Wednesday, February 5, 2020

4415. PASUKAN QURAISY DAN MUSLIM BERHADAPAN


PASUKAN QURAISY DAN MUSLIM BERHADAPAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A.           Rasulullah berumur 55 tahun.
1.    Rasulullah mengadakan rapat militer.
1)    Komandan pasukan Muhajirin (Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Miqdad bin Amr) menyatakan siap membela Rasulullah untuk berperang melawan kaum Quraisy.
2)    Komandan pasukan Ansar, Saad bin Muadz (kepala suku Aus, Madinah) siap membela Rasulullah apa pun risikonya.
3)    Rasulullah gembira menyaksikan semangat para komandan perang.
4)    Rasulullah bersabda,”Majulah kalian dan terima kabar gembira, karena Allah telah menjanjikan kepadaku. Demi Allah, seolah-olah aku telah melihat tempat kematian mereka.”

2.    Rasulullah melakukan kegiatan mata-mata.
1)    Rasulullah dan Abu Bakar menyamar berputar-putar di sekitar pasukan Quraisy Mekah.
2)    Pada sore hari, Rasulullah mengirim mata-mata untuk mencari data pasukan Quraisy Mekah.
3)    Pasukan muslim menangkap 2 orang petugas pasukan Quraisy yang mengambil air minum di sumber mata air Badar.
4)    Rasululah memperkirakan jumlah pasukan Quraisy 900-1.000 orang, karena setiap hari menyembelih 9-10 ekor untuk konsumsi pasukan.

3.    Pasukan Rasulullah mengambil posisi strategis.
1)    Pada petang hari, pasukan Rasulullah tiba di dekat mata air Badar.
2)    Sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, apakah Allah memerintahkan berhenti di tempat ini, atau ini siasat dan strategi perang?”
3)    Rasulullah bersabda,”Ini adalah pendapatku dan strategi perang.”
4)    Hubab bin Mundhir berkata,”Sebaiknya, kita mendekat ke sumber air dan menimbun kolam-kolam yang terletak di belakang pasukan Quraisy.
5)    “Kita akan mengisi kolam di belakang kita dengan air minum sampai penuh. Hingga setelah perang, kita dapat minum, tetapi mereka tidak bisa.”
6)    Rasulullah bersabda,”Pendapatmu benar.”
7)    Rasulullah berkeliling arena yang akan dijadikan medan perang.
8)    Rasulullah bersabda sambil menuding,”Ini tempat kematiannya si Fulan, insya Allah dan ini tempat kamatiannya si Fulan besuk,  insya Allah.”
9)    Pada malam hari, Rasulullah banyak mengerjakan salat di dekat pohon yang tumbuh di sana.
10) Pasukan muslim beristirahat dengan harapan besuk paginya dapat melihat kabar gembira dari Allah.

4.    Pasukan kafir Quraisy masuk medan perang.
1)    Pada pagi hari, pasukan Quraisy bergerak dari tempat persembunyian di belakang gunung pasir menuju lembah Badar.
2)    Mata-mata Quraisy memperkirakan pasukan muslim berjumlah 300-an orang.
3)    Beberapa orang Quraisy yang mengambil air minum di mata air Badar, mati terbunuh.
4)    Yang tidak dibunuh adalah Hakim bin Hisyam, setelah itu dia masuk lslam dan selalu membela Rasulullah.

5.    Rasulullah menyiapkan pasukan.
1)    Rasulullah sedang meluruskan barisan pasukan muslim.
2)    Sawad bib Ghaziyah bergeser dari barisannya.
3)    Rasulullah memukul dengan anak panah untuk meluruskannya.
4)    Rasulullah bersabda,”Luruskan barisanmu, wahai Sawad.”
5)    Sawad bin Ghaziyah menjawab,”Ya Rasulullah, engkau telah membuatku sakit, maka beri kesempatan kepadaku untuk membalasnya.”
6)    Rasulullah menyingkap baju beliau pada bagian perut, sambil bersabda,”Jika begitu, balaslah.”
7)    Sawad bin Ghaziyah langsung memeluk perut Rasulullah.
8)    Rasulullah bersabda,”Ada apa kamu ini, wahai Sawad.”
9)    Sawad bin Ghaziyah menjawab,”Ya Rasulullah, telah lama aku ingin agar kulitku bersentuhan dengan kulit engkau, pada saat-saat terakhir aku hidup bersama engkau.”
10) Rasulullah lalu mendoakan Sawad bin Ghaziyah.
11) Ketika pasukan sudah saling berhadapan Rasulullah berdoa,”Ya Allah, ini kaum Quraisy datang dengan kecongkakan dan kesombongan memusuhi-Mu dan mendustakan Rasul-Mu.”
12) “Ya Allah, yang aku harapkan adalah pertolongan-Mu seperti yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, binasakan mereka pagi ini.”

6.    Pasukan muslim dan pasukan Quraisy saling mengintai.
1)    Rasulullah memerintahkan pasukan muslim jangan menyerang musuh terlebih dahulu, sebelum mendapat perintah dari Rasulullah.
2)    Rasulullah bersabda,”Jika kalian merasa musuh jumlahnya terlalu besar, maka kalian harus mendahului melepaskan anak panah kepada mereka.”
3)    “Pedang hanya digunakan ketika musuh sudah dekat.”
4)    Rasulullah dan Abu Bakar masuk ke dalam tenda.
5)    Saad bin Muadz (kepala suku Aus, Madinah) bertugas menjaga keamanan Rasulullah.
6)    Abu Jahal berkata,”Ya Allah, siapakah yang lebih Engkau cintai dan Engkau ridai, maka berilah kemenangan kepadaku pada hari ini.
7)    Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 19.

إِنْ تَسْتَفْتِحُوا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ ۖ وَإِنْ تَنْتَهُوا فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَعُودُوا نَعُدْ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ

    Jika kamu (orang-orang musyrik) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu; dan jika kamu berhenti; maka itu lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (pula); dan angkatan perangmu tidak akan pernah dapat menolak darimu sesuatu bahaya pun, biar pun jumlahnya banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.


Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment