TIAP MANUSIA PASTI DIUJI
OLEH ALLAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Dalam Al-Qur'an.
1)
Hidup manusia di dunia.
2)
Tak hanya menikmati
kesenangan.
Manusia juga akan hadapi
1)
Kesulitan.
2)
Kehilangan.
3)
Kegagalan.
4)
Pilihan ujian iman.
Saat hadapi ujian
Bukan alasan untuk:
1)
Menyerah.
2)
Berbuat curang.
3)
Menyalahkan orang lain.
4)
Meninggalkan kebenaran.
Ujian
1)
Kesempatan tunjukkan bukti
nyata.
2)
Cara kita bersikap.
A.
Dalil Al-Qur'an tentang
ujian
1.
QS Al-'Ankabut (29:2-3)
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ
يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
2. Apakah manusia mengira
bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman",
sedangkan mereka tidak diuji lagi?
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ
قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ
الْكَاذِبِينَ
2.
Dan sesungguhnya kami
telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah
mengetahui orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang yang dusta.
Catatan.
1)
Mudah mengaku beriman
2)
Tapi saat hadapi
a.
Kesulitan.
b.
Godaan.
c.
Kepentingan pribadi.
3)
Baru terlihat jelas.
4)
Apakah orang tetap pegang
kebenaran.
Contoh:
1)
Orang mengaku jujur.
2)
Tapi ada kesempatan
korupsi.
3)
Dia ambil uang bukan
haknya.
4)
Ucapan tak sesuai
tindakannya.
3.
QS Al-Baqarah (2:155)
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ
الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan padamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan
berita gembira kepada orang yang sabar.
Catatan.
1)
Allah beritahu manusia
2)
Ujian bagian dari
kehidupan
3)
Ujian bisa berupa
a.
Hilang pekerjaan.
b.
Sakit.
c.
Kurang uang.
d.
Kehilangan orang dicintai.
Sabar
1)
Bukan diam tanpa usaha.
2)
Sabar tetap berbuat benar.
3)
Sambil cari jalan keluar.
4.
QS Al-Baqarah (2:286)
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا
وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا
تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا
إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا
تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا
وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Allah tidak membebani orang melainkan sesuai kesanggupannya.
Ia dapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakan dan ia dapat siksa (dari
kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, jangan
Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, jangan
Engkau bebankan pada kami beban yang berat seperti Engkau bebankan pada
orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangan Engkau pikulkan pada kami apa
yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaf kami; ampuni kami; dan rahmati
kami. Engkau Penolong kami, maka tolong kami terhadap kaum yang kafir".
Catatan.
1)
“Allah tak bebani orang
melainkan sesuai kesanggupannya.”
2)
Ayat ini ajarkan.
3)
Manusia punya
keterbatasan.
4)
Tak mampu atasi semua
masalah
5)
Dalam sekaligus.
Saat manusia
1)
Minta bantuan.
2)
Berobat saat sakit.
3)
Beristirahat.
4)
Cari pertolongan
a.
Hal itu bukan menolak
ujian.
b.
Tapi bagian ikhtiar
c.
Saat hadapi ujian.
B.
Mengapa ujian bukan alasan
menolak kebenaran?
Secara logika.
1)
Saat hadapi ujian
2)
Tam[pak terlihat nayta.
3)
Apakah iman yang diucapkan.
4)
Benar-benar dijalankan
5)
Saat tak menguntungkan.
Misalnya:
1)
Kita mengaku jujur.
Tapi diuji kesempatan dapat uang haram.
2)
Kita mengaku sabar.
Tapi diuji tetangga menjengkelkan.
3)
Kita mengaku adil.
Tapi diuji putuskan perkara
Melibatkan keluarga.
4)
Kita mengaku beriman.
Tapi diuji hilang harta.
5)
Kita mengaku cinta
kebersihan.
Tapi diuji adakan acara
Harus bersihkan sampah.
a.
Orang hanya jalankan
kebenaran.
b.
Saat dirinya untung.
c.
Prinsipnya belum kokoh.
Tapi ada hal penting:
a.
Tak semua derita.
b.
Akibat salah orang.
c.
Tak semua orang susah.
d.
Berarti sedang dihukum
Allah.
e.
Tak boleh tuduh sembarangan.
f.
Orang kena musibah.
g.
Berarti orang itu berdosa.
3. Banyak contoh ujian
dalam kehidupan sehari-hari
Contoh — Ujian cari rezeki
1)
Pedagang sepi pembeli.
a.
Tergoda kurangi timbangan.
b.
Bohong kualitas barang.
2)
Alasan keliru:
“Saya terpaksa bohong karena ekonomi sulit.”
3)
Sikap yang benar:
a.
Cari tambahan penghasilan.
b.
Perbaiki pelayanan.
c.
Tetap jujur.
Contoh — Ujian hadapi tetangga
1)
Tetangga sering buat
keributan.
2)
Kita marah balas keributan lebih besar.
3)
Alasan yang keliru:
“Saya berhak ganggu dia karena dia ganggu saya.”
4)
Sikap yang benar:
a.
Bicara baik-baik.
b.
Menetapkan batas.
c.
Minta bantuan pengurus
lingkungan
a.
Allah perintahkan berbuat
baik pada tetangga
b.
An-Nisa 36.
Contoh — Ujian kesehatan
1)
Orang sakit lalu berkata,
a.
“Ini sudah takdir Allah.
b.
Saya tidak perlu berobat.”
2)
Padahal ia mampu cari
pertolongan medis.
Sikap lebih tepat
1)
Berdoa.
2)
Berobat.
3)
Jaga pola hidup.
4)
Sadar hasil akhir di luar kendali
manusia.
Kesimpulan:
1)
Sikap ketika diuji?
2)
Terima kenyataan
3)
Akui terjadi masalah.
4)
Tak meninggalkan kebenaran
5)
Lakukan ikhtiar
6)
Berdoa, belajar, bekerja,
berobat, minta bantuan, dan perbaiki sesuai kemampuan.
7)
Evaluasi perilaku
8)
Tanyakan diri sendiri:
a.
Apakah ujian ini
b.
Saya makin jujur, adil,
sabar, dan bermanfaat bagi orang lain?
Pesan utamanya:
1)
Tak hanya mengaku beriman
2)
Saat hidup senang.
3)
Ketika diuji
4)
Tak cari pembenaran
berbuat salah.
5)
Hadapi ujian dengan sabar,
ikhtiar, dan tetap pegang kebenaran.
9)
Nilai iman
10)
Tak hanya ucapan dan
ritual.
11)
Tapi sikap nyata
Saat hadapi kesulitan.
12)
Punya kesempatan memilih benar
dan salah.
13)
Tetap pilih yang benar
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
.jpg)

0 comments:
Post a Comment