ATEIS BERTANYA QURAN MENJAWAB
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
A.
Arti ATEIS dan AGNOSTIK
Ateis
1)
Tak percaya bahwa Tuhan itu ada.
2)
Sederhananya:
“Saya tak percaya Tuhan ada.”
Ateis
1)
Menolak klaim bahwa Tuhan ada.
2)
Karena menurut mereka
a.
Tak ada alasan cukup
b.
Tak ada bukti yang cukup
c.
Untuk percaya.
d.
Adanya Tuhan
Agnostik
1)
Orang mengatakan,
“Saya tidak tahu, apakah Tuhan ada atau tidak.”
Sederhananya:
1)
“Saya belum tahu apakah Tuhan ada.
2)
Saya tak pastikan Tuhan ada.
3)
Tapi juga tak pastikan Tuhan tidak
ada.”
Agnostic
Tekankan pada tidak pastinya
pengetahuan.
Perbedaan paling mudah
1)
Ateis:
“Saya tak percaya Tuhan ada.”
2)
Agnostik:
“Saya tak tahu apakah Tuhan ada.”
3)
Orang beriman:
“Saya percaya Tuhan ada.”
a.
Ateis dan agnostic
b.
Tak selalu sama.
Orang bisa sebut dirinya “agnostik-ateis”
1)
Dia tak tahu pasti.
2)
Apakah Tuhan ada.
3)
Tapi secara pribadi
4)
Tak percaya pada Tuhan.
C.
“Ateis bertanya, Al-Qur’an menjawab”
Dialog dengan ateis.
Tak marah, tak menghina.
Pakai akal dan ayat Al-Qur’an.
1)
Ateis bertanya:
“Siapa yang menciptakan alam semesta?”
2)
Al-Qur’an menjawab:
“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu atau mereka yang menciptakan diri
mereka sendiri?”
QS. At-Tur 52:35
Bahasa sederhana
1)
Jika alam menciptakan dirinya sendiri
a.
Bagaimana mungkin
b.
Sesuatu menciptakan dirinya
c.
Sebelum dirinya ada?
2)
Kalau alam muncul tanpa sebab
a.
Kita perlu jelaskan
b.
Mengapa ada sesuatu.
c.
Bukan tidak ada apa-apa.
3)
Al-Qur’an arahkan
a.
Manusia pakai akal
b.
Pikirkan asal-usul keberadaan.
1.
Ateis bertanya:
“Jika Tuhan ada, siapa yang
menciptakan Tuhan?”
a.
Al-Qur’an jawab dengan konsep.
b.
Bahwa Allah bukan makhluk.
c.
“Allah tempat bergantung. Dia tidak
beranak dan tidak pula diperanakkan.”
QS. Al-Ikhlas 112:2–3
Logika sederhana:
1)
Makhluk butuh pencipta.
2)
Pencipta tak harus jadi makhluk.
3)
Jika tiap pencipta
4)
Harus diciptakan lagi.
5)
Lalu penciptanya
6)
Harus diciptakan lagi
7)
Tanpa akhir.
8)
Maka tak sampai penjelasan pertama.
9)
Tentang keberadaan.
2.
Ateis bertanya:
“Mengapa Tuhan tidak bisa dilihat?”
1)
Al-Qur’an menjawab:
“Dia tidak dapat dicapai oleh
penglihatan, sedangkan Dia dapat melihat segala penglihatan.”
QS. Al-An'am 6:103
1)
Tidak semua yang nyata.
2)
Harus bisa dilihat mata.
Contoh
1)
Udara
a.
Tak terlihat.
b.
Tapi ada;
2)
Gravitasi
a.
Tak terlihat.
b.
Tapi efeknya dapat diamati;
3)
Pikiran
a.
Tak terlihat
b.
Tapi kita tahu adanya.
c.
Melalui tindakan dan ucapan.
4)
Jadi “tidak terlihat”
Tidak otomatis berarti “tidak ada.”
3.
Ateis bertanya:
“Mengapa manusia harus percaya?”
Al-Qur’an menjawab.
1)
Quran tak suuruh manusia percaya buta.
2)
Berkali-kali Al-Qur’an ajak manusia
berpikir, memperhatikan, dan pakai akal.
Misalnya:
1)
“Maka apakah kamu tidak berpikir?”
2)
QS. Al-Baqarah 2:44
1)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit
dan bumi ... ada tanda bagi orang berpikir.”
2)
QS. Ali 'Imran 3:190
a.
Iman dalam Al-Qur’an.
Tak mematikan akal.
b.
Tapi pakai akal
Untuk cari kebenaran.
4.
Ateis bertanya:
“Mengapa ada kehidupan?”
Al-Qur’an menjawab:
1)
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan agar mereka ibadah pada-Ku.”
2)
QS. Adz-Dzariyat 51:56
3)
Artinya
a.
Hidup punya tujuan.
b.
Tak sekadar lahir → makan → bekerja →
tua → mati.
Manusia diberi kesempatan untuk:
1)
mengenal Tuhan → berbuat baik → tanggung
jawab → hadapi hidup akhirat.
5.
Ateis bertanya:
“Kalau Tuhan Maha Baik, mengapa ada penderitaan?”
Al-Qur’an menjawab.
1)
Dunia adalah ujian.
2)
Bukan surga.
“Kami akan menguji kamu dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.”
QS. Al-Baqarah 2:155
1)
Adanya penderitaan
2)
Tak otomatis bukti Tuhan tidak ada.
3)
Dalam konsep Al-Qur’an.
4)
Manusia diuji senang dan sulit.
6.
Ateis bertanya:
“Kalau manusia mati, selesai?”
Al-Qur’an menjawab:
1)
“Apakah manusia mengira bahwa Kami
tidak akan mengumpulkan tulang-belulangnya?”
QS. Al-Qiyamah 75:3
2)
“Bahkan Kami mampu menyusun kembali
jari-jemarinya dengan sempurna.”
QS. Al-Qiyamah 75:4
3)
Pesannya:
a.
Mati bukan akhir manusia.
b.
Ada kebangkitan dan tanggung jawab.
7.
Ateis bertanya:
“Mengapa manusia berbeda-beda?”
Al-Qur’an menjawab:
1)
“Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa
dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
QS. Al-Hujurat 49:13
2)
Perbedaan manusia
Bukan alasan saling membenci.
3)
Yang dinilai
Bukan suku, warna kulit, kekayaan, atau kelompok.
Tapi takwa dan amalnya.
8.
Ateis bertanya:
“Apakah orang Islam harus memaksa orang lain beriman?”
Quran menjawab : Tidak.
1)
Al-Qur’an jelas katakan:
“Tidak ada paksaan dalam agama.”
QS. Al-Baqarah 2:256
2)
“Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”
QS. Al-Kafirun 109:6
Cara hadapi ateis
1)
Tak benci.
2)
Tapi dialog tenang.
Akal sehat, dan akhlak baik.
Kesimpulan
1)
Ateis bertanya → jangan marah.
2)
Ateis meragukan → ajak berpikir.
3)
Ateis minta bukti → jelaskan dengan
akal dan ayat.
4)
Ateis beda pendapat → tetap berbuat
baik.
Kesimpulan.
Dakwah
1)
Tak sekadar buat orang berkata “Saya
Islam”.
a.
Tapi tunjukkan iman pada Allah.
b.
Bisa dibahas dengan akal, bukti, hati nurani, dan
kehidupan nyata.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.



