ORANG BAHAGIA TERGANTUNG SUDUT PANDANG
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
A.
Orang bahagia tergantung sudut
pandang.
1)
Ada 2 orang hadapi keadaan sama.
2)
Tapi hasilnya berbeda.
a.
Orang 1.
Merasa hidupnya sengsara.
b.
Tapi orang 2.
Tetap merasa bahagia.
Mengapa demikian?
Jawaban.
1)
Rasa bahagia.
2)
Tak hanya ditentukan yang dimiliki.
3)
Tapi juga cara
a.
Memandang
b.
Menyikapi yang dimiliki.
B.
Bagaimana Al-Qur'an menjelaskan
kebahagiaan?
Jawaban.
1)
Bersyukur membuat hati lebih bahagia
2)
Ketenangan hati tak hanya karena
kekayaan
3)
Jangan selalu melihat orang yang lebih
tinggi
Penjelasan.
1.
Bersyukur membuat hati lebih bahagia
QS. Ibrahim (14:7)
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ
شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
padamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat
pedih".
Catatan.
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
"Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu."
1)
Orang selalu melihat kekurangan.
2)
Mudah merasa menderita.
3)
Tapi sebaliknya.
4)
Orang melihat nikmat sudah dimiliki.
5)
Mudah merasa bahagia.
Contoh:
Orang 1.
1)
Punyai rumah sederhana.
2)
Tapi selalu bandingkan dengan rumah
tetangganya.
3)
Akhirnya merasa miskin.
Orang 2.
1)
Punya rumah sederhana.
2)
Tapi selalu bersyukur
3)
Punya tempat berteduh bersama
keluarga.
4)
Hatinya tenteram.
a.
Rumahnya mungkin sama.
b.
Tapi beda cara memandang
2.
Ketenangan hati bukan hanya karena
kekayaan
QS. Ar-Ra'd (13:28)
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ
قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(Yaitu) orang-orang
yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.
Catatan.
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ
الْقُلُوبُ
"Ingatlah, hanya dengan mengingat
Allah hati menjadi tenteram."
1)
Kekayaan bisa beli tempat tidur mahal.
2)
Tapi belum tentu tenang pikiran.
3)
Orang kaya belum tentu bahagia.
4)
Orang sederhana juga belum tentu
sengsara.
5)
Ketenangan hati tumbuh
Saat manusia
a.
Hubungan baik dengan Allah.
b.
Menerima kenyataan.
c.
Menjalani hidup dengan benar.
3.
Jangan selalu melihat orang yang lebih
tinggi
QS. Thaha (20:131)
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا
مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
Dan jangan kamu tujukan dua matamu kepada apa yang telah
Kami berikan kepada golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk
Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu lebih baik dan lebih kekal.
Inti pesannya
1)
Jangan terpukau senang dunia.
2)
Yang diberikan pada sebagian orang.
Penjelasan:
1)
Jika selalu melihat orang yang
a.
Lebih kaya.
b.
Lebih cantik.
c.
Lebih terkenal.
d.
Lebih sukses.
2)
Maka merasa selalu kekurangan.
a.
Coba melihat orang hidup lebih sulit.
b.
Agar kita mudah bersyukur.
C.
Bagaimana logika ilmu pengetahuan
menjelaskan?
1)
Dalam psikologi
2)
Dikenal konsep social comparison
3)
Perbandingan sosial.
Artinya.
1)
Manusia sering menilai bahagia dirinya.
2)
Bandingkan hidup orang lain.
Contoh
1)
Punya sepeda motor.
Tapi ingin mobil.
2)
Punya rumah.
Tapi ingin rumah lebih besar.
3)
Punya penghasilan cukup.
Tapi ingin penghasilan orang kaya.
Akibatnya.
1)
Keinginan terus bertambah
2)
Tapi rasa puas makin berkurang.
Sebaliknya.
1)
Orang hargai apa yang dimiliki
2)
Mudah puas dan bersyukur.
Kesimpulan.
1)
Bahagia dipengaruhi cara berpikir.
2)
Tak hanya keadaan ekonomi.
Contoh
1.
Rumah sederhana
1)
Sudut pandang 1.
Mengapa rumah saya kecil?
2)
Sudut pandang 2:
Alhamdulillah, saya punya rumah untuk berteduh.
2.
Usia makin tua
1)
Sudut pandang 1.
Umur bertambah, tenaga berkurang.
2)
Sudut pandang 2.
Alhamdulillah, masih diberi umur, kesehatan, dan kesempatan ibadah.
3.
Makanan sederhana
1)
Sudut pandang 1.
Bosan makan sederhana.
2)
Sudut pandang 2.
Alhamdulillah, masih bisa makan
bersama keluarga.
4.
Masa pensiun
1)
Sudut pandang 1.
Sudah pensiun, tidak produktif lagi.
2)
Sudut pandang 2.
Masih bisa belajar, berbagi ilmu, mengajar, dan bermanfaat bagi orang
lain.
D.
Apakah orang miskin harus menerima
kemiskinan?
Tidak demikian!
Ini penting dipahami.
1)
Islam ajarkan syukur.
a.
Tapi bukan dilarang berusaha .
b.
Perbaiki kehidupannya.
Misalnya:
1)
Orang miskin
Tetap berusaha cari rezeki.
2)
Orang sakit
Tetap harus berobat.
3)
Orang tidak berpendidikan.
Tetap harus belajar.
4)
Orang dizalimi
Tetap berjuang keadilan.
Syukur
1)
Bukan alasan berhenti berusaha.
2)
Cara menjaga hati
3)
Selama kita berusaha.
Kesimpulan:
Rahasia bahagi
Ada 3 hal perlu dilatih:
1)
Kurangi bandingkan kekayaan orang
lain.
2)
Hargai nikmat dimiliki, sekecil apa
pun.
3)
Tetap berusaha perbaiki kehidupan,
tanpa hilang rasa syukur.
Pelajaran penting:
1)
Orang selalu melihat ke atas
Mudah merasa kekurangan.
2)
Orang sesekali melihat ke bawah
Belajar bersyukur.
3)
Orang melihat ke depan
Harapan perbaiki kehidupan.
Kalimat penutup:
Bahagia
1)
Bukan semua keinginan terpenuhi.
2)
Tapi kita mampu
a.
Menikmati yang ada.
b.
Terima kenyataan tak bisa diubah.
c.
Berusaha perbaiki yang bisa diubah.
1)
Itulah indahnya
a.
Gabungkan petunjuk Al-Qur'an
b.
Logika kehidupan.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT

0 comments:
Post a Comment