APA ARTINYA SAHAM GORENGAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi,
MM
Istilah “saham digoreng”.
Dalam dunia pasar modal.
Berarti harga saham
1)
Sengaja dinaik-turunkan tidak wajar
2)
Oleh pihak tertentu.
3)
Biasanya disebut bandar atau gorengan.
4)
Tak sebab kinerja Perusahaan.
5)
Yang sebenarnya.
6)
Tapi permainan spekulasi.
7)
Untuk cari untung jangka pendek.
A.
“Menggoreng saham”.
1)
Memanipulasi harga saham.
2)
Pelaku membeli saham dalam jumlah
besar.
3)
Agar harga naik.
4)
Disebut markup.
5)
Lalu menjualnya lagi.
6)
Saat banyak orang ikut membeli.
7)
Disebut take profit.
B.
Tujuan utama:
1)
Menarik minat investor ritel.
2)
Agar ikut membeli.
3)
Sehingga harga makin tinggi.
4)
Lalu bandar menjual sahamnya.
5)
Meninggalkan investor kecil menanggung
kerugian.
C.
Ciri-ciri saham gorengan:
1)
Pergerakan harga sangat cepat dan
ekstrem.
2)
Naik-turun tajam.
3)
Tanpa alasan fundamental.
4)
Volume transaksi tiba-tiba melonjak
tinggi.
5)
Perusahaan tak punya kinerja bagus.
6)
Tapi harga saham naik gila-gilaan.
7)
Terkadang banyak rumor atau “bisikan”
di grup atau media sosial.
D.
Analogi mudah:
1)
Seperti menggoreng kerupuk.
2)
Tampak besar karena udara.
3)
Tapi isinya kosong.
4)
Begitu juga saham gorengan:
5)
Harganya tampak tinggi.
6)
Tapi nilainya tak sepadan kinerja
perusahaan.
E.
Ciri-ciri Saham Gorengan
1)
Pergerakan harga tidak wajar
a.
Harga bisa naik 20–30% dalam sehari
tanpa berita positif atau laporan keuangan yang kuat.
b.
Lalu bisa anjlok tajam keesokan
harinya.
2)
Volume transaksi tiba-tiba melonjak
a.
Tiba-tiba banyak transaksi padahal
sebelumnya sepi.
b.
Biasanya itu tanda bandar sedang
“menggoreng” saham agar terlihat menarik.
3)
Fundamental perusahaan lemah
a.
Laba tidak stabil, utang besar, atau
bahkan merugi.
b.
Tapi harga sahamnya naik tinggi tanpa
alasan logis.
4)
Banyak rumor dan “bisikan”
a.
Biasanya tersebar lewat grup media
sosial, forum, atau influencer yang bilang “saham ini bakal to the moon”.
b.
Padahal mereka sering sudah punya
sahamnya duluan.
5)
Likuiditas rendah
a.
Artinya, saham sulit dibeli atau
dijual dalam jumlah besar.
b.
Jika kamu ingin jual saat harga jatuh,
sering tidak ada pembeli.
F.
Cara Menghindari Saham Gorengan
1.
Pelajari fundamental Perusahaan
a.
Cek laporan keuangan, laba bersih,
aset, dan utangnya di situs resmi BEI (idx.co.id).
b.
Fokus pada perusahaan dengan bisnis
nyata dan stabil.
2.
Lihat histori harga dan volume
o Kalau pergerakannya ekstrem dalam waktu singkat, waspada.
3.
Jangan ikut-ikutan rumor atau grup
saham
a.
Banyak grup hanya untungkan admin atau
“bandar kecil”.
b.
Gunakan logika dan data, bukan emosi.
4.
Gunakan strategi investasi jangka Panjang
a.
Saham berkualitas seperti saham blue
chip (misal: BBRI, TLKM, UNVR, BBCA) biasanya tidak digoreng.
b.
Karena likuid dan fundamental kuat.
5.
Waspada saham berharga sangat murah
(saham receh)
a)
Banyak saham di bawah Rp100–300 per
lembar rentan digoreng.
b) Karena modal kecil bisa menggerakkan harga.
Kalimat mudahnya:
1)
Kalau harga saham naik.
2)
Bukan karena kinerja.
3)
Tapi karena omongan.
4)
Tanda gorengan.
✅ CARA MENGHINDARI
1.
Cek fundamental perusahaan
a.
Lihat laba bersih, utang, dan laporan
keuangan di idx.co.id.
b.
Pilih perusahaan dengan bisnis nyata
dan stabil.
2.
Hindari saham yang naik ekstrem
a.
Jika naik 20–30% tanpa kabar jelas.
b.
Waspada gorengan.
3.
Pilih saham Blue Chip
a.
Contoh: BBRI, BBCA, TLKM, UNVR, ASII.
b.
Aman, likuid, dan jarang dimanipulasi.
4.
Jangan percaya bisikan grup
a)
Grup “kode saham rahasia” sering hanya
menguntungkan bandar.
5.
Fokus jangka Panjang
a)
Investasi karena nilai perusahaan.
b) Bukan karena “harga lagi naik”.
6.
Gunakan sekuritas resmi OJK
a.
Contoh: Mandiri Sekuritas, IPOT, BCA
Sekuritas, Mirae, Ajaib, Bibit, Stockbit.
PRINSIP BIJAK INVESTOR
1)
Beli perusahaan.
2)
Bukan kode saham.
3)
Kalau harga naik.
4)
Tanpa alasan.
5)
Maka bukan peluang.
6)
Tapi jebakan.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.




.jpg)


