir tahun 1990-an, berantakan karena krisis moneter.  Sistem ekonomi kita sangat rentan, karena mudah terpengaruh gonjang-ganjing dunia, baik disengaja maupun tidak.  PLN kekurangan gas, karena gas kita terlanjur dibeli dengan kontrak jangka panjang dengan China.  Produk agro kita yang melimpah tidak punya nilai tawar yang tinggi di dunia.

Negara yang merdekanya sudah sampai level-4 dan 5, dapat dipastikan negara yang "produktif".  Mereka berada di jajaran negara maju dan kaya.  Contoh negara seperti ini adalah Korea Selatan, Jepang atau Jerman.  China dan India mungkin segera menyusul di level ini.

Level-6 merdeka, itu merdeka secara ideologis.  Ideologi itu mendorong sebuah negara menentukan sendiri jalan hidupnya, peradabannya, sosial-budayanya, juga mendorong mereka mempengaruhi negara-negara lain.  Negara yang seperti ini akan berkembang menjadi negara yang "powerful".  Contohnya saat ini jelas Amerika Serikat.  Di masa lalu juga Uni Soviet, Inggris dan Perancis.

Yang tertinggi adalah merdeka level-7.  Merdeka level-7 itu adalah ketika sebuah negara beserta rakyatnya hanya menghamba kepada Sang Pencipta saja (Allah swt), dan tidak menghamba ke sesama hamba, manusia, baik seorang diktator maupun secara demokratis.  Negara yang seperti ini akan berkembang dengan cepat menjadi negara yang profesional, produktif dan powerful. Negara yang pernah seperti ini hanya Negara Khilafah Islam.  Mereka bergerak ke barat dan ke timur untuk menyebarkan rahmat ke seluruh alam, bukan untuk menjajah.  Negara seperti inilah yang "berkah". 

Jadi, kalau dinilai dengan levelling ini, kita baru merdeka di level-1, dan mungkin sedang terengah-engah mencoba meraih merdeka di level-level berikutnya.  Semoga kita istiqomah dalam meraih cita-cita kemerdekaan yang hakiki, merdeka level-7.

191. DENMARK

*Mengapa Denmark Menjadi Salah Satu Negara Termakmur Dunia?*

*Oleh: Prof. Dr. H. Komaruddin Hidayat*

Mari kita belajar kebaikan dari siapa saja, dari mana saja dan kapan saja.

Mengapa Denmark menjadi salah satu negara paling makmur di dunia? Padahal negaranya tidak memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah, padahal kondisi musim di negara itu sangat ekstrim karena dekat dengan kutub utara. Padahal di negeri ini matahari dan siang hari hanya sebentar saja, terutama di musim dingin.

Suatu hari tanpa sengaja, saya mengarahkan jari-jemari saya melalui google untuk membuka sejarah negara Denmark.

Dari info Wikipedia yang kebetulan saya baca ternyata Denmark adalah negara paling nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia, negara dengan pendapatan penduduk paling tinggi di dunia, juga menjadi negara paling makmur di dunia paling bersih di dunia hingga mendapat gelar “Negeri Dongeng”.

Meskipun kemudian tingkat kenyamanannya tergeser oleh New Zealand. New Zealand menempati urutan pertama negara paling nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia.

*Sebagai seorang pendidik, saya langsung berpikir bahwa mungkin yang menjadi penyebab Denmark dan New Zealand menjadi negara termakmur adalah karena* *pendidikan mereka yang sangat baik*.

*Namun ternyata dugaan saya keliru. Orang-orang Denmark justru percaya bahwa penyebab dari negaranya menjadi negara termakmur, ternyaman dan teraman adalah karena masyarakatnya jujur* .

Orang Denmark percaya bahwa semua kebaikan yang ada di negaranya berawal dari kejujuran, pada saat seorang jujur maka semua fasilitas umum untuk rakyat akan terbangun dengan baik oleh pemerintah, sebagaimana mestinya sesuai standar mutu yang telah ditetapkan di segala bidang mulai dari kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dll.

Masyarakat Denmark percaya bahwa kejujuran bisa melahirkan segalanya. Mereka percaya bahwa setiap manusia itu pintar, dengan kejujuran maka setiap kepintaran manusia akan menjadi manfaat bagi sesama dan seluruh negeri.

*Mereka yakin jika setiap aparat pemerintah jujur, mulai dari pejabat, menteri, polisi dan seterusnya dan rakyatnya jujur maka sebuah negara bisa menjadi makmur tanpa perlu menjadi yang paling pintar di bidang pendidikan* .

*Ternyata memang benar, Denmark masuk dalam salah satu negara dengan tingkat korupsi nyaris nol, seperti juga di Finlandia dan New Zealand* .

*Karena kejujuran itulah akhirnya pendidikan di negara ini pun menjadi lebih baik dan sangat maju. Jadi tidak salah jika kita katakan bahwa ketidak jujuran (mental korup), akan melahirkan bencana berantai dalam sebuah negara* .

Mereka begitu yakinnya bahwa kejujuran adalah awal dari semua kebaikan dan bukannya kepintaran.

*Kira-kira 10 tahun silam, kejujuran dan etika moral adalah prioritas utama, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian, karena kita juga yakin bahwa setiap anak terlahir pintar* .

Kita tidak terlalu pusing jika seorang anak belum bisa berhitung saat masuk SD atau bahkan setelah sekolah SD, *tapi kami sangat peduli jika sorang anak tidak jujur dan beretika buruk* .

Dan setelah membaca artikel ini sepertinya saya diingatkan kembali oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk tetap mempertahankan apa yang sudah kami yakini. *Bahwa karakter, perilaku dan kejujuran adalah landasan untuk membangun Indonesia yang kuat dan makmur, bukan sekedar angka-angka akademik yang tertera di buku-buku raport sekolah* . Belajarlah juga dari pengalaman negara lain. Semoga kita bisa mengawali dari lingkup terkecil, keluarga dan sekolah kita.

*“Mari kita melakukan yang terbaik dan tetap penuh dengan semangat untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik .*"

Semoga kita menjadi lebih baik, lebih baik dan lebih baik.

Thursday, August 10, 2017

190. KAHFI

KISAH ASHABUL KAHFI
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Ashabul Kahfi adalah kisah 7 pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun Hijriah atau 300 tahun Masehi, mereka melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus. Kisah ini bersumber dalam Al-Quran surah Al-Kahfi, yaitu surah ke-18.
      Menurut sejarahwan Islam, mereka bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga.
      Banyak yang berpendapat sejarah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli yang berpendapat mereka berasal dari Yordania.
     AL-Quran surah Al-kahfi, surah ke-18 ayat 9-13. “Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?”
    “Ingatlah tatkala para pemuda mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami, petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
     “Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,  kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui yang mana di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)?”
      “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 16-17. “Apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka cari tempat berlindung ke dalam gua niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.”
     “Kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu sebagian dari tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dia yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 18. “Kamu mengira mereka bangun padahal tidur, dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentu (hati) kamu akan dipenuhi ketakutan terhadap mereka.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 19. “Demikian Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkata salah seorang di antara mereka, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi), “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruh salah seorang di antaramu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu, dan hendaklah dia lihat yang mana makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan menceritakan halmu kepada siapa pun.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 20. “Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melemparimu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selamanya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 21. “Demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia mengetahui, bahwa janji Allah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata, “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 22. “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) 3 orang yang ke-4 adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) 5 orang yang ke-6 adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib. Yang lain lagi mengatakan, “Jumlah mereka 7 orang, yang ke-8 adalah anjingnya”. Katakan, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu kamu (Muhammad) jangan bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan kamu jangan bertanya tentang mereka kepada siapa pun.”
       Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 25-26. “Mereka tinggal dalam gua  300 tahun ditambah 9 tahun (lagi)”. Katakan,”Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua). Kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya. Tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya. Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.
Daftar Pustaka.
1. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

190. KAHFI

KISAH ASHABUL KAHFI
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Ashabul Kahfi adalah kisah 7 pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun Hijriah atau 300 tahun Masehi, mereka melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus. Kisah ini bersumber dalam Al-Quran surah Al-Kahfi, yaitu surah ke-18.
      Menurut sejarahwan Islam, mereka bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga.
      Banyak yang berpendapat sejarah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli yang berpendapat mereka berasal dari Yordania.
     AL-Quran surah Al-kahfi, surah ke-18 ayat 9-13. “Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?”
    “Ingatlah tatkala para pemuda mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami, petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
     “Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,  kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui yang mana di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)?”
      “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 16-17. “Apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka cari tempat berlindung ke dalam gua niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.”
     “Kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu sebagian dari tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dia yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 18. “Kamu mengira mereka bangun padahal tidur, dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentu (hati) kamu akan dipenuhi ketakutan terhadap mereka.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 19. “Demikian Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkata salah seorang di antara mereka, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi), “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruh salah seorang di antaramu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu, dan hendaklah dia lihat yang mana makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan menceritakan halmu kepada siapa pun.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 20. “Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melemparimu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selamanya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 21. “Demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia mengetahui, bahwa janji Allah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata, “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 22. “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) 3 orang yang ke-4 adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) 5 orang yang ke-6 adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib. Yang lain lagi mengatakan, “Jumlah mereka 7 orang, yang ke-8 adalah anjingnya”. Katakan, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu kamu (Muhammad) jangan bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan kamu jangan bertanya tentang mereka kepada siapa pun.”
       Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 25-26. “Mereka tinggal dalam gua  300 tahun ditambah 9 tahun (lagi)”. Katakan,”Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua). Kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya. Tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya. Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.
Daftar Pustaka.
1. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

190. KAHFI

KISAH ASHABUL KAHFI
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Ashabul Kahfi adalah kisah 7 pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun Hijriah atau 300 tahun Masehi, mereka melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus. Kisah ini bersumber dalam Al-Quran surah Al-Kahfi, yaitu surah ke-18.
      Menurut sejarahwan Islam, mereka bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga.
      Banyak yang berpendapat sejarah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli yang berpendapat mereka berasal dari Yordania.
     AL-Quran surah Al-kahfi, surah ke-18 ayat 9-13. “Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?”
    “Ingatlah tatkala para pemuda mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami, petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
     “Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,  kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui yang mana di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)?”
      “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 16-17. “Apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka cari tempat berlindung ke dalam gua niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.”
     “Kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu sebagian dari tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dia yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 18. “Kamu mengira mereka bangun padahal tidur, dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentu (hati) kamu akan dipenuhi ketakutan terhadap mereka.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 19. “Demikian Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkata salah seorang di antara mereka, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi), “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruh salah seorang di antaramu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu, dan hendaklah dia lihat yang mana makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan menceritakan halmu kepada siapa pun.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 20. “Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melemparimu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selamanya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 21. “Demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia mengetahui, bahwa janji Allah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata, “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 22. “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) 3 orang yang ke-4 adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) 5 orang yang ke-6 adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib. Yang lain lagi mengatakan, “Jumlah mereka 7 orang, yang ke-8 adalah anjingnya”. Katakan, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu kamu (Muhammad) jangan bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan kamu jangan bertanya tentang mereka kepada siapa pun.”
       Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 25-26. “Mereka tinggal dalam gua  300 tahun ditambah 9 tahun (lagi)”. Katakan,”Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua). Kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya. Tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya. Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.
Daftar Pustaka.
1. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

190. KAHFI

KISAH ASHABUL KAHFI
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Ashabul Kahfi adalah kisah 7 pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun Hijriah atau 300 tahun Masehi, mereka melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus. Kisah ini bersumber dalam Al-Quran surah Al-Kahfi, yaitu surah ke-18.
      Menurut sejarahwan Islam, mereka bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga.
      Banyak yang berpendapat sejarah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli yang berpendapat mereka berasal dari Yordania.
     AL-Quran surah Al-kahfi, surah ke-18 ayat 9-13. “Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?”
    “Ingatlah tatkala para pemuda mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami, petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
     “Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,  kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui yang mana di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)?”
      “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 16-17. “Apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka cari tempat berlindung ke dalam gua niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.”
     “Kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu sebagian dari tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dia yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 18. “Kamu mengira mereka bangun padahal tidur, dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentu (hati) kamu akan dipenuhi ketakutan terhadap mereka.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 19. “Demikian Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkata salah seorang di antara mereka, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi), “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruh salah seorang di antaramu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu, dan hendaklah dia lihat yang mana makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan menceritakan halmu kepada siapa pun.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 20. “Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melemparimu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selamanya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 21. “Demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia mengetahui, bahwa janji Allah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata, “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 22. “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) 3 orang yang ke-4 adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) 5 orang yang ke-6 adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib. Yang lain lagi mengatakan, “Jumlah mereka 7 orang, yang ke-8 adalah anjingnya”. Katakan, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu kamu (Muhammad) jangan bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan kamu jangan bertanya tentang mereka kepada siapa pun.”
       Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 25-26. “Mereka tinggal dalam gua  300 tahun ditambah 9 tahun (lagi)”. Katakan,”Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua). Kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya. Tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya. Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.
Daftar Pustaka.
1. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

190. KAHFI

KISAH ASHABUL KAHFI
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Ashabul Kahfi adalah kisah 7 pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun Hijriah atau 300 tahun Masehi, mereka melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus. Kisah ini bersumber dalam Al-Quran surah Al-Kahfi, yaitu surah ke-18.
      Menurut sejarahwan Islam, mereka bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga.
      Banyak yang berpendapat sejarah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli yang berpendapat mereka berasal dari Yordania.
     AL-Quran surah Al-kahfi, surah ke-18 ayat 9-13. “Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?”
    “Ingatlah tatkala para pemuda mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami, petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
     “Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,  kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui yang mana di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)?”
      “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 16-17. “Apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka cari tempat berlindung ke dalam gua niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.”
     “Kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu sebagian dari tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dia yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 18. “Kamu mengira mereka bangun padahal tidur, dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentu (hati) kamu akan dipenuhi ketakutan terhadap mereka.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 19. “Demikian Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkata salah seorang di antara mereka, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi), “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruh salah seorang di antaramu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu, dan hendaklah dia lihat yang mana makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan menceritakan halmu kepada siapa pun.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 20. “Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melemparimu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selamanya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 21. “Demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia mengetahui, bahwa janji Allah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata, “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 22. “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) 3 orang yang ke-4 adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) 5 orang yang ke-6 adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib. Yang lain lagi mengatakan, “Jumlah mereka 7 orang, yang ke-8 adalah anjingnya”. Katakan, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu kamu (Muhammad) jangan bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan kamu jangan bertanya tentang mereka kepada siapa pun.”
       Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 25-26. “Mereka tinggal dalam gua  300 tahun ditambah 9 tahun (lagi)”. Katakan,”Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua). Kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya. Tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya. Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.
Daftar Pustaka.
1. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

190. KAHFI

KISAH ASHABUL KAHFI
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Ashabul Kahfi adalah kisah 7 pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun Hijriah atau 300 tahun Masehi, mereka melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus. Kisah ini bersumber dalam Al-Quran surah Al-Kahfi, yaitu surah ke-18.
      Menurut sejarahwan Islam, mereka bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga.
      Banyak yang berpendapat sejarah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli yang berpendapat mereka berasal dari Yordania.
     AL-Quran surah Al-kahfi, surah ke-18 ayat 9-13. “Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?”
    “Ingatlah tatkala para pemuda mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami, petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
     “Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,  kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui yang mana di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)?”
      “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 16-17. “Apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka cari tempat berlindung ke dalam gua niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.”
     “Kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu sebagian dari tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dia yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 18. “Kamu mengira mereka bangun padahal tidur, dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentu (hati) kamu akan dipenuhi ketakutan terhadap mereka.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 19. “Demikian Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkata salah seorang di antara mereka, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi), “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruh salah seorang di antaramu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu, dan hendaklah dia lihat yang mana makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan menceritakan halmu kepada siapa pun.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 20. “Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melemparimu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selamanya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 21. “Demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia mengetahui, bahwa janji Allah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata, “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 22. “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) 3 orang yang ke-4 adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) 5 orang yang ke-6 adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib. Yang lain lagi mengatakan, “Jumlah mereka 7 orang, yang ke-8 adalah anjingnya”. Katakan, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu kamu (Muhammad) jangan bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan kamu jangan bertanya tentang mereka kepada siapa pun.”
       Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 25-26. “Mereka tinggal dalam gua  300 tahun ditambah 9 tahun (lagi)”. Katakan,”Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua). Kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya. Tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya. Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.
Daftar Pustaka.
1. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

190. KAHFI

KISAH ASHABUL KAHFI
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Ashabul Kahfi adalah kisah 7 pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun Hijriah atau 300 tahun Masehi, mereka melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus. Kisah ini bersumber dalam Al-Quran surah Al-Kahfi, yaitu surah ke-18.
      Menurut sejarahwan Islam, mereka bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga.
      Banyak yang berpendapat sejarah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli yang berpendapat mereka berasal dari Yordania.
     AL-Quran surah Al-kahfi, surah ke-18 ayat 9-13. “Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?”
    “Ingatlah tatkala para pemuda mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami, petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
     “Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,  kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui yang mana di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)?”
      “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 16-17. “Apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka cari tempat berlindung ke dalam gua niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.”
     “Kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu sebagian dari tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dia yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 18. “Kamu mengira mereka bangun padahal tidur, dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentu (hati) kamu akan dipenuhi ketakutan terhadap mereka.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 19. “Demikian Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkata salah seorang di antara mereka, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi), “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruh salah seorang di antaramu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu, dan hendaklah dia lihat yang mana makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan menceritakan halmu kepada siapa pun.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 20. “Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melemparimu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selamanya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 21. “Demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia mengetahui, bahwa janji Allah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata, “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 22. “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) 3 orang yang ke-4 adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) 5 orang yang ke-6 adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib. Yang lain lagi mengatakan, “Jumlah mereka 7 orang, yang ke-8 adalah anjingnya”. Katakan, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu kamu (Muhammad) jangan bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan kamu jangan bertanya tentang mereka kepada siapa pun.”
       Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 25-26. “Mereka tinggal dalam gua  300 tahun ditambah 9 tahun (lagi)”. Katakan,”Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua). Kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya. Tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya. Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.
Daftar Pustaka.
1. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

190. KAHFI

KISAH ASHABUL KAHFI
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Ashabul Kahfi adalah kisah 7 pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun Hijriah atau 300 tahun Masehi, mereka melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus. Kisah ini bersumber dalam Al-Quran surah Al-Kahfi, yaitu surah ke-18.
      Menurut sejarahwan Islam, mereka bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga.
      Banyak yang berpendapat sejarah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli yang berpendapat mereka berasal dari Yordania.
     AL-Quran surah Al-kahfi, surah ke-18 ayat 9-13. “Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?”
    “Ingatlah tatkala para pemuda mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami, petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
     “Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,  kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui yang mana di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)?”
      “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 16-17. “Apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka cari tempat berlindung ke dalam gua niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.”
     “Kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu sebagian dari tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dia yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 18. “Kamu mengira mereka bangun padahal tidur, dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentu (hati) kamu akan dipenuhi ketakutan terhadap mereka.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 19. “Demikian Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkata salah seorang di antara mereka, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi), “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruh salah seorang di antaramu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu, dan hendaklah dia lihat yang mana makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan menceritakan halmu kepada siapa pun.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 20. “Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melemparimu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selamanya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 21. “Demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia mengetahui, bahwa janji Allah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata, “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 22. “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) 3 orang yang ke-4 adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) 5 orang yang ke-6 adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib. Yang lain lagi mengatakan, “Jumlah mereka 7 orang, yang ke-8 adalah anjingnya”. Katakan, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu kamu (Muhammad) jangan bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan kamu jangan bertanya tentang mereka kepada siapa pun.”
       Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 25-26. “Mereka tinggal dalam gua  300 tahun ditambah 9 tahun (lagi)”. Katakan,”Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua). Kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya. Tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya. Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.
Daftar Pustaka.
1. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

190. KAHFI

KISAH ASHABUL KAHFI
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Ashabul Kahfi adalah kisah 7 pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun Hijriah atau 300 tahun Masehi, mereka melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus. Kisah ini bersumber dalam Al-Quran surah Al-Kahfi, yaitu surah ke-18.
      Menurut sejarahwan Islam, mereka bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga.
      Banyak yang berpendapat sejarah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli yang berpendapat mereka berasal dari Yordania.
     AL-Quran surah Al-kahfi, surah ke-18 ayat 9-13. “Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?”
    “Ingatlah tatkala para pemuda mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami, petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
     “Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,  kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui yang mana di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)?”
      “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 16-17. “Apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka cari tempat berlindung ke dalam gua niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.”
     “Kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu sebagian dari tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dia yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 18. “Kamu mengira mereka bangun padahal tidur, dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentu (hati) kamu akan dipenuhi ketakutan terhadap mereka.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 19. “Demikian Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkata salah seorang di antara mereka, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi), “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruh salah seorang di antaramu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu, dan hendaklah dia lihat yang mana makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan menceritakan halmu kepada siapa pun.”
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 20. “Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melemparimu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selamanya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 21. “Demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia mengetahui, bahwa janji Allah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata, “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”.
      Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 22. “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) 3 orang yang ke-4 adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) 5 orang yang ke-6 adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib. Yang lain lagi mengatakan, “Jumlah mereka 7 orang, yang ke-8 adalah anjingnya”. Katakan, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu kamu (Muhammad) jangan bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan kamu jangan bertanya tentang mereka kepada siapa pun.”
       Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 25-26. “Mereka tinggal dalam gua  300 tahun ditambah 9 tahun (lagi)”. Katakan,”Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua). Kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya. Tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya. Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.
Daftar Pustaka.
1. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2