Saturday, September 5, 2026

60123. HUBUNGAN DOA DAN USAHA MANUSIA



HUBUNGAN DOA DAN USAHA MANUSIA DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

A.       Hubungan doa dan usaha

 

 Dalam Al-Qur’an dan logika.

Diringkas:

 

1)        Doa

 

a.        Memberikan arah.

b.        Tergantung pada Allah

 

2)        Usaha

 

a.        Tindakan nyata manusia.

b.        Untuk mencapai tujuan.

Penjelasan.

 

1.        Al-Qur’an mengajarkan doa sekaligus Tindakan

 

QS. Ghafir (40:60)

 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ 

 

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina".

 

Catatan.

 

1)        “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.”

 

2.        Al-Qur’an juga menegaskan:

 

QS. Ar-Ra'd (13:11)

 

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ 

 

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada  suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Catatan.

 

1)        “Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah diri.”

 

 

a.        Berdoa tak menunggu

b.        Tanpa berbuat apa-apa.

 

3.        Contoh

 

1)        Ingin pintar:

 

a.        Doa → memohon ilmu.

 

b.        Usaha → membaca, belajar, bertanya, latihan.

 

c.        Hasil → tawakal pada Allah.

 

 

2)        Ingin sehat:

 

a.                Doa → mohon kesehatan.

 

b.                Usaha → makan baik, olahraga, istirahat, dan cari pertolongan medis.

 

3)        Ingin sukses dalam pekerjaan:

 

a.                Doa → mohon rezeki dan kemudahan.

 

b.                Usaha → meningkatkan keterampilan, bekerja disiplin, dan perbaiki kesalahan.

 

Logikanya

 

1)        Bayangkan orang berkata:

“Saya ingin panen.”

 

2)        Tiap hari dia hanya berdoa.

3)        Tapi tidak menanam benih.

 

4)        Secara logika.

Peluang panen sangat kecil.

 

Sebaliknya.

 

1)        Orang menanam, merawat, beri pupuk, dan atasi hama.

 

2)        Tapi tetap paham.

 

a.         Hujan.

b.        Cuaca.

 

c.        Penyakit tanaman.

d.        Faktor lainnya.

 

3)        Tak sepenuhnya

Dalam kendalinya.

 

 

a.                Doa

Hubungan manusia dengan Allah.

 

b.                Usaha

Tindakan manusia proses sebab akibat di dunia.

 

c.                Tawakal

Serahkan hasil akhir pada Allah setelah usaha.

 

4. Jangan salah pahami tawakal

 

1)                Tawakal BUKAN:

 

a.        “Saya tidak perlu berusaha

b.        Allah sudah tentukan semua.”

 

Lebih tepat:

 

a.        “Saya melakukan usaha terbaik.

b.        Menyerahkan hasil akhir pada Allah.”

 

QS. Ali 'Imran 3:159.

 

1)        Setelah perintah musyawarah dan ambil Keputusan.

 

2)        Agar manusia tawakal pada Allah.

 

Urutan menarik:

 

1)        berpikir → musyawarah → ambil keputusan → bertindak → tawakal.

 

Rumus kehidupan

 

1)        DOA + ILMU + USAHA + SABAR + EVALUASI + TAWAKAL

 

Bukan:

1)        DOA − USAHA = berharap keajaiban.

 

Dan bukan pula:

1)        USAHA − DOA = merasa manusia menguasai segala sesuatu.

 

Kesimpulan

 

1)        Menurut Al-Qur’an dan logika.

 

a.        Doa dan usaha bukan lawan.

b.        Tapi pasangan.

 

1)                Doa

Dekatkan manusia pada Allah.

 

2)                Usaha

Gerakkan manusia melakukan sebab.

 

a.                Ilmu

Mnentukan cara yang benar.

 

b.                Tawakal

Manusia terima hasil setelah usaha.

 

Sikap relevan di zaman modern:

 

1)        Beriman, tanpa malas

2)        Bekerja keras, tanpa sombong.

 

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.

 

 


0 comments:

Post a Comment