KAITAN
DOA DAN USAHA MANUSIA DI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
A. Hubungan
doa dan usaha
Dalam Al-Qur’an dan logika.
Diringkas:
1)
Doa
a.
Memberikan arah.
b.
Tergantung pada Allah
2)
Usaha
a.
Tindakan nyata manusia.
b.
Untuk mencapai tujuan.
Penjelasan.
1.
Al-Qur’an mengajarkan doa sekaligus Tindakan
QS.
Ghafir (40:60)
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ
لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ
جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya
akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri
dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina".
Catatan.
1)
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan
untukmu.”
2.
Al-Qur’an juga menegaskan:
QS.
Ar-Ra'd (13:11)
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ
وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ
مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ
بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya
bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah
keadaan diri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada suatu kaum, maka tak ada yang dapat
menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Catatan.
1)
“Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum
sampai mereka mengubah diri.”
a.
Berdoa tak menunggu
b.
Tanpa berbuat apa-apa.
3.
Contoh
1)
Ingin pintar:
a.
Doa → memohon ilmu.
b.
Usaha → membaca, belajar, bertanya,
latihan.
c.
Hasil → tawakal pada Allah.
2)
Ingin sehat:
a.
Doa → mohon kesehatan.
b.
Usaha → makan baik, olahraga, istirahat,
dan cari pertolongan medis.
3)
Ingin sukses dalam pekerjaan:
a.
Doa → mohon rezeki dan kemudahan.
b.
Usaha → meningkatkan keterampilan, bekerja
disiplin, dan perbaiki kesalahan.
Logikanya
1)
Bayangkan orang berkata:
“Saya
ingin panen.”
2)
Tiap hari dia hanya berdoa.
3)
Tapi tidak menanam benih.
4)
Secara logika.
Peluang panen sangat kecil.
Sebaliknya.
1)
Orang menanam, merawat, beri pupuk, dan atasi
hama.
2)
Tapi tetap paham.
a.
Hujan.
b.
Cuaca.
c.
Penyakit tanaman.
d.
Faktor lainnya.
3)
Tak sepenuhnya
Dalam kendalinya.
a.
Doa
Hubungan
manusia dengan Allah.
b.
Usaha
Tindakan
manusia proses sebab akibat di dunia.
c.
Tawakal
Serahkan
hasil akhir pada Allah setelah usaha.
4.
Jangan salah pahami tawakal
1)
Tawakal BUKAN:
a.
“Saya tidak perlu berusaha
b.
Allah sudah tentukan semua.”
Lebih
tepat:
a.
“Saya melakukan usaha terbaik.
b.
Menyerahkan hasil akhir pada Allah.”
QS.
Ali 'Imran 3:159.
1)
Setelah perintah musyawarah dan ambil Keputusan.
2)
Agar manusia tawakal pada Allah.
Urutan
menarik:
1)
berpikir → musyawarah → ambil keputusan →
bertindak → tawakal.
Rumus kehidupan
1)
DOA + ILMU + USAHA + SABAR + EVALUASI +
TAWAKAL
Bukan:
1)
DOA − USAHA = berharap keajaiban.
Dan
bukan pula:
1)
USAHA − DOA = merasa manusia menguasai
segala sesuatu.
Kesimpulan
1)
Menurut Al-Qur’an dan logika.
a.
Doa dan usaha bukan lawan.
b.
Tapi pasangan.
1)
Doa
Dekatkan
manusia pada Allah.
2)
Usaha
Gerakkan
manusia melakukan sebab.
a.
Ilmu
Mnentukan
cara yang benar.
b.
Tawakal
Manusia
terima hasil setelah usaha.
Sikap
relevan di zaman modern:
1)
Beriman, tanpa malas
2)
Bekerja keras, tanpa sombong.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.
0 comments:
Post a Comment