Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, March 9, 2017

5. DAFTAR RIWAYAT HIDUP YUSRON HADI

Data Riwayat Hidup Yusron Hadi
1.       Nama Ayah         : H Moh. Tauhid Ismail
2.       Nama Ibu            : Hj. Siti Saluchah
3.       Saudara:
1)       Drs. H. Rea Khusni Tauhid, MM ( Kepala SMP PGRI 7 Sedati, Sidoarjo)
2)      Hj. Nuril Badriyah (Ibu Rumah tangga)
3)      Dra Hj. Nur Rosyidah (Guru SD)
4)       Drs. H, Yusron Hadi, MM
5)      Taufik Rohman (wiraswasta)
6)      Drs. H Khoirul Anwari, MM (Guru MTs N Sidoarjo)
7)      Indah Hayati (Bidan)
4.       Tanggal Lahir Yusron : Sidoarjo, 25-9-1957
5.       Tanggal Yusron Menikah : 23-6 -1987.
6.       Nama Isteri Yusron : Dra Sofiyah, MPd. Blitar, 5-8-1968
7.       Nama Anak
1)      Hanjah Bahajah Yusron. Blitar, 26-5-1988
2)      Haffaf Habibie Yusron. Sidoarjo,21-6-1993
3)      Tamhidan Gymnartiar Yusron. Sidoarjo,20-5-2004
8.       Pendidikan
1)      SD Panjunan. Lulus, 31-12-1970
2)      SMP Muhammadiyah Sepanjang. Lulus, 30-11-1973
3)      STM N 3 Surabaya. Lulus, 30-11-1976
4)      PGSLP YD. Lulus,1-2-1978
5)      SMA IPA Upers. Lulus, 26-3-1984
6)      Sarjana Muda IKP PGRI Surabaya. Lulus,18-12-1985
7)      S 1 IKPI PGRI Surabaya. Lulus, 31-12-1986
8)      S 2 STIE Mahardhika Surabaya. Lulus, 27-3-2007
9.       Tugas mengajar
1)      1-3-1978 : SMP Negeri 1 Sidoarjo
2)      1-12-1981 : SMP Negeri Juanda
3)      1-8-1986 : SMP Negeri 1 Sukodono
4)      5-3-2002 : Kepala SMP N 3 Porong
5)      17-2-2004 : Kepala SMPN 1 Jabon
6)      3-4-2007 : Kepala SMPN 2 Buduran
7)      15-1-2014 : Kepala SMPN 1 Balongbendo
10.   Mengajar Sekolah Swasta
1)      SMP PGRI 7 Sedati (Elektronika)
2)      SMP PGRI 47 Surabaya(Elektronika)
3)      SMP Persit Sikatan, Kodam Surabaya(Elektronika)
4)      SMEA Taman, Sidoarjo (Matematika)
5)      Sekolah Pelayaran Yahari, Bangsri,  Sidoarjo(Matematika)
6)      SMP YPM Panjunan, Sidoarjo(Matematika)
7)      SMP YPM Sepanjang, Sidoarjo(Matematika)
8)      SMA YPM Panjunan, Sidoarjo. (Matematika)

11.   Penataran Pembina Pramuka Mahir:1993 di Pacet
12.   Ibadah haji : 2005


5. DAFTAR 114 SURAT ALQURAN

Daftar 114 Surat Al-Quran (yusronhd@gmail.com)
1.    Surat Al Fatihah (Pembukaan)
2.    Surat Al Baqarah (Sapi Betina)
3.    Surat Ali 'Imran (Keluarga 'Imran)
4.    Surat An Nisa' (Wanita)
5.    Surat Al Ma'idah (Hidangan)
6.    Surat Al An'am (Binatang Ternak)
7.    Surat Al A'raf  (Tempat Tertinggi)
8.    Surat Al Anfal (Rampasan Perang)
9.    Surat At Taubah (Pengampunan)
10.  Surat Yunus (Nabi Yunus A.S.)
11.  Surat Hud (Nabi Huud A.S.)
12.  Surat Yusuf (Nabi Yusuf A.S.)
13.  Surat Ar Ra'd (Guruh)
14.  Surat Ibrahim (Nabi Ibrahim A.S.)
15.  Surat Al Hijr (Daerah Pegunungan)
16.  Surat An Nahl (Lebah)
17.  Surat Al Israa' (Memperjalankan Di Malam Hari)
18.  Surat Al Kahfi (Gua)
19.  Surat Maryam (Maryam)
20.  Surat Thaha (Thaahaa)
21.  Surat Al Anbiya' (Kisah Para Nabi)
22.  Surat Al Hajj (Ibadah Haji)
23.  Surat Al Mu'minun (Orang Mukmin)
24.  Surat An Nur (Cahaya)
25.  Surat Al Furqaan (Pembeda)
26.  Surat Asy Syu'ara' (Penyair)
27.  Surat An Naml (Semut)
28.  Surat Al Qashash (Cerita)
29.  Surat Al 'Ankabuut (Laba-Laba)
30.  Surat Ar Ruum (Bangsa Rumawi)
31.  Surat Luqman (Luqman)
32.  Surat As Sajdah ((Sujud)
33.  Surat Al Ahzab (Golongan Yang Bersekutu)
34.  Surat Saba' (Kaum Saba')
35.  Surat Fathir (Pencipta)
36.  Surat Yaasiin
37.  Surat Ash Shaffat (Yang Bershaf-Shaf)
38.  Surat Shaad
39.  Surat Az Zumar (Rombongan-Rombongan)
40.  Surat Al Mu'min (Orang Yang Beriman)
41.  Surat Fushshilat (Yang Dijelaskan)
42.  Surat Asy Syuura (Musyawarah)
43.  Surat Az Zukhruf (Perhiasan)
44.  Surat Ad Dukhaan (Kabut)
45.  Surat Al Jaatsiyah (Yang Berlutut)
46.  Surat Al Ahqaaf (Bukit Pasir)
47.  Surat Muhammad (Nabi Muhammad SAW)
48.  Surat Al Fath (Kemenangan)
49.  Surat Al Hujuraat (Kamar-Kamar)
50.  Surat Qaaf
51.  Surat Adz Dzaariyaat (Angin Yang Menerbangkan)
52.  Surat Ath Thuur (Bukit)
53.  Surat An Najm (Bintang)
54.  Surat Al Qamar (Bulan)
55.  Surat Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah)
56.  Surat Al Waaqi'ah (Hari Kiamat)
57.  Surat Al Hadid (Besi)
58.  Surat Al Mujadilah (Wanita Yang Mengajukan Gugatan)
59.  Surat Al Hasyr (Pengusiran)
60.  Surat Al Mumtahanah (Wanita Yang Diuji)
61.  Surat Ash Shaff (Barisan)
62.  Surat Al Jumu'ah (Hari Jum'at)
63.  Surat Al-Munafiqun (Orang-Orang Munafik)
64.  Surat At Taghabun (Hari Ditampakkan Kesalahan-Kesalahan)
65.  Surat Ath Thalaaq (Talak)
66.  Surat At Tahrim (Mengharamkan)
67.  Surat Al Mulk (Kerajaan)
68.  Surat Al Qalam (Pena)
69.  Surat Al Haqqah (Kiamat)
70.  Surat Al Ma'arij (Tempat-Tempat Naik)
71.  Surat Nuh (Nabi Nuh A.S)
72.  Surat Al Jin (Jin)
73.  Surat Al Muzzammil (Orang Yang Berselimut)
74.  Surat Al Muddatstsir (Orang Yang Berselimut)
75.  Surat Al Qiyamah (Hari Kiamat)
76.  Surat Al Insaan (Manusia)
77.  Surat Al Mursalat (Malaikat-Malaikat Yang Diutus)
78.  Surat An Naba´ (Berita Besar)
79.  Surat An Naazi´ (Malaikat-Malaikat Yang Mencabut)
80.  Surat 'Abasa (Bermuka Masam)
81.  Surat At Takwir (Menggulung)
82.  Surat Al Infithar (Terbelah)
83.  Surat Al Muthaffifiin (Orang-Orang Yang Curang)
84.  Surat Al Insyiqaaq (Terbelah)
85.  Surat Al Buruuj (Gugusan Bintang)
86.  Surat Ath Thaariq (Yang Datang Di Malam Hari)
87.  Surat Al A´Laa (Yang Paling Tinggi)
88.  Surat Al Ghaasyiyah (Hari Kiamat)
89.  Surat Al Fajr (Fajar)
90.  Surat Al Balad (Negeri)
91.  Surat Asy Syams (Matahari)
92.  Surat Al Lail (Malam)
93.  Surat Adh Dhuhaa (Waktu Dhuha)
94.  Surat Alam Nasyrah /Al Insyirah (Bukankah Kami Telah Melapangkan)
95.  Surat At Tiin (Buah Tin)
96.  Surat Al 'Alaq (Segumpal Darah)
97.  Surat Al Qadr (Kemuliaan)
98.  Surat Al Bayyinah (Bukti Yang Nyata)
99.  Surat Al Zalzalah (Goncangan)
100.               Surat Al 'Adiyat (Kuda Perang Yang Berlari Kencang)
101.               Surat Al Qari'ah (Hari Kiamat)
102.               Surat At Takatsur (Bermegah-Megahan)
103.               Surat Al 'Ashr (Masa)
104.               Surat Al Humazah (Pengumpat)
105.               Surat Al Fiil (Gajah)
106.               Surat Quraisy (Suku Quraisy)
107.               Surat Al Ma'un (Barang-Barang Yang Berguna)
108.               Surat Al Kautsar (Nikmat Yang Banyak)
109.               Surat Al Kafirun (Orang-Orang Kafir)
110.               Surat An Nashr (Pertolongan)
111.               Surat Al Lahab (Gejolak Api)
112.               Surat Al Ikhlas (Memurnikan Keesaan Allah)
113.               Surat Al Falaq (Waktu Subuh)
114.               Surat An Naas (Manusia)


4. BANK ES-A-TE

“BANK ES-A-TE”
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

         Lima tahun lalu. Kepala SMP Negeri Sidoarjo. Sebanyak 44 orang. Dari sekolah masing-masing. Berangkat menuju ke Malang. Memakai kendaraan sendiri. Beberapa orang bergabung dengan temannya. Termasuk saya. Dengan satu tujuan. Hotel Purnama, Batu, Malang.  Dalam acara Program MKKS Bermutu. 
       Saya ikut menumpang mobil teman. Berangkat dari Bogi, Pademo Negoro, Sukodono. Pak Rodhi, sebagai joki yang mengendalikan “kuda”. Agar baik jalannya. Duduk di sebelah kiri Pak Rodhi adalah Pak Azhari. Si “Ahli Hisap”. Tentu saja, sambil kebul-kebul. Duduk dengan santai sambil merokok. Pak Azhari,  si “Kepala Suku”. Yang menentukan “abang ijonya” rombongan. Kapan berangkat. Jalur yang dilewati. Di mana mampir. Kapan berhenti untuk makan dan “pipis”. 
       Di belakang Pak Rodhi, duduk Pak Hariono. Si “Raja Lokal” yang memiliki IP tinggi. Makna IP di sini, bukan hanya berarti Indeks Prestasi waktu kuliah.   Juga bermakna “Ilmu Pendekatan”. Terbukti, selama bertugas sebagai kepala sekolah. Selalu berada di lokasi yang dekat tinggalnya.       Pak Ari, berada di sebelah kiri Pak Hariono. Pak Ari mendapatkan julukan si “Panglima Pinggiran”. Laksana sebuah peperangan. Mulai dari pinggiran, kemudian menguasai pusat kota. Artinya, Pak Ari merasa “senang” dan “nyaman” bertugas di sekolah pinggiran. Sedangkan saya, duduk di dekat pintu mobil. Sebagai “kernet” yang membuka dan menutup pintu mobil. Agak mirip dengan Pak Ari.
      Kami menunggang mobil Toyota Avanza. Warna silver. Toyota Avanza, jenis mobil yang “ditakuti” sopir bis. Mengapa? Tidak bisa disalip. Percuma mendahului mobil Toyota Avanza. Ketika berhasil mendahului satu mobil Avanza. Ternyata, di depan bis, masih ada mobil Avanza lagi. Menyalib lagi. Masih ada lagi. Begitu seterusnya. Saking banyaknya.
      Selama perjalananan. Kami membahas topik “ngalor ngidul”. Bicara “nggedabrus”. Juga “ngomong blek”.  Sambil mendengarkan radio SS, Radio Suara Surabaya. Saat itu, Yoyong Burhanuddin, penyiar SS  menyampaikan telah terjadi peristiwa kejahatan. Di suatu Bank Surabaya.   Si pelaku menggunakan semacam isolasi “double tape”. Berusaha menghambat lubang masuk dan keluar Kartu ATM.  Kemudian penjahat memanfaatkan kejadian tersebut. Untuk melaksanakan niat jahatnya.

      Saya mengawali pembicaraan, “Bank yang ditakuti pedagang adalah Bank Krut”. Karena  pedagang yang “bangkrut”, berarti barang dagangan habis. Tetapi, uangnya juga ludes. Tak bersisa. “Bank yang amat menjengkelkan adalah Bank ES-A-TE,” ujar Pak Azhari. “Bank apa itu?” tanya Pak Hariono. “Bangsat!”, seru Pak Azhari. Kami tertawa bersama. Tapi, Pak Ari diam saja. Mengapa? “Gak lucu”, teriak Pak Ari. Sambil tersenyum. Kami tertawa meledak. Ya,  sungguh lucu. Wong humor kok tidak lucu. Berarti kan lucu! 

3. Perkembangan Fisik dan Intelektual Siswa SMP dalam Pembelajaran Matematika

Perkembangan Fisik dan Intelektual Siswa SMP dalam Pembelajaran Matematika
Oleh : Drs. H. Yusron Hadi, MM
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo
Pendahuluan
      Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan bahwa setiap lulusan pendidikan dasar dan menengah memiliki kompetensi pada tiga dimensi yaitu sikap pengetahuan dan keterampilan. Dijelaskan bahwa kompetensi sikap lulusan SMP sederajat adalah memiliki perilaku yang mencerminkan sikap:1). beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, 2). berkarakter, jujur, dan peduli, 3). bertanggungjawab, 4). pembelajar sejati sepanjang hayat, dan 5). sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
      Adapun kompetensi pengetahuan lulusan SMP sederajat adalah memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan:1). ilmu pengetahuan, 2). teknologi, 3). seni, dan 4). budaya.Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
      Sedangkan kompetensi keterampilan lulusan SMP sederajat adalah Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: 1). kreatif, 2). produktif, 3). kritis, 4). mandiri, 5). kolaboratif, dan 6). Komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri.
            Masa pertumbuhan siswa di usia SMP sederajat  merupakan masa remaja, suatu peralihan dari anak-anak ke dewasa. Pada masa yang singkat ini, siswa mengalami perkembangan secara signifikan dalam hidupnya, bukan hanya pada fisik, namun juga emosi, sosial, perilaku, intelektual, dan moral. Banyak masalah dan benturan yang mungkin terjadi selama proses pertumbuhan dan perkembangan ini. Agar remaja dapat tumbuh secara optimal maka dibutuhkan dukungan dan kesempatan pada dirinya untuk mengembangkan diri disertai pendampingan dari orang dewasa yang peduli terhadap dirinya (Santrock, 2011). Guru sebagai orang dewasa terdekat setelah keluarga diharapkan dapat mendukung siswa dalam melalui proses perkembangan ini.
      Di sisi lain, setiap siswa dilahirkan dengan membawa potensi masing-masing. Tanpa adanya potensi tersebut, maka mustahil manusia akan mampu menjalani kehidupan yang akan dilalui yang penuh dengan tantangan, cobaan, dan halangan. Selain potensi keimanan, setiap manusia dianugrahi potensi indrawi dan tubuh atau raga secara umum, lalu potensi akal pikiran serta potensi rasa. Terkait pendidikan matematika,merupakan tugas guru matematika untuk dapat menggali dan mengidentifikasi potensi siswa guna memperlancar terjadinya proses pembelajaran.
      Guru diharapkan memiliki wawasan mengenai karakteristik siswa, cara-cara menangani masalah, mengenali potensi siswa dalam belajar matematika, mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan cara mengatasinya, sehingga dapat dimanfaatkan dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Istilah adolescence atau remaja berasal dari kata latin “adolescere” yang berarti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi dewasa”. Lazimnya masa remaja dianggap mulai pada saat seorang anak secara seksual menjadi matang dan berakhir saat ia mencapai usia matang secara hukum.
      Hurlock (1980) membagi masa remaja menjadi dua bagian yaitu masa remaja awal dan masa remaja akhir. Masa remaja awal berlangsung sekitar usia 13 hingga 16 atau 17 tahun, dan masa remaja akhir bermula dari usia 16 atau 17 sampai 18 tahun, yaitu usia matang secara hukum. Dengan demikian masa remaja akhir merupakan periode yang sangat singkat. Umur 17 tahun dapat disebut sebagai garis batas antara masa remaja awal dan masa remaja akhir.
      Sementara itu, Santrock (2011) membatasi masa remaja sebagai periode transisi perkembangan yang dimulai sekitar usia 10 hingga 12 tahun, dan berakhir pada usia 18 hingga 22 tahun. Berdasar dua pendapat di atas, secara umum siswa SMP dikelompokkan pada masa remaja, walaupun mungkin terdapat kasus-kasus siswa SMP tertentu yang masih berada pada masa puber atau justru telah memasuki masa dewasa awal. Perkembangan siswa yang sangat mendukung keberhasilan proses pembelajaran meliputi perkembangan fisik, emosi, dan intelektual . Dengan memahami ketiga jenis perkembangan ini, diharapkan guru bisa memanfaatkannya secara produktif dalam kegiatan belajar matematika yang diampu.
1.    Perkembangan Fisik Siswa SMP
      Perkembangan fisik siswa terjadi secara eksternal dan internal. .Secara eksternal meliputi perubahan tinggi badan, berat badan, komposisi tubuh, organ dan ciri-ciri seks sekunder. Secara internal meliputi sistem pencernaan, peredaran darah, pernapasan, endokrin, jaringan tubuh, dan jaringan otak. Hal menarik dari perkembangan otak pada usia remaja adalah terjadinya perubahan struktur yang signifikan. Corpus callosum, yakni serat optik yang menghubungkan hemisphere otak sebelah kiri dengan sebelah kanan, semakin tebal pada masa remaja sehingga meningkatkan kemampuan remaja dalam memroses informasi. Selain itu, Charles Nelson pada Santrock (2011) mengungkapkan amygdala berkembang lebih awal dari cortex prefrontal. Amygdala adalah bagian otak tempat emosi seperti rasa marah.  Sementara cortex prefrontal adalah bagian lobus depan yang bertugas penalaran, pengambilan keputusan, dan kendali diri. Hal ini diinterpretasikan bahwa sebagian remaja mampu mengalami emosi yang sangat kuat namun karena cortex prefrontal mereka belum cukup berkembang, seolah-olah mereka memiliki rem yang lemah untuk mengendalikannya.
2.    Perkembangan Intelektual Siswa SMP
      Perkembangan intelektual adalah proses perubahan kemampuan individu dalam berpikir. Membahas tentang perkembangan intelektual berarti membahas tentang perkembangan individu dalam berpikir atau proses kognisi atau proses mengetahui. Macam perkembangan intelektual siswa yang akan dikaji meliputi teori Piaget, SOLO, dan Van Hiele.
      Menurut Piaget (Slavin, 2006)dalam perkembangan intelektual ada tiga hal penting yang menjadi perhatian, yaitu struktur, isi, dan fungsi. Struktur atau skemata (schema) merupakan organisasi mental yang merupakan hasi interaksi seseorang dengan lingkungan. Isi merupakan pola perilaku anak yang khas yang tercermin pada respon yang diberikannya terhadap berbagai masalah atau situasi yang dihadapinya. Fungsi adalah cara yang digunakan seseorang untuk membuat kemajuan intelektual. Menurut Piaget, perkembangan intelektual didasarkan pada dua fungsi yaitu organisasi dan adaptasi. Organisasi memberikan pada organisme kemampuan untuk mengestimasikan atau mengorganisasi proses-proses fisik atau psikologis menjadi sistem-sistem yang teratur dan berhubungan. Adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui dua proses yaitu asimilasi dan akomodasi.
      Asimilasi adalah proses kognitif dimana seseorang mengintegrasikan persepsi, konsep, ataupun pengalaman baru ke dalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya. Asimilasi dipandang sebagai suatu proses kognitif yang menempatkan dan mengklasifikasikan kejadian atau rangsangan baru dalam skema yang telah ada. Pengalaman yang baru itu bisa jadi sama sekali tidak cocok dengan skema yang telah ada. Dalam keadaan demikian orang akan mengadakan akomodasi. Akomodasi terjadi untuk membentuk skema baru yang cocok dengan rangsangan yang baru atau memodifikasi skema yang telah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu. Bagi Piaget adaptasi merupakan suatu kesetimbangan antara asimilasi dan akomodasi. Bila dalam proses asimilasi seseorang tidak dapat mengadakan adaptasi terhadap lingkungannya maka terjadilah ketidakseimbangan (disequilibrium). Akibat ketidakseimbangan itu maka terjadilah akomodasi dan struktur kognitif yang ada akan mengalami perubahan atau munculnya struktur yang baru. Pertumbuhan intelektual ini merupakan proses terus menerus tentang keadaan ketidakseimbangan dan keadaan setimbang (disequilibrium-equilibrium). Tetapi bila terjadi kesetimbangan maka individu akan berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada sebelumnya.
      Piaget membagi perkembangan intelektual anak-anak dan remaja menjadi empat tahap, yaitu: sensori-motori, pra-operasional, operasional konkret, dan operasional formal. Piaget meyakini bahwa semua anak melewati tahap-tahap tersebut sesuai dengan tahapannya. Walaupun anak-anak yang berbeda melewati tahap- tahap tersebut dengan kecepatan yang berbeda-beda. Siswa SMP berada pada akhir tahap operasional konkrit memasuki tahap operasional formal dengan karakteristik sebagai berikut.
a)    Tahap operasional konkrit, yang terjadi pada usia 7-11 tahun. Ciri pokok perkembangan pada tahap ini, yaitu 1) anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis, dan ditandai adanya reversible dan kekekalan, 2) anak tidak perlu coba-coba dan membuat kesalahan karena anak sudah berfikir dengan “kemungkinan”, dan 3) anak telah melakukan pengklasifikasian dan pengaturan masalah.
b)    Tahap operasional formal, yakni perkembangan intelektual yang terjadi pada usia 11-15 tahun. Pada tahap ini kondisi berfikir anak, yaitu: 1) bekerja secara efektif dan inovatif, 2) menganalisi secara kombinasi, 3) berfikir secara proporsional, dan 4) menarik generalisasi secara mendasar pada satu macam isi.
      Biggs dan Collins (1982) menemukan teori Structure of the Observed Learning Outcome (SOLO) yaitu struktur hasil belajar yang teramati. Taksonomi SOLO digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam merespon masalah yang diklasifikasikan menjadi lima level berbeda dan bersifat hirarkis yaitu: prestructural, unistructural, multistructural, relational, dan extended-abstract.
     Siswa pada level prestruktural tidak dapat melakukan tugas yang diberikan atau melaksanakan tugas dengan data yang tidak relevan. Siswa pada level unistruktural dapat menggunakan satu penggal informasi dalam merespons suatu tugas (membentuk suatu data tunggal). Siswa pada level multistruktural dapat menggunakan beberapa penggal informasi tetapi tidak dapat menghubungkannya secara bersamasama (mempelajari data pararel). Siswa pada level relational dapat memadukan penggalan-penggalan informasi yang terpisah untuk menghasilkan penyelesaian dari suatu tugas. Siswa pada level extended abstrak dapat menemukan prinsip umum dari data terpadu yang dapat diterapkan untuk situasi baru (mempelajari konsep tingkat tinggi).
      Perkembangan intelektual yang didasarkan pada teori Van Hiele menguraikan tahap-tahap perkembangan intelektual anak dalam geometri(Van de Walle, 2007). Berdasarkan hasil risetnya, Van Hiele melahirkan beberapa kesimpulan mengenai tahap-tahap perkembangan kognitif anak dalam memahami geometri.Menurut Van Hiele tiga unsur utama dalam pengajaran geometri yaitu waktu, materi pengajaran, dan metode pengajaran yang diterapkan. Jika ketiga unsur tersebut dapat ditata secara terpadu, maka akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak kepada tingkatan berpikir yang lebih tinggi.Van Hiele menyatakan bahwa terdapat 5 tahap belajar anak dalam belajar geometri, yaitu tahap pengenalan, tahap analisis, tahap pengurutan, tahap deduksi, dan tahap akurasi.
Level 0: Visualisasi (visualization). Pada tahap ini siswa mulai belajar mengenal suatu bangun geometri secara keseluruhan namun belum mampu mengetahui adanya sifat-sifat dari bangun geometri yang dilihatnya.
Level 1: Analisis (analysis).Pada tahap ini siswa sudah mulai mengenal sifat-sifat yang dimiliki bangun geometri yang diamatinya. Namun, siswa belum mampu mengetahui hubungan yang terkait antar suatu benda geometri dengan benda geometri lainnya.
Level 2: Deduksi informal (informal deduction). Pada tahap ini siswa sudah mampu mengetahui hubungan keterkaitan antar bangun geometri. Anak yang berada pada tahap ini sudah memahami pengurutan bangun bangun geometri dan anak sudah dapat menarik kesimpulan secara deduktif. Tetapi belum mampu memberi alasan secara rinci.
Level 3: Deduksi (deduction). Pada tahap ini anak sudah dapat menarik kesimpulan secara deduktif. Dalam tahap ini siswa sudah mampu menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat umum menuju hal-hal yang bersifat khusus.
Tahap Akurasi (rigor). Tahap akurasi merupakan tahap tertinggi dalam memahami geometri. Pada tahap ini anak sudah memahami betapa pentingnyaketepatan dari prinsip-prinsip dasar yang melandasi suatu pembuktian.
Kesimpulan
      Pada masa remaja dengan energi fisik yang cukup berlimpah, tidak sedikit siswa SMP yang cenderung bosan dengan aktivitas yang hanya duduk atau melakukan aktivitas yang sama dalam periode waktu yang panjang. Jangan membendung energi mereka, lebih baik diarahkan ke aktivitas yang positif.
      Kurikulum pendidikan yang menyertakan jam olahraga secara teratur diharapkan dapat mendukung perkembangan remaja ke arah yang positif. Aktivitas lain yang mendukung perkembangan fisik remaja seperti kegiatan pramuka, ekstra kurikuler fisik, outbond, dan lain-lain dapat dijadwalkan secara teratur oleh sekolah.      Pembelajaran matematika dengan pendekatan active learning, ,game-based learning , atau aktivitas lain yang mengakomodasi kinestetik siswa dapat dikembangkan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Selain itu, pembelajaran matematika di luar ruangan (mathematics outdoor) dapat menjadi pilihan guru matematika untuk menyisipkan aktivitas fisik.
      Guru diharapkan memiliki wawasan mengenai karakteristik fisik dan intelektual siswa, cara menangani masalah, mengenali potensi siswa dalam belajar matematika, mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa, dan cara mengatasinya. Dengan demikian, ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai lulusan SMP sederajat dapat dipenuhi dengan baik. Semoga.

Description: D:\2. data Yusronhd\4. data foto yusron\foto yusjas,warna\yus.jpg