REFORMASI POLISI SEJAK SELEKSI ANGGOTA BARU
Oleh:
Drs HM Yusron Hadi, MM
Reformasi Polri.
Harus mulai
sejak rekrutmen.
Ketua Indonesia
Police Watch (IPW) .
Sugeng Teguh Santoso.
Diskusi:
"Polisi Sipil Idaman Masyarakat".
Digelar Korps
Mahasiswa dan Pemuda NKRI (Kompan).
Di Kota Serang,
Banten.
Minggu (13-11-2022).
Ketua Indonesia
Police Watch (IPW).
Sugeng Teguh Santoso mengatakan.
Bahwa reformasi di
tubuh Polri.
Harus dimulai.
Sejak proses
rekrutmen personel.
Untuk mewujudkan.
Polisi idaman warga.
Minggu (13/11/2022).
"Dalam rekrutmen anggota baru.
Polisi harus terapkan
prinsip.
1)
Bersih.
2)
Transparan.
3)
Akuntabel.
4)
Humanis.
Polri mengalami
berkali-kali reformasi.
Mulai reformasi
struktural.
Dulu di bawah TNI.
Kini langsung di
bawah Presiden.
Dengan tujuan.
Agar tak pakai cara
kekerasan.
Dalam bertindak.
"Reformasi
kultural ini.
Belum berhasil.
Atau tidak berjalan.
Dengan baik,"
ujarnya.
Contohnya.
Kasus Calon Siswa
(Casis).
Bintara Polri.
Gelombang II tahun 2022.
Bernama Sulastri
Irwan.
Kepulauan Sula,
Maluku Utara.
Dia sempat tidak
lolos.
Karena faktor usia.
Tapi diberitakan
lulus.
Dalam seleksi
Panitia penentu
akhir (pantukhir).
"Fenomena Sulastri.
Timbul polemik.
Mang membuat publik.
Makin tak percaya.
Pada institusi
polisi.
Sulastri mengaku
lulus sampai pantukhir.
Tapi polisi bilang
tidak lulus.
Karena batas umur
melewati syarat.
Saat diumumkan.
Hal itu.
Fenomena jadi
perhatian," katanya.
Sugeng menekankan.
Demi reformasi Polri.
Untuk menghasilkan.
Polisi sipil idaman warga.
Seluruh pihak.
Harus aktif.
Membangun polisi.
Dengan cara yang
baik.
"Polisi harus
diajak dialog.
Kita harus jadi
sahabat polisi.
Untuk
mendidik," kata Sugeng.
Embay Mulya Syarief.
Tokoh Banten
Ketua Umum Pengurus
Besar
Mathlaul Anwar mengatakan.
Saat ini momentum tepat.
Bagi Polri melakukan
perbaikan.
Guna memenuhi
harapan warga.
Setelah peristiwa menuai
sorotan publik.
Seyogianya perbaikan
institusi Polri.
Yaitu perbaikan
sistem.
Sejak proses awal.
Yakni rekrutmen
personel.
"Sebagai institusi mulai:
1)
Input.
2)
Proses.
3)
Output.
Dalam 'Input':
Yaitu proses awal.
Rekrutmen yang:
1)
Jujur.
2)
Terbuka.
3)
Akuntabel.
Prosesnya adalah
pembinaan melekat," katanya.
Proses pembinaan
personel polisi.
Meliputi kecerdasan:
1)
Emosional.
2)
Spiritualitas.
Dengan perpaduan kecerdasan.
Polri bisa humanis
dan profesional.
"Jangan hanya andalkan kecerdasan intelektual.
Percuma hanya
berperilaku baik.
Di depan komandannya.
Tapi di belakangnya
tidak.
Jika merasa diawasi
Tuhan.
Maka akan disiplin.
Kapan pun dan di
mana pun," tuturnya.
(Sumber FNN)
0 comments:
Post a Comment