PASUKAN
QURAISY DAN MUSLIM BERHADAPAN
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A.
Rasulullah berumur 55 tahun.
1. Rasulullah
mengadakan rapat militer.
1) Komandan
pasukan Muhajirin (Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Miqdad bin Amr) menyatakan
siap membela Rasulullah untuk berperang melawan kaum Quraisy.
2) Komandan
pasukan Ansar, Saad bin Muadz (kepala suku Aus, Madinah) siap membela Rasulullah
apa pun risikonya.
3) Rasulullah
gembira menyaksikan semangat para komandan perang.
4) Rasulullah
bersabda,”Majulah kalian dan terima kabar gembira, karena Allah telah
menjanjikan kepadaku. Demi Allah, seolah-olah aku telah melihat tempat kematian
mereka.”
2. Rasulullah
melakukan kegiatan mata-mata.
1) Rasulullah
dan Abu Bakar menyamar berputar-putar di sekitar pasukan Quraisy Mekah.
2) Pada sore
hari, Rasulullah mengirim mata-mata untuk mencari data pasukan Quraisy Mekah.
3) Pasukan
muslim menangkap 2 orang petugas pasukan Quraisy yang mengambil air minum di sumber
mata air Badar.
4) Rasululah
memperkirakan jumlah pasukan Quraisy 900-1.000 orang, karena setiap hari menyembelih
9-10 ekor untuk konsumsi pasukan.
3. Pasukan
Rasulullah mengambil posisi strategis.
1) Pada petang
hari, pasukan Rasulullah tiba di dekat mata air Badar.
2) Sahabat
bertanya,”Ya Rasulullah, apakah Allah memerintahkan berhenti di tempat ini, atau
ini siasat dan strategi perang?”
3) Rasulullah
bersabda,”Ini adalah pendapatku dan strategi perang.”
4) Hubab bin
Mundhir berkata,”Sebaiknya, kita mendekat ke sumber air dan menimbun kolam-kolam
yang terletak di belakang pasukan Quraisy.
5) “Kita
akan mengisi kolam di belakang kita dengan air minum sampai penuh. Hingga setelah
perang, kita dapat minum, tetapi mereka tidak bisa.”
6) Rasulullah
bersabda,”Pendapatmu benar.”
7) Rasulullah
berkeliling arena yang akan dijadikan medan perang.
8) Rasulullah
bersabda sambil menuding,”Ini tempat kematiannya si Fulan, insya Allah dan ini
tempat kamatiannya si Fulan besuk, insya
Allah.”
9) Pada malam
hari, Rasulullah banyak mengerjakan salat di dekat pohon yang tumbuh di sana.
10) Pasukan
muslim beristirahat dengan harapan besuk paginya dapat melihat kabar gembira
dari Allah.
4. Pasukan
kafir Quraisy masuk medan perang.
1) Pada pagi
hari, pasukan Quraisy bergerak dari tempat persembunyian di belakang gunung
pasir menuju lembah Badar.
2) Mata-mata
Quraisy memperkirakan pasukan muslim berjumlah 300-an orang.
3) Beberapa
orang Quraisy yang mengambil air minum di mata air Badar, mati terbunuh.
4) Yang tidak
dibunuh adalah Hakim bin Hisyam, setelah itu dia masuk lslam dan selalu membela
Rasulullah.
5. Rasulullah
menyiapkan pasukan.
1) Rasulullah
sedang meluruskan barisan pasukan muslim.
2) Sawad
bib Ghaziyah bergeser dari barisannya.
3) Rasulullah
memukul dengan anak panah untuk meluruskannya.
4) Rasulullah
bersabda,”Luruskan barisanmu, wahai Sawad.”
5) Sawad bin
Ghaziyah menjawab,”Ya Rasulullah, engkau telah membuatku sakit, maka beri kesempatan
kepadaku untuk membalasnya.”
6) Rasulullah
menyingkap baju beliau pada bagian perut, sambil bersabda,”Jika begitu,
balaslah.”
7) Sawad bin
Ghaziyah langsung memeluk perut Rasulullah.
8) Rasulullah
bersabda,”Ada apa kamu ini, wahai Sawad.”
9) Sawad bin
Ghaziyah menjawab,”Ya Rasulullah, telah lama aku ingin agar kulitku bersentuhan
dengan kulit engkau, pada saat-saat terakhir aku hidup bersama engkau.”
10) Rasulullah
lalu mendoakan Sawad bin Ghaziyah.
11) Ketika
pasukan sudah saling berhadapan Rasulullah berdoa,”Ya Allah, ini kaum Quraisy datang
dengan kecongkakan dan kesombongan memusuhi-Mu dan mendustakan Rasul-Mu.”
12) “Ya Allah,
yang aku harapkan adalah pertolongan-Mu seperti yang telah Engkau janjikan
kepadaku. Ya Allah, binasakan mereka pagi ini.”
6. Pasukan
muslim dan pasukan Quraisy saling mengintai.
1) Rasulullah
memerintahkan pasukan muslim jangan menyerang musuh terlebih dahulu, sebelum
mendapat perintah dari Rasulullah.
2) Rasulullah
bersabda,”Jika kalian merasa musuh jumlahnya terlalu besar, maka kalian harus
mendahului melepaskan anak panah kepada mereka.”
3) “Pedang
hanya digunakan ketika musuh sudah dekat.”
4) Rasulullah
dan Abu Bakar masuk ke dalam tenda.
5) Saad bin
Muadz (kepala suku Aus, Madinah) bertugas menjaga keamanan Rasulullah.
6) Abu Jahal
berkata,”Ya Allah, siapakah yang lebih Engkau cintai dan Engkau ridai, maka
berilah kemenangan kepadaku pada hari ini.
7) Al-Quran
surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 19.
إِنْ تَسْتَفْتِحُوا
فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ ۖ وَإِنْ تَنْتَهُوا فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَعُودُوا
نَعُدْ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللَّهَ
مَعَ الْمُؤْمِنِينَ
Jika
kamu (orang-orang musyrik) mencari keputusan, maka telah datang keputusan
kepadamu; dan jika kamu berhenti; maka itu lebih baik bagimu; dan jika kamu
kembali, niscaya Kami kembali (pula); dan angkatan perangmu tidak akan pernah
dapat menolak darimu sesuatu bahaya pun, biar pun jumlahnya banyak dan
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.
Daftar
Pustaka
1. Syaikh
Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta.
2006.
2. Ghani,
Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3. Ghani,
Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4. Al-Quran
Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5. Tafsirq.com
online.
0 comments:
Post a Comment