Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label ISTRI DAN ANAK NABI YANG KAFIR. Show all posts
Showing posts with label ISTRI DAN ANAK NABI YANG KAFIR. Show all posts

Friday, March 13, 2026

55156. ISTRI DAN ANAK NABI YANG KAFIR

 



ISTRI DAN ANAK NABI YANG KAFIR DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 



Dalam AlQur’an

Ada beberapa kisah

 

1)        Istri Nabi.

2)        Anak Nabi.

 

Yang tidak beriman

Alias kafir. 

 

1)        Kisah ini pelajaran besar

2)        Iman pilihan pribadi

 

3)        Bukan diwariskan

4)        Karena hubungan keluarga.

 

 

A.       Istri Nabi Nuh

Tidak Beriman

 

 

QS. At-Tahrim (66:10)


ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ

 

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba saleh di antara hamba Kami; lalu dua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahanam bersama orang yang masuk (jahanam)".

 

Catatan.

 

1)        Allah jadikan istri Nabi

2)        Contoh orang kafir

3)        Meskipun hidup bersama Nabi.

 

Keadaannya:

 

1)        Hidup bersama nabi

2)        Yang berdakwah ratusan tahun.

 

3)        Menolak ajaran tauhid.

 

4)        Membocorkan rahasia dakwah Nabi Nuh

5)        Kepada kaum yang menentang.

 

6)        Saat banjir besar datang.

7)        Dia tak ikut diselamatkan.

 

Pelajaran:

1)        Dekat dengan orang saleh

2)        Tak otomatis orang jadi beriman.

 

3)        Hidayah tak diwariskan lewat nikah.

4)        Iman urusan pribadi.

 

B.       Anak Nabi Nuh

Menolak Ayahnya

 

QS. Hud (11:42-46)


وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ

 

42. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedangkan anak itu berada di tempat jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan jangan kamu bersama orang kafir".

 

قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ

 

43. Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang ditenggelamkan.

 

وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

 

44. Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim".

 

وَنَادَىٰ نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ

 

45. Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau yang benar. Dan Engkau Hakim  seadil-adilnya".

 

قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۖ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

 

46. Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu jangan kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak tahu (hakikat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang yang tidak berpengetahuan".

 

Catatan.

 

1)        Salah satu kisah menyentuh di Qur’an.

2)        Ketika banjir besar terjadi.

 

3)        Nabi Nuh memanggil anaknya:

“Wahai anakku, naiklah bersama kami…”

 

4)        Tapi anaknya menjawab:

“Aku berlindung ke gunung agar selamat.”

 

5)        Ia andalkan logika dan kekuatan alam.

6)        Bukan Allah.

 

7)        Akhirnya:

 

a.        Gelombang besar datang.

b.        Anak Nabi Nuh tenggelam.

 

8)        Allah menjelaskan:

 

a.        Ia bukan keluargamu

b.        Secara iman.

 

9)        Pelajaran:

 

a.        Hubungan darah tak selamat tanpa iman.

b.        Selamat bukan sebab keturunan nabi.

 

 

C.       Istri Nabi Luth

Berkhianat dalam Iman

 

 

a.        QS. Al-A’raf, Hud, At-Tahrim 10

b.        Istri Nabi Luth tak ikut ajaran suaminya.

 

c.        Perbuatannya:

 

a.        Dukung kaum yang maksiat besar.

b.        Memberi info kaum Luth tamu malaikat.

 

Saat azab turun:

a.        Ia bersama kaum yang hancur.

 

Pelajaran:

d.        Khianat terbesar di Qur’an.

e.        Bukan soal rumah tangga

f.  Tapi khianat iman.

 

D.       Mengapa Al-Qur’an cerita ini?

 

1)        Allah sebut kisah ini

2)        Tegaskan prinsip penting:

1)         Iman bersifat pribadi

 

a.        Tak ada “iman turunan”.

b.        Anak nabi bisa kafir.

c.        Orang biasa bisa jadi wali Allah.

 

2)        Kedudukan keluarga tak jamin selamat

 

a.        Status sosial atau keluarga

b.        Tak bernilai tanpa iman.

 

3)        Hidayah milik Allah

 

a.        Nabi tak bisa beri hidayah

b.        Pada orang yang dicintai.

 

4)        Keadilan Allah sempurna

 

a.        Tiap orang dinilai

b.        Pilihan dirinya sendiri.

 

E.       Perbandingan Indah di Qur’an

 

1)        Setelah sebut istri Nabi yang kafir.

2)        Allah beri contoh kebalikannya:

 

a.        Istri Firaun → beriman

Meski suaminya kafir.

 

b.        Maryam → wanita suci

Dalam lingkungan sulit.

 

3)        Artinya:

 

a.        Lingkungan buruk

Tak menghalangi iman.

 

b.        Lingkungan baik

Juga tidak menjamin iman.

 

Kisah ini ajarkan:

 

1)        Orang tua saleh

Tak bisa memaksa iman anak.

 

2)        Anak

Tak boleh hanya “ikut agama keluarga”.

 

3)        Setiap manusia

Punya iman sendiri.

 

4)        Yang dinilai Allah

Hati dan pilihan

 

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT