Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, May 30, 2018

860. SALMAN

SALMAN AL-FARISI,
MENCARI NABI DARI PERSIA HINGGA MADINAH
oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Salman Al-Farisi (lahir tahun 568 Masehi di Persia, Iran dan meninggal tahun 657 Masehi di Irak), selama berada di Madinah Salman Al-Farisi dipanggil dengan nama Abu Abdullah.
      Salman Al-Farisi lahir di desa Jayyu, Asfahah di Persia, Iran, anak kesayangan seorang pemimpin desa beragama Majusi yang menyembah api. Salman Al-Farisi masih remaja bertugas menjaga api agar tidak padam.
      Ketika Salman dalam perjalanan menuju ladang, dia mendengar suara kebaktian di gereja, lalu Salman tertarik belajar agama Kristen.
      Orang-orang Kristen dari negeri Syam datang mengunjungi rumah orang tua Salman, akibatnya Salman dikurung di rumah oleh ayahnya dan dilarang bergaul dengan orang asing.
     Salman Al-Farisi minggat dari rumah mengikuti rombongan pedagang Syam.  Setiba di Syam Salman Al-Farisi menempati komplek gereja sebagai pelayan jemaat bersama seorang uskup.
      Uskup orang jahat yang menyalahgunakan jabatannya, memerintahkan orang bersedekah, tetapi hasilnya untuk kekayaan pribadinya sendiri.
     Uskup meninggal, masyarakat akan melakukan pemakaman. Salman Al-Farisi membuka rahasia bahwa uskup adalah orang jahat, ditunjukkan tempat penyimpanan perhiasan yang tersembunyi, ditemukan tujuh kotak emas dan perak.
      Masyarakat marah, jenazah uskup dilempari batu dan mereka memilih uskup baru yang baik, tekun beribadah, berbudi pekerti luhur. Uskup yang baik meninggal dunia, telah memberikan rekomendasi agar Salman Al-Farisi menjumpai uskup di Al-Maushil.
      Salman Al-Farisi mendatangi uskup di Al-Mausahl dan menjelaskan masalahnya.      Uskup di Al-Maushil orangnya baik, sikap dan perilakunya terpuji. Sebelum uskup meninggal telah merekomendasikan agar Salman Al-Farisi menjumpai uskup di Nashibin.
      Salman Al-Farisi mendatangi uskup di Ammuriyah, Romawi, dan tinggal bersamanya. Salman Al-Farisi telah memiliki sejumlah sapi dan kambing. Sebelum meninggal, uskup berwasiat tentang akan munculnya nabi baru yang membawa ajaran agama Ibrahim di negeri Arab.
    Uskup memberikan ciri-ciri tempat hijrah nabi baru di wilayah Arab yang diapit gunung berbatu hitam dan banyak ditumbuhi pohon kurma. Uskup berpesan kepada Salman, “Jika kamu sanggup, pergilah ke sana.”
     Uskup menyampaikan tanda-tanda kenabian yang tampak dari luar dan dapat dilihat dengan mata manusia.
      Ke-1, Nabi baru  tidak mau menerima sedekah. Ke-2, Nabi baru mau menerima hadiah. Ke-3, Nabi baru mempunyai stempel kenabian berupa benjolan kecil di punggung belakang di antara kedua bahunya.
     Salman Al-Farisi menjumpai rombongan pedagang dari Arab dan menyampaikan maksudnya untuk ikut rombongan pergi ke negeri Arab. 
      Rombongan bersedia membawa ke negeri Arab dengan imbalan beberapa ekor sapi dan kambing, tetapi rombongan pedagang Arab berbuat jahat, Salman Al-Farisi dijadikan budak dan dijual di pasar Arab.
      Salman Al-Farisi dibeli orang dan dibawa pulang ke Madinah yang banyak tumbuh pohon kurma, tetapi Salman Al-Farisi belum yakin bahwa Madinah adalah wilayah munculnya nabi baru.
     Salman Al-Farisi dibeli dan dibawa ke daerah kaum Yahudi Bani Quraizhah di Madinah. Salman mulai yakin bahwa Madinah adalah wilayah nabi baru seperti dijelaskan uskup di Ammuriyah.
    Nabi Muhammad masih berada di Mekah, Salman Al-Farisi bekerja sebagai budak merawat pohon kurma untuk majikannya, lalu Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah dan tinggal di Quba.
      Salman Al-Farisi berada di atas pohon kurma ketika seseorang berteriak, “Orang-orang berkumpul di Quba menyambut orang dari Mekah, mereka mengatakan bahwa dia adalah nabi.” Salman Al-Farisi hampir terjatuh mendengar teriakan orang tersebut. 
     Pertemuan pertama, Salman Al-Farisi mendatangi Nabi di Quba dengan membawa makanan untuk diberikan kepada Nabi.
      Salman Al-Farisi berkata, “Aku mendengar bahwa engkau orang baik, engkau memiliki sahabat yang membutuhkan bantuan, aku membawa sedekah untuk kalian.”
      Nabi menerima sedekah dan para sahabat memakannya, tetapi Nabi tidak ikut makan. Salman Al-Farisi bergumam, “Ini bukti pertama bahwa nabi baru tidak mau makan harta sedekah.” Salman Al-Farisi izin kembali ke rumah majikan.
     Pertemuan kedua, Nabi Muhammad telah pindah dari Quba ke Madinah. Salman Al-Farisi mendatangi Nabi dengan membawa makanan. Salman Al-Farisi berkata, “Saya melihat engkau tidak makan harta sedekah, saya datang membawa hadiah untukmu, terimalah hadiah khusus dariku untukmu.”
      Nabi menerima hadiah tersebut dan ikut menikmatinya bersama para sahabat. Salman Al-Farisi bergumam,”Ini bukti kedua bahwa nabi baru mau makan harta hadiah.” 
      Pertemuan ketiga, Nabi Muhammad mengantar jenazah di pemakamam Baqi, Madinah. Nabi sedang duduk bersama para sahabat, Salman Al-Farisi memilih duduk di belakang Nabi. 
      Salman Al-Farisi ingin melihat stempel kenabian di punggung Nabi dan Nabi menyadarinya, lalu Nabi melepaskan baju dari punggungnya. Salman Al-Farisi melihat stempel tanda kenabian dengan jelas berada di punggung Nabi seperti yang disampaikan uskup di Ammuriyah.
     Salman Al-Farisi menangis, mendekat ke arah Nabi, merangkul, dan mencium punggung Nabi. Nabi bersabda, “Berputarlah, menghadap kepadaku dan ceritakan semuanya.”
      Salman Al-Farisi bercerita riwayat hidupnya, kisah perjalanannya mencari nabi baru, berangkat dari Persia, Iran hingga di Madinah, Arab Saudi. Nabi dan para sahabat mendengarkan dengan saksama.
      Salman Al-Farisi kembali bekerja sebagai budak dan tidak ikut dalam Perang Badar, Perang Uhud, dan perang lainnya karena masih berstatus budak.
      Nabi bersabda,”Wahai Salman, tulislah perjanjian dengan majikanmu agar kamu bebas.” Salman Al-Farisi menulis perjanjian dengan majikannya supaya terlepas dari status budak dengan menanam 300 pohon kurma dan membayar 40 ons emas.
     Nabi bersabda, “Wahai para sahabat, bantulah saudaramu Salman Al-Farisi untuk membebaskan dirinya.” Semua para sahabat berebut membantu, Nabi ikut menanam pohon kurma dengan tangan beliau sendiri.
      Nabi membawa emas sebesar telur ayam seberat 40 ons diberikan kepada Salman untuk membayar kebebasan dirinya dari satus budak menjadi orang merdeka.
    Salman Al-Farisi menjadi orang merdeka langsung mengikuti Perang Khandaq (Perang Parit). Salman Al-Farisi mengusulkan ide yang cemerlang dengan membuat parit mengelilingi Madinah untuk menghambat pergerakan pasukan kafir.
     Pasukan kafir frustasi, meskipun berjumlah lebih banyak, tetapi hanya berputar-putar saja, tidak mampu masuk menyerang. Pasukan Islam hanya bertahan, pengepungan berlangsung lebih dari sebulan, tetapi tidak menghasilkan apa-apa.
      Muncul angin topan, pasukan kafir kocar-kacir dan mereka kembali ke tempat asal masing-masing. Umat Islam Madinah selamat, sejak saat itu, Salman Al-Farisi  selalu terlibat dalam peperangan membela Islam.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Jogyakarta. 2000.
5. Hisyam, Ibnu. Sirah Nabawiyah. Sejarah Lengkap Kehidupan Rasulullah.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online.

860. SALMAN

SALMAN AL-FARISI,
MENCARI NABI DARI PERSIA HINGGA MADINAH
oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Salman Al-Farisi (lahir tahun 568 Masehi di Persia, Iran dan meninggal tahun 657 Masehi di Irak), selama berada di Madinah Salman Al-Farisi dipanggil dengan nama Abu Abdullah.
      Salman Al-Farisi lahir di desa Jayyu, Asfahah di Persia, Iran, anak kesayangan seorang pemimpin desa beragama Majusi yang menyembah api. Salman Al-Farisi masih remaja bertugas menjaga api agar tidak padam.
      Ketika Salman dalam perjalanan menuju ladang, dia mendengar suara kebaktian di gereja, lalu Salman tertarik belajar agama Kristen.
      Orang-orang Kristen dari negeri Syam datang mengunjungi rumah orang tua Salman, akibatnya Salman dikurung di rumah oleh ayahnya dan dilarang bergaul dengan orang asing.
     Salman Al-Farisi minggat dari rumah mengikuti rombongan pedagang Syam.  Setiba di Syam Salman Al-Farisi menempati komplek gereja sebagai pelayan jemaat bersama seorang uskup.
      Uskup orang jahat yang menyalahgunakan jabatannya, memerintahkan orang bersedekah, tetapi hasilnya untuk kekayaan pribadinya sendiri.
     Uskup meninggal, masyarakat akan melakukan pemakaman. Salman Al-Farisi membuka rahasia bahwa uskup adalah orang jahat, ditunjukkan tempat penyimpanan perhiasan yang tersembunyi, ditemukan tujuh kotak emas dan perak.
      Masyarakat marah, jenazah uskup dilempari batu dan mereka memilih uskup baru yang baik, tekun beribadah, berbudi pekerti luhur. Uskup yang baik meninggal dunia, telah memberikan rekomendasi agar Salman Al-Farisi menjumpai uskup di Al-Maushil.
      Salman Al-Farisi mendatangi uskup di Al-Mausahl dan menjelaskan masalahnya.      Uskup di Al-Maushil orangnya baik, sikap dan perilakunya terpuji. Sebelum uskup meninggal telah merekomendasikan agar Salman Al-Farisi menjumpai uskup di Nashibin.
      Salman Al-Farisi mendatangi uskup di Ammuriyah, Romawi, dan tinggal bersamanya. Salman Al-Farisi telah memiliki sejumlah sapi dan kambing. Sebelum meninggal, uskup berwasiat tentang akan munculnya nabi baru yang membawa ajaran agama Ibrahim di negeri Arab.
    Uskup memberikan ciri-ciri tempat hijrah nabi baru di wilayah Arab yang diapit gunung berbatu hitam dan banyak ditumbuhi pohon kurma. Uskup berpesan kepada Salman, “Jika kamu sanggup, pergilah ke sana.”
     Uskup menyampaikan tanda-tanda kenabian yang tampak dari luar dan dapat dilihat dengan mata manusia.
      Ke-1, Nabi baru  tidak mau menerima sedekah. Ke-2, Nabi baru mau menerima hadiah. Ke-3, Nabi baru mempunyai stempel kenabian berupa benjolan kecil di punggung belakang di antara kedua bahunya.
     Salman Al-Farisi menjumpai rombongan pedagang dari Arab dan menyampaikan maksudnya untuk ikut rombongan pergi ke negeri Arab. 
      Rombongan bersedia membawa ke negeri Arab dengan imbalan beberapa ekor sapi dan kambing, tetapi rombongan pedagang Arab berbuat jahat, Salman Al-Farisi dijadikan budak dan dijual di pasar Arab.
      Salman Al-Farisi dibeli orang dan dibawa pulang ke Madinah yang banyak tumbuh pohon kurma, tetapi Salman Al-Farisi belum yakin bahwa Madinah adalah wilayah munculnya nabi baru.
     Salman Al-Farisi dibeli dan dibawa ke daerah kaum Yahudi Bani Quraizhah di Madinah. Salman mulai yakin bahwa Madinah adalah wilayah nabi baru seperti dijelaskan uskup di Ammuriyah.
    Nabi Muhammad masih berada di Mekah, Salman Al-Farisi bekerja sebagai budak merawat pohon kurma untuk majikannya, lalu Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah dan tinggal di Quba.
      Salman Al-Farisi berada di atas pohon kurma ketika seseorang berteriak, “Orang-orang berkumpul di Quba menyambut orang dari Mekah, mereka mengatakan bahwa dia adalah nabi.” Salman Al-Farisi hampir terjatuh mendengar teriakan orang tersebut. 
     Pertemuan pertama, Salman Al-Farisi mendatangi Nabi di Quba dengan membawa makanan untuk diberikan kepada Nabi.
      Salman Al-Farisi berkata, “Aku mendengar bahwa engkau orang baik, engkau memiliki sahabat yang membutuhkan bantuan, aku membawa sedekah untuk kalian.”
      Nabi menerima sedekah dan para sahabat memakannya, tetapi Nabi tidak ikut makan. Salman Al-Farisi bergumam, “Ini bukti pertama bahwa nabi baru tidak mau makan harta sedekah.” Salman Al-Farisi izin kembali ke rumah majikan.
     Pertemuan kedua, Nabi Muhammad telah pindah dari Quba ke Madinah. Salman Al-Farisi mendatangi Nabi dengan membawa makanan. Salman Al-Farisi berkata, “Saya melihat engkau tidak makan harta sedekah, saya datang membawa hadiah untukmu, terimalah hadiah khusus dariku untukmu.”
      Nabi menerima hadiah tersebut dan ikut menikmatinya bersama para sahabat. Salman Al-Farisi bergumam,”Ini bukti kedua bahwa nabi baru mau makan harta hadiah.” 
      Pertemuan ketiga, Nabi Muhammad mengantar jenazah di pemakamam Baqi, Madinah. Nabi sedang duduk bersama para sahabat, Salman Al-Farisi memilih duduk di belakang Nabi. 
      Salman Al-Farisi ingin melihat stempel kenabian di punggung Nabi dan Nabi menyadarinya, lalu Nabi melepaskan baju dari punggungnya. Salman Al-Farisi melihat stempel tanda kenabian dengan jelas berada di punggung Nabi seperti yang disampaikan uskup di Ammuriyah.
     Salman Al-Farisi menangis, mendekat ke arah Nabi, merangkul, dan mencium punggung Nabi. Nabi bersabda, “Berputarlah, menghadap kepadaku dan ceritakan semuanya.”
      Salman Al-Farisi bercerita riwayat hidupnya, kisah perjalanannya mencari nabi baru, berangkat dari Persia, Iran hingga di Madinah, Arab Saudi. Nabi dan para sahabat mendengarkan dengan saksama.
      Salman Al-Farisi kembali bekerja sebagai budak dan tidak ikut dalam Perang Badar, Perang Uhud, dan perang lainnya karena masih berstatus budak.
      Nabi bersabda,”Wahai Salman, tulislah perjanjian dengan majikanmu agar kamu bebas.” Salman Al-Farisi menulis perjanjian dengan majikannya supaya terlepas dari status budak dengan menanam 300 pohon kurma dan membayar 40 ons emas.
     Nabi bersabda, “Wahai para sahabat, bantulah saudaramu Salman Al-Farisi untuk membebaskan dirinya.” Semua para sahabat berebut membantu, Nabi ikut menanam pohon kurma dengan tangan beliau sendiri.
      Nabi membawa emas sebesar telur ayam seberat 40 ons diberikan kepada Salman untuk membayar kebebasan dirinya dari satus budak menjadi orang merdeka.
    Salman Al-Farisi menjadi orang merdeka langsung mengikuti Perang Khandaq (Perang Parit). Salman Al-Farisi mengusulkan ide yang cemerlang dengan membuat parit mengelilingi Madinah untuk menghambat pergerakan pasukan kafir.
     Pasukan kafir frustasi, meskipun berjumlah lebih banyak, tetapi hanya berputar-putar saja, tidak mampu masuk menyerang. Pasukan Islam hanya bertahan, pengepungan berlangsung lebih dari sebulan, tetapi tidak menghasilkan apa-apa.
      Muncul angin topan, pasukan kafir kocar-kacir dan mereka kembali ke tempat asal masing-masing. Umat Islam Madinah selamat, sejak saat itu, Salman Al-Farisi  selalu terlibat dalam peperangan membela Islam.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Jogyakarta. 2000.
5. Hisyam, Ibnu. Sirah Nabawiyah. Sejarah Lengkap Kehidupan Rasulullah.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online.

859. USMAN

USMAN BIN AFFAN,
KONGLOMERAT PENDUKUNG NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Usman bin Affan adalah seorang konglomerat sahabat Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
           Usman bin Affan adalah seorang sahabat dan menantu Nabi (lahir tahun 574 Masehi di Mekah dan meninggal 17 Juli 656 Masehi di Madinah). Ayahnya bernama Affan, dan ibunya bernama Arwa binti Kuriz, keduanya berasal dari Bani Umayah.
    Usman bin Affan masuk Islam berkat dakwah dari Abu Bakar dan termasuk “assabiqunal awwalun” (orang-orang terdahulu dan pertama masuk Islam) yang dijamin masuk surga.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Usman bin Affan adalah saudagar kaya raya yang dermawan, memilki sifat pemalu dan mendapatkan julukan “Zun Nurain”, karena menikah dengan dua putri Nabi dengan Khadijah (putri ke-2, Ruqaiyah dan putri ke-3, Umi Kulsum).
       Pertama Usman bin Affan menikah dengan Ruqaiyah, setelah Ruqaiyah meninggal dunia , lalu Usman menikah dengan Umi Kulsum. Nabi menggambarkan sosok pribadi Usman bin Affan sebagai orang yang jujur, rendah hati, dan pemalu.
      Aisyah, istri Nabi bertanya, “Wahai Nabi, mengapa ketika Abu Bakar dan Umar bin Khattab datang, engkau bersikap biasa saja, tetapi ketika Usman bin Affan datang, engkau berdiri membetulkan pakaian?” Nabi bersabda,“Apakah aku tidak malu terhadap seseorang yang bahkan malaikat malu kepadanya.”
      Nabi Muhammad menyerukan umat Islam untuk melakukan hijrah pertama dalam menyikapi tekanan kaum Quraisy, Nabi memerintahkan beberapa orang untuk hijrah ke Habasyah (Etiopia) di benua Afrika.
       Beberapa umat Islam menyelamatkan diri dengan membawa ajaran Islam ke Afrika, karena Nabi mengetahui bahwa Raja Najasyi di Habasyah penganut Kristen yang terkenal adil dan bijaksana.
      Allah berfirman dalam surah Az-Zumar, surah ke-39, ayat 10 yang menjelaskan bahwa bumi Allah sangat luas, sehingga Nabi menyuruh umat Islam berhijrah.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

      “Katakan, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu, orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan, dan bumi Allah itu adalah luas,sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas’.”
      Usman bin Affan dan Ruqaiyah, istrinya, ikut berhijrah pertama ke Habasyah, dengan rombongan berjumlah 16 orang terdiri atas 12 orang laki-laki dan 6 orang wanita.
     Mereka berangkat mengendap-endap pada malam hari yang gelap menuju pantai Laut Merah, lalu penumpang kapal menyeberangi Laut Merah menuju Habasyah. Ketika para “pengungsi” tiba di Habasyah, mereka diperlakukan dengan baik dan Nabi bersabda, “Mereka adalah penduduk Mekah pertama yang hijrah di jalan Allah.” 
      Rombongan hijrah pengungsi umat Islam menetap di Habasyah (Etiopia) selama beberapa waktu, lalu kembali ke Mekah dan ikut  menyusul Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah.
     Dalam Perjanjian Hudaibiyah, Nabi mengirim Usman bin Affan menemui Abu Sufyan, pemimpin kaum Quraisy, guna menjelaskan bahwa rombongan dari Madinah tidak berniat memerangi penduduk Mekah, mereka hanya ingin beribadah di Kakbah.
      Ketika terjadi Perang Ghatafan, Nabi Muhammad langsung memimpin perang, sedangkan Usman bin Affan dipercaya menjabat Walikota Madinah.
      Dalam Perang Tabuk, Usman bin Affan menyumbang dana 1000 dirham, 950 ekor unta dan 100 ekor kuda, sumbangan Usman bin Affan besarnya sepertiga dari seluruh biaya perang waktu itu.
      Usman bin Affan amat dermawan, pernah membeli sumber air seharga 35.000 dirham, lau sumber air tersebut disumbangkan secara gratis untuk kepentingan rakyat umum.
      Pada zaman Khalifah Abu Bakar, terjadi musim paceklik, Usman bin Affan menyumbang gandum yang sangat banyak dengan diangkut 1000 ekor unta untuk  membantu kaum miskin yang kesulitan.
      Ketika Khalifah Umar bin Khattab wafat, umat Islam mengadakan musyawarah untuk memilih khalifah penggantinya, waktu itu terdapat 6 calon unggulan, yaitu Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqas, Zubair bin Awam,  dan Thalhah bin Ubaidillah.
      Dalam proses pemilihan Kahlifah, empat calon mengundurkan diri, sehingga tinggal Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, akhirnya Usman bin Affan (70 tahun) sebagai calon tertua dilantik menjadi Khalifah ketiga, sedangkan Ali bin Abi Thalib waktu itu masih berumur 33 tahun.
      Khalifah Usman bin Affan giat membangun fisik dan memperluas Masjidil-Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, karena jumlah umat Islam yang menjalankan ibadah semakin banyak dan mengumpulkan Al-Quran dalam satu kumpulan yang disebut Al-Quran “Mushaf Usmany”.
      Khalifah Usman bin Affan membentuk polisi keamanan dan membangun gedung pengadilan, karena sebelumnya sidang pengadilan berlangsung di lokasi masjid serta membuat irigari air pertanian dan membentuk Tentara Angkatan Laut yang kuat. 
      Pasukan Khalifah Usman bin Affan menaklukkan daerah kecil di sekitar Madinah dan menguasai daerah perbatasan serta menyebarkan Islam ke Syria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Siprus, dan Rodhes.  
     Khalifah Usman bin Affan mencopot beberapa gubernur yang dianggapnya kurang cakap dan menggantinya dengan yang lebih baik, sehingga menimbulkan banyak orang “sakit hati”, kemudian mereka bersekongkol melawan Khalifah Usman bin Affan.
      Para pemberontak mengepung kediaman Khalifah Usman bin Affan selama 40 hari dan mengancam agar Khalifah Usman bin Affan mengundurkan diri atau dibunuh, tetapi Khalifah Usman bin Affan tidak mau menggerakkan pasukannya untuk melawan para pemberontak, karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah sesama Islam.
      Khalifah Usman bin Affan mati syahid dibunuh oleh pemberontak, ketika membaca Al-Quran, tepat seperti disampaikan Nabi ketika masih hidup. 
     Khalifah Usman bin Affan wafat Jumat 18 Zulhijah tahun 35 Hijriah yang bertepatan 17 Juli 656 Masehi dan dimakamkan di Baqi, Madinah.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004.
4. Hatta, Ahmad. Tafsir  Al-Quran Per Kata. Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah. Jakarta, 2011.
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online.

859. USMAN

USMAN BIN AFFAN,
KONGLOMERAT PENDUKUNG NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Usman bin Affan adalah seorang konglomerat sahabat Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
           Usman bin Affan adalah seorang sahabat dan menantu Nabi (lahir tahun 574 Masehi di Mekah dan meninggal 17 Juli 656 Masehi di Madinah). Ayahnya bernama Affan, dan ibunya bernama Arwa binti Kuriz, keduanya berasal dari Bani Umayah.
    Usman bin Affan masuk Islam berkat dakwah dari Abu Bakar dan termasuk “assabiqunal awwalun” (orang-orang terdahulu dan pertama masuk Islam) yang dijamin masuk surga.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Usman bin Affan adalah saudagar kaya raya yang dermawan, memilki sifat pemalu dan mendapatkan julukan “Zun Nurain”, karena menikah dengan dua putri Nabi dengan Khadijah (putri ke-2, Ruqaiyah dan putri ke-3, Umi Kulsum).
       Pertama Usman bin Affan menikah dengan Ruqaiyah, setelah Ruqaiyah meninggal dunia , lalu Usman menikah dengan Umi Kulsum. Nabi menggambarkan sosok pribadi Usman bin Affan sebagai orang yang jujur, rendah hati, dan pemalu.
      Aisyah, istri Nabi bertanya, “Wahai Nabi, mengapa ketika Abu Bakar dan Umar bin Khattab datang, engkau bersikap biasa saja, tetapi ketika Usman bin Affan datang, engkau berdiri membetulkan pakaian?” Nabi bersabda,“Apakah aku tidak malu terhadap seseorang yang bahkan malaikat malu kepadanya.”
      Nabi Muhammad menyerukan umat Islam untuk melakukan hijrah pertama dalam menyikapi tekanan kaum Quraisy, Nabi memerintahkan beberapa orang untuk hijrah ke Habasyah (Etiopia) di benua Afrika.
       Beberapa umat Islam menyelamatkan diri dengan membawa ajaran Islam ke Afrika, karena Nabi mengetahui bahwa Raja Najasyi di Habasyah penganut Kristen yang terkenal adil dan bijaksana.
      Allah berfirman dalam surah Az-Zumar, surah ke-39, ayat 10 yang menjelaskan bahwa bumi Allah sangat luas, sehingga Nabi menyuruh umat Islam berhijrah.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

      “Katakan, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu, orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan, dan bumi Allah itu adalah luas,sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas’.”
      Usman bin Affan dan Ruqaiyah, istrinya, ikut berhijrah pertama ke Habasyah, dengan rombongan berjumlah 16 orang terdiri atas 12 orang laki-laki dan 6 orang wanita.
     Mereka berangkat mengendap-endap pada malam hari yang gelap menuju pantai Laut Merah, lalu penumpang kapal menyeberangi Laut Merah menuju Habasyah. Ketika para “pengungsi” tiba di Habasyah, mereka diperlakukan dengan baik dan Nabi bersabda, “Mereka adalah penduduk Mekah pertama yang hijrah di jalan Allah.” 
      Rombongan hijrah pengungsi umat Islam menetap di Habasyah (Etiopia) selama beberapa waktu, lalu kembali ke Mekah dan ikut  menyusul Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah.
     Dalam Perjanjian Hudaibiyah, Nabi mengirim Usman bin Affan menemui Abu Sufyan, pemimpin kaum Quraisy, guna menjelaskan bahwa rombongan dari Madinah tidak berniat memerangi penduduk Mekah, mereka hanya ingin beribadah di Kakbah.
      Ketika terjadi Perang Ghatafan, Nabi Muhammad langsung memimpin perang, sedangkan Usman bin Affan dipercaya menjabat Walikota Madinah.
      Dalam Perang Tabuk, Usman bin Affan menyumbang dana 1000 dirham, 950 ekor unta dan 100 ekor kuda, sumbangan Usman bin Affan besarnya sepertiga dari seluruh biaya perang waktu itu.
      Usman bin Affan amat dermawan, pernah membeli sumber air seharga 35.000 dirham, lau sumber air tersebut disumbangkan secara gratis untuk kepentingan rakyat umum.
      Pada zaman Khalifah Abu Bakar, terjadi musim paceklik, Usman bin Affan menyumbang gandum yang sangat banyak dengan diangkut 1000 ekor unta untuk  membantu kaum miskin yang kesulitan.
      Ketika Khalifah Umar bin Khattab wafat, umat Islam mengadakan musyawarah untuk memilih khalifah penggantinya, waktu itu terdapat 6 calon unggulan, yaitu Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqas, Zubair bin Awam,  dan Thalhah bin Ubaidillah.
      Dalam proses pemilihan Kahlifah, empat calon mengundurkan diri, sehingga tinggal Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, akhirnya Usman bin Affan (70 tahun) sebagai calon tertua dilantik menjadi Khalifah ketiga, sedangkan Ali bin Abi Thalib waktu itu masih berumur 33 tahun.
      Khalifah Usman bin Affan giat membangun fisik dan memperluas Masjidil-Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, karena jumlah umat Islam yang menjalankan ibadah semakin banyak dan mengumpulkan Al-Quran dalam satu kumpulan yang disebut Al-Quran “Mushaf Usmany”.
      Khalifah Usman bin Affan membentuk polisi keamanan dan membangun gedung pengadilan, karena sebelumnya sidang pengadilan berlangsung di lokasi masjid serta membuat irigari air pertanian dan membentuk Tentara Angkatan Laut yang kuat. 
      Pasukan Khalifah Usman bin Affan menaklukkan daerah kecil di sekitar Madinah dan menguasai daerah perbatasan serta menyebarkan Islam ke Syria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Siprus, dan Rodhes.  
     Khalifah Usman bin Affan mencopot beberapa gubernur yang dianggapnya kurang cakap dan menggantinya dengan yang lebih baik, sehingga menimbulkan banyak orang “sakit hati”, kemudian mereka bersekongkol melawan Khalifah Usman bin Affan.
      Para pemberontak mengepung kediaman Khalifah Usman bin Affan selama 40 hari dan mengancam agar Khalifah Usman bin Affan mengundurkan diri atau dibunuh, tetapi Khalifah Usman bin Affan tidak mau menggerakkan pasukannya untuk melawan para pemberontak, karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah sesama Islam.
      Khalifah Usman bin Affan mati syahid dibunuh oleh pemberontak, ketika membaca Al-Quran, tepat seperti disampaikan Nabi ketika masih hidup. 
     Khalifah Usman bin Affan wafat Jumat 18 Zulhijah tahun 35 Hijriah yang bertepatan 17 Juli 656 Masehi dan dimakamkan di Baqi, Madinah.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004.
4. Hatta, Ahmad. Tafsir  Al-Quran Per Kata. Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah. Jakarta, 2011.
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online.

859. USMAN

USMAN BIN AFFAN,
KONGLOMERAT PENDUKUNG NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Usman bin Affan adalah seorang konglomerat sahabat Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
           Usman bin Affan adalah seorang sahabat dan menantu Nabi (lahir tahun 574 Masehi di Mekah dan meninggal 17 Juli 656 Masehi di Madinah). Ayahnya bernama Affan, dan ibunya bernama Arwa binti Kuriz, keduanya berasal dari Bani Umayah.
    Usman bin Affan masuk Islam berkat dakwah dari Abu Bakar dan termasuk “assabiqunal awwalun” (orang-orang terdahulu dan pertama masuk Islam) yang dijamin masuk surga.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Usman bin Affan adalah saudagar kaya raya yang dermawan, memilki sifat pemalu dan mendapatkan julukan “Zun Nurain”, karena menikah dengan dua putri Nabi dengan Khadijah (putri ke-2, Ruqaiyah dan putri ke-3, Umi Kulsum).
       Pertama Usman bin Affan menikah dengan Ruqaiyah, setelah Ruqaiyah meninggal dunia , lalu Usman menikah dengan Umi Kulsum. Nabi menggambarkan sosok pribadi Usman bin Affan sebagai orang yang jujur, rendah hati, dan pemalu.
      Aisyah, istri Nabi bertanya, “Wahai Nabi, mengapa ketika Abu Bakar dan Umar bin Khattab datang, engkau bersikap biasa saja, tetapi ketika Usman bin Affan datang, engkau berdiri membetulkan pakaian?” Nabi bersabda,“Apakah aku tidak malu terhadap seseorang yang bahkan malaikat malu kepadanya.”
      Nabi Muhammad menyerukan umat Islam untuk melakukan hijrah pertama dalam menyikapi tekanan kaum Quraisy, Nabi memerintahkan beberapa orang untuk hijrah ke Habasyah (Etiopia) di benua Afrika.
       Beberapa umat Islam menyelamatkan diri dengan membawa ajaran Islam ke Afrika, karena Nabi mengetahui bahwa Raja Najasyi di Habasyah penganut Kristen yang terkenal adil dan bijaksana.
      Allah berfirman dalam surah Az-Zumar, surah ke-39, ayat 10 yang menjelaskan bahwa bumi Allah sangat luas, sehingga Nabi menyuruh umat Islam berhijrah.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

      “Katakan, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu, orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan, dan bumi Allah itu adalah luas,sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas’.”
      Usman bin Affan dan Ruqaiyah, istrinya, ikut berhijrah pertama ke Habasyah, dengan rombongan berjumlah 16 orang terdiri atas 12 orang laki-laki dan 6 orang wanita.
     Mereka berangkat mengendap-endap pada malam hari yang gelap menuju pantai Laut Merah, lalu penumpang kapal menyeberangi Laut Merah menuju Habasyah. Ketika para “pengungsi” tiba di Habasyah, mereka diperlakukan dengan baik dan Nabi bersabda, “Mereka adalah penduduk Mekah pertama yang hijrah di jalan Allah.” 
      Rombongan hijrah pengungsi umat Islam menetap di Habasyah (Etiopia) selama beberapa waktu, lalu kembali ke Mekah dan ikut  menyusul Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah.
     Dalam Perjanjian Hudaibiyah, Nabi mengirim Usman bin Affan menemui Abu Sufyan, pemimpin kaum Quraisy, guna menjelaskan bahwa rombongan dari Madinah tidak berniat memerangi penduduk Mekah, mereka hanya ingin beribadah di Kakbah.
      Ketika terjadi Perang Ghatafan, Nabi Muhammad langsung memimpin perang, sedangkan Usman bin Affan dipercaya menjabat Walikota Madinah.
      Dalam Perang Tabuk, Usman bin Affan menyumbang dana 1000 dirham, 950 ekor unta dan 100 ekor kuda, sumbangan Usman bin Affan besarnya sepertiga dari seluruh biaya perang waktu itu.
      Usman bin Affan amat dermawan, pernah membeli sumber air seharga 35.000 dirham, lau sumber air tersebut disumbangkan secara gratis untuk kepentingan rakyat umum.
      Pada zaman Khalifah Abu Bakar, terjadi musim paceklik, Usman bin Affan menyumbang gandum yang sangat banyak dengan diangkut 1000 ekor unta untuk  membantu kaum miskin yang kesulitan.
      Ketika Khalifah Umar bin Khattab wafat, umat Islam mengadakan musyawarah untuk memilih khalifah penggantinya, waktu itu terdapat 6 calon unggulan, yaitu Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqas, Zubair bin Awam,  dan Thalhah bin Ubaidillah.
      Dalam proses pemilihan Kahlifah, empat calon mengundurkan diri, sehingga tinggal Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, akhirnya Usman bin Affan (70 tahun) sebagai calon tertua dilantik menjadi Khalifah ketiga, sedangkan Ali bin Abi Thalib waktu itu masih berumur 33 tahun.
      Khalifah Usman bin Affan giat membangun fisik dan memperluas Masjidil-Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, karena jumlah umat Islam yang menjalankan ibadah semakin banyak dan mengumpulkan Al-Quran dalam satu kumpulan yang disebut Al-Quran “Mushaf Usmany”.
      Khalifah Usman bin Affan membentuk polisi keamanan dan membangun gedung pengadilan, karena sebelumnya sidang pengadilan berlangsung di lokasi masjid serta membuat irigari air pertanian dan membentuk Tentara Angkatan Laut yang kuat. 
      Pasukan Khalifah Usman bin Affan menaklukkan daerah kecil di sekitar Madinah dan menguasai daerah perbatasan serta menyebarkan Islam ke Syria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Siprus, dan Rodhes.  
     Khalifah Usman bin Affan mencopot beberapa gubernur yang dianggapnya kurang cakap dan menggantinya dengan yang lebih baik, sehingga menimbulkan banyak orang “sakit hati”, kemudian mereka bersekongkol melawan Khalifah Usman bin Affan.
      Para pemberontak mengepung kediaman Khalifah Usman bin Affan selama 40 hari dan mengancam agar Khalifah Usman bin Affan mengundurkan diri atau dibunuh, tetapi Khalifah Usman bin Affan tidak mau menggerakkan pasukannya untuk melawan para pemberontak, karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah sesama Islam.
      Khalifah Usman bin Affan mati syahid dibunuh oleh pemberontak, ketika membaca Al-Quran, tepat seperti disampaikan Nabi ketika masih hidup. 
     Khalifah Usman bin Affan wafat Jumat 18 Zulhijah tahun 35 Hijriah yang bertepatan 17 Juli 656 Masehi dan dimakamkan di Baqi, Madinah.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004.
4. Hatta, Ahmad. Tafsir  Al-Quran Per Kata. Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah. Jakarta, 2011.
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online.

859. USMAN

USMAN BIN AFFAN,
KONGLOMERAT PENDUKUNG NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Usman bin Affan adalah seorang konglomerat sahabat Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
           Usman bin Affan adalah seorang sahabat dan menantu Nabi (lahir tahun 574 Masehi di Mekah dan meninggal 17 Juli 656 Masehi di Madinah). Ayahnya bernama Affan, dan ibunya bernama Arwa binti Kuriz, keduanya berasal dari Bani Umayah.
    Usman bin Affan masuk Islam berkat dakwah dari Abu Bakar dan termasuk “assabiqunal awwalun” (orang-orang terdahulu dan pertama masuk Islam) yang dijamin masuk surga.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Usman bin Affan adalah saudagar kaya raya yang dermawan, memilki sifat pemalu dan mendapatkan julukan “Zun Nurain”, karena menikah dengan dua putri Nabi dengan Khadijah (putri ke-2, Ruqaiyah dan putri ke-3, Umi Kulsum).
       Pertama Usman bin Affan menikah dengan Ruqaiyah, setelah Ruqaiyah meninggal dunia , lalu Usman menikah dengan Umi Kulsum. Nabi menggambarkan sosok pribadi Usman bin Affan sebagai orang yang jujur, rendah hati, dan pemalu.
      Aisyah, istri Nabi bertanya, “Wahai Nabi, mengapa ketika Abu Bakar dan Umar bin Khattab datang, engkau bersikap biasa saja, tetapi ketika Usman bin Affan datang, engkau berdiri membetulkan pakaian?” Nabi bersabda,“Apakah aku tidak malu terhadap seseorang yang bahkan malaikat malu kepadanya.”
      Nabi Muhammad menyerukan umat Islam untuk melakukan hijrah pertama dalam menyikapi tekanan kaum Quraisy, Nabi memerintahkan beberapa orang untuk hijrah ke Habasyah (Etiopia) di benua Afrika.
       Beberapa umat Islam menyelamatkan diri dengan membawa ajaran Islam ke Afrika, karena Nabi mengetahui bahwa Raja Najasyi di Habasyah penganut Kristen yang terkenal adil dan bijaksana.
      Allah berfirman dalam surah Az-Zumar, surah ke-39, ayat 10 yang menjelaskan bahwa bumi Allah sangat luas, sehingga Nabi menyuruh umat Islam berhijrah.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

      “Katakan, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu, orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan, dan bumi Allah itu adalah luas,sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas’.”
      Usman bin Affan dan Ruqaiyah, istrinya, ikut berhijrah pertama ke Habasyah, dengan rombongan berjumlah 16 orang terdiri atas 12 orang laki-laki dan 6 orang wanita.
     Mereka berangkat mengendap-endap pada malam hari yang gelap menuju pantai Laut Merah, lalu penumpang kapal menyeberangi Laut Merah menuju Habasyah. Ketika para “pengungsi” tiba di Habasyah, mereka diperlakukan dengan baik dan Nabi bersabda, “Mereka adalah penduduk Mekah pertama yang hijrah di jalan Allah.” 
      Rombongan hijrah pengungsi umat Islam menetap di Habasyah (Etiopia) selama beberapa waktu, lalu kembali ke Mekah dan ikut  menyusul Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah.
     Dalam Perjanjian Hudaibiyah, Nabi mengirim Usman bin Affan menemui Abu Sufyan, pemimpin kaum Quraisy, guna menjelaskan bahwa rombongan dari Madinah tidak berniat memerangi penduduk Mekah, mereka hanya ingin beribadah di Kakbah.
      Ketika terjadi Perang Ghatafan, Nabi Muhammad langsung memimpin perang, sedangkan Usman bin Affan dipercaya menjabat Walikota Madinah.
      Dalam Perang Tabuk, Usman bin Affan menyumbang dana 1000 dirham, 950 ekor unta dan 100 ekor kuda, sumbangan Usman bin Affan besarnya sepertiga dari seluruh biaya perang waktu itu.
      Usman bin Affan amat dermawan, pernah membeli sumber air seharga 35.000 dirham, lau sumber air tersebut disumbangkan secara gratis untuk kepentingan rakyat umum.
      Pada zaman Khalifah Abu Bakar, terjadi musim paceklik, Usman bin Affan menyumbang gandum yang sangat banyak dengan diangkut 1000 ekor unta untuk  membantu kaum miskin yang kesulitan.
      Ketika Khalifah Umar bin Khattab wafat, umat Islam mengadakan musyawarah untuk memilih khalifah penggantinya, waktu itu terdapat 6 calon unggulan, yaitu Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqas, Zubair bin Awam,  dan Thalhah bin Ubaidillah.
      Dalam proses pemilihan Kahlifah, empat calon mengundurkan diri, sehingga tinggal Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, akhirnya Usman bin Affan (70 tahun) sebagai calon tertua dilantik menjadi Khalifah ketiga, sedangkan Ali bin Abi Thalib waktu itu masih berumur 33 tahun.
      Khalifah Usman bin Affan giat membangun fisik dan memperluas Masjidil-Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, karena jumlah umat Islam yang menjalankan ibadah semakin banyak dan mengumpulkan Al-Quran dalam satu kumpulan yang disebut Al-Quran “Mushaf Usmany”.
      Khalifah Usman bin Affan membentuk polisi keamanan dan membangun gedung pengadilan, karena sebelumnya sidang pengadilan berlangsung di lokasi masjid serta membuat irigari air pertanian dan membentuk Tentara Angkatan Laut yang kuat. 
      Pasukan Khalifah Usman bin Affan menaklukkan daerah kecil di sekitar Madinah dan menguasai daerah perbatasan serta menyebarkan Islam ke Syria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Siprus, dan Rodhes.  
     Khalifah Usman bin Affan mencopot beberapa gubernur yang dianggapnya kurang cakap dan menggantinya dengan yang lebih baik, sehingga menimbulkan banyak orang “sakit hati”, kemudian mereka bersekongkol melawan Khalifah Usman bin Affan.
      Para pemberontak mengepung kediaman Khalifah Usman bin Affan selama 40 hari dan mengancam agar Khalifah Usman bin Affan mengundurkan diri atau dibunuh, tetapi Khalifah Usman bin Affan tidak mau menggerakkan pasukannya untuk melawan para pemberontak, karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah sesama Islam.
      Khalifah Usman bin Affan mati syahid dibunuh oleh pemberontak, ketika membaca Al-Quran, tepat seperti disampaikan Nabi ketika masih hidup. 
     Khalifah Usman bin Affan wafat Jumat 18 Zulhijah tahun 35 Hijriah yang bertepatan 17 Juli 656 Masehi dan dimakamkan di Baqi, Madinah.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004.
4. Hatta, Ahmad. Tafsir  Al-Quran Per Kata. Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah. Jakarta, 2011.
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online.

859. USMAN

USMAN BIN AFFAN,
KONGLOMERAT PENDUKUNG NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Usman bin Affan adalah seorang konglomerat sahabat Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
           Usman bin Affan adalah seorang sahabat dan menantu Nabi (lahir tahun 574 Masehi di Mekah dan meninggal 17 Juli 656 Masehi di Madinah). Ayahnya bernama Affan, dan ibunya bernama Arwa binti Kuriz, keduanya berasal dari Bani Umayah.
    Usman bin Affan masuk Islam berkat dakwah dari Abu Bakar dan termasuk “assabiqunal awwalun” (orang-orang terdahulu dan pertama masuk Islam) yang dijamin masuk surga.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Usman bin Affan adalah saudagar kaya raya yang dermawan, memilki sifat pemalu dan mendapatkan julukan “Zun Nurain”, karena menikah dengan dua putri Nabi dengan Khadijah (putri ke-2, Ruqaiyah dan putri ke-3, Umi Kulsum).
       Pertama Usman bin Affan menikah dengan Ruqaiyah, setelah Ruqaiyah meninggal dunia , lalu Usman menikah dengan Umi Kulsum. Nabi menggambarkan sosok pribadi Usman bin Affan sebagai orang yang jujur, rendah hati, dan pemalu.
      Aisyah, istri Nabi bertanya, “Wahai Nabi, mengapa ketika Abu Bakar dan Umar bin Khattab datang, engkau bersikap biasa saja, tetapi ketika Usman bin Affan datang, engkau berdiri membetulkan pakaian?” Nabi bersabda,“Apakah aku tidak malu terhadap seseorang yang bahkan malaikat malu kepadanya.”
      Nabi Muhammad menyerukan umat Islam untuk melakukan hijrah pertama dalam menyikapi tekanan kaum Quraisy, Nabi memerintahkan beberapa orang untuk hijrah ke Habasyah (Etiopia) di benua Afrika.
       Beberapa umat Islam menyelamatkan diri dengan membawa ajaran Islam ke Afrika, karena Nabi mengetahui bahwa Raja Najasyi di Habasyah penganut Kristen yang terkenal adil dan bijaksana.
      Allah berfirman dalam surah Az-Zumar, surah ke-39, ayat 10 yang menjelaskan bahwa bumi Allah sangat luas, sehingga Nabi menyuruh umat Islam berhijrah.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

      “Katakan, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu, orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan, dan bumi Allah itu adalah luas,sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas’.”
      Usman bin Affan dan Ruqaiyah, istrinya, ikut berhijrah pertama ke Habasyah, dengan rombongan berjumlah 16 orang terdiri atas 12 orang laki-laki dan 6 orang wanita.
     Mereka berangkat mengendap-endap pada malam hari yang gelap menuju pantai Laut Merah, lalu penumpang kapal menyeberangi Laut Merah menuju Habasyah. Ketika para “pengungsi” tiba di Habasyah, mereka diperlakukan dengan baik dan Nabi bersabda, “Mereka adalah penduduk Mekah pertama yang hijrah di jalan Allah.” 
      Rombongan hijrah pengungsi umat Islam menetap di Habasyah (Etiopia) selama beberapa waktu, lalu kembali ke Mekah dan ikut  menyusul Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah.
     Dalam Perjanjian Hudaibiyah, Nabi mengirim Usman bin Affan menemui Abu Sufyan, pemimpin kaum Quraisy, guna menjelaskan bahwa rombongan dari Madinah tidak berniat memerangi penduduk Mekah, mereka hanya ingin beribadah di Kakbah.
      Ketika terjadi Perang Ghatafan, Nabi Muhammad langsung memimpin perang, sedangkan Usman bin Affan dipercaya menjabat Walikota Madinah.
      Dalam Perang Tabuk, Usman bin Affan menyumbang dana 1000 dirham, 950 ekor unta dan 100 ekor kuda, sumbangan Usman bin Affan besarnya sepertiga dari seluruh biaya perang waktu itu.
      Usman bin Affan amat dermawan, pernah membeli sumber air seharga 35.000 dirham, lau sumber air tersebut disumbangkan secara gratis untuk kepentingan rakyat umum.
      Pada zaman Khalifah Abu Bakar, terjadi musim paceklik, Usman bin Affan menyumbang gandum yang sangat banyak dengan diangkut 1000 ekor unta untuk  membantu kaum miskin yang kesulitan.
      Ketika Khalifah Umar bin Khattab wafat, umat Islam mengadakan musyawarah untuk memilih khalifah penggantinya, waktu itu terdapat 6 calon unggulan, yaitu Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqas, Zubair bin Awam,  dan Thalhah bin Ubaidillah.
      Dalam proses pemilihan Kahlifah, empat calon mengundurkan diri, sehingga tinggal Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, akhirnya Usman bin Affan (70 tahun) sebagai calon tertua dilantik menjadi Khalifah ketiga, sedangkan Ali bin Abi Thalib waktu itu masih berumur 33 tahun.
      Khalifah Usman bin Affan giat membangun fisik dan memperluas Masjidil-Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, karena jumlah umat Islam yang menjalankan ibadah semakin banyak dan mengumpulkan Al-Quran dalam satu kumpulan yang disebut Al-Quran “Mushaf Usmany”.
      Khalifah Usman bin Affan membentuk polisi keamanan dan membangun gedung pengadilan, karena sebelumnya sidang pengadilan berlangsung di lokasi masjid serta membuat irigari air pertanian dan membentuk Tentara Angkatan Laut yang kuat. 
      Pasukan Khalifah Usman bin Affan menaklukkan daerah kecil di sekitar Madinah dan menguasai daerah perbatasan serta menyebarkan Islam ke Syria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Siprus, dan Rodhes.  
     Khalifah Usman bin Affan mencopot beberapa gubernur yang dianggapnya kurang cakap dan menggantinya dengan yang lebih baik, sehingga menimbulkan banyak orang “sakit hati”, kemudian mereka bersekongkol melawan Khalifah Usman bin Affan.
      Para pemberontak mengepung kediaman Khalifah Usman bin Affan selama 40 hari dan mengancam agar Khalifah Usman bin Affan mengundurkan diri atau dibunuh, tetapi Khalifah Usman bin Affan tidak mau menggerakkan pasukannya untuk melawan para pemberontak, karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah sesama Islam.
      Khalifah Usman bin Affan mati syahid dibunuh oleh pemberontak, ketika membaca Al-Quran, tepat seperti disampaikan Nabi ketika masih hidup. 
     Khalifah Usman bin Affan wafat Jumat 18 Zulhijah tahun 35 Hijriah yang bertepatan 17 Juli 656 Masehi dan dimakamkan di Baqi, Madinah.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004.
4. Hatta, Ahmad. Tafsir  Al-Quran Per Kata. Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah. Jakarta, 2011.
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online.

859. USMAN

USMAN BIN AFFAN,
KONGLOMERAT PENDUKUNG NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Usman bin Affan adalah seorang konglomerat sahabat Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
           Usman bin Affan adalah seorang sahabat dan menantu Nabi (lahir tahun 574 Masehi di Mekah dan meninggal 17 Juli 656 Masehi di Madinah). Ayahnya bernama Affan, dan ibunya bernama Arwa binti Kuriz, keduanya berasal dari Bani Umayah.
    Usman bin Affan masuk Islam berkat dakwah dari Abu Bakar dan termasuk “assabiqunal awwalun” (orang-orang terdahulu dan pertama masuk Islam) yang dijamin masuk surga.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Usman bin Affan adalah saudagar kaya raya yang dermawan, memilki sifat pemalu dan mendapatkan julukan “Zun Nurain”, karena menikah dengan dua putri Nabi dengan Khadijah (putri ke-2, Ruqaiyah dan putri ke-3, Umi Kulsum).
       Pertama Usman bin Affan menikah dengan Ruqaiyah, setelah Ruqaiyah meninggal dunia , lalu Usman menikah dengan Umi Kulsum. Nabi menggambarkan sosok pribadi Usman bin Affan sebagai orang yang jujur, rendah hati, dan pemalu.
      Aisyah, istri Nabi bertanya, “Wahai Nabi, mengapa ketika Abu Bakar dan Umar bin Khattab datang, engkau bersikap biasa saja, tetapi ketika Usman bin Affan datang, engkau berdiri membetulkan pakaian?” Nabi bersabda,“Apakah aku tidak malu terhadap seseorang yang bahkan malaikat malu kepadanya.”
      Nabi Muhammad menyerukan umat Islam untuk melakukan hijrah pertama dalam menyikapi tekanan kaum Quraisy, Nabi memerintahkan beberapa orang untuk hijrah ke Habasyah (Etiopia) di benua Afrika.
       Beberapa umat Islam menyelamatkan diri dengan membawa ajaran Islam ke Afrika, karena Nabi mengetahui bahwa Raja Najasyi di Habasyah penganut Kristen yang terkenal adil dan bijaksana.
      Allah berfirman dalam surah Az-Zumar, surah ke-39, ayat 10 yang menjelaskan bahwa bumi Allah sangat luas, sehingga Nabi menyuruh umat Islam berhijrah.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

      “Katakan, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu, orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan, dan bumi Allah itu adalah luas,sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas’.”
      Usman bin Affan dan Ruqaiyah, istrinya, ikut berhijrah pertama ke Habasyah, dengan rombongan berjumlah 16 orang terdiri atas 12 orang laki-laki dan 6 orang wanita.
     Mereka berangkat mengendap-endap pada malam hari yang gelap menuju pantai Laut Merah, lalu penumpang kapal menyeberangi Laut Merah menuju Habasyah. Ketika para “pengungsi” tiba di Habasyah, mereka diperlakukan dengan baik dan Nabi bersabda, “Mereka adalah penduduk Mekah pertama yang hijrah di jalan Allah.” 
      Rombongan hijrah pengungsi umat Islam menetap di Habasyah (Etiopia) selama beberapa waktu, lalu kembali ke Mekah dan ikut  menyusul Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah.
     Dalam Perjanjian Hudaibiyah, Nabi mengirim Usman bin Affan menemui Abu Sufyan, pemimpin kaum Quraisy, guna menjelaskan bahwa rombongan dari Madinah tidak berniat memerangi penduduk Mekah, mereka hanya ingin beribadah di Kakbah.
      Ketika terjadi Perang Ghatafan, Nabi Muhammad langsung memimpin perang, sedangkan Usman bin Affan dipercaya menjabat Walikota Madinah.
      Dalam Perang Tabuk, Usman bin Affan menyumbang dana 1000 dirham, 950 ekor unta dan 100 ekor kuda, sumbangan Usman bin Affan besarnya sepertiga dari seluruh biaya perang waktu itu.
      Usman bin Affan amat dermawan, pernah membeli sumber air seharga 35.000 dirham, lau sumber air tersebut disumbangkan secara gratis untuk kepentingan rakyat umum.
      Pada zaman Khalifah Abu Bakar, terjadi musim paceklik, Usman bin Affan menyumbang gandum yang sangat banyak dengan diangkut 1000 ekor unta untuk  membantu kaum miskin yang kesulitan.
      Ketika Khalifah Umar bin Khattab wafat, umat Islam mengadakan musyawarah untuk memilih khalifah penggantinya, waktu itu terdapat 6 calon unggulan, yaitu Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqas, Zubair bin Awam,  dan Thalhah bin Ubaidillah.
      Dalam proses pemilihan Kahlifah, empat calon mengundurkan diri, sehingga tinggal Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, akhirnya Usman bin Affan (70 tahun) sebagai calon tertua dilantik menjadi Khalifah ketiga, sedangkan Ali bin Abi Thalib waktu itu masih berumur 33 tahun.
      Khalifah Usman bin Affan giat membangun fisik dan memperluas Masjidil-Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, karena jumlah umat Islam yang menjalankan ibadah semakin banyak dan mengumpulkan Al-Quran dalam satu kumpulan yang disebut Al-Quran “Mushaf Usmany”.
      Khalifah Usman bin Affan membentuk polisi keamanan dan membangun gedung pengadilan, karena sebelumnya sidang pengadilan berlangsung di lokasi masjid serta membuat irigari air pertanian dan membentuk Tentara Angkatan Laut yang kuat. 
      Pasukan Khalifah Usman bin Affan menaklukkan daerah kecil di sekitar Madinah dan menguasai daerah perbatasan serta menyebarkan Islam ke Syria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Siprus, dan Rodhes.  
     Khalifah Usman bin Affan mencopot beberapa gubernur yang dianggapnya kurang cakap dan menggantinya dengan yang lebih baik, sehingga menimbulkan banyak orang “sakit hati”, kemudian mereka bersekongkol melawan Khalifah Usman bin Affan.
      Para pemberontak mengepung kediaman Khalifah Usman bin Affan selama 40 hari dan mengancam agar Khalifah Usman bin Affan mengundurkan diri atau dibunuh, tetapi Khalifah Usman bin Affan tidak mau menggerakkan pasukannya untuk melawan para pemberontak, karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah sesama Islam.
      Khalifah Usman bin Affan mati syahid dibunuh oleh pemberontak, ketika membaca Al-Quran, tepat seperti disampaikan Nabi ketika masih hidup. 
     Khalifah Usman bin Affan wafat Jumat 18 Zulhijah tahun 35 Hijriah yang bertepatan 17 Juli 656 Masehi dan dimakamkan di Baqi, Madinah.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004.
4. Hatta, Ahmad. Tafsir  Al-Quran Per Kata. Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah. Jakarta, 2011.
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online.

859. USMAN

USMAN BIN AFFAN,
KONGLOMERAT PENDUKUNG NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Usman bin Affan adalah seorang konglomerat sahabat Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
           Usman bin Affan adalah seorang sahabat dan menantu Nabi (lahir tahun 574 Masehi di Mekah dan meninggal 17 Juli 656 Masehi di Madinah). Ayahnya bernama Affan, dan ibunya bernama Arwa binti Kuriz, keduanya berasal dari Bani Umayah.
    Usman bin Affan masuk Islam berkat dakwah dari Abu Bakar dan termasuk “assabiqunal awwalun” (orang-orang terdahulu dan pertama masuk Islam) yang dijamin masuk surga.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Usman bin Affan adalah saudagar kaya raya yang dermawan, memilki sifat pemalu dan mendapatkan julukan “Zun Nurain”, karena menikah dengan dua putri Nabi dengan Khadijah (putri ke-2, Ruqaiyah dan putri ke-3, Umi Kulsum).
       Pertama Usman bin Affan menikah dengan Ruqaiyah, setelah Ruqaiyah meninggal dunia , lalu Usman menikah dengan Umi Kulsum. Nabi menggambarkan sosok pribadi Usman bin Affan sebagai orang yang jujur, rendah hati, dan pemalu.
      Aisyah, istri Nabi bertanya, “Wahai Nabi, mengapa ketika Abu Bakar dan Umar bin Khattab datang, engkau bersikap biasa saja, tetapi ketika Usman bin Affan datang, engkau berdiri membetulkan pakaian?” Nabi bersabda,“Apakah aku tidak malu terhadap seseorang yang bahkan malaikat malu kepadanya.”
      Nabi Muhammad menyerukan umat Islam untuk melakukan hijrah pertama dalam menyikapi tekanan kaum Quraisy, Nabi memerintahkan beberapa orang untuk hijrah ke Habasyah (Etiopia) di benua Afrika.
       Beberapa umat Islam menyelamatkan diri dengan membawa ajaran Islam ke Afrika, karena Nabi mengetahui bahwa Raja Najasyi di Habasyah penganut Kristen yang terkenal adil dan bijaksana.
      Allah berfirman dalam surah Az-Zumar, surah ke-39, ayat 10 yang menjelaskan bahwa bumi Allah sangat luas, sehingga Nabi menyuruh umat Islam berhijrah.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

      “Katakan, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu, orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan, dan bumi Allah itu adalah luas,sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas’.”
      Usman bin Affan dan Ruqaiyah, istrinya, ikut berhijrah pertama ke Habasyah, dengan rombongan berjumlah 16 orang terdiri atas 12 orang laki-laki dan 6 orang wanita.
     Mereka berangkat mengendap-endap pada malam hari yang gelap menuju pantai Laut Merah, lalu penumpang kapal menyeberangi Laut Merah menuju Habasyah. Ketika para “pengungsi” tiba di Habasyah, mereka diperlakukan dengan baik dan Nabi bersabda, “Mereka adalah penduduk Mekah pertama yang hijrah di jalan Allah.” 
      Rombongan hijrah pengungsi umat Islam menetap di Habasyah (Etiopia) selama beberapa waktu, lalu kembali ke Mekah dan ikut  menyusul Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah.
     Dalam Perjanjian Hudaibiyah, Nabi mengirim Usman bin Affan menemui Abu Sufyan, pemimpin kaum Quraisy, guna menjelaskan bahwa rombongan dari Madinah tidak berniat memerangi penduduk Mekah, mereka hanya ingin beribadah di Kakbah.
      Ketika terjadi Perang Ghatafan, Nabi Muhammad langsung memimpin perang, sedangkan Usman bin Affan dipercaya menjabat Walikota Madinah.
      Dalam Perang Tabuk, Usman bin Affan menyumbang dana 1000 dirham, 950 ekor unta dan 100 ekor kuda, sumbangan Usman bin Affan besarnya sepertiga dari seluruh biaya perang waktu itu.
      Usman bin Affan amat dermawan, pernah membeli sumber air seharga 35.000 dirham, lau sumber air tersebut disumbangkan secara gratis untuk kepentingan rakyat umum.
      Pada zaman Khalifah Abu Bakar, terjadi musim paceklik, Usman bin Affan menyumbang gandum yang sangat banyak dengan diangkut 1000 ekor unta untuk  membantu kaum miskin yang kesulitan.
      Ketika Khalifah Umar bin Khattab wafat, umat Islam mengadakan musyawarah untuk memilih khalifah penggantinya, waktu itu terdapat 6 calon unggulan, yaitu Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqas, Zubair bin Awam,  dan Thalhah bin Ubaidillah.
      Dalam proses pemilihan Kahlifah, empat calon mengundurkan diri, sehingga tinggal Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, akhirnya Usman bin Affan (70 tahun) sebagai calon tertua dilantik menjadi Khalifah ketiga, sedangkan Ali bin Abi Thalib waktu itu masih berumur 33 tahun.
      Khalifah Usman bin Affan giat membangun fisik dan memperluas Masjidil-Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, karena jumlah umat Islam yang menjalankan ibadah semakin banyak dan mengumpulkan Al-Quran dalam satu kumpulan yang disebut Al-Quran “Mushaf Usmany”.
      Khalifah Usman bin Affan membentuk polisi keamanan dan membangun gedung pengadilan, karena sebelumnya sidang pengadilan berlangsung di lokasi masjid serta membuat irigari air pertanian dan membentuk Tentara Angkatan Laut yang kuat. 
      Pasukan Khalifah Usman bin Affan menaklukkan daerah kecil di sekitar Madinah dan menguasai daerah perbatasan serta menyebarkan Islam ke Syria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Siprus, dan Rodhes.  
     Khalifah Usman bin Affan mencopot beberapa gubernur yang dianggapnya kurang cakap dan menggantinya dengan yang lebih baik, sehingga menimbulkan banyak orang “sakit hati”, kemudian mereka bersekongkol melawan Khalifah Usman bin Affan.
      Para pemberontak mengepung kediaman Khalifah Usman bin Affan selama 40 hari dan mengancam agar Khalifah Usman bin Affan mengundurkan diri atau dibunuh, tetapi Khalifah Usman bin Affan tidak mau menggerakkan pasukannya untuk melawan para pemberontak, karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah sesama Islam.
      Khalifah Usman bin Affan mati syahid dibunuh oleh pemberontak, ketika membaca Al-Quran, tepat seperti disampaikan Nabi ketika masih hidup. 
     Khalifah Usman bin Affan wafat Jumat 18 Zulhijah tahun 35 Hijriah yang bertepatan 17 Juli 656 Masehi dan dimakamkan di Baqi, Madinah.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004.
4. Hatta, Ahmad. Tafsir  Al-Quran Per Kata. Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah. Jakarta, 2011.
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online.

859. USMAN

USMAN BIN AFFAN,
KONGLOMERAT PENDUKUNG NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Usman bin Affan adalah seorang konglomerat sahabat Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
           Usman bin Affan adalah seorang sahabat dan menantu Nabi (lahir tahun 574 Masehi di Mekah dan meninggal 17 Juli 656 Masehi di Madinah). Ayahnya bernama Affan, dan ibunya bernama Arwa binti Kuriz, keduanya berasal dari Bani Umayah.
    Usman bin Affan masuk Islam berkat dakwah dari Abu Bakar dan termasuk “assabiqunal awwalun” (orang-orang terdahulu dan pertama masuk Islam) yang dijamin masuk surga.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Usman bin Affan adalah saudagar kaya raya yang dermawan, memilki sifat pemalu dan mendapatkan julukan “Zun Nurain”, karena menikah dengan dua putri Nabi dengan Khadijah (putri ke-2, Ruqaiyah dan putri ke-3, Umi Kulsum).
       Pertama Usman bin Affan menikah dengan Ruqaiyah, setelah Ruqaiyah meninggal dunia , lalu Usman menikah dengan Umi Kulsum. Nabi menggambarkan sosok pribadi Usman bin Affan sebagai orang yang jujur, rendah hati, dan pemalu.
      Aisyah, istri Nabi bertanya, “Wahai Nabi, mengapa ketika Abu Bakar dan Umar bin Khattab datang, engkau bersikap biasa saja, tetapi ketika Usman bin Affan datang, engkau berdiri membetulkan pakaian?” Nabi bersabda,“Apakah aku tidak malu terhadap seseorang yang bahkan malaikat malu kepadanya.”
      Nabi Muhammad menyerukan umat Islam untuk melakukan hijrah pertama dalam menyikapi tekanan kaum Quraisy, Nabi memerintahkan beberapa orang untuk hijrah ke Habasyah (Etiopia) di benua Afrika.
       Beberapa umat Islam menyelamatkan diri dengan membawa ajaran Islam ke Afrika, karena Nabi mengetahui bahwa Raja Najasyi di Habasyah penganut Kristen yang terkenal adil dan bijaksana.
      Allah berfirman dalam surah Az-Zumar, surah ke-39, ayat 10 yang menjelaskan bahwa bumi Allah sangat luas, sehingga Nabi menyuruh umat Islam berhijrah.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

      “Katakan, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu, orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan, dan bumi Allah itu adalah luas,sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas’.”
      Usman bin Affan dan Ruqaiyah, istrinya, ikut berhijrah pertama ke Habasyah, dengan rombongan berjumlah 16 orang terdiri atas 12 orang laki-laki dan 6 orang wanita.
     Mereka berangkat mengendap-endap pada malam hari yang gelap menuju pantai Laut Merah, lalu penumpang kapal menyeberangi Laut Merah menuju Habasyah. Ketika para “pengungsi” tiba di Habasyah, mereka diperlakukan dengan baik dan Nabi bersabda, “Mereka adalah penduduk Mekah pertama yang hijrah di jalan Allah.” 
      Rombongan hijrah pengungsi umat Islam menetap di Habasyah (Etiopia) selama beberapa waktu, lalu kembali ke Mekah dan ikut  menyusul Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah.
     Dalam Perjanjian Hudaibiyah, Nabi mengirim Usman bin Affan menemui Abu Sufyan, pemimpin kaum Quraisy, guna menjelaskan bahwa rombongan dari Madinah tidak berniat memerangi penduduk Mekah, mereka hanya ingin beribadah di Kakbah.
      Ketika terjadi Perang Ghatafan, Nabi Muhammad langsung memimpin perang, sedangkan Usman bin Affan dipercaya menjabat Walikota Madinah.
      Dalam Perang Tabuk, Usman bin Affan menyumbang dana 1000 dirham, 950 ekor unta dan 100 ekor kuda, sumbangan Usman bin Affan besarnya sepertiga dari seluruh biaya perang waktu itu.
      Usman bin Affan amat dermawan, pernah membeli sumber air seharga 35.000 dirham, lau sumber air tersebut disumbangkan secara gratis untuk kepentingan rakyat umum.
      Pada zaman Khalifah Abu Bakar, terjadi musim paceklik, Usman bin Affan menyumbang gandum yang sangat banyak dengan diangkut 1000 ekor unta untuk  membantu kaum miskin yang kesulitan.
      Ketika Khalifah Umar bin Khattab wafat, umat Islam mengadakan musyawarah untuk memilih khalifah penggantinya, waktu itu terdapat 6 calon unggulan, yaitu Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqas, Zubair bin Awam,  dan Thalhah bin Ubaidillah.
      Dalam proses pemilihan Kahlifah, empat calon mengundurkan diri, sehingga tinggal Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, akhirnya Usman bin Affan (70 tahun) sebagai calon tertua dilantik menjadi Khalifah ketiga, sedangkan Ali bin Abi Thalib waktu itu masih berumur 33 tahun.
      Khalifah Usman bin Affan giat membangun fisik dan memperluas Masjidil-Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, karena jumlah umat Islam yang menjalankan ibadah semakin banyak dan mengumpulkan Al-Quran dalam satu kumpulan yang disebut Al-Quran “Mushaf Usmany”.
      Khalifah Usman bin Affan membentuk polisi keamanan dan membangun gedung pengadilan, karena sebelumnya sidang pengadilan berlangsung di lokasi masjid serta membuat irigari air pertanian dan membentuk Tentara Angkatan Laut yang kuat. 
      Pasukan Khalifah Usman bin Affan menaklukkan daerah kecil di sekitar Madinah dan menguasai daerah perbatasan serta menyebarkan Islam ke Syria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Siprus, dan Rodhes.  
     Khalifah Usman bin Affan mencopot beberapa gubernur yang dianggapnya kurang cakap dan menggantinya dengan yang lebih baik, sehingga menimbulkan banyak orang “sakit hati”, kemudian mereka bersekongkol melawan Khalifah Usman bin Affan.
      Para pemberontak mengepung kediaman Khalifah Usman bin Affan selama 40 hari dan mengancam agar Khalifah Usman bin Affan mengundurkan diri atau dibunuh, tetapi Khalifah Usman bin Affan tidak mau menggerakkan pasukannya untuk melawan para pemberontak, karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah sesama Islam.
      Khalifah Usman bin Affan mati syahid dibunuh oleh pemberontak, ketika membaca Al-Quran, tepat seperti disampaikan Nabi ketika masih hidup. 
     Khalifah Usman bin Affan wafat Jumat 18 Zulhijah tahun 35 Hijriah yang bertepatan 17 Juli 656 Masehi dan dimakamkan di Baqi, Madinah.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004.
4. Hatta, Ahmad. Tafsir  Al-Quran Per Kata. Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah. Jakarta, 2011.
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online.