Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, June 13, 2025

40941. HUBUNGAN ISLAM DAN NON MUSLIM DI QURAN

 


HUBUNGAN ISLAM DAN NON MUSLIM DI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Hubungan umat Islam dan pemeluk agama lain.

Dibahas komprehensif dan seimbang.

 

Dalam Al-Qur’an.

Dengan prinsip:

 

1)        Toleransi.

2)        Adil.

 

3)        Dialog.

4)        Memberi batas jika terjadi permusuhan atau penindasan.

 

 

A.       Prinsip Umum:

Toleransi dan bebas beragama

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 256.


لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

Tidak ada paksaan untuk (masuk) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan benar daripada jalan sesat. Karena itu barang siapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

Keterangan.

1)        Tidak ada paksaan musuk agama lslam.

2)        Islam tidak memaksa orang masuk Islam.

 

3)        Keimanan harus berdasar kesadaran.

4)        Bukan paksaan.

 

Al-Quran surah Al-Kafirun (surah ke-109) ayat 6.


لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

 

Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.

 

Keterangan.

 

1)        Saling menghormati keyakinan masing-masing.

 

2)        Tak mencampur akidah.

 

 

B.       Islam mendorong hidup damai dan adil bersama non-Muslim.

 

Al-Quran surah Al-Mumtahanah (surah ke-60) ayat 8.


لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

 

Allah tak melarangmu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berlaku adil.

Keterangan.

 

1)        Muslim dibolehkan, bahkan dianjurkan,

Untuk hidup damai dan berbuat baik kepada non-Muslim yang tidak memusuhi.

 

C.       Dilarang loyal pada musuh agama

(Bukan semua non-Muslim)

 

Al-Quran surah Al-Mumtahanah (surah ke-60) ayat 9.



إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَىٰ إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

 

Sesungguhnya Allah hanya melarangmu menjadikan sebagai kawanmu orang yang memerangimu karena agama dan mengusirmu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itu orang zalim.

 

Keterangan.

 

1)        Islam tak melarang hubungan sosial dengan non-Muslim.

 

2)        Kecuali jika mereka memerangi dan menindas umat Islam.

 

 

 

D.        Dialog dan dakwah yang baik.

 

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 125.

 


ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

 

Serulah (manusia) pada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantah mereka dengan cara terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia yang lebih tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia yang lebih tahu orang yang mendapat petunjuk.

 

Keterangan.

 

1)        Islam mengajarkan dakwah intelektual, sopan, dan menghargai.

 

E.       Pernikahan dan hubungan social.

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 5.


الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۖ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

 

Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang yang diberi Kitab halal bagimu, dan makananmu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita yang beriman dan wanita yang menjaga kehormatan di antara orang yang diberi Kitab sebelum kamu, jika kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik. Barang siapa kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum Islam) maka hapus amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang merugi.

 

Keterangan.

 

1)        Islam membolehkan hubungan social.

 

2)        Bahkan pernikahan dengan non-Muslim tertentu.

 

3)        Ahli Kitab yaitu Yahudi dan Nasrani.

 

F.        Sikap pada umat yang memusuhi lslam.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 190.


وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

 

Dan perangi di jalan Allah orang yang memerangi kamu, (tetapi) jangan kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.

 

 

Keterangan.

 

1)        Jika terjadi permusuhan.

2)        Islam membela diri secara adil.

 

3)        Tak membenci sebab agama.

4)        Tapi karena diserang dan agresi.

 

Kesimpulan

 

1)        Toleransi  Islam.

2)        Mengakui bebas beragama dan hidup berdampingan.

 

3)        Keadilan   lslam.

4)        Berbuat baik pada non-Muslim yang tak memusuhi.

 

5)        Larangan ekstrem.

6)        Hanya bermusuhan, jika mereka memerangi umat Islam.

 

7)        Dialog yang baik.

8)        Mengajak diskusi dengan santun dan bijak.

 

9)        Hubungan sosial Islam.

10)  Mengakui hubungan sosial dan pernikahan antar agama tertentu.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

Thursday, June 12, 2025

40939. TEMA GUNUNG BERBAGAI KONTEKS DI QURAN

 


TEMA GUNUNG BERBAGAI KONTES DI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Dalam Al-Qur’an.

Tema gunung disebutkan.

Dalam berbagai ayat dan konteks.

 

 Istilah untuk gunung.

Dalam bahasa Arab.

 

Yaitu:

 

1)        Jabal (جَبَل)

Dalam bentuk tunggal.

 

2)        Jibāl (جِبَال)

Dalam bentuk jamak.

 

Gunung-gunung disebut.

1)        Bagian ciptaan Allah.

2)        Punya fungsi simbolis.

3)        Makna spiritual.

 

A.       Gunung sebagai penjaga dan penstabil bumi.

 

Allah menyebutkan gunung.

Punya fungsi stabilisasi.

Agar bumi tak guncang.

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 15.


وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

 

Dan Dia Allah menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi tidak goncang bersamamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.

 

Al-Quran surah An-Naba (surah ke-78) ayat 6-7.


أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا

 

6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi  sebagai hamparan?,

 

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,

 

Keterangan.

 

1)        Ulama klasik memaknai ini sebagai bentuk kokohnya bumi.

 

2)        Mufasir modern kaitkan fungsi tektonik.

 

3)        Gunung sebagai stabilisator kerak bumi.

 

B.       Gunung tunduk pada Allah.

 

Gunung termasuk makhluk Allah.

Yang bertasbih.

 

Al-Quran surah Saba (surah ke-34) ayat 10.


۞ وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ مِنَّا فَضْلًا ۖ يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ

 

Dan sesungguhnya Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbih berulang-ulang bersama Daud", dan Kami melunakkan besi untuknya.

 

Al-Quran surah Sad (surah ke-38) ayat 18.


إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ

 

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) pada waktu petang dan pagi.

 

Keterangan.

 

1)        Makna spiritual.

 

2)        Gunung simbol makhluk yang tunduk dan patuh pada Allah.

 

3)        Tapi manusia sering lalai.

 

C.       Gunung dalam kisah Nabi Musa.

 

Al-Quran surah Al-A‘raf (surah ke-7) ayat 143.


وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

 

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang Kami tentukan dan Tuhan berfirman (langsung) kepadanya, berkata Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihat ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai semula) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang pertama beriman".

 

Keterangan.

 

1)        Makna tauhid.

2)        Gunung tak sanggup menampung keagungan Allah.

 

3)        Apakah mungkin manusia bisa melihat-Nya di dunia?

 

D.        Gunung jadi saksi pada hari kiamat.

 

Al-quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 5-6.

 

وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا

 

5. dan gunung-gunung dihancurluluhkan seluluh-luluhnya,

 

فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا

6. maka jadilah ia debu yang beterbangan,

 

Al-Quran surah An-Naml (surah ke-27) ayat 88.


وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ

 

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitu) Tindakan Allah membuat kokoh tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Keterangan.

 

1)        Makna eskatologis (hari akhir).

 

2)        Gunung tampak kuat.

Tapi akan lenyap sebab kekuasaan Allah pada hari kiamat.

 

E.       Gunung dan amanah (tanggung jawab)

 

Gunung dalam perumpamaan.

Beratnya suatu amanah.

 

Al-Quran suran Al-Ahzab (surah ke-33) ayat 72.


إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

 

Sesungguhnya Kami mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semua enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikul amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia amat zalim dan amat bodoh,

 

Keterangan.

 

1)        Gunung sebagai simbol kokoh.

2)        Tak berani memikul Amanah.

 

3)        Tapi manusia menerimanya.

4)        Betapa beratnya tanggung jawab itu.

 

Penutup

 

1)        Gunung di Al-Qur’an tak sekadar objek fisik.

2)        Tapi punya dimensi kosmologis, spiritual, dan simbolik.

 

3)        Gunung bukti keagungan ciptaan Allah.

4)        Makhluk yang tunduk.

 

5)        Tempat peristiwa wahyu.

6)        Simbol kekuatan dan keteguhan.

 

7)         Akhirnya akan luluh sebab kekuasaan Allah di hari kiamat.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.