Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, October 18, 2026

60491. QURAN MELARANG CAMPUR ADUK HAK DAN BATIL



QURAN MELARANG CAMPUR ADUK HAK DAN BATIL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

A.               Arti HAK dan BATIL

 

Dalam bahasa sederhana.

 

1)       Hak

Sesuatu yang benar.

 

2)        Batil

Sesuatu yang salah atau tidak benar.

 

 

Al-Qur’an ajarkan

 

1)       JANGAN campur aduk keduanya.

 

2)       JANGAN jadikan kebatilan seolah-olah kebenaran.

 

 

1.        Apa arti HAK?

 

Hak (الْحَقَّ)

 

Punya beberapa makna terkait.

Yaitu:

 

1)       Kebenaran.

2)       Sesuatu yang nyata.

 

3)       Keadilan.

4)       Sesuatu yang harus dipenuhi.

 

 

Contoh HAK

  •  

1)        Berkata jujur

Meskipun merugikan pribadi.

 

2)        Pedagang

Beri timbangan benar.

 

3)        Pemimpin pakai uang rakyat

Untuk kepentingan rakyat.

 

4)        Orang salah diperlakukan adil.

Bukan dihukum karena benci.

 

5)        Menjaga kebersihan

Karena sampah mengganggu dan merugikan orang lain.

 

Intinya:

HAK.

 

1)       Tak sekadar sesuatu yang disukai.

2)       Tapi sesuatu yang benar

3)       Dapat tanggung jawab.

 

 

2.        Apa arti BATIL?

 

Batil (الْبَاطِلُ)

Yaitu:

 

 

1)   Sesuatu yang tidak benar.

2)   Tidak sah.

 

3)   Bertentangan dengan kebenaran

4)   Melawan keadilan.

 

 

Contoh

 

1)        Berdusta

Agar dapat untung.

 

2)        Menyuap

Agar menang perkara.

 

3)        Mengambil uang rakyat

Untuk kepentingan pribadi.

 

4)        Menuduh orang

Tanpa bukti.

 

5)        Membenarkan perbuatan salah.

Hanya pelakunya teman atau kelompok sendiri.

 

Intinya:

BATIL

1)       Sesuatu yang salah.

 

2)       Sesuatu tidak jadi benar

 

Hanya karena dilakukan orang terkenal, pemimpin, tokoh agama, atau mayoritas masyarakat.

 

 

A.              Ayat Al-Qur’an jangan campur aduk hak dan batil

 

QS. Al-Baqarah (2:42)

 

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

 

Dan jangan kamu campur adukkan hak dengan batil dan jangan kamu sembunyikan yang hak, sedangkan kamu mengetahui.

 

Catatabn.

 

1)       “Jangan kamu campur aduk kebenaran dengan kebatilan.

 

2)       Jangan kamu sembunyikan kebenaran.

 

3)       Sedangkan kamu mengetahuinya.”

 

 

Apa maksudnya?

Ada 3 larangan penting:

Yaitu:

 

1)       Jangan campur aduk hak dan batil.

2)       Jangan sembunyikan kebenaran.

3)       Jangan putar balik fakta.

 

 

1.        Jangan campur aduk hak dan batil.

 

1)        Jangan gabungkan kebaikan dengan keburukan.

 

2)        Lalu anggap semua benar.

 

 

2.        Jangan menyembunyikan kebenaran.

 

1)        Jika tahu salah.

2)        Jangan tutupi demi untung pribadi.

 

3.        Jangan putar balik kenyataan.

1)        Jangan buat yang salah terlihat benar.

2)         Melalui kata-kata atau simbol tertentu.

 

 

4. Contoh campur aduk hak dan batil

 

1)       Acara agama

Dicampur perbuatan tidak pantas

 

 

2)       Pengajian, baca Al-Qur’an, dan sedekah

Kegiatan yang baik.

 

Tapi jika dalam acara

 

a.        Merendahkan martabat manusia

b.       Perilaku melanggar batas agama.

 

c.        Kegiatan baik

 

d.       Tak otomatis benarkan bagian yang salah.

 

 

Pelajaran

 

1)        Tiap perbuatan dinilai terpisah.

2)        Jangan anggap semua benar.

3)        Karena acara agama.

 

Contoh :

 

Pedagang rajin ibadah, tapi menipu timbangan

 

 

1)       Rajin beribadah itu kebaikan.

2)       Menipu pembeli itu kebatilan.

 

3)       Ibadah tak ubah penipuan jadi benar.

 

 

Pelajaran

 

1)        Orang rajin ibadah

2)        Dorong jujur dalam berdagang.

 

Contoh :

 

Pejabat sedekah, tapi korupsi

 

1)       Bantu orang miskin itu kebaikan.

2)       Ambil uang rakyat itu kebatilan.

 

Pelajaran.

 

1)       Sedekah tak hapus tanggung jawab korupsi.

 

2)        Kembalikan hak orang lain.

 

 

B.              Bagaimana cara bedakan hak dan batil?

 

 

Gunakan 4 pertanyaan

 

1)                Apakah benar? Adakah bukti, atau hanya kabar dan prasangka?

 

2)                Apakah adil? Apakah hak orang lain dihormati?

 

3)                Apakah jujur? Adakah penipuan atau fakta yang sengaja disembunyikan?

 

4)                Apakah membawa kebaikan tanpa melanggar kebenaran?

 

a.        Jangan halalkan cara.

b.        Demi tujuan terlihat baik.

 

Perlu diingat.

 

1)       Tak semua hal dibenci itu batil.

 

Kita harus menilai berdasar

 

1)       Bukti.

2)       Prinsip Al-Qur’an.

3)       Keadilan,

 

a.        Tak sekadar selera

b.       Tak Cuma beda pendapat.

 

 

Kesimpulan

 

 

1)       Hak tak berubah jadi batil

Hanya karena tak disukai.

 

2)       Batil tak berubah jadi hak.

Karena dibungkus sesuatu yang baik.

 

 

Al-Qur’an ajarkan

 

1)       Kebenaran wujud dalam hidup nyata.

2)       Jujur.

 

3)       Adil.

4)       Amanah

 

5)       Jaga kebersihan.

6)       Tak menipu.

 

7)       Tak merugikan sesama.

 

Jangan hanya bertanya,

 

1)       “Apakah acara nuansa agama?”

 

 Tanyakan juga,

 

1)               “Apakah perbuatannya benar?

2)               Apakah adil?

3)               Apakah sesuai ajaran Allah?”

 

 

a.                Itu terapan QS. Al-Baqarah 42

b.                Dalam hidup sehari-hari.

 

Sumber

 

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT