BERTAHAP SETAN AJAK JAUH
DARI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
A.
Larangan Mengikuti
Langkah Setan
1)
Allah melarang ikuti
langkah setan.
2)
Karena keburukan
3)
Biasanya tak langsung dosa
besar.
Keburukan
1)
Sering mulai dari hal
kecil.
2)
Menjadi kebiasaan.
3)
Merugikan diri sendiri dan
orang lain.
B.
Ayat Al-Qur’an melarang
ikuti setan
QS Al-Baqarah (2:168-169)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا
فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ
إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
168. Hai sekalian manusia, makan yang halal lagi baik dari
apa yang ada di bumi, dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena
sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ
وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
169. Sesungguhnya setan hanya menyuruh kamu berbuat jahat
dan keji, dan mengatakan pada Allah apa yang tidak kamu ketahui.
Catatan.
1)
Setan menyuruh manusia
berbuat jahat dan keji.
2)
Mengatakan tentang Allah
sesuatu yang tidak diketahui.
Larangan serupa
1)
Surah Al-An'am 142:
a.
Jangan ikuti langkah setan.
b.
Setan musuh yang nyata.
2)
Surah An-Nur 21:
a.
Jangan ikuti langkah setan.
b.
Siapa mengikuti setan.
c.
Terdorong berbuat keji dan
mungkar.
C.
Apa maksud langkah-langkah
setan?
Bayangkan
1)
Orang berjalan turun
bukit.
2)
Langkah 1 mungkin kecil.
3)
Tapi jika terus
dilanjutkan.
4)
Dia sampai tempat
berbahaya.
Begitu pula perilaku
manusia.
1.
Langkah 1:
Membisikkan keinginan buruk
a.
“Tidak apa-apa berbohong
sedikit.
b.
Tidak ada yang tahu.”
2.
Langkah 2:
Mencari pembenaran
a.
“Semua orang melakukan hal
sama.”
3.
Langkah 3:
Mengulangi perbuatan
a.
Bohong jadi kebiasaan.
b.
Hati mudah anggap biasa.
4.
Langkah 4:
Timbul kerusakan
a.
Orang lain hilang
kepercayaan.
b.
Hubungan rusak.
c.
Masalah makin besar.
1)
Ini pola dapat terjadi.
2)
Tak tiap orang melewati
urutan itu.
Contoh
ikuti langkah setan
1.
Dalam berdagang
1)
Awalnya:
ingin dapat untung besar.
2)
Berikutnya:
Kurangi timbangan sedikit.
3)
Lalu:
Bohong kualitas barang.
4)
Akibatnya:
Pembeli dirugikan dan kepercayaan hilang.
5)
Logikanya:
a.
Untung sesaat.
b.
Hilangkan pelanggan jangka
panjang.
2.
Dalam rumah tangga
1)
Awalnya:
Marah pada pasangan.
2)
Berikutnya:
Ucapkan kata-kata kasar.
3)
Lalu:
a.
Menghina.
b.
Ungkit salah lama.
4)
Akibatnya:
a.
Pasangan terluka.
b.
Keluarga tak tenteram.
5)
Logikanya:
a.
Marah sesaat.
b.
Luka hati bertahan lama.
3.
Dalam pengajian
1)
Awalnya:
Merasa kelompoknya paling benar.
2)
Berikutnya:
Merendahkan kelompok lain.
3)
Lalu:
Menghina orang beda pendapat.
4)
Akibatnya:
Permusuhan dan perpecahan.
5)
Logikanya:
a.
Belajar agama lebih
bijaksana.
b.
Tak makin suka menghina.
4.
Dalam menjaga kebersihan
1)
Awalnya:
Buang 1 bungkus sembarangan.
2)
Berikutnya:
Berpikir sampah kecil tak masalah.
3)
Lalu:
Banyak orang ikut buang sampah.
4)
Akibatnya:
Lingkungan kotor dan saluran air tersumbat.
5)
Logikanya:
a.
Kebiasaan kecil yang buruk.
b.
Dilakukan banyak orang.
c.
Jadi masalah besar.
5.
Dalam pekerjaan atau
jabatan
1)
Awalnya:
Terima hadiah dari orang berkepentingan.
2)
Berikutnya:
Merasa harus balas pemberian itu.
3)
Lalu:
Berikan putusan tidak adil.
4)
Akibatnya:
Masyarakat dirugikan.
Tidak semua hadiah itu
suap.
a.
Masalah muncul.
b.
Hadiah pengaruhi putusan.
c.
Jadi imbalan perlakuan
khusus.
6.
Dalam pergaulan
1)
Awalnya:
Melihat teman berbuat buruk.
2)
Berikutnya:
Takut dianggap tak setia kawan.
3)
Lalu:
ikut melakukannya.
4)
Akibatnya:
Ikut tanggung risikonya.
5)
Logikanya:
a.
Teman yang baik.
b.
Tak paksa yang merugikan.
7.
Dalam pakai HP dan
internet
1)
Awalnya:
Baca berita menarik.
2)
Berikutnya:
Langsung percaya tak cek benarnya.
3)
Lalu:
Menyebarkannya.
4)
Akibatnya:
Orang tidak bersalah difitnah.
a.
Periksa dahulu
b.
Sebelum bagikan berita.
8.
Dalam berutang
1)
Awalnya:
Beli barang yang belum perlu.
2)
Berikutnya:
Utang tak hitung kemampuan bayar.
3)
Lalu:
Utang lagi untuk tutup utang sebelumnya.
4)
Akibatnya:
Beban uang makin berat.
5)
Logikanya:
a.
Keinginan tak dikendalikan.
b.
Kacau keuangan.
9.
Hubungan lawan jenis
1)
Awalnya:
Cari kesempatan dekati tidak pantas.
2)
Berikutnya:
Sembunyi komunikasi dari pasangan.
3)
Lalu:
Melanggar batas setia.
4)
Akibatnya:
Keluarga dan kepercayaan hancur.
a.
Surah Al-Isra ayat 32.
b.
Melarang tak hanya zina.
c.
Tapi juga mendekatinya.
10. Sombong
1)
Awalnya:
Merasa diri lebih pintar.
2)
Berikutnya:
Tak mau dengar nasihat.
3)
Lalu:
Meremehkan orang lain.
4)
Akibatnya:
Sulit perbaiki salah dan hubungan sosial rusak.
5)
Logikanya:
a.
Orang merasa selalu benar.
b.
Hilang kesempatan belajar.
D.
Mengapa larangan ini masuk
akal menurut sains dan logika?
1)
Kebiasaan terbentuk pengulangan.
2)
Perbuatan terus diulang.
3)
Jadi makin otomatis.
4)
Berhati-hati sejak awal.
5)
Manusia mudah cari
pembenaran.
6)
Ketika ingin sesuatu.
7)
Cari alasan
8)
Agar tampak benar.
9)
Tindakan punya akibat
berantai.
10)
Satu bohong tuntut bohong
lain.
11)
Untuk menutupi.
12)
Lingkungan pengaruhi
perilaku.
13)
Bergaul lingkungan benar
curang.
14)
Anggap curang hal biasa.
E.
Cara agar tak ikuti
langkah setan?
1.
Berhenti sebelum bertindak
1)
Ketika marah, ingin
bohong, atau ingin balas dendam.
2)
Tak langsung bertindak.
3)
Beri waktu berpikir.
2.
Periksa akibatnya
a.
Tanyakan: apakah perbuatan
ini jujur, adil, bermanfaat, dan tak merugikan orang lain?
3.
Jadikan Al-Qur’an pedoman
nyata
a.
Jangan hanya bertanya,
“Apa hukumnya?”
b.
Tapi juga,
“Bagaimana melaksanakan ajaran ini dalam hidup
sehari-hari?”
4.
Segera perbaiki kesalahan
1)
Jika bohong, akui dan
perbaiki.
2)
Jika merugikan orang lain,
usahakan kembalikan haknya.
3)
Jangan teruskan salah hanya karena malu
akuinya.
Kesimpulan
Menurut Al-Qur’an dan
logika
1)
Larangan ikuti langkah
setan.
a.
Tak sekadar peringatan
b.
Agar manusia takut pada
setan.
2)
Larangan ini mendidik
manusia.
a.
Waspada keinginan buruk, pembenaran diri,
kebiasaan merusak, dan akibat perbuatannya.
Contohnya.
1)
Ketika selesai pengajian.
2)
Tak membuang sampah
sembarangan.
3)
Ia jaga kebersihan
4)
Pahami ajaran agama
5)
Harus terlihat dalam
perilaku nyata.
Ukuran berhasil belajar
Al-Qur’an.
1)
Tak hanya
a.
Lancar baca .
b.
Pandai jelaskan ayat.
2)
Tapi juga makin
a.
Jujur.
b.
Adil.
c.
Jaga kebersihan.
d.
Sayangi keluarga.
e.
Hormati tetangga.
f.
Tak merugikan sesama.
1)
Itulah salah satu cara
2)
Terapkan ajaran Al-Qur’an
3)
Dalam hidup nyata.
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
0 comments:
Post a Comment