BEDANYA CHATGPT DAN
CHATHPT MUHAMMADIYAH
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Perbedaan.
1)
ChatGPT
2)
ChatHPT Muhammadiyah.
a.
Keduanya pakai kecerdasan
buatan (AI).
b.
Tapi beda tujuan dan
sumber pengetahuan.
ChatHPT
1)
Layanan AI
2)
Dikembangkan Muhammadiyah
3)
Untuk membantu mencari
putusan dan fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah.
4)
Layanan ini diluncurkan
November 2026.
A.
Perbedaan ChatGPT dan
ChatHPT
1.
ChatGPT
1)
Asisten AI umum dari
OpenAI.
2)
Bisa membantu belajar
a.
Agama.
b.
Sains.
c.
Pendidikan.
d.
Kesehatan.
e.
Teknologi.
f.
Menulis khutbah.
g.
Berbagai soal kehidupan.
2.
ChatHPT Muhammadiyah
1)
Asisten AI khusus
2)
Untuk menelusuri
a.
Himpunan Putusan Tarjih.
b.
Fatwa.
c.
Dokumen resmi
Muhammadiyah.
B.
Perbedaan
1. ChatGPT
Contohnya.
Bisa bertanya:
1)
Apa makna ayat Al-Qur'an
dan asbabun nuzulnya?
2)
Bagaimana menghadapi
masalah rumah tangga?
3)
Bagaimana cara memilih
pemimpin menurut Al-Qur'an?
4)
Apa hubungan Al-Qur'an
dengan ilmu pengetahuan modern?
5)
Bagaimana cara kerja
listrik, internet, dan teknologi?
ChatGPT
1)
Menjelaskan berbagai sudut
pandang.
2)
Termasuk pandangan ulama
dari berbagai organisasi Islam.
2. ChatHPT Muhammadiyah
Contohnya.
Bisa bertanya:
1)
Bagaimana keputusan
Muhammadiyah tentang penentuan awal Ramadan?
2)
Bagaimana pandangan Tarjih
Muhammadiyah tentang bunga bank?
3)
Bagaimana hukum salat
menggunakan sandal?
4)
Bagaimana pandangan
Muhammadiyah tentang masalah keluarga?
ChatHPT
1)
Mencari jawaban
2)
Berdasarkan dokumen
Muhammadiyah.
Contoh penggunaan keduanya
Misalnya bertanya:
1)
Mengapa umat Islam beda
pendapat jumlah rakaat salat Tarawih?
ChatGPT jelaskan:
1)
Sejarah salat Tarawih.
2)
Dalil Al-Qur'an dan hadis.
3)
Pendapat berbagai ulama.
4)
Alasan terjadinya
perbedaan.
ChatHPT jelaskan:
1)
Bagaimana pandangan
Muhammadiyah.
2)
Apa dasar keputusan
Majelis Tarjih.
3)
Dokumen resmi yang menjadi
rujukan.
Kesimpulan
Keduanya bisa dipakai
bersama.
ChatGPT
1)
Bantu pahami ilmu secara
luas.
ChatHPT
1)
Bantu memahami pemikiran
dan keputusan keagamaan Muhammadiyah.
Pesan penting:
1)
Jangan hanya cari jawaban.
2)
Membenarkan pendapat kita.
3)
Tapi Cari
a.
Ilmu.
b.
Dalil.
c.
Alasan.
d.
Manfaatnya.
Tujuan belajar Al-Qur'an.
1)
Tak sekadar pandai membaca.
2)
Tapi juga
a.
Memahami.
b.
Menerapkan dalam hidup
nyata.
Contoh pertanyaan
Hukum salat pakai sandal.
1.
Pertanyaan kepada ChatGPT:
1)
"Jelaskan hukum salat
memakai sandal menurut Al-Qur'an, hadis, dan pendapat berbagai ulama.
2)
Jelaskan dengan bahasa
sederhana."
ChatGPT jelaskan:
1)
Dalil hadis Nabi pernah
salat pakai sandal.
2)
Syarat sandal harus suci.
3)
Perbedaan pendapat ulama.
4)
Penerapan dalam hidup
sekarang.
2.
Pertanyaan kepada ChatHPT:
1)
"Bagaimana putusan
Tarjih Muhammadiyah tentang salat pakai sandal?
2)
Mohon sertakan sumber dokumen resminya."
ChatHPT
1)
Cari dokumen dan rujukan
resmi Muhammadiyah
2)
Terkait soal itu.
Contoh lain:
Soal rumah tangga
Misalnya pertanyaan:
1)
"Bagaimana hukumnya
2)
Suami mengucapkan kata
menyakiti istri?"
ChatGPT:
1)
Jelaskan Al-Qur'an, hadis,
akhlak, psikologi keluarga, dan logika hidup modern.
ChatHPT:
1)
Mencari apakah sudah ada
fatwa atau pembahasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
2)
Terkait soal itu.
Mana yang lebih baik
digunakan?
Keduanya saling
melengkapi.
ChatHPT
1)
Mencari keputusan dan
fatwa resmi Muhammadiyah.
ChatGPT
1)
Untuk pahami ayat
Al-Qur'an, sains modern, sejarah, logika.
2)
Terapan ajaran Islam dalam
hidup sehari-hari.
Perlu diingat.
ChatHPT
1)
Bukan mufti
2)
Mengeluarkan hukum baru.
ChatGPT dan ChatHPT
1)
Bisa keliru.
2)
Jawaban perlu diperiksa
3)
Melalui sumber aslinya.
Hal menarik:
1)
Teknologi AI
2)
Bantu manusia cari ilmu.
3)
Bukan mengganti akal sehat
4)
Dan tanggung jawab
manusia.
Surah Al-Isra 36:
1)
Tak mengikuti sesuatu
2)
Tak kita tahu ilmunya.
3)
Prinsip penting pakai AI.
4)
Termasuk untuk belajar
agama.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT

0 comments:
Post a Comment