APAKAH NABI MUHAMMAD INGIN BUNUH DIRI
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Apakah Nabi Muhammad
Pernah ingin bunuh diri?
Jawaban.
1)
Ada hadis cerita Nabi Muhammad.
2)
Sedih dan tertekan sangat berat.
3)
Tapi Al-Qur'an tak sebut
4)
Nabi Muhammad ingin bunuh diri.
Penjelasan.
A.
Apa yang disebut Al-Qur'an?
1)
Al-Qur'an gambarkan.
2)
Nabi Muhammad pernah sedih
3)
Dalam tekanan berat.
QS. Al-Kahf (18:6)
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ
آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ
Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena
bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada
keterangan ini (Al-Quran).
Catatan.
1)
“Boleh jadi kamu (Muhammad) akan
membinasakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya
mereka tidak beriman kepada keterangan ini.”
2)
Artinya
a.
Nabi sangat sedih
b.
Karena orang-orang yang didakwahi
menolak kebenaran.
c.
Tapi ayat ini
d.
Tak sebut Nabi ingin bunuh diri.
QS. Asy-Syu'ara (26:3)
لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلَّا
يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ
Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena
mereka tidak beriman.
Catatan.
1)
“Boleh jadi engkau (Muhammad) akan
membinasakan dirimu karena mereka tidak beriman.”
2)
Kata لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ
(la'allaka bâkhi'un nafsaka)
3)
Artinya, “barangkali engkau akan
mencelakakan/membinasakan dirimu karena kesedihan.”
4)
Ini ungkapan
5)
Betapa dalam sedihnya Nabi.
6)
Bukan pernyataan
7)
Nabi mencoba bunuh diri.
B.
Bagaimana cerita hadis
Nabi ingin menjatuhkan diri dari
gunung?
Jawaban.
1)
Ada riwayat Sahih Bukhari.
a.
Tentang awal turunnya wahyu.
b.
Dalam riwayat itu.
c.
Nabi sedih sangat berat.
d.
Ketika wahyu sempat terhenti
2)
Dalam riwayat itu.
a.
Nabi Muhammad pergi ke gunung.
b.
Ada ungkapan
c.
Nabi ingin menjatuhkan diri.
Tapi bagian itu.
a.
Diperselisihkan para ulama.
b.
Soal absah riwayatnya.
c.
Tak boleh disimpulkan.
d.
Sebagai fakta pasti
e.
Nabi mencoba bunuh diri.
Perlu dibedakan:
1)
Dalam Al-Qur'an:
a.
Nabi sedih sangat berat.
b.
Tak sebut Nabi ingin bunuh diri.
2)
Riwayat hadis:
a.
Ada riwayat hadis,
b.
Nabi ingin jatuhkan diri.
c.
Tapi bagian itu.
d.
Punya bahasan sanad
e.
Tak tepat untuk simpulkan.
f. Nabi Muhammad pernah coba bunuh diri.
C.
Logikanya bagaimana?
1)
Secara logika.
a.
Orang sangat sedih.
b.
Belum tentu ingin bunuh diri.
Contoh:
1)
Guru sangat sedih melihat muridnya
gagal
Tak berarti ingin bunuh diri.
2)
Orang tua sangat sedih melihat anaknya
durhaka
a.
Tak berarti ingin mati.
3)
Pemimpin sangat kecewa karena
masyarakatnya menolak nasihat
a.
Tak berarti ingin akhiri hidup.
4)
Nabi sangat sedih melihat manusia
menolak petunjuk
a.
Al-Qur'an gambarkan kesedihan itu
b.
Dengan ungkapan sangat kuat.
Jadi “sangat sedih” ≠ “ingin bunuh
diri.”
Kesimpulan
1)
Tidak tepat disebut:
“Al-Qur'an ajarkan Nabi Muhammad ﷺ
pernah ingin bunuh diri.”
Yang benar:
1)
Al-Qur'an tunjukkan.
2)
Nabi Muhammad ﷺ pernah mengalami kesedihan dan
tekanan yang sangat berat karena penolakan kaumnya.
D.
Mengapa Nabi Muhammad ﷺ bersedih?
1)
Pada awal turunnya wahyu.
a.
Wahyu berhenti sementara.
b.
Nabi sangat khawatir dan sedih.
2)
Allah turunkan:
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ
“Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan
tidak pula membencimu.”
QS. Ad-Duha 93:3
3)
Al-Qur'an justru menghibur Nabi
4)
Saat Nabi bersedih.
Logika
1)
Bayangkan
2)
Orang dapat tugas sangat berat dari
Allah.
3)
Wahyu yang jadi pedoman tugas itu.
4)
Tiba-tiba berhenti.
Dia bisa berpikir:
1)
“Apakah aku ditinggalkan Allah?”
2)
“Apakah aku gagal?”
3)
“Apakah wahyu akan datang lagi?”
4)
“Apa yang harus kulakukan?”
a.
Kesedihan seperti itu.
b.
Tak otomatis lemah imannya.
c.
Allah memberi penguatan:
“Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu.”
(Ad-Duha: 3)
Kesimpulan
1)
Al-Qur'an:
Tak ada ayat sebut Nabi Muhammad ﷺ ingin bunuh diri.
2)
Hadis:
a.
Ada riwayat
b.
Nabi sedih sangat berat
c.
Saat terhentinya wahyu.
d.
Termasuk riwayat ingin jatuhkan diri
dari gunung.
3)
Makna utamanya:
a.
Nabi sedih manusiawi sangat berat.
b.
Allah menghibur dan meneguhkan Nabi.
E.
Al-Qur'an melarang bunuh diri
QS. An-Nisa' 4:29.
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ
اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan jangan kamu membunuh dirimu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”
Maknanya
1)
“Jangan membunuh dirimu”
2)
Manusia dilarang sengaja hilangkan
nyawanya sendiri.
Mengapa?
Karena:
1)
Nyawa amanah dari Allah.
2)
Hidup manusia punya nilai dan tujuan.
3)
Kesulitan tak berarti Allah
meninggalkan manusia.
4)
Allah menutup larangan itu dengan kalimat
“Allah Maha Penyayang kepadamu”
5)
Larangan bukan menyiksa manusia.
6)
Tapi melindungi manusia.
1)
QS. An-Nisa' 4:29
Larangan umum
Manusia dilarang bunuh diri.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.



