BODOH MISKIN POLITIK UANG LINGKATAN SETAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
A.
Memutus Lingkaran Setan:
Bodoh → Miskin → Politik Uang →
Pemimpin Tak Layak
Bagaimana cara memutus lingkaran setan
1)
Bodoh.
2)
Miskin
3)
Politik uang
4)
Pemimpin tak layak?
Jawaban.
1)
Tak cukup diatasi
a.
Menyuruh warga memilih pemimpin yang
baik.
2)
Tapi dengan cara
a.
Pendidikan diperbaiki.
b.
Kemiskinan dikurangi.
c.
Politik uang ditolak.
d.
Pemimpin diawasi.
3)
Semua saling terkait.
Al-Qur'an ajarkan prinsip.
Perbaiki keadaan itu.
B.
Bagaimana lingkaran setan itu terjadi?
Jawaban.
1)
Pendidikan rendah
2)
Mudah jadi miskin
3)
Tergoda politik uang
4)
Pemimpin korup tidak kompeten
5)
Masyarakat makin kesulitan
6)
Penjelasan.
1.
Pendidikan rendah
1)
Kurang pengetahuan.
2)
Sulit membedakan
a.
Janji.
b.
Kenyataan.
2.
Mudah jatuh miskin
1)
Keterampilan dan kesempatan kerja
terbatas.
2)
Sebab pendidikan rendah.
3.
Tergoda politik uang
a.
Uang Rp100.000 lebih mendesak
b.
Daripada janji 5 tahun.
4.
Pemimpin korupsi tidak kompeten
a.
Kebijakan buruk.
b.
Pelayanan lemah.
c.
Uang rakyat terbuang.
5.
Masyarakat makin kesulitan
1)
Pendidikan tak berkembang
2)
Ekonomi mandek.
3)
Lingkaran berulang.
Gambaran risiko
1)
Tak semua orang miskin kurang cerdas.
2)
Tak semua pemimpin buruk.
Contoh.
1)
Orang sulit beli beras.
2)
Calon pemimpin memberi uang.
3)
Dia merasa terbantu
4)
Memilih calon itu.
Setelah terpilih.
1)
Pemimpin tak mampu kelola
pemerintahan.
2)
Lapangan kerja tidak bertambah.
3)
Pelayanan kesehatan buruk.
4)
Bantuan tak tepat sasaran.
Selama 5 tahun kemudian.
Rakyat kesulitan.
1)
Uang diterima hari ini.
2)
Terasa menguntungkan.
3)
Tapi kerugian
4)
Akibat pemerintah buruk.
5)
Ditanggung rakyat
6)
Selama bertahun-tahun.
C.
Apa ajaran Al-Qur'an untuk memutus
lingkaran itu?
Jawaban.
1)
Perbaiki pendidikan dan cara berpikir
2)
Mengurangi kemiskinan dengan
memberdayakan masyarakat
3)
Menolak suap dan politik uang
4)
Memilih pemimpin yang mampu dan dapat
dipercaya
5)
Mengawasi pemimpin setelah terpilih
Penjelasan.
1.
Perbaiki pendidikan dan cara berpikir
1)
Surah Az-Zumar 9.
2)
Apakah sama orang yang tahu dengan
orang tidak tahu.
Logika
1)
Orang punya ilmu.
2)
Mampu menilai
a.
Rekam jejak.
b.
Program.
c.
Anggaran.
d.
Kemampuan calon pemimpin.
Contoh:
1)
Warga tak hanya bertanya,
"Siapa yang memberi uang?"
2)
Tapi juga,
a.
"Apa hasil kerjanya?
b.
Apa program masuk akal?
c.
Dari mana anggarannya?"
2.
Mengurangi kemiskinan dengan
memberdayakan masyarakat
1)
An-Najm 39.
2)
Manusia mendapat sesuai usahanya.
Logika
1)
Rakyat butuh
a.
Bekerja.
b.
Keterampilan.
c.
Akses pendidikan.
d.
Modal sehat.
e.
Pelayanan publik baik.
2)
Tidak cukup beri bantuan sesaat.
Contoh:
1)
Tak hanya bagi uang.
2)
Dekat pemilu.
3)
Pemerintah bantu
a.
Pelatihan usaha.
b.
Perbaiki akses pasar.
c.
Buka kesempatan kerja adil.
3.
Menolak suap dan politik uang
1)
Al-Baqarah 188.
2)
Melarang makan harta batil.
3)
Bawa urusan pada penguasa.
4)
Untung secara berdosa.
Logika
1)
Suara rakyat bukan dagangan.
2)
Suara dibeli
3)
Tapi harus kembali
4)
Setelah jai pejabat.
Contoh:
1)
Rakyat menolak uang dengan sopan.
2)
Menilai calon berdasar
a.
Kemampuan.
b.
Integritas.
c.
Program.
d.
Rekam jejaknya.
4.
Memilih pemimpin yang mampu dan dapat
dipercaya
1)
Al-Qasas ayat 26.
2)
Sebut 2 sifat penting:
a.
Kuat
b.
Dapat dipercaya.
3)
Dalam konteks pekerjaan.
a.
Kemampuan
b.
Amanah.
Logika
1)
Orang baik
Belum tentu mampu kelola pemerintahan.
2)
Orang pintar
Belum tentu jujur.
3)
Pemimpin
Perlu mampu dan jujur.
Contoh:
1)
Calon pengalaman.
2)
Pahami anggaran.
3)
Jujur.
4)
Mampu bentuk tim baik.
5)
Bersedia diawasi
6)
Layak dipertimbangkan
7)
Daripada hanya pandai pidato.
5.
Mengawasi pemimpin setelah terpilih
1)
An-Nisa 58.
2)
Amanah bagi yang berhak.
3)
Keputusan adil.
Logika.
1)
Pemilu
Bukan akhir tanggung jawab rakyat.
2)
Pemimpin
Harus diperiksa hasil kerjanya.
Contoh:
1)
Warga memantau
2)
Apakah anggaran sesuaialan dibangun
3)
Apakah bantuan tepat sasaran.
4)
Apakah pelayanan publik membaik.
6.
Apakah orang miskin pasti mudah
dibeli?
Jawaban.
1)
Tidak semua.
2)
Ini harus dibedakan.
3)
Banyak orang miskin
a.
Tetap jujur
b.
Menolak politik uang.
4)
Sebaliknya.
a.
Orang kaya dan berpendidikan
b.
Bisa korupsi.
Masalahnya
1)
Bukan miskin saja
Tapi gabungan:
1)
Kebutuhan ekonomi mendesak.
2)
Kurang pendidikan politik.
3)
Lemahn penegakan hukum.
4)
Budaya anggap beri uang hal biasa.
5)
Kurang pengawasan
6)
Kurang tanggung jawab pemimpin.
1)
Jangan hina rakyat miskin.
2)
Bantu jadi
a.
Lebih berdaya.
b.
Lebih terdidik.
c.
Lebih bebas tentukan pilihan.
Kesimpulan
1)
Al-Qur'an tak hanya ajarkan saleh
pribadi.
Tapi juga
1)
Amanah.
2)
Keadilan.
3)
Ilmu.
4)
Tanggung jawab sosial.
Caranya
1)
Ilmu
Bantu warga berpikir jernih.
2)
Pemberdayaan ekonomi
Kurangi rentan bujukan uang.
3)
Amanah dan keadilan
Jadi ukuran pemimpin.
4)
Pengawasan
Cegah kekuasaan untuk pribadi.
5)
Pendidikan akhlak
Tak jual jujur demi untung sesaat.
Tujuannya
1)
Tak sekadar ganti pemimpin.
2)
Tapi bangun masyarakat
a.
Mampu memilih.
b.
Menilai.
c.
Awasi pemimpinnya.
Kalimat nasihat:
1)
Tak hanya beri uang.
2)
Dekat pemilihan.
Tapi beri pendidikan
1)
Agar mampu berpikir.
2)
Kesempatan bekerja.
3)
Bebas berani memilih.
4)
Jangan pemimpin pandai berjanji.
5)
Tapi pilih yang
a.
Mampu.
b.
Jujur.
c.
Mau diawasi.
Bahasa sederhana:
1)
Rakyat cerdas, mandiri, dan berani menolak suap
2)
Sulit diperdaya politik uang.
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
0 comments:
Post a Comment