Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, November 17, 2025

54052. DIRHAM NABI YUSUF PADAHAL BELUM ADA

 




SOAL DIRHAM NABI YUSUF PADAHAL BELUM ADA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Pada zaman Nabi Yusuf.

 

1)        Tak ada uang dirham sebagai koin.

2)        Seperti zaman Nabi Muhammad.

 

Kenapa Al-Quran pakai dirham?

Jawab.

 

1)        Istilah dirham dalam Qur’an.

2)        Misalnya QS. Yusuf: 20.

 

3)        Tak berarti koin logam dirham.

 

4)        Seperti zaman Islam abad ke-7 M.

 

5)        Qur’an pakai kata dirham.

6)        Sebagai istilah terjemahan.

 

7)        Agar mudah dipahami bangsa Arab.

8)        Saat ayat diturunkan.

 

 

Zaman Nabi Yusuf (±1.700–1.600 SM).

 

1)        Belum ada mata uang koin

2)        Koin muncul abad ke-7 SM di Lydia (Turki).

 

2)        Nabi Yusuf hidup ±1.000 tahun.

3)        Sebelum koin ditemukan.

 

1)        Mesir kuno sistem barter & satuan berat

2)        deben = satuan berat (sekitar 91 gram), bukan uang koin

 

3)        Pembayaran pakai:

a.  gandum

b.  minyak

 

c.  pakaian

d.  logam perak.

 

e.  Tembaga Batangan.

f.  Bukan koin

 

Mereka bayar dengan berat perak.

Bukan dengan koin bergambar.

 

Contoh:

1)        Orang membeli barang.

2)        Dia menimbang perak/biji-bijian.

 

3)        Sejumlah tertentu.

4)        Sesuai nilai barang.

 

5)        Dalam bahasa Qur’an.

6)        Diterjemahkan dirham.

7)        Yaitu perak yang ditimbang.

 

Mengapa Qur’an pakai kata dirham?

Padahal zaman Nabi Yusuf.

Belum ada koin?

 

Penjelasan tafsir:

 

1)        Al-Qur’an pakai istilah yang dipahami pendengar

 

2)        Bangsa Arab tahu dirham yaitu perak sebagai alat tukar.

3)        Qur’an pakai istilah dirham.

4)        Agar maknanya langsung dipahami.

 

A.               Analogi zaman sekarang

 

1)        Misal orang zaman Majapahit memakai emas sebagai pembayaran.

 

2)        Ditulis dalam bahasa modern:

“Ia membeli tanah seharga 1 juta rupiah.”

 

3)        Padahal rupiah belum ada pada zaman Majapahit.

 

4)        Tapi dipakai istilah “rupiah”.

5)        Agar pembaca modern langsung paham.

 

6)        Qur’an memakai kata dirham.

7)        Agar bangsa Arab paham.

 

Bottom of Form

 

 

 

Dalam Al-Qur’an.

Kata “dirham” muncul 2 kali.

Keduanya di Surah Yusuf.

 

 

A.       QS. Yusuf ayat 20 –

“Dirham sedikit”

 

QS Yusuf (12:20)

 


وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُوا فِيهِ مِنَ الزَّاهِدِينَ

 

20. Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa DIRHAM saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf.

 

Tafsir Ibnu Kasir:

 

1)        “Bi tsamanin bakhs”

Harga sangat murah.

Tak sesuai nilai Yusuf.

 

2)        “Darâhima ma‘dûdah”

Dirham dapat dihitung.

Jumlah kecil tidak signifikan.

 

3)        Bahwa penjual (kafilah) tidak tahu nilai sebenarnya dari Yusuf.

 

Tafsir Thabari:

 

1)        Jumlah dirham “ma‘dûdah” zaman dulu .

2)        Sekitar 20, 22, 40, atau 100 dirham.

 

3)        Intinya: jumlah sedikit.

 

Tafsir Qurthubi:

 

1)        Dirham adalah mata uang perak.

2)        Bukti zaman Nabi Yusuf.

3)        Sudah kenal mata uang logam.

 

Pelajaran

 

1)        Nilai manusia tak ditentukan harta.

2)        Penjual Yusuf hanya focus dunia.

3)        Tak melihat kemuliaan Nabi.

 

B.       QS. Yusuf (12:88)

Makna Perumpamaan

Yusuf(12:88)

 

“…Dan kami datang dengan barang dagangan yang sedikit…”

 

1)        Kata “bidha’atan muzjât” = barang dagangan rendah nilai.

 

2)        Terkait jual beli melibatkan dirham atau dinar.

 

3)        Meskipun dirham tak disebut eksplisit.

 

Tafsir Sa‘di

 

1)        Allah tampilkan rendah nilai dunia.

2)        Nabi dijual hanya demi dirham.

3)        Yang tidak berarti.

 

4)        Pelajaran:

“Orang yang mulia di sisi Allah sering kali tidak dihargai manusia.”

Sayyid Quthb.

 

1)        Penjualan Yusuf drama kezaliman:

2)        Nabi diperlakukan hina.

 

3)        Dunia menilai lewat dirham.

4)        Bukan kebenaran.

 

5)        Ada ironi.

6)        Yang dijual murah.

7)        Kelak jadi penguasa Mesir.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

Top of Form

 

 

54051. DAKWAH MENGABARKAN TAK MEMAKSA

 




DAKWAH MENGABARKAN TAPI TAK MEMAKSA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Qur’an tegaskan.

1)        Tugas Rasul dan umat Islam.

2)        Hanya menyampaikan.

 

3)        Tak memaksa orang.

4)        Untuk masuk Islam.

 

A.       “Tak ada paksaan dalam agama”

 

QS Al-Baqarah (2:256)

 


لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

Tidak ada paksaan untuk (masuk) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan  benar daripada jalan sesat. Karena itu barangsiapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

Catatan.

 

 

1)        اللَّا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ

 

2)        Tak boleh memaksa siapa pun untuk masuk Islam.

 

3)        Hidayah hak Allah.

4)        Bukan hasil paksaan manusia.

 

Tafsir Ibn Katsir.

 

1)        Paksaan dalam akidah.

2)        Tak dibenarkan.

3)        Sebab kebenaran Islam sudah jelas.

 

Tafsir Tabari.

1)                Larangan agar tak memaksa berlaku umum.

2)                Bagi semua manusia.

 

Tafsir Quraish Shihab.

1)        Agama tidak sah.

2)        Jika dipilih tanpa sadar.

 

B.       “Tugasmu hanya menyampaikan”

 

QS Al-Ma’idah (5:92)


وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

 

Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahui bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

 

Catatan.

 

1)        وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ

 

2)        Rasul diperintahkan hanya menyampaikan ajaran.

 

3)        Bukan memaksa menerima.

 

4)        Penolakan manusia.

5)        Bukan tanggung jawab pendakwah.

 

QS Ali ‘Imran (3:20)


فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ ۗ وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ


Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakan: "Aku menyerahkan diriku pada Allah dan (demikian pula) orang yang mengikutiku". Dan katakan pada orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanya menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

 

Catatan.

 

1)                فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ

 

2)                Jika mereka menolak.

3)                Nabi hanya bertugas menyampaikan.

 

4)                Allah yang memberi keputusan akhir.

 

QS An-Nahl (16:82)


فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

 

Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

 

Catatan.

 

1)        فَإِنْ تَوَلَّوْا فَمَا عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

 

2)        Penolakan urusan mereka.

3)        Tugas Rasul hanya menerangkan dengan jelas.

 

4)        Tidak dipaksa menerima dakwah.

 

QS Asy-Syura (42:48)

 


فَإِنْ أَعْرَضُوا فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ إِنْ عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ ۗ وَإِنَّا إِذَا أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً فَرِحَ بِهَا ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَإِنَّ الْإِنْسَانَ كَفُورٌ

 

Jika mereka berpaling, maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanya menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan sebab perbuatan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia amat ingkar (pada nikmat).

 

Catatan.

 

1)        فَإِنْ أَعْرَضُوا فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

 

2)        Nabi bukan pengawas yang memaksa.

 

3)        Tugasnya tak pastikan orang beriman.

4)        Tapi hanya menyampaikan risalah.

 

QS Yunus (10:99)


وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

 

Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu beriman semua orang yang di bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang beriman semuanya?

 

Catatan

 

 

1)        أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ؟

 

2)        Allah menegur keras.

3)        Apakah kamu akan memaksa manusia beriman?

 

4)        Sebab iman tak bisa dipaksa.

 

QS Al-Gasyiah (88:21-22)

 

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ

 

21. Maka beri peringatan, karena sesungguhnya kamu hanya orang yang memberi peringatan.

 

لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ

22. Kamu bukan orang yang berkuasa atas mereka,

 

Catatan.

 

1)        لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ

 

2)        Nabi tak berkuasa memaksa manusia ikut Islam.

 

3)        Fungsi Nabi.

4)        Memberi peringatan.

5)        Bukan memaksa.

 

Kesimpulan

1)        Dakwah = menyampaikan (al-balāgh).

2)        Bukan memaksa.

 

3)        Hidayah milik Allah.

4)        Bukan paksaan manusia.

 

5)        Islam hormati bebas memilih.

6)        Dalam urusan iman.

 

7)        Larangan memaksa.

8)        Berlaku universal.

9)        Tak hanya pada zaman Nabi.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.