BEKAL HIDUP DEWASA ANAK
MENYAPU RUMAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
A.
Anak Dilatih Menyapu
Rumah.
Siap Menghadapi
Kehidupan Dewasa
1)
Melatih anak menyapu rumah
Sejak kecil.
2)
Tak sekadar ajarkan
kebersihan.
3)
Anak dilatih jadi manusia
a.
Mandiri.
b.
Tanggung jawab.
c.
Disiplin.
d.
Siap hadapi hidup dewasa.
4)
Pekerjaan sederhana ini.
a.
Jadi bekal penting
b.
Hadapi masalah lebih besar
c.
Pada masa depan.
B.
Apa hubungan dengan
Al-Qur’an?
1)
Al-Qur’an tak khusus.
a.
Perintah anak
b.
Untuk menyapu rumah.
2)
Tapi ajaran Al-Qur’an
3)
Sejalan pendidikan
a.
Mandiri.
b.
Tanggung jawab.
QS At-Tahrim (66:6)
Mendidik keluarga
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا
أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا
مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ
مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang beriman, jaga dirimu dan keluargamu dari
api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa
yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.
Catatan.
1)
Allah berfirman
2)
Agar orang beriman
3)
Menjaga diri dan
keluarganya
4)
Dari api neraka.
Artinya.
Mendidik anak
1)
Tak hanya beri
a.
Makanan.
b.
Pakaian.
c.
Biaya sekolah.
2)
Tapi juga bentuk
a.
Akhlak
b.
Kebiasaan baik.
Contoh
1)
Anak dilatih menyapu
rumah.
2)
Anak merapikan tempat
tidurnya.
3)
Anak dibiasakan cuci
piringnya setelah makan.
4)
Anak diajari tanggung
jawab terhadap barang miliknya.
Hasilnya.
1)
Anak tumbuh
2)
Jadi orang pandai.
3)
Mampu urus dirinya
4)
Membantu keluarga.
QS Al-Isra (17:36)
Jangan ikuti sesuatu tanpa ilmu
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ
عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ
مَسْئُولًا
Dan jangan kamu
mengikuti apa yang kamu tidak punya pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan dan hati, semua
akan diminta tanggung jawab.
Catatan.
1)
Ayat ini ajarkan
2)
Manusia pakai pendengaran,
penglihatan, dan hati
3)
Bertanggung jawab.
4)
Dalam pendidikan.
a.
Orang tua jelaskan alasan
kebiasaan.
b.
Tak sekadar menyuruh anak.
Contoh:
1)
Jangan hanya berkata,
“Ayo, sapu rumah!”
2)
Jelaskan juga,
a.
“Kalau rumah bersih, kita
lebih nyaman, debu berkurang.
b.
Belajar tanggung jawab
yang ditinggali.”
1)
Anak pahami manfaatnya.
2)
Tak sekadar takut
dimarahi.
QS Al-Ma’idah (5:2)
Tolong-menolong dalam
kebaikan
1)
Ayat ini ajarkan
2)
Manusia saling bantu
kebajikan.
Contoh:
1)
Ayah bekerja.
2)
Ibu memasak.
3)
Anak bantu menyapu.
4)
Semua anggota keluarga
5)
Kontribusi sesuai
kemampuan.
Anak belajar
Rumah
1)
Tak hanya menerima
pelayanan.
2)
Juga belajar beri manfaat.
C.
Mengapa menyapu latihan hidup
dewasa?
1.
Melatih tanggung jawab
1)
Anak pahami
2)
Pekerjaan diselesaikan.
3)
Bukan ditinggalkan pada
orang lain.
4)
Saat dewasa:
a.
Dapat tugas di tempat
kerja.
b.
Cari solusi.
c.
Tanpa terus disuruh.
2.
Melatih mandiri
1)
Anak melakukan sendiri.
2)
Sesuai kemampuan.
3)
Saat dewasa:
a.
Saat jauh dari orang tua.
b.
Dia siap urus kebersihan
rumah, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari.
3.
Melatih disiplin
1)
Anak belajar
2)
Pekerjaan dilakukan
teratur.
3)
Saat dewasa:
a.
Dia siap bekerja tepat
waktu.
b.
Menjaga keteraturan.
4.
Menghilangkan kebiasaan
selalu dilayani
1)
Anak sadar.
2)
Dia bisa membantu.
3)
Tak hanya minta bantuan.
4)
Saat dewasa:
a.
Mudah bekerja sama
b.
Dengan pasangan, rekan
kerja, dan masyarakat.
Cntoh mudah dipahami
Contoh 1.
1)
Anak selalu dilayani.
2)
Sejak kecil, semua
kebutuhan anak dikerjakan pembantu atau orang tuanya.
3)
Ia tidak pernah diminta merapikan barang atau
bersihkan rumah.
Saat dewasa dan tinggal
sendiri.
1)
Bingung atur pekerjaan
rumah.
2)
Tak biasa inisiatif.
3)
Anggap pekerjaan sederhana
4)
Jadi tugas orang lain.
Contoh 2.
1)
Anak dibiasakan membantu.
2)
Sejak kecil, ia belajar
menyapu, merapikan barang.
3)
Bantu pekerjaan rumah
sesuai usianya.
Ketika dewasa.
1)
Dia pengalaman pekerjaan
sederhana.
2)
Paham beban orang lain.
3)
Biasa ambil tanggung
jawab.
Bagaimana cara orang tua
melatihnya dengan benar?
1)
Mulai pekerjaan ringan
sesuai usia.
2)
Berikan contoh langsung, tak
hanya perintah.
3)
Lakukan teratur, tak
menunggu rumah kotor sekali.
4)
Hargai usaha anak,
meskipun hasil belum sempurna.
5)
Tak jadikan pekerjaan
rumah sebagai hukuman atau permalukan anak.
6)
Ajarkan semua anggota
keluarga saling membantu.
7)
Tak hanya anak wanita atau
pria.
Kesimpulan
Pendidikan anak
1)
Tak hanya pintar jawab soal ujian.
2)
Tapi juga membekalinya
3)
Agar mampu hadapi hidup
nyata.
Al-Qur’an
1)
Ajarkan tanggung jawab
keluarga
2)
Tolong-menolong dalam
kebaikan.
Logika pendidikan
1)
Tugas rumah sederhana.
2)
Sarana berlatih mandiri,
disiplin, dan peduli orang lain.
Anak sejak kecil
1)
Belajar menyapu lantai
rumah
2)
Tak sekadar belajar bersihkan
lantai.
Ia sedang belajar
1)
Hidup butuh usaha,
tanggung jawab.
2)
Siap membantu.
Itulah pendidikan
1)
Berguna anak bersama orang
tua.
2)
Jadi bekal dewasa
3)
Hidup bermasyarakat.
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT


