Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, June 6, 2022

13469. RAKYAT SENANG JIKA SAMPAI HALAMAN BOROBUDUR GRATIS

 

 



 

RAKYAT SENANG JIKA GRATIS SAMPAI HALAMAN BOROBUDUR

 

 

 

Harga Tiket Candi Borobudur Tahun 2075

 

Kategori 1: sampai anak tangga bawah Rp 50.000

 

Kategori 2: naik sampai bagian 1 Rp 750.000

 

Kategori 3: naik sampai bagian 2 Rp 7.500.000

 

Kategori 4: naik sampai bagian 3 Rp 75.000.000, dan wajib ganteng serta cantik.

 

Selamat datang di sistem 'kasta' baru!

 

Saat manusia dikasih tingkatan.

Sesuai duit yg mereka punya.

 

Kamu kasta rendah?

Sana, foto2 saja di bawah sana.

Kejam sekali, Kawan.

 

Padahal, yang bikin Borobudur siapa.

Yang mungut duit kok kamu?

Dengan alasan banyak banget.

 

Nah, jika kamu bilang Borobudur ini nanti ambruk.

Kamu tutup saja dari tingkat pertama.

 

Semua pengunjung cukup sampai di sana.

Adil.

 

Semua kena peraturan.

 Kalau adil, semua akan baik2 saja.

Selesai.

 

Berhentilah bersilat lidah.

Sok peduli kelestarian.

Tapi kamu pasang tiket mahal.

 

Kalau soal membatasi yg naik.

Waduh, itu lebih mudah lagi.

 

Mudaaah banget.

Bukan dgn kamu kasih tiket mahal.

Buanyak caranya.

 

Dari dulu, lokasi wisata di Indonesia itu selalu begini.

Ini bahkan belum ngomongin soal kebijakan lain.

 

Mulai wajib guide, sewa ini, sewa itu, dll.

 

Duh, Gusti, kamu2 itu pernah nggak sih ke tempat wisata di LN?

 

Sekali lagi, jika Borobudur ini kamu yg bangun, terserahlah.

 

TAPI kamu itu cuma disuruh merawat.

Dan digaji pula lewat negara, BUMN.

 

Kenapa sih kamu nggak bikin happy rakyat?

 

Kamu bebaskan tiket sampai halaman Borobudur.

Gratis.

 

Tutup sampai di sana.

Silahkan foto2.

Borobudurnya aman, rakyat senang.

 

Mulailah era baru.

Yaitu kalian mulai bikin senang rakyat.

 

Biaya perawatan?

 

Itu sih kecil.

Subsidi BBM, listrik bisa 400 trilyun.

 

Ngasih duit buat perawatan Borobudur kok susah.

 

Atau kamu kelola dgn baik itu halaman Borobudur.

 

Tanah2 sekitar candi.

Bisa jadi sumber dana.

 

Pantai2 di negara maju itu.

 

Cukup dari pajak dari restoran, hotel, dll.

Yg ada di pantai tsb.

Bisa makmur kok.

 

Pantainya gratis.

 

Kenapa nggak bisa begini coba?

 

Ayo direnungkan.

 

Mulailah era baru.

 

Era saat kamu benar2 memihak wong cilik.

 

Karena sungguh.

 

Borobudur itu bukan kamu yg bangun.

 

*Tere Liye

 

13468. SAAT DEKAT PEMILU MENGAKU BELA RAKYAT KECIL

 

 


 

SAAT DEKAT PEMILU MENGAKU BELA RAKYAT KECIL

 

 

 

SURAT CINTA UNTUK IBU MEGAWATI

Oleh: Tere Liye

 

 

Surat cinta untuk Ibu Megawati

 

Dear Ibu Megawati,

 

Saya dulu respek dengan PDIP.

Sangat.

 

Tahun 2004-2014.

Saat SBY jadi presiden.

Sungguh tak terbilang sy respeknya.

 

Saat menyaksikan Ibu.

Dan elit2 partai yang Ibu pimpin.

 

Sangat buas mengkritisi pemerintahan.

 

Wah, sy merasa punya teman seperjuangan.

 

Waktu itu, harga2 naik.

 

Misalnya, BBM naik.

Ibu dan elit PDIP.

 

Menangis terisak.

Menyuarakan protes.

 

Tapi apakah Ibu tidak melihat kondisi sekarang?

 

Lihatlah, premium sudah lama menghilang loh Bu.

 

Strategi jenius sekali.

Digantikan Pertalite.

Yang jelas lebih mahal.

 

Hanya soal waktu.

Pertalite juga akan naik.

 

Dulu, Ibu dan elit2 PDIP.

Nangis gara2 BBM naik ratusan perak.

 

Loh, sekarang Ibu dan elit PDIP kemana.

 

Saat harga2 naik?

 

Minyak goreng bahkan naik nyaris 2x loh Bu.

 

Dear Ibu Megawati,

 

Saya ingat pidato Ibu di Makassar tahun 2008.

 

 (sy menulis ini kebetulan lagi di Makassar).

 

"Banyak rakyat lapar.

 

Tingginya kemiskinan.

 

Padahal Indonesia punya  sumber daya alam, dstnya dstnya"

 

Kurang lebih begitu pidatonya.

 

Dan Ibu menangis saat bilang itu.

 

Bu, hari ini situasinya sami mawon.

 

Bedanya, utang Indonesia telah meroket.

Tambah 4.000 trilyun lebih.

 

Ini membingungkan loh Bu.

 

Bukankah Ibu dulu.

Juga buas sekali.

 

Mengaum mengkritisi pemerintahan SBY soal MABUK utang?

 

Dulu, utang nambah.

Hanya 50-100 trilyun per tahun.

 

Sudah dibilang mabuk utang.

 

Hari ini  nambah 1000 trilyun per tahun.

 

Baiklah, semoga surat ini sempat Ibu baca.

 

Sy rindu melihat Ibu dan elit2nya.

Menangis lagi lihat wong cilik.

 

Lihatlah, UMP/UMR mereka tidak boleh naik tinggi2.

 

Tapi harga naik berkali2.

 

Gimana mereka tdk semakin susah?

 

Sy rindu lihat Ibu berlinang air mata.

 

Membela wong cilik.

 

Ayolah, mari fokus dulu ke nasib wong cilik.

 

Sebelum sibuk dengan proyek2 ambisius.

 

Sy rindu melihat drama itu.

 

Karena semua drama2 di dunia ini.

Kalah dgn drama tangisan Ibu.

Dan elit2 PDIP.

 

Semoga di usia Ibu yang 75 tahun.

Ibu senantiasa sehat.

 

Tidak pelupa apalagi pikun.

 

Tetap bisa mengingat semua tangisan2 tersebut.

 

Dan terus membela wong cilik.

 

Salam cinta dari 270 juta rakyat Indonesia.

 

 Yang hari ini setiap orangnya 'menanggung' 25 juta rupiah utang Indonesia.

 

*Tere Liye, penulis novel JANJI

13467. SURAT CINTA UNTUK IBU MEGAWATI

 

 


 

SURAT CINTA UNTUK IBU MEGAWATI

Oleh: Tere Liye

 

 

Surat cinta untuk Ibu Megawati

 

Dear Ibu Megawati,

 

Saya dulu respek dengan PDIP.

Sangat.

 

Tahun 2004-2014.

Saat SBY jadi presiden.

Sungguh tak terbilang sy respeknya.

 

Saat menyaksikan Ibu.

Dan elit2 partai yang Ibu pimpin.

 

Sangat buas mengkritisi pemerintahan.

 

Wah, sy merasa punya teman seperjuangan.

 

Waktu itu, harga2 naik.

 

Misalnya, BBM naik.

Ibu dan elit PDIP.

 

Menangis terisak.

Menyuarakan protes.

 

Tapi apakah Ibu tidak melihat kondisi sekarang?

 

Lihatlah, premium sudah lama menghilang loh Bu.

 

Strategi jenius sekali.

Digantikan Pertalite.

Yang jelas lebih mahal.

 

Hanya soal waktu.

Pertalite juga akan naik.

 

Dulu, Ibu dan elit2 PDIP.

Nangis gara2 BBM naik ratusan perak.

 

Loh, sekarang Ibu dan elit PDIP kemana.

 

Saat harga2 naik?

 

Minyak goreng bahkan naik nyaris 2x loh Bu.

 

Dear Ibu Megawati,

 

Saya ingat pidato Ibu di Makassar tahun 2008.

 

 (sy menulis ini kebetulan lagi di Makassar).

 

"Banyak rakyat lapar.

 

Tingginya kemiskinan.

 

Padahal Indonesia punya  sumber daya alam, dstnya dstnya"

 

Kurang lebih begitu pidatonya.

 

Dan Ibu menangis saat bilang itu.

 

Bu, hari ini situasinya sami mawon.

 

Bedanya, utang Indonesia telah meroket.

Tambah 4.000 trilyun lebih.

 

Ini membingungkan loh Bu.

 

Bukankah Ibu dulu.

Juga buas sekali.

Mengaum mengkritisi pemerintahan SBY soal MABUK utang?

 

Dulu, utang nambah.

Hanya 50-100 trilyun per tahun.

 

 sudah dibilang mabuk utang.

 

Hari ini  nambah 1000 trilyun per tahun.

 

Baiklah, semoga surat ini sempat Ibu baca.

 

Sy rindu melihat Ibu dan elit2nya.

Menangis lagi lihat wong cilik.

 

Lihatlah, UMP/UMR mereka tidak boleh naik tinggi2.

 

Tapi harga naik berkali2.

 

Gimana mereka tdk semakin susah?

 

Sy rindu lihat Ibu berlinang air mata.

 

Membela wong cilik.

 

Ayolah, mari fokus dulu ke nasib wong cilik.

 

Sebelum sibuk dengan proyek2 ambisius.

 

Sy rindu melihat drama itu.

 

Karena semua drama2 di dunia ini.

Kalah dgn drama tangisan Ibu.

Dan elit2 PDIP.

 

Semoga di usia Ibu yang 75 tahun.

Ibu senantiasa sehat.

 

Tidak pelupa apalagi pikun.

 

Tetap bisa mengingat semua tangisan2 tersebut.

 

Dan terus membela wong cilik.

 

Salam cinta dari 270 juta rakyat Indonesia.

 

 Yang hari ini setiap orangnya 'menanggung' 25 juta rupiah utang Indonesia.

 

*Tere Liye, penulis novel JANJI

13465. PORTUGAL VS SWIS (4-0)