Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label HORMATI ULAMA TAK KULTUS INDIVIDU. Show all posts
Showing posts with label HORMATI ULAMA TAK KULTUS INDIVIDU. Show all posts

Friday, September 4, 2026

60113. HORMATI ULAMA TAPI TAK KULTUS INDIVIDU

 


MENGHORMATI ULAMA TAPI TAK KULTUS INDIVIDU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Perbedaan

 

1)        Menghormati ulama

2)        Kultus individu

 

Dalam Islam.

 

1)        Ulama dihormati

Karena ilmu dan takwanya.

 

2)        Tapi tak boleh dianggap selalu benar.

Sebab ulama juga manusia.

 

A.       Artinya ULAMA

 

1)        Ulama (العلماء)

 

2)        Bentuk jamak dari ‘alim (عالِم).

 

3)        Berarti “orang yang berilmu”.

 

Dalam Islam.

Ulama

 

1)        Orang punya ilmu agama mendalam.

 

a.        Orang memahami ajaran lslam.

b.        Dan mengamalkan ajaran Islam.

 

2)        Terutama Al-Qur'an dan Sunah.

 

Secara sederhana:

 

1)        ‘Alim = 1 orang berilmu.

2)        Ulama = banyak orang berilmu.

 

3)        Ilmu = pengetahuan.

4)        Ulama bukan orang selalu benar.

 

5)        Ulama tetap manusia

6)        Bisa berbuat salah.

 

QS. Fatir (35:28)

 

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

 

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang melata dan binatang ternak ada yang bermacam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanya ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

 

Catatan.

 

1)        “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-Nya hanya ulama.”

Ukuran mulia ulama.

 

1)        Tak hanya banyak ilmunya.

 

2)        Tapi juga

 

a.        Takwa

b.        Amalan ilmunya.

 

Rumusnya:

 

1)        Ulama = ilmu + pemahaman + takwa + pengamalan.

 

Penjelasan.

 

A.       Menghormati ulama

 

Menghormati ulama

Berarti:

 

1)        Hargai ilmunya;

2)        Dengar nasihatnya;

 

3)        Sopan saat beda pendapat;

4)        Ambil ilmu sesuai Al-Qur'an dan Sunah;

 

5)        Tetap pakai akal dan pertimbangan;

6)        Berani bertanya, jika tidak jelas.

 

QS. Al-Mujadilah (58:11)

Surat Al-Mujadilah Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ 

 

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkan niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Catatan.

 

1)        “Allah meninggikan orang beriman dan orang diberi ilmu beberapa derajat.”

 

2)        Jadi, ilmu memang layak dihormati.

 

B.       Artinya Kultus individu

 

Kultus individu

 

1)        Penghormatan berubah jadi pengagungan berlebihan

 

2)        Pada seseorang.

 

Misalnya:

 

1)        Anggap ucapan ulama pasti benar;

2)        Tak boleh kritik

3)        Tak boleh bertanya;

 

4)        Pendapat ulama dianggap sama dengan wahyu;

 

5)        Membela ulama, meskipun jelas salah;

 

 

6)        Mengikuti orang, meskipun melawan Al-Qur'an;

 

7)        Anggap kelompok selalu benar

8)        Anggap tokohnya selalu benar

 

9)        Kelompok lain selalu salah.

 

Hal itu melawan prinsip Al-Qur'an.

1)        Mengikuti kebenaran.

2)        Tak sekadar ikuti manusia.

 

QS. Az-Zumar (39:17–18)

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَىٰ ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ

 

17. Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikan berita pada hamba-hamba-Ku, 

 

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ

 

18. yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itu orang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itu orang yang punya akal.

Catatan.

 

1)        “Maka beri kabar gembira kepada hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang paling baik di antaranya.”

 

2)        Ayat ini menarik:

 

a.        Mendengar berbagai pendapat.

b.        Mengikuti yang terbaik.

c.        Tak otomatis ikuti orang.

 

 

Logikanya

 

1.        Bayangkan dokter.

1)        Kita hormati dokter.

2)        Karena ilmunya.

 

3)        Jika dokter katakan yang keliru.

4)        Maka boleh cari pendapat dokter lain.

 

2.        Begitu juga ulama.

 

1)        Ulama ≠ nabi.

2)        Ulama bukan Nabi.

 

3)        Nabi

Menerima wahyu.

 

4)        Ulama

a.        Manusia pelajari wahyu

b.        Berusaha memahami.

 

5)        Manusia bisa salah.

6)        Pendapat ulama juga bisa salah.

 

 Tanda hormat sehat

 

Prinsipnya:

 

1)        Hormati orangnya → periksa ilmunya → nilai argumentasi → ikuti yang benar.

 

Bukan:

1)        Hormati orangnya → semua ucapan  pasti benar → tidak boleh dikritik.

 

Al-Qur'an kritik ikuti tokoh secara buta

 

QS. At-Taubah 9:31

 

1)        Sebut orang jadikan ahli agama mereka

2)        Sebagai “arbab” selain Allah.

 

3)        Dalam konteks ayat.

4)        Tak sekadar hormati ulama.

 

5)        Tapi taat agama.

6)        Jadi hak Allah.

 

Garis batas:

 

1)        Menghormati ulama = baik.

 

2)        Belajar pada ulama = baik.

 

3)        Mengikuti ulama dalam kebenaran = baik.

 

4)        Anggap ulama tiak mungkin salah = keliru.

 

5)        Mengikuti ulama jelas melawan  kebenaran = berbahaya.

 

 

Rumus mudah diingat

 

1)        “Hormati ulama.

2)        Jangan sembah pendapat ulama.”

 

Atau lebih tepat:

 

1)        “Ulama dihormati karena ilmunya;

2)        Kebenaran diikuti karena dalilnya.”

 

Sikap tawaduk, tapi kritis.

 

1)        Tak merendahkan ulama.

2)        Tak jadikan manusia

Jadi  pengganti wahyu.

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.

 

Top of Form

 

Bottom of Form