NEGARA
TAK MAJU SEBAB SALAH TATA KELOLA BUKAN SALAH KELOLA
Oleh: Drs HM Yusron
Hadi, MM
Dulu.
Indonesia
lebih maju dibanding Cina.
Kini.
Cina
di langit.
Indonesia
tetap di bumi.
Kemudian.
Indonesia
setara dengan:
1)
Korea Selatan.
2)
Taiwan.
Kini.
Korea
Selatan dan Taiwan di depan.
Indonesia
tetap di tempat.
Sekarang.
Indonesia
sejajar dengan:
1)
Vietnam.
2)
Kamboja.
3)
Bangladesh.
Mungkin.
Mereka
akan meninggalkan lndonesia.
Apakah
sebabnya?.
Salah
satu jawabnya,
Yaitu
adanya PANCASALAH.
Atau
5 SALAH.
Yaitu:
1)
Salah Kaprah.
2)
Salah Lihat.
3)
Salah Asuh.
4)
Salah Tafsir.
5)
Salah Tata Kelola.
Salah
Tata Kelola.
Berbeda
dengan: Salah Kelola.
Salah
Tata Kelola.
Lebih
merusak daripada Salah Kelola.
Padahal.
Yang
terjadi dalam berbagai bidang.
Di
lndonesia.
Yaitu
:
Salah
Tata Kelola.
Salah
tata kelola.
Yang
dikelola dengan baik.
Hasilnya
justru lebih bahaya.
Contoh.
SALAH TATA KELOLA
Yang
sederhana.
Seorang
ibu punya:
1)
1 anak kandung.
2)
1 anak tiri.
Si
ibu sulit berbuat adil.
Jika
membagi 1 pisang.
Untuk
2 anak itu.
Sebaiknya
si ibu.
Jangan
diberi tugas membagi pisang.
Hal
itu disebut:
TATA KELOLA YANG BAIK.
Harus
ada orang lain.
Yang
memotong pisang itu.
Yang
tidak ada kepentingan apa pun.
Dengan
2 anak itu.
Atau
cara lain.
Jika
salah 1 anak.
Boleh memotong pisang itu.
Maka
anak yang lain.
Harus
diberi hak memilih lebih dulu.
Maka
yang memotong pisang.
Akan
lebih hati-hati.
Jika
memotongnya besar sebelah.
Maka
potongan lebih besar.
Akan
dipilih lebih dulu.
Maka
yang memotong rugi sendiri.
Hal
itu disebut:
TATA
KELOLA YANG BAIK
Tata
kelola sebuah negara harus baik.
Jika
ada penyelewengan.
Dalam
pengelolaan.
Bisa
dikembalikan ke tata kelola yang baik.
Jika
lndonesia belum maju.
Maka
harus dilihat tata kelolanya.
Misalnya.
SOAL
DEMOKRASI
Bagaimana
bisa.
Aturan
soal partai.
Dibuat
sendiri oleh DPR.
Yang
dikendalikan partai.
Hal
itu.
Sama
saja dengan ibu tiri.
Membagi
pisang:
Si
ibu yang memotong pisangnya.
Tapi
si ibu juga :
1)
Yang memilihkan.
2)
Yang membagikan.
Tata
kelola seperti itu.
Sekarang
dilakukan.
Dengan
sungguh-sungguh.
Justru
karena mengelolanya sungguh-sungguh.
Maka
tata kelola yang salah.
Maka
salahnya jadi tambah parah.
Contoh
lainnya.
Salah
tata kelola.
Ada
kasus:
1)
Polisi membunuh polisi.
2)
Di rumah polisi.
3)
Diperiksa oleh polisi.
Jika
salah tata kelola.
Dikelola
dengan baik.
Maka
tambah parah salahnya.
(Sumber
Dahlan lskan)
0 comments:
Post a Comment