Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label MEMAAFKAN DAN LAPANG DADA. Show all posts
Showing posts with label MEMAAFKAN DAN LAPANG DADA. Show all posts

Wednesday, October 21, 2026

60628. MEMAAFKAN DAN LAPANG DADA

 


PERBEDAAN MEMAAFKAN DAN LAPANG DADA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Jelaskan perbedaan

 

1)        Memaafkan

2)        Berlapang dada

 

Jawaban.

 

 

1)        Memaafkan (al-'afwu)

2)        Berlapang dada (syarah as-sadr / al-hilm)

 

Mencakup tingkat

 

1)        Kedalaman emosi.

2)        Kelapangan jiwa.

3)        Implikasi dalam hidup sehari-hari.

 

Secara ringkas:

 

1)        Memaafkan

 

a.        Tindakan/keputusan untuk melepaskan hak menuntut balas.

 

2)        Berlapang dada

 

a.         Kondisi batin/jiwa tenang.

b.         Tak menyisakan sesak

c.        Tak dendam sedikit pun.

 

Menurut Al-Qur'an

 

A.       Memaafkan (Al-'Afwu / العَفْو)

 

Makna:

 

1)        Secara bahasa.

 

Kata “Al-'afwu” berarti

 

a.        Menghapus.

b.        Melepaskan.

 

Dalam Al-Qur'an.

Memaafkan

 

1)        Menghapus kesalahan orang lain.

2)        Tak menuntut hukuman atas perbuatan.

 

Tingkatan:

 

1)        Memaafkan itu langkah awal.

 

Al-Qur'an sering kaitkan tingkatan lebih tinggi.

 

1)        Ash-shafh

Melupakan/buka lembaran baru

 

2)        Al-ihsan

Berbuat baik pada yang menyakiti.

 

Dalil Al-Qur'an:

QS. Al-Ma'idah (5:13)

 

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 

(Tapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat khianat dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkan mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

 

Catatan.

 

1)        “Maka maafkan mereka

2)        Dan lapangkan dada (ishfah).

 

3)        Sesungguhnya Allah menyukai orang-yang berbuat baik.”

 

QS. At-Tagabun (64:14)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hati kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Catatan.

 

1)                “Dan jika kamu memaafkan (ta'fū)

 

2)                Dan kamu membiarkan (tasfahū)

 

3)                Serta mengampuni (taghfirū).

 

4)                Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

 

 

B.       Lapang Dada (Syarah As-Sadr / شَرْح الصَّدْر)

 

 

Makna:

 

1)        Lapang dada merujuk pada kondisi batin yang diluaskan oleh Allah.

 

2)        Mampu menampung berbagai beban, ujian, kritikan, atau perlakuan buruk

 

3)        Tanpa merasa sesak

4)        Tak dengki.

 

Tingkatan:

 

1)        Lapang dada

Fondasi atau wadah emosi.

 

2)        Orang dadanya lapang.

 

1)        Mudah memaafkan, mendoakan kebaikan, dan tak merasa rugi ketika disakiti.

 

Dalil Al-Qur'an:

 

QS Al-lsyirah (94:1)

 

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,

 

Catatan.

 

1)        “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?”

 

QS. Thaha (20:25)

 

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي

 

Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkan untukku dadaku,

 

Catatan.

 

1)        Nabi Musa berdoa agar diberi kelapangan dada menghadapi Fir'aun:

 

2)        “Ya Tuhanku, lapangkan untukku dadaku.”

 

 

Dalam Logika

 

1)        Memaafkan

Memilih untuk tidak membalas.

 

2)        Berlapang dada

Kemampuan tidak merasa terluka  berlarut-larut.

 

a.        Memaafkan itu pintu.

b.        Berlapang dada ruangan luas.

 

Contoh :

Konflik Pekerjaan/Usaha

 

1)        Rekan bisnis melanggar kesepakatan.

2)        Merugikan proyek kita.

 

Bentuk Memaafkan:

 

1)        Tak menuntutnya ke jalur hukum.

2)        Tak minta ganti rugi darinya.

 

Kita berkata,

1)        "Sudahlah, saya maafkan salahmu."

 

Tapi saat ingat kejadian itu.

 

1)        Hati terasa agak pahit

2)        Bersikap dingin padanya.

 

 

Bentuk Lapang Dada:

 

1)        Paham bisnis ada risiko.

2)        Tiap orang bisa berbuat salah.

 

3)        Hati kita tetap tenang.

4)        Tak ada rasa benci.

 

5)        Tetap bisa menyapa

6)        Kerja sama dengannya profesional.

7)        Tak simpan ganjal di batin.

8)         

Contoh :

Difitnah Orang Lain

 

1)        Orang sebarkan cerita tidak benar.

 

Bentuk Memaafkan:

 

a.        Tak balas memfitnah balik

b.        Tak menegur dengan kasar.

 

c.        Kita biarkan perbuatannya

d.        Kita memaafkannya.

 

Bentuk Lapang Dada:

 

1)        Fitnah bukan ancaman harga diri.

2)        Tapi penggugur dosa

3)        Juga ujian kesabaran.

 

4)        Tak merasa sesak dada.

5)        Tak pusing memikirkan.

 

6)        Mendoakan agar orang memfitnah

7)        Agar diberi petunjuk.

 

Kesimpulan

 

1.        Memaafkan

 

1)        Keputusan berbuat baik

2)        Meskipun ada luka di hati.

 

2.        Lapang dada

 

1)        Keadaan jiwa yang luas.

 

2)        Perlakuan buruk orang lain.

3)        Tak mampu merusak damai di dalamnya.

 

 

Dalam Al-Qur'an.

 

1)        Pencapaian tertinggi

2)        Bagi orang mukmin.

3)        Punya lapang dada.

 

4)        Melahirkan sikap

 

a.         Memaafkan.

b.        Bermuara pada ihsan

c.        Berbuat baik pada sesama.

 

Sumber

 

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT