Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label PEDOMAN STOP MEROKOK MUJARAB. Show all posts
Showing posts with label PEDOMAN STOP MEROKOK MUJARAB. Show all posts

Monday, August 3, 2026

55976. PEDOMAN STOP MEROKOK MUJARAB



PEDOMAN STOP MEROKOK YANG MUJARAB

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Orang merokok.

Factor:

 

1) Biologis.

2) Psikologis.

3) Sosial.

 

A. Faktor Biologis

 

1) Nikotin dalam rokok.

2) Bersifat adiktif.

 

3) Menyebabkan ketergantungan.

4) Saat rokok dihirup.

5) Nikotin cepat masuk ke otak.

 

6) Memicu pelepasan dopamine.

7) Memberi rasa senang.

 

8) Merasa rileks sesaat.

9) Setelah efeknya habis.

 

10) Tubuh ingin nikotin lagi.

11) Muncul dorongan merokok terus.

 

B. Faktor Psikologis

 

1) Mengurangi stres atau cemas.

2) Tapi efek ini sementara.

 

3) Nikotin tingkatkan stres jangka panjang.

 

4) Kebiasaan dan ritual.

5) Merokok sambil minum kopi.

 

6) Setelah makan.

7) Saat bekerja.

 

8) Mengatasi bosan.

9) Banyak perokok saat tak ada kegiatan.

 

C. Faktor Sosial dan Lingkungan

 

1) Pengaruh teman sebaya.

2) Terutama saat remaja.

 

3) Lingkungan keluarga.

 

4) Jika orang tua merokok.

5) Potensi anak menirunya.

 

6) Iklan dan budaya popular.

 

7) Rokok sering asosiasi “gaya”, “maskulin”, atau “bebas” di media.

 

D. Faktor Kebiasaan dan Kecanduan

 

1) Awalnya coba-coba.

2) Terus jadi kebiasaan.

 

3) Nikotin membuat otak adaptasi.

4) Sehingga sulit berhenti.

 

5) Jika tak merokok

Maka gelisah, sulit konsentrasi, mudah marah.

 

Kesimpulan:

 

1) Banyak orang merokok.

2) Tak hanya suka rasanya.

 

3) Tapi nikotin membuat tubuh dan otak ketagihan.

 

4) Ditambah faktor kebiasaan dan lingkungan.

 

5) Persepsi rokok beri rasa nyaman.

 

Kenapa sulit berhenti merokok.

Jawab.

 

1) Efek nikotin.

2) Kebiasaan.

3) Psikologis.

 

A. Kecanduan Nikotin

 

1)        Nikotin adalah zat adiktif bekerja sangat cepat.

 

Butuh ±10 detik setelah dihirup untuk mencapai otak.

 

2)        Memicu pelepasan dopamin (hormon senang) dan neurotransmiter lain

Membuat rileks sementara.

 

3)        Lama-lama otak terbiasa menerima dopamin dari nikotin.

Tanpa nikotin, tubuh merasa “kurang”.

Muncul gejala putus nikotin (withdrawal).

 

H. Gejala Putus Nikotin.

 

Saat berhenti merokok.

Tubuh bereaksi karena hilang nikotin:

 

1)        Gelisah, mudah marah

2)        Susah konsentrasi

 

3)        Sakit kepala

4)        Ngidam rokok kuat

 

5)        Sulit tidur

6)        Nafsu makan meningkat

 

Gejala ini

Paling berat di 3–7 hari pertama.

 

Mulai berkurang dalam beberapa minggu.

 

C. Kebiasaan dan Rutinitas.

 

1) Merokok bagian aktivitas harian.

2) Sambil minum kopi.

 

3) Setelah makan.

4) Saat istirahat kerja.

 

5) Otak asosiasi momen ini dengan rokok.

6) Sulit pisahkan keduanya.

 

D. Pemicu Psikologis

 

1) Stres, cemas, marah, atau bosan.

2) Memicu keinginan merokok.

 

3) Merokok jadi “pelarian” emosi.

 

E. Pengaruh Sosial

 

1) Lingkungan banyak perokok.

2) Membuat godaan lebih besar.

 

3) Tekanan teman sebaya.

4) Keluarga yang merokok.

 

Kesimpulan:

 

1)        Sulit berhenti merokok.

 

2) Gabungan adiksi fisik (nikotin), kebiasaan, emosi, dan pengaruh sosial.

 

Cara atasi.

 

1) Butuh strategi tepat.

2) Dukungan medis.

 

3) Perubahan pola pikir.

4) Lingkungan mendukung.

 

Panduan berhenti merokok.

 

A. Persiapan Mental

 

1) Tentukan tanggal berhenti.

2) Misal 2 minggu dari sekarang.

 

3) Untuk waktu persiapan.

4) Tulis alasan pribadi kenapa ingin berhenti.

 

5) Alasan kesehatan, keluarga, uang, ibadah.

 

6) Beritahu keluarga/teman.

7) Agar mereka mendukung.

 

B. Kenali Pemicu

 

1) Catat kapan dan tempat biasanya merokok.

 

2) Saat minum kopi/teh

3) Setelah makan

 

4) Saat stres atau bosan

5) Saat bersama teman perokok

 

6) Rencanakan pengganti.

 

7) Kunyah permen, minum air, jalan sebentar, tarik napas dalam.

 

C. Gunakan Bantuan Medis jika Perlu

 

1) Terapi pengganti nikotin (NRT).

Permen karet nikotin, plester, inhaler, atau tablet isap.

 

2) Obat resep:

Bupropion atau Varenicline (hanya lewat dokter).

 

3) Konsultasi Puskesmas atau klinik berhenti merokok.

 

D. Ganti Kebiasaan

 

1) Ubah kegiatan rutin terkait rokok.

2)  Jika biasa minum kopi sambil merokok.

 

3) Diganti minum teh.

4) Minum di tempat berbeda.

 

5) Perbanyak aktivitas tangan dan mulut sibuk.

 

6) Olahraga, menulis, ngemil sehat.

 

E. Kelola Gejala Putus Nikotin

 

1) Banyak minum air putih.

2) Olahraga ringan.

 

3) Meningkatkan mood.

 

4) Tarik napas dalam 10 kali.

5) Jika ingin merokok.

 

Catatan.

 

Gejala terburuk biasanya.

Hanya 3-7 hari pertama.

 

F. Bangun Dukungan

 

1) Gabung grup dukungan (offline atau online).

 

2) Ajak teman/keluarga ikut berhenti merokok bersama.

 

3) Minta orang sekitar tak merokok di depan Anda.

 

G. Hadapi Kambuh

 

1) Kalau tergoda, ingat kembali alasan berhenti.

 

2)        Jika sempat merokok lagi.

Maka jangan menyerah

Anggap pelajaran, bukan kegagalan.

 

3) Segera kembali ke jalur berhenti.

 

H.  Tips Penting:

 

1) Setiap kali tak rokok.

Tubuh makin sehat.

 

2) 20 menit:

Tekanan darah & denyut jantung turun.

 

3) 12 jam:

Kadar CO dalam darah normal.

 

4) 2–12 minggu:

Sirkulasi dan fungsi paru membaik.

 

5) 1 tahun:

Risiko penyakit jantung turun drastis.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 195.

 

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 

Dan belanjakan (harta bendamu) di jalan Allah, dan jangan kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang yang berbuat baik.

 

Sumber

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) ChatGPT.