Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label PRO DAN KONTRA ROKOK. Show all posts
Showing posts with label PRO DAN KONTRA ROKOK. Show all posts

Tuesday, November 24, 2020

6781. PRO DAN KONTRA ROKOK

 


PRO DAN KONTRA ROKOK

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Dialog antara guru dan syeikh

 

Guru : “Syeikh, menurut saya rokok itu tidak haram.”

 

Syeikh : “Kenapa?”

Guru : “Tak ada dalilnya. Saya ingin tahu, satu ayat saja yang menyebutkan rokok adalah haram.”

 

 

Syeikh : “Apakah Anda makan jeruk, apel, dan pisang?”

 

 

Guru : “Iya.”

 

Syeikh : “Apakah ada ayat yang menyebutkan bahwa jeruk, apel maupun pisang itu halal?”

 

 

Guru : “Tidak ada.”

 

Syeikh : “Benarkah tidak ada, bagaimana Al-Quran tidak  menyebutkan mana yang halal dan mana yang haram, padahal Al-Quran adalah pedoman umat Islam?”

 

 

 

Syekh : “Bukalah dan bacalah Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 157.”

 

 

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

 

 

 

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

 

 

 

يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ

 

     …Yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan MENGHALALKAN bagi mereka segala yang BAIK dan MENGHARAMKAN bagi mereka segala yang BURUK…

 

 

 

Syekh: “Maka segala makananyang baik, misalnya daging sapi, jeruk, apel, susu dan lain lain itu termasuk yang baik-baik, sehingga termasuk yang dihalalkan, tetapi segala makananyang buruk-buruk, maka Allah mengharamkannya.”

 

 

Guru: “Maaf Syekh, saya berbeda pendapat, karena menurut sayarokok termasuk thayyibaat (yang baik-baik), meskipun menurut Anda tidak baik.”

 

 

Guru: “Orang yang merokok banyak sisi positifnya.

 

 

1.              Membantu penghasilan petani tembakau.

 

2.              Membantu karyawan pabrik rokok dan keluarganya.

 

3.              Membantu orang-orang dan toko yang menjual rokok.

 

4.              Jika sakit karena merokokdapat membantu keuangan untuk dokter, perawat, rumah sakit, pabrikobat, penjual obat, dan penggali kuburan.

 

5.              Dan masih banyak manfaat lainnya.

 

 

Syeikh: “Anda punya istri?”

 

Guru: “Ya…”

 

Syeikh: “Anda punya anak?”

 

Guru: “Ya …”

 

Syeikh: “Jika kaulihat anakmu mengunyah permen, apakah kamu rida?”

 

Guru: “Ya, tidak masalah…”

 

Syeikh: “Kalau kaulihat anakmu sedang menghisap rokok, apakah kamu rida?”

 

 

Guru: “Tidak…”

 

Syeikh: “Kenapa?”

 

Guru: “Karena itu tidak baik untuk anakkecil, termasuk sesuatu yang buruk.”

 

Syeikh: “Jika itu sesuatu buruk, bukankah masuk yang haram? Bagaimana pula jika yang merokok itu istrimu?”

Tiba-tiba sang guru mengeluarkan bungkusan rokok dari sakunya, ia meremas dengan tangannya lalu menginjak dengan kakinya.

 

 

Dia berkata, “Mulai sekarang wahai Syeikh, saya bertobat kepada Allah dari rokok.”

 

 

Dalam hati :”Tetapi jika ada rokok gratisan, saya pikir-pikir terlebih dahulu”.

(Sumber: internet)