Saturday, June 6, 2026

55669. KIAT ATASI POST POWER SYNDROME DI QURAN







KIAT ATASI POST POWER SYNDROME DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

A.       Artinya Post Power Syndrome (PPS)

 

Post Power Syndrome

 

1)        Kondisi psikologis

 

2)        Saat orang merasa kehilangan:

 

a.        Harga diri.

b.        Tujuan hidup.

c.        Kebahagiaan

 

3)        Setelah dia kehilangan:

 

a.         Jabatan.

b.        Kekuasaan.

 

c.        Pekerjaan.

d.        Posisi penting

 

Yang dulu dimilikinya.

 

Contoh:

 

1)        Pensiunan pejabat

 

a.        Dulu dihormati banyak orang

b.        Dia merasa sedih

c.        Tak lagi diperhatikan.

 

2)        Mantan pimpinan

 

a.        Yang sulit menerima

b.         Tak bisa lagi ambil keputusan

 

 

B.       Gejala Post Power Syndrome

 

1.        Secara psikologis

 

1)                Sedih berkepanjangan

2)                Mudah marah atau tersinggung

 

3)                Merasa tak berguna

4)                Merasa hilang identitas

5)                Sering mengenang masa jaya

 

2.        Secara social

 

1)        Menarik diri dari pergaulan

2)        Ingin terus dipuji

 

3)        Ingin terus dihormati

4)        Sulit menerima pendapat orang lain

 

3.        Secara fisik

 

a.        Sulit tidur

b.        Cepat Lelah

 

c.        Nafsu makan berubah

d.        Keluhan kesehatan meningkat

 

C.       Pandangan Al-Qur'an

 

1)        Al-Qur'an ajarkan

2)        Jabatan hanya titipan sementara.

 

QS. Ali 'Imran (3:26)

 

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

Catatan.

 

1)        "Engkau berikan kerajaan pada siapa yang Engkau kehendaki

 

2)         Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki."

 

Pesan utamanya:

 

1)        Kekuasaan dari Allah.

2)        Kekuasaan tak kekal.

3)        Nilai manusia tak ditentukan jabatan.

 

QS. Al-Hujurat (49:13)

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

Catatan.

 

1)        "Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa."

 

Artinya

Kemuliaan sejati

 

1)        Bukan karena pangkat.

2)        Tapi karena iman dan amal baik.

 

D.       Cara Mengatasi Menurut Al-Qur'an

 

Yaitu:

 

1)        Menerima bahwa semua jabatan  sementara

 

2)        Fokus pada amal yang terus bermanfaat

 

3)        Memperbanyak Syukur

 

4)        Mengingat tujuan hidup

 

Penjelasan.

 

1.        Menerima bahwa semua jabatan bersifat sementara

 

1)        Dunia selalu berubah.

2)         Nabi, raja, pemimpin, dan orang kaya

 

3)        Semua pernah hilang posisi duniawi.

 

2.        Fokus pada amal yang terus bermanfaat

 

1)        Focus amal jariah.

2)        Mengajar.

 

3)        Berdakwah.

4)        Membantu Masyarakat.

 

5)        Sedekah.

6)        Membimbing keluarga.

 

3.        Memperbanyak Syukur

 

1)        Mensyukuri kesempatan yang diberikan Allah

 

2)        Tak terus sesali masa lalu.

 

4.        Mengingat tujuan hidup

 

1)        Tujuan utama manusia

2)        Yaitu beribadah pada Allah.

3)        Tak sekadar punya jabatan.

 

E.       Cara Mengatasi Menurut Logika Modern

 

Yaitu:

 

1)        Bangun identitas baru

2)        Tetap aktif

 

3)        Perluas pergaulan

4)        Tetapkan tujuan baru

 

5)        Jaga kesehatan fisik dan mental

 

 

Penjelasan.

 

1.        Bangun identitas baru

 

1)        Jangan definisikan diri

 

2)        Hanya sebagai:

 

a.        "mantan kepala",

b.        "mantan direktur",

c.         "mantan pejabat".

 

2.        Tetap aktif

 

1)        Aktif dalam kegiatan.

2)        Ikut organisasi social.

 

3)        Kegiatan agama

4)        Hobi.

 

5)        Olahraga

6)        Menjadi mentor.

 

3.        Perluas pergaulan

 

1)        Berteman bukan sebab jabatan.

2)        Tapi karena nilai dan karakter.

 

4.        Tetapkan tujuan baru

 

1)        Tetapkan tujuan baru

 

2)        Misalnya

 

a.         Menulis.

b.        Mengajar.

 

c.        Berkebun.

d.        Berdagang.

e.        Kegiatan sosial.



5.        Jaga kesehatan fisik dan mental

 

1)        Jaga sehat fisik dan mental.

2)        Olahraga.

 

3)        Tidur cukup.

4)        Pola makan sehat.

5)        Jaga hubungan keluarga.

 

Kesimpulan

 

Versi Al-Qur'an:

 

1)        Jabatan amanah sementara.

 

2)        Kemuliaan sejati

Pada takwa dan amal saleh.

 

Versi logika modern:

 

1)        Bahagia bergantung jabatan

2)        Akan mudah hilang.

 

 

3)        Orang punya

 

a.        Tujuan hidup.

b.        Hubungan sosial baik.

c.        Aktivitas bermanfaat

 

4)        Mudah beradaptasi

 

a.        Setelah hilang kekuasaan

b.        Usai pensiun.

 

Top of Form

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 


0 comments:

Post a Comment