ORANG WIRAI TIDAK MEROKOK DI DEPAN UMUM
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
A.
Artinya WIRAI atau WARA
Wara’ atau Wirai
1)
Sikap hati-hati dalam hidup.
2)
Agar tidak terjerumus dalam
a.
Dosa.
b.
Hal yang haram.
c.
Hal yang meragukan.
Dalam bahasa sederhana.
1)
Orang wara’ tidak hanya
bertanya,
a.
“Apakah ini boleh?”
2)
Tapi juga berpikir,
a.
“Apakah ini merugikan
orang lain?
b.
Apakah ini pantas saya
lakukan?”
B.
Perbedaan wara’ dan takwa
1)
Wara’:
a.
Berhati-hati
b.
Agar tak berbuat dosa atau
meragukan.
2)
Takwa:
a.
Menjaga diri
b.
Menjalankan perintah Allah
c.
Menjauhi larangan-Nya.
Wara’
1)
Salah satu sikap
2)
Bantu orang jaga takwa.
Contoh orang wara
1.
Tak merokok di depan umum:
1)
Tak merokok di dekat orang
lain
2)
Karena asapnya mengganggu
3)
Bahaya kesehatan mereka.
2.
Berdagang:
1)
Tak mengurangi timbangan.
2)
Tak menipu.
3)
Tak ambil untung cara
zalim.
3.
Berbicara:
1)
Tak sebar berita belum
jelas.
4.
Beragama:
1)
Tak mudah anggap orang
lain sesat atau berdosa.
2)
Tanpa dasar yang benar.
5.
Menggunakan uang:
1)
Tak menerima uang diduga
suap.
C.
Dasar Al-Qur’an
Surah Al-Hujurat 12
1)
Orang beriman tak banyak
prasangka.
2)
Sebagian prasangka itu
dosa.
Logikanya.
1)
Orang wara
2)
Berhati-hati tak hanya
dalam perbuatan.
3)
Tapi juga dalam
a.
Pikiran.
b.
Perkataan
4)
Agar tak merugikan orang
lain.
Kesimpulan.
Orang wara
1)
Tak hanya rajin ibadah.
2)
Tapi juga berhati-hati
3)
Agar ibadahnya
4)
Sejalan akhlak yang
baik.
Tapi bukan berarti
1)
Semua hal meragukan.
2)
Otomatis haram.
3)
Tetap perlu
a.
Ilmu.
b.
Pertimbangan benar.
Orang punya
sifat wara’ dan wirai.
1)
Berusaha jaga diri.
2)
Dari hal yang
a.
Meragukan.
b.
Dosa.
c.
Perbuatan merugikan orang lain.
Orang
tak merokok di depan umum.
1)
Tak ingin ganggu orang lain.
2)
Dengan asap dan baunya.
3)
Contoh sikap wara’
4)
disertai peduli sosial.
Menurut
Al-Qur’an
1)
QS. Al-Ahzab ayat 58:
a.
Allah mengecam orang menyakiti orang
beriman tanpa alasan benar.
2)
QS. Al-A'raf ayat 31:
Allah melarang
berlebih-lebihan.
3)
QS. An-Nisa ayat 36:
Allah memerintahkan berbuat
baik pada tetangga dan orang lain.
Menurut
logika:
1)
Orang merokok
2)
Merasa
dbebas merokok.
Tapi orang
di sekitarnya
1)
Berhak menghirup udara segar.
2)
Tak tercemar asap rokok.
a.
Orang timbang kenyamanan dan kesehatan
orang lain
b.
Bukti pengendalian diri dan akhlak yang
baik.
D.
Apakah orang yang tidak merokok di depan
umum pasti wara’?
1)
Belum tentu.
2)
Kita perlu melihat alasan dan perilaku keseluruhan.
1)
Wara’:
Jaga diri khawatir dosa atau
melanggar ketentuan Allah.
2)
Akhlak baik:
Tak ganggu dan hormati hak
orang lain.
3)
Kepedulian sosial:
Menahan keinginan pribadi demi
kebaikan bersama.
Orang
tidak merokok di dekat
1)
Anak-anak.
2)
Orang tua.
3)
Tak ingin kena asap rokok
Bukti peduli
yang baik.
Kesimpulan
1)
Orang benar menjaga diri .
2)
Tak hanya hindari salah pribadi.
3)
Tapi juga lihat dampak perbuatan
4)
Pada orang lain.
Orang rajin
ibadah.
1)
Perlu buktikan ibadahnya.
2)
Dalam
akhlak dan manfaat nyata
3)
Bagi sesama.
a.
Al-Qur’an ajarkan
b.
Agar tidak menyakiti orang lain.
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT


