Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, February 2, 2025

39347. STRATEGI NABI MUHAMMAD HIJRAH MEKAH KE MADINAH

 




 

STRATEGI NABI MUHAMMAD HIJRAH MEKAH KE MADINAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Rasulullah umur 53 tahun.

Pada musim haji.

 

Lebih dari 70 penduduk Madinah.

Mengerjakan haji di Mekah.

 

Mereka membawa rombongan kaumnya.

Yang masih musyrik.

 

Umat lslam Madinah.

Selalu bertanya-tanya.

 

Sampai kapan.

Mereka membiarkan Nabi berkeliling.

 

Diusir dan dilanda ketakutan.

Di gunung-gunung Mekah.

 

Kaum muslim Bani Aus dan Khazraj.

Dari Madinah.

 

 Menyatakan setia kepada Nabi.

Pada Baiat Aqabah ke-2.

 

Kaum pria baiat.

Berjabat tangan dengan Nabi.

 

Dan para wanita dibaiat dengan ucapan.

 

 

Awal hijrah dari Mekah ke Madinah.

 

Abu Salamah.

Orang pertama hijrah dari Mekah ke Madinah.

 

Kemudian Shuhaib, Umar bin Khattab, dan lainnya.

Ikut hijrah dari Mekah ke Madinah.

 

 

Para pemimpin Quraisy.

Rapat di Darun Najwah.

 

Pemimpin Quraisy tahu.

Para sahabat Nabi.

 

Meninggalkan Mekah ke Madinah.

Bergabung dengan kaum Aus dan Khazraj.

 

Pemimpin Quraisy gelisah.

Karena Madinah sangat penting.

Dalam jalur bisnis mereka.

 

Pemimpin Quraisy sepakat.

Membentuk regu pembunuh.

 

 Anggotanya pemuda tiap kabilah.

 

Agar Bani Abdi Manaf.

Tidak sanggup membalasnya.

 

 

Nabi hijrah dari Mekah ke Madinah.

 

Rumah Nabi  dikepung regu pembunuh.

 

Abu Jahal sangat yakin.

Rencana membunuh Nabi.

Akan berjalan lancar.

 

Pada tengah malam.

Nabi keluar rumah.

 

Dengan mengendap dan menggenggam pasir.

Menaburkan pasir ke regu pembunuh.

 

Ali bin Abi Thalib.

Menempati tidur Nabi.

Pakai selimut mantel hijau.

 

Nabi dan Abu Bakar.

Berjalan sambil jinjit ke selatan.

Sembunyi di Gua Tsur.

 

Di atas gunung Jabal Tsur.

Sekitar 7 km di selatan Kakbah.

 

Nabi yakin kaum Quraisy.

Akan mengejarnya ke utara.

 

Yaitu arah Madinah.

Maka Nabi sembunyi ke selatan.

 

Nabi dan Abu Bakar.

Tinggal di Gua Tsur 3 malam.

 

Pada malam hari.

Abdullah bin Abu Bakar.

Berada di sekitar Gua Tsur.

 

Pada siang hari.

Abdullah bin Abu Bakar.

Sudah di rumahnya di Mekah.

 

Pada petang hari.

Amir bin Furaihah menggembalakan domba-dombanya.

 

 Di sekitar Gua Tsur.

Untuk diambil susunya.

 

Amir bin Furaihah menggembalakan dombanya.

 

 Untuk menghapus jejak kaki Abdullah bin Abu Bakar.

 

Pemimpin Quraisy.

Mengumumkan hadiah 100 ekor unta.

 

Bagi orang yang membawa Nabi.

Hidup atau mati.

 

Beberapa pemburu Nabi.

Ada yang sampai dekat Gua Tsur.

 

Tapi mereka tidak menemukan Nabi.

 

 

Perjalanan Nabi hijrah dari Mekah ke Madinah.

 

 

Abdullah bin Furaihah (masih kafir).

Dibayar untuk membawa 2 ekor unta.

 

Ke Gua Tsur.

Dan menjadi penunjuk jalan.

 

Asma binti Abu Bakar.

Menyiapkan bekal perjalanan jauh.

Dari Mekah ke Madinah.

 

Penunjuk jalan (Abdullah bin Furaihah).

Mengambil jalan ke selatan.

Arah Yaman.

 

Berbelok ke barat.

Arah Laut Merah.

 

Dan belok ke utara.

Arah Madinah .

 

Lewat jalan yang jarang dipakai orang.

 

Nabi berjalan tanpa berhenti.

Selama 18 jam.

 

Pada tengah hari sangat terik.

Nabi istirahat.

 

Di balik bayangan batu besar.

Dan tertidur.

 

 Suraqah bin Malik.

Bersenjata lengkap memacu kudanya.

 

Ingin hadiah 100 kor unta.

Berhasil mengejar Nabi.

 

Tiap Suraqah bin Malik.

Akan memanah Nabi.

 

Kudanya terjatuh.

Dan debu beterbangan.

 

 Setelah  3 kali gagal.

 

Suraqah bin Malik minta maaf.

Dan Nabi memaafkannya.

 

Suraqah bin Malik balik  ke Mekah.

Seolah-olah tidak pernah terjadi apa pun.

 

Setelah 7 hari perjalanan.

Mengarungi padang pasir sangat luas dan panas.

 

Nabi dan Abu Bakar tiba di Quba.

 

Nabi tinggal di rumah Kalsum bin Hadam.

Selama 4 hari.

 

Nabi dibantu sahabat Muhajirin dan Ansar.

Membangun Masjid Quba.

 

Masjid Quba.

Yaitu masjid pertama dibangun Rasulullah.

 

Pada tahun ke-1 Hijriah.

Atau 622 Masehi.

 

Masjid Quba.

Terletak 5 km di tenggara kota Madinah.

 

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 108.

 

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

 

Janganlah kamu salat dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.

 

 

Ali bin Abi Thalib masih di Mekah.

Mengembalikan semua barang.

 

Yang dititipkan kepada Nabi.

Kepada yang berhak.

 

Hal itu bukti.

Bahwa Nabi orang terpercaya.

 

Karena kaum kafir.

Menitipkan hartanya pada Nabi.

 

Ali bin Abi Thalib ikut hijrah.

Dan bertemu Rasululah di Quba.

 

Masjid Quba selesai dibangun.

Bilal bin Rabah.

Melakukan azan dan ikamah.

 

Nabi mengimami salat berjamaah.

Menghadap utara.

Yaitu Baitul Maqdis di Palestina.

 

Pada saat itu.

Kiblat salat belum menghadap ke Kakbah di Mekah.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.

2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.

3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.

4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

5.    Tafsirq.com online.

 

39346. JANGAN SUKA BERSOLEK DAN NYINYIR

 


JANGAN SUKA BERSOLEK DAN NYINYIR

Oleh Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

 

Ada 6 sifat yang wajib dijauhi, yaitu:

 

1)        Suka mengeluh.

2)        Suka mengungkit-ungkit.

 

3)        Suka membandingkan dengan orang lain

4)        Suka melihat dengan sinis.

 

5)        Suka bersolek.

6)        Suka nyinyir.

 

1.        SUKA MENGELUH

Orang punya sifat mengeluh.

Selalu menemukan kurangnya.

 

Dia selalu melihat dari sudut cacatnya, kelemahan, dan kekurangan.

 

Dalam hal apa pun.

Dia bisa mengeluhkan kondisi keluarganya.

 

Pasangannya dia keluhkan.

Anak-anaknya dia keluhkan.

 

Semua hal bisa dia keluhkan.

 

Dia tak bisa melihat sudah sangat banyak nikmat dari Allah.

 

Yang diperolehnya selama ini.

 

Tapi, dia selalu berpikir dari sudut negatifnya.

 

Sehingga dia sulit bersyukur atas segala nikmat Allah.

 

Tapi begitulah, dia selalu mengeluh dan mengeluh.

 

Seolah-olah  dia punya luka yang terus dia rasakan sakitnya.

 

Bahkan jika perlu, dia pura-pura sakit.

Agar punya bahan untuk  mengeluh.

 

Situasi yang baik saja, dia keluhkan.

Dia penuh drama.

 

Saat benar-benar buruk.

 

Maka bertambah-tambah keluhannya.

 

Jika ketemu dengan orang lain.

Maka yang pertama dia ucapkan adalah keluhan.

 

2.        SUKA MENGUNGKIT-UNGKIT

 

Dia suka mengungkit-ungkit masa lalu yang telah selesai.

 

Kebaikannya yang dulu, dia ungkit.

Perbuatan lama dan kesalahan yang lama, dia ungkit kembali.

 

Semuanya dia ungkit.

 

Dia sangat ingat dengan segala kebaikannya.

 

Selalu ingat jasa yang dia lakukan untuk orang lain.

 

Tapi mudah lupa kebaikan dan jasa orang lain kepada dirinya.

 

Apalagi perbuatan buruknya kepada orang lain.

 

Sangat cepat dia lupakan.

 

Pokoknya, dia, dia, dan dia.

 

Tidak ada pasal, tidak ada penyebabnya.

 

Tapi dia suka mengungkit-ungkit.

 

Apalagi jika ada konteksnya.

 

Maka dia lebih lebar lagi.

 

Mulutnya untuk mengungkit-ungkitnya.

 

 

3.        SUKA MEMBANDINGKAN DENGAN ORANG LAIN

 

Dia suka membandingkan orang lain

 

Dia akan membandingakn apa pun di dunia ini.

 

Saat melihat hal yang tidak disukai.

Dia mencari pembanding lain.

Agar hal itu terlihat semakin buruk.

 

Bahkan saat kondisi baik-baik saja.

Dia tetap cari pembanding yg lebih baik.

 

Aga tetap buruk di matanya.

 

Semua dia bandingkan.

Keluarganya, pasangannya, dan anak-anaknya.

 

Pokonya semuanya.

 

 

4.        SUKA MELIHAT DENGAN SINIS

 

yaitu suka memandang dengan 'tajam'dan sisnis

 

Bisa dalam arti memang tatapannya tajam begitu.

 

Pandangannya sinis, tidak ramah, dan tidak menyenangkan.

 

Bisa juga dalam arti dia 'tajam' dalam belanja.

 

 

Yaitu belanja ini dan itu, boros.

Dia sangat konsumtif.

 

Semuanya dia ingin beli.

 

Semua dia ingin punya.

Keinginannya banyak sekali.

 

Punya 2 sepatu, dia pengin 4 pasang.

Sudah punya 4 pasang, dia ingin 8 pasang.

 

Juga tas, HP, dan lainnya.

 

5.        SUKA BERSOLEK

Sifat alami manusia memang  suka bersolek.

 

Tapi dalam kasus ini, kadarnya berlebihan.

 

Dia tidak peduli bahwa  itu bukan lagi 'wajahnya'.

 

Bukan lagi dirinya.

 

Yang penting dia terlihat cantik, tampan, oke.

 

Tentu, peduli atas tampilan fisik itu baik.

 

Tubuh yg sehat, itu bagus.

 

Tapi dalam kasus ini.

 

Dia tergila-gila atas penampilan fisiknya.

 

Agar dipuji orang lain.

 

Agar terlihat indah dan atau gagah.

 

Semua dibuat-buat, artifisial.

 

 

6.        Suka nyinyir

 

Dia lebar sudut mulutnya.

Alias nyinyir.

 

Apa pun dia komentari.

 

Termasuk hal yang bukan urusan dia.

 

Gosip, bergunjing.

 

Tentu masuk dalam kategori ini.

 

Termasuk mengikuti berita, kabar,  yang bukan urusannya.

 

Dia pandai mengomentari hidup orang lain.

 

Tapi dia  benci atas nasihat.

 

Yang menurut dia mengomentari hidupnya.

 

 

 

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah 49) ayat 11-12.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

 

Hai orang-orang beriman, janganlah kumpulan pria menghina kumpulan lain, boleh jadi yang dihina lebih baik daripada yang menghina. Dan jangan pula kumpulan wanita menghina wanitan lainnya, boleh jadi yang dihinaan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan julukan yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka orang yang zalim.

 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

 

Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (curiga), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

 

 

(Sumber Tere Liye)