NABI DAKWAH BUKAN CARI HARTA TAHTA ISTANA
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Mengapa dakwah Nabi Muhammad
Tak orientasi pada
1)
Harta.
2)
Tahta.
3)
Istana?
Bahasa sederhana
1)
Jika tujuan Nabi Muhammad
a.
Hanya ingin kaya.
b.
Jadi penguasa.
c.
Hidup mewah.
2)
Mengapa Nabi tetap berdakwah
a.
Saat hadapi penolakan.
b.
Ancaman.
c.
Kesulitan?
Pertanyaan ini menarik
Dalam
1)
Al-Qur'an.
2)
Logika manusia.
3)
Perbandingan penguasa
a.
Zaman dahulu
b.
Sekarang.
Penjelasan.
A.
Al-Qur'an menunjukkan Nabi tidak minta
upah atas dakwahnya
QS Al-Furqan (25:57)
قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ
أَجْرٍ إِلَّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا
Katakan: "Aku tidak
meminta upah sedikitpun pada kamu dalam menyampaikan risalah, melainkan
(mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan pada Tuhan nya.
Catatan.
1)
Katakan, aku tidak minta imbalan apa
pun kepadamu atas dakwah itu.
Ayat ini tegaskan
1)
Nabi berdakwah
2)
BUKAN minta bayaran
3)
Dari orang-orang yang diajak.
4)
Mengikuti petunjuk Allah.
Dalam ayat sama.
1)
Nabi diperintah sampaikan.
2)
Hanya ingin orang mau
3)
Ambil jalan menuju Tuhan.
Logika
1)
Ada perbedaan
a.
Orang bekerja cari untung pribadi.
b.
Berjuang demi tujuan diyakini benar.
Tapi ayat ini
BUKAN Nabi
1)
Tak boleh punya harta.
2)
Tak boleh terima penghasilan halal.
Yang ditekankan
1)
Tujuan dakwahnya.
2)
BUKAN cari untung pribadi
3)
Sebagai tujuan utama.
B.
Nabi ditawari kekayaan dan kekuasaan
Dalam sejarah Islam.
1)
Para pemuka Quraisy
2)
Berusaha hentikan dakwah Nabi.
3)
Salah satu kisah terkenal.
4)
Tawaran Utbah bin Rabi'ah.
a.
Kekayaan.
b.
Kedudukan.
c.
Kekuasaan .
5)
Jika Nabi stop dakwahnya.
C. Apa pelajaran logisnya?
1)
Jika orang hanya kejar harta.
a.
Maka tawaran kekayaan
b.
bisa jadi alasan berhenti berjuang.
2)
Jika orang hanya kejar jabatan.
a.
Maka tawaran kedudukan
b.
Bisa ubah pendirian.
3)
Tapi orang pegang
a.
Keyakinan.
b.
Misi moral.
4)
Tak otomatis tinggalkan prinsipnya .
5)
Karena ditawari keuntungan.
Al-Qur'an gambarkan keteguhan Nabi
QS Al-Kafirun 1–6:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Untukmu agamamu dan untukku agamaku".
1)
Nabi tak campur aduk.
a.
Ibadah pada Allah
b.
Sembahan selain Allah.
Ini BUKAN bukti
1)
Pemimpin terima kekayaan atau jabatan
2)
Itu pasti buruk.
3)
Yang penting
a.
Harta dan jabatan untuk berbuat baik.
b.
Bukan kalahkan prinsip.
D.
Bandingkan penguasa zaman dahulu
1.
Penguasa kejar kekayaan dan mewah
Zaman dulu.
1)
Raja disertai istana, harta, pasukan,
dan hak istimewa.
2)
Sebagian penguasa
3)
Untuk kepentingan rakyat.
4)
Tapi ada yang menindas.
5)
Kumpulkan kekayaan bagi dirinya.
Logika:
1)
Jabatan kesempatan cari untung.
2)
Peluang seleweng kekuasaan.
2.
Penguasa ingin pertahankan tahta
1)
Penguasa masa lampau
2)
Pertahankan kekuasaan
a.
Perang.
b.
Bersekutu
c.
Singkiran lawan.
3)
Tak semua Raja demikian.
a.
Ada utamakan keadilan
b.
Kesejahteraan rakyat.
Pelajaran:
1)
Kekuasaan sarana melayani masyarakat.
2)
Dapat dipertahankan demi pribadi.
3.
Nabi Muhammad pembawa risalah
1)
Dalam Islam.
2)
Nabi utamakan
a.
Sampaikan wahyu.
b.
Membina akhlak.
c.
Keadilan.
d.
Tanggung jawab pada Allah.
3)
Setelah hijrah ke Madinah.
a.
Nabi memimpin masyarakat
b.
Jalankan urusan pemerintahan.
1)
Bukan Nabi tak punya kekuasaan.
2)
Bedanya pada
a.
Tujuan
b.
Cara pakai kekuasaan.
E.
Bagaimana penguasa zaman sekarang?
1)
Pemimpin orientasi pelayanan.
a.
Dana untuk pendidikan, kesehatan,
jalan, air bersih, dan sejahtera masyarakat.
2)
Pemimpin salah gunakan jabatan.
a.
Jabatan untuk perkaya diri, keluarga, dan
kelompoknya.
3)
Pemimpin pegang prinsip.
a.
Tolak suap.
b.
Terima kritik.
c.
Tanggung jawab keputusan.
Contoh
Ada 2 pemimpin.
F.
Apa kata Al-Qur'an tentang pemimpin
mengejar mulia dunia?
Ada 2 ayat penting
1.
Surah Al-Qasas 83.
1)
Allah jelaskan.
2)
Negeri akhirat bagi orang
a.
Tak sombong
b.
Tak merusak di bumi.
2.
Surah An-Nisa 58.
1)
Allah perinta manusia.
2)
Beri amanah pada yang berhak.
3)
Tetapkan hukum adil.
G.
Mengapa menarik bagi pengamat Barat?
1)
Peneliti sejarah tertarik pertanyaan.
2)
Bagaimana Nabi Muhammad bangun gerakan
agama?.
3)
Berkembang jadi masyarakat dan
pemerintahan di Madinah.
a.
Kisah tawaran kekayaan dan kekuasaan
pada Nabi
b.
Sering dibahas.
Dalam Islam.
1)
Misi Nabi sampaikan wahyu Allah.
2)
Ajak manusia ibadah pada-Nya.
3)
Bangun kehidupan berakhlak.
H.
Pelajaran sekarang
1)
Harta boleh dimiliki.
2)
Tapi bukan segalanya.
3)
Pedagang boleh cari keuntungan.
4)
Guru boleh menerima gaji.
5)
Pemimpin boleh dapat penghasilan sah.
6)
Yang harus dihindari
a.
Cari untung
b.
Dengan menipu
c.
Merugikan orang lain.
Jabatan
1)
Perbesar manfaat.
2)
Bukan perbesar sombong.
Makin tinggi kedudukan
1)
Makin besar tanggung jawab
2)
Pada masyarakat.
a.
Jangan menilai orang
b.
Hanya dari pidatonya.
Periksa tindakan nyata
1)
Apakah jujur, adil, jaga amanah.
2)
Beri maslahat pada orang lain?
Kesimpulan
Nabi Muhammad
1)
Bukan tak punya urusan dunia.
2)
Beliau
bisnis sebelum jadi Nabi.
3)
Nabi memimpin masyarakat
4)
Setelah hijrah ke Madinah.
Al-Qur'an dan kisah hidup Nabi.
Dalam tradisi Islam.
1)
Ukuran sukses dakwah
a.
Bukan mewah istana.
b.
Bukan banyak harta pribadi
Inti pelajaran
1)
Harta adalah alat.
2)
Jabatan adalah amanah.
3)
Kemuliaan manusia
a.
Terlihat dari jujur.
b.
Maslahat,.
Prinsip relevan.
1)
Menilai penguasa
2)
Zaman dahulu dan sekarang.
3)
Termasuk menilai:
a.
Pemimpin agama.
b.
Pejabat negara.
c.
Pengusaha.
d.
Diri kita sendiri.
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



