KENAPA TEKNOLOGI UMAT ISLAM TAK MAJU
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Kenapa teknologi umat lslam tak maju?
Jawaban.
1)
Al-Qur’an tak sebut
2)
Umat Islam pasti maju dalam teknologi .
3)
Hanya karena beragama Islam.
Al-Qur’an beri prinsip:
1)
Manusia harus berilmu, berpikir,
bekerja, meneliti, dan ambil pelajaran dari alam.
2)
Jika prinsip ditinggalkan, maka umat
bisa tertinggal.
Kenapa teknologi umat lslam tak maju?
Jawaban.
1)
Ilmu adalah kunci kemajuan
2)
Al-Qur’an dorong manusia amati alam
3)
Umat bisa mundur, jika ilmu tak
dikejar
4)
Al-Qur’an tidak ajarkan malas
5)
Kesalahan besar: ganggap agama dan
ilmu bertentangan
6)
Mengapa sekarang banyak teknologi
dibuat negara non-Muslim?
7)
Al-Qur’an ingatkan jangan ikut-ikutan
8)
Banyak umat Islam konsumen teknologi
9)
Contoh paling sederhana: smartphone
Penjelasan.
A.
Ilmu kunci kemajuan
1)
QS. Al-Mujadilah 58:11)
“Allah angkat orang beriman dan orang
yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Artinya.
1)
Iman dan ilmu harus berjalan bersama .
Logikanya:
1)
Orang berdoa, api tak belajar
teknologi.
2)
Tak otomatis bisa buat komputer,
pesawat, robot, obat, atau satelit.
Contoh:
1)
Berdoa agar sehat
Perlu belajar kedokteran.
2)
Berdoa agar perjalanan aman
Perlu buat kendaraan yang baik.
3)
Berdoa agar komunikasi mudah
Perlu belajar listrik, gelombang, komputer, dan jaringan.
B.
Al-Qur’an dorong manusia amati alam
QS. Ali ‘Imran 3:190
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit
dan bumi... ada tanda bagi orang berpikir.”
1)
Ini dorongan
2)
Untuk amati dan berpikir.
Contohnya:
1)
Mengamati burung
Belajar prinsip penerbangan.
2)
Mengamati cahaya
Berkembang ilmu optik.
3)
Mengamati Bintang
Berkembang astronomi.
4)
Mengamati tubuh manusia
Berkembang kedokteran.
5)
Mengamati tumbuhan
Berkembang pertanian dan bioteknologi.
6)
Mengamati listrik dan magnet
Berkembang teknologi elektronika.
a.
Alam objek dapat dipelajari.
b.
Tak hanya dikagumi.
C.
Umat bisa mundur jika ilmu tak dikejar
QS. Az-Zumar (39:9)
“Katakan: Apakah sama orang tahu
dengan orang tidak tahu?”
Secara logika:
1)
Negara punya banyak ilmuwan, insinyur,
lab, universitas, industri, dan penelitian
2)
Kuat dalam teknologi.
Sebaliknya, jika:
1)
sekolah lemah,
2)
penelitian sedikit,
3)
membaca rendah,
4)
budaya bertanya dianggap buruk,
5)
teknologi hanya jadi barang konsumsi,
6)
ilmuwan kurang dihargai,
a.
Umat jadi pengguna teknologi.
b.
Bukan pencipta teknologi.
D.
Al-Qur’an tak ajarkan malas
QS. An-Najm (53:39)
“Dan bahwa manusia hanya dapat yang
telah diusahakannya.”
Prinsipnya
1)
Hasil butuh usaha.
2)
Membuat pesawat
Belajar aerodinamika dan teknik.
3)
Membuat mobil Listrik
Belajar baterai, motor listrik, elektronika dan pemrograman.
4)
Membuat satelit
Belajar fisika, matematika, komputer dan teknik.
a.
Tidak cukup berkata,
“Kita umat Islam, pasti bisa.”
b.
Harus ada usaha nyata.
E.
Kesalahan besar: anggap agama dan ilmu
bertentangan
Dalam sejarah Islam
Pernah muncul ilmuwan besar
1)
Al-Khwarizmi
Matematika dan algoritma.
2)
Ibnu Sina
Kedokteran.
3)
Al-Biruni
Astronomi, matematika, geografi.
4)
Ibnu al-Haytham
Optik dan metode penelitian.
5)
Al-Jazari
Mekanika dan mesin.
6)
Bukti tradisi keilmuan Islam
Pernah sangat kuat.
7)
Bukan Islam
Tak bisa melahirkan ilmuwan.
8)
Tapi semangat ilmu
Wajib terus dipelihara.
F.
Mengapa sekarang banyak teknologi
dibuat negara non-Muslim?
1)
Secara logika.
Harus dibedakan:
2)
agama orang ≠ kemampuan teknologi.
3)
Orang Jepang, Korea, Amerika, Eropa,
Cina, India, dan negara lain
Dapat maju.
Karena bangun:
1)
pendidikan,
2)
penelitian,
3)
industri,
4)
lab,
5)
investasi,
6)
disiplin,
7)
budaya baca,
8)
kompetisi,
9)
sistem dukung inovasi.
a.
Muslim rajin belajar fisika.
Dapat jadi ahli fisika.
b.
Non-Muslim rajin belajar fisika.
Dapat jadi ahli fisika.
1)
Hukum alam ini.
2)
Berlaku bagi semua manusia.
1)
Air mendidih ikuti hukum fisika.
Bukan agama orang yang memasak.
2)
Pesawat bisa terbang
Karena hukum aerodinamika.
Bukan agama pilotnya.
3)
Komputer bekerja
Karena matematika dan elektronika.
Bukan agama pengguna.
G.
Al-Qur’an ingatkan agar tak hanya
ikut-ikutan
QS. Al-Isra’ (17:36)
“Jangan kamu ikuti yang kamu tak punya
pengetahuan tentangnya.”
1)
Ini sangat penting
2)
Bagi perkembangan teknologi.
3)
Jangan katakan:
“Saya percaya karena katanya.”
4)
Tapi bertanya:
a.
“Apa buktinya?”
b.
“Bagaimana cara kerjanya?”
c.
“Apa datanya?”
d.
“Bisakah diuji?”
1)
Sikap seperti itu
2)
Dekat cara berpikir ilmiah.
H.
Banyak umat Islam jadi konsumen
teknologi
Contoh
Kita pakai:
1)
HP buatan industri luar negeri,
2)
komputer,
3)
internet,
4)
mesin kendaraan,
5)
pesawat,
6)
kamera,
7)
televisi,
8)
chip,
9)
satelit,
10) aplikasi.
Tapi pertanyaan penting:
1)
Berapa banyak dari teknologi
Kita ciptakan sendiri?
2)
Kalau hanya membeli.
Umat jadi konsumen.
3)
Jika mampu merancang, meneliti,
memproduksi, dan mengembangkan.
Umat jadi produsen.
I.
Contoh: smartphone (HP)
HP Smartphone
Terlihat kecil.
Tapi di dalamnya ada:
1)
matematika,
2)
fisika,
3)
kimia,
4)
elektronika,
5)
komputer,
6)
pemrograman,
7)
komunikasi,
8)
baterai,
9)
material science,
10) jaringan internet,
11) satelit.
Artinya.
1)
Dalam 1 HP
2)
Hasil kerja
Banyak pengetahuan manusia.
1)
Tak mungkin umat maju
Hanya dengan 1 ilmu.
2)
Perlu ilmu agama + ilmu umum +
keterampilan + penelitian + kerja keras.
J.
Islam tak suruh umat anti-teknologi
1)
Teknologi jadi alat untuk kebaikan.
Contoh:
1)
Internet
Dakwah dan pendidikan;
2)
AI
Bantu penelitian dan pembelajaran;
3)
Satelit
Tahu cuaca dan navigasi;
4)
teknologi Kesehatan
Selamatkan manusia;
2)
Kendaraan Listrik
Kurangi pakai bahan bakar;
3)
Teknologi pertanian
Tingkatkan produksi pangan.
a.
Teknologi adalah alat.
b.
Tentukan baik atau buruk
c.
Cara manusia menggunakan.
Kesimpulan
Menurut Al-Qur’an dan logika.
1)
Umat Islam tak akan maju.
2)
Hanya dengan identitas Islam.
Kemajuan butuh:
1)
iman → ilmu → berpikir → penelitian →
kerja keras → disiplin → teknologi → manfaat.
Umat mundur
Jika :
1)
bodoh + malas + anti-penelitian + puas
masa lalu + tak hargai ilmuwan + hanya jadi konsumen.
1)
Kalimat yang tepat
BUKAN:
“Umat Islam tertinggal karena Islam.”
Tapi:
2)
“Umat Islam dapat tertinggal
3)
Jika ajaran tentang ilmu, berpikir, bekerja,
dan ambil manfaat dari alam.
4)
Tak diwujudkan dalam hidup.”
Pelajaran penting:
1)
Tak salahkan agama
Tak salahkan orang lain lebih dahulu.
2)
Tapi
Periksa pendidikan, budaya ilmu, ekonomi, politik, kualitas Lembaga.
3)
Kemauan kita sendiri
4)
Untuk belajar.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.



