TAKDIR MARYAM PUNYA
ANAK TANPA SUAMI
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Kisah Maryam di
Al-Qur’an
1)
Maryam ditakdir punya anak
tanpa suami.
2)
Apakah Maryam protes pada Allah?
Kisah Maryam
1)
Surah Maryam (19:16–36).
2)
Surah Ali ‘Imran (3:42–47).
Penjelasan.
A.
Maryam dapat kabar akan
punya anak
1)
Allah utus malaikat untuk beri
kabar.
2)
Maryam akan punya anak bernama Isa.
3)
Maryam terkejut dan
bertanya:
a.
“Bagaimana akan ada anak
pria bagiku.
b.
Tak pernah manusi
menyentuhku.
c.
Aukan pula pezina!”
QS. Maryam (19:20)
قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ
وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا
20. Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang
anak laki-laki, sedangkan tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku
bukan (pula) seorang pezina!"
Artinya:
1)
Maryam tak menuduh Allah
2)
Tak menolak kehendak-Nya.
3)
Maryam bingung.
a.
Maryam belum pernah
menikah
b.
Tak berhubungan dengan
laki-laki.
1)
Malaikat jelaskan
2)
Hal itu mudah bagi Allah.
QS. Maryam (19:21)
قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ
عَلَيَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا ۚ وَكَانَ
أَمْرًا مَقْضِيًّا
21. Jibril berkata: "Demikian". Tuhanmu
berfirman: "Hal itu mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu
tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu suatu hal yang
sudah diputuskan".
B.
Maryam kesulitan saat
melahirkan
1)
Ketika hendak melahirkan.
2)
Maryam merasa berat dan
menderita.
Al-Qur’an gambarkan.
Maryam bersandar pada
pangkal pohon kurma .
Maryamberkata:
1)
“Aduhai, alangkah baiknya
aku mati sebelum ini.
2)
Aku jadi orang tidak
berarti, lagi dilupakan.”
(QS. Maryam 19:23)
1)
Apakah Maryam protes pada Allah?
2)
Ayat itu tunjukkan.
a.
Maryam amat sedih dan menderita
sangat berat.
b.
Al-Qur’an tak sebut ucapan
itu.
c.
Penolakan pada takdir Allah.
3)
Kita tak bisa pastikan isi
hati Maryam.
4)
Melebihi diterangkan ayat
Quran.
Pelajaran penting:
1)
Orang beriman bisa
a.
Sedih.
b.
Takut.
c.
Tertekan
2)
Saat hadapi ujian berat.
C.
Maryam hadapi masyarakat
1)
Maryam kembali membawa
bayi Isa.
2)
Kaumnya bertanya
perbuatannya.
3)
Maryam tak jawab panjang.
4)
Tapi menunjuk pada
bayinya.
Dengan izin Allah.
1)
Bayi Isa bisa bicara
2)
Jelaskan dirinya
a.
Hamba Allah
b.
Seorang nabi.
3)
(QS. Maryam 19:27–33)
D.
Pelajaran
1)
Bertanya karena bingung
2)
Tak sama dengan
membangkang.
3)
Maryam bertanya
4)
Bagaimana punya anak tanpa suami.
5)
Orang saleh tetap bisa susah.
6)
Sedih tak otomatis tanda lemah iman.
7)
Tak cepat hakimi orang.
8)
Warga melihat Maryam bawa
bayi.
9)
Tak tak tahu kejadian
sebenarnya.
10)
Hadapi masalah dengan
a.
Sabar
b.
Tindakan benar.
11)
Sabar tak berarti
a.
Tak boleh ungkap kesulitan
b.
Tak boleh cari
pertolongan.
Kesimpulan
1)
Maryam bertanya
a.
Bagaimana bisa punya anak.
b.
Tanpa suami.
2)
Kesulitan saat melahirkan.
3)
Maryam ungkap kesedihan
mendalam.
a.
Tak tepat disebut Maryam tak
pernah mengeluh.
Al-Qur’an gambarkan Maryam
1)
Tak menolak takdir Allah.
2)
Tak membangkang pada kehendak-Nya.
Kisah Maryam ajarkan
1)
Orang beriman
a.
Boleh bertanya
b.
Bisa sedih hadapi ujian.
c.
Tapi tetap tawakal pada
Allah
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



