Thursday, January 23, 2020

4354. GUS BAHA WASILAH


GUS BAHA WASILAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Wasilah adalah perantara atau sarana.
2.    Mbah Moen pernah cerita begini, "Zaman sekarang, banyak orang yang anti wasilah.”
3.    Wasilah adalah meniru guru-gurunya.
4.    Wasilah adalah langsung meniru Kanjeng Nabi atau langsung meniru Tuhan.
5.    Itu Mbah Moen.
6.    Saya masih ingat betul, dalilnya:
"اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ, صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ"
    Jalan yang lurus adalah mengikuti orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.

7.    Mengapa Allah tidah berfirman: "صِرَاطكَ"
8.    Yang artinya jalan Kamu, jalan Engkau.
9.    Allah itu tidak makan.
10. Bagaimana cara kita meniru Allah makan?
11. Padahal, Allah tidak makan dan Allah nggak tidur.
12. Bagaimana kita meniru Allah tidur?
13. Meniru itu ya orang, kata Mbah Moen.
14. Karena manusia itu "Hadits", sedangkan Allah itu "Qadim".
15. Jadi, tidak ada hubungannya antara barang "Hadits" dengan barang "Qadim".
16. Sehingga kalau kita ingin meniru, ya meniru manusia.
17. Manusia itu siapa?
18. Ya tentu meniru kepada masternya itu Rasulullah.
19. Tapi, tanpa ulama kita nggak tahu Nabi melakukan apa.
20. Karena ini butuh sanad.
21. Masyhur itu: "ولولا المربي لما عرفنا ربي"
Tanpa murabbi, kita nggak tahu Rabbi"

22. Ini penting saya utarakan.
23. Sehingga di Al Qur'an, setiap orang baik itu disebutkan orang-orang baik itu siapa?
            "أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا"
24. Selalu, orang baik itu diceritakan orangnya dan mengikuti orang juga.
            "اولئك الذين هدى الله فبهداهم اقتده"
25. Kenapa?
26. Karena kita tida bisa meniru Allah.
27. Karena Allah itu tidak makan, tidak minum, tidak tidur, dan tentu tidak menikah.
28. Tapi, sekarang orang itu geger.
29. Kemudian muncul ucapan,"Jangan meniru guru, karena guru juga manusia yang tidak selalu benar"
30. Yang bilangin kaidah "Guru tidak selalu benar" itu kita.
31. Padahal, kita setiap mengajar di Lirboyo, di Sarang sering bilang, "Selain Rasulullah Muhammad, yang lain tidak ma'shum".
32. Jadi mereka ketinggalan kalau ngomong, "Kiai tidak selalu benar".
33. Padahal, kita sejak kecil sudah diajarkan bahwa selain Nabi itu tidak ma'shum.
34. Orang yang baru dapat ilmu baru saja, sudah bilangin yang dari bayi sudah alim, kan lucu.
35. Kita mulai sejak dahulu sudah tahu bahwa manusia selain Rasulullah tidak ma'shum.
36. Sudah tahu, kalau kiai tidak selalu benar.
37. Yang jelas bahwa jika kiai tidak pasti benarnya, tetapi kamu pasti tidak benarnya.

(Sumber: internet Gus Baha)


Related Posts:

  • 446. PUASAPUASA MENURUT AL-QURAN Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tenta… Read More
  • 446. PUASAPUASA MENURUT AL-QURAN Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tenta… Read More
  • 446. PUASAPUASA MENURUT AL-QURAN Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tenta… Read More
  • 446. PUASAPUASA MENURUT AL-QURAN Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tenta… Read More
  • 446. PUASAPUASA MENURUT AL-QURAN Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tenta… Read More

0 comments:

Post a Comment