QURAN MELARANG MENGHINA
ORANG LAIN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Kenapa di Al-Qur’an
Allah melarang
1)
Menghina orang lain.
2)
Mencari salah orang lain?
Jawaban.
1)
Islam ajarkan
2)
Manusia menjaga
a.
Kehormatan sesama.
b.
Memperbaiki diri.
c.
Membangun masyarakat
damai.
Larangan ini
1)
Tak sekadar aturan agama.
2)
Tapi juga masuk akal
a.
Menurut ilmu psikologi
b.
Kehidupan sosial.
A.
Larangan menghina orang
lain
QS. Al-Hujurat (49:11)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا
نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا
أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ
بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Hai orang-orang beriman,
jangan sekumpulan pria menghina kumpulan lain, boleh jadi yang dihina lebih
baik daripada mereka. Dan jangan pula sekumpulan wanita menghina kumpulan
lainnya, boleh jadi yang dihina lebih baik. Dan jangan suka mencela dirimu
sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran ejekan. Seburuk-buruk panggilan
adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa tidak bertobat, maka
mereka itu orang zalim.
Catatan.
1)
“Jangan suatu kaum menghina
kaum lain, boleh jadi yang dihina lebih baik daripada mereka.”
B.
Mengapa Allah melarang
menghina?
1)
Manusia tak tahu seluruh
keadaan orang lain.
a.
Orang kita anggap rendah
b.
Mungkin punya akhlak
lebih baik di depan Allah.
2)
Menghina melukai hati dan
merusak hubungan.
3)
Orang yang dihina bisa
a.
Malu.
b.
Marah.
c.
Hilang percaya diri.
d.
Membalas menghina.
4)
Menghina tumbuh sombong.
a.
Merasa diri lebih tinggi.
b.
Padahal kelebihan bisa
hilang.
c.
Kekurangan bisa
bertambah.
Contoh
1)
Orang kurang pandai baca Al-Qur’an.
Lalu ditertawakan.
2)
Kita bantu belajar.
Bukan mempermalukan.
3)
Orang dihina
Mungkin akhlaknya lebih baik.
C.
Larangan cari kesalahan
orang lain
QS. Al-Hujurat (49:12)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا
تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ
يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ
تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Hai orang-orang beriman, jauhi kebanyakan prasangka, karena
sebagian prasangka itu dosa. Dan jangan mencari keburukan orang dan jangan bergunjing
satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu suka memakan daging saudaranya
yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Catatan.
1)
“Jangan kamu
mencari-cari kesalahan orang lain
2)
Jangan bergunjing sebagian
yang lain.”
Ayat ini ajarkan
1)
Tak sibuk bongkar
kekurangan orang lain.
2)
Demi memuaskan rasa
ingin tahu, merendahkan, dan permalukan.
Mengapa?
1)
Membuang waktu dan tenaga.
a.
Waktu memperbaiki diri
b.
Habis cari kekurangan
orang.
2)
Menimbulkan prasangka.
a.
Salah pahami tindakan
orang.
b.
Tak tahu seluruh fakta.
3)
Merusak persaudaraan.
a.
Salah kecil
b.
Bahan gosip, fitnah, dan
permusuhan.
4)
Menghambat perbaikan diri.
a.
Merasa diri paling benar
b.
Hanya melihat salah
orang lain.
Contoh
1)
Tahu tetangga pernah
salah.
2)
Tak disebar orang
sekampung.
3)
Jika perlu membantu.
4)
Beri nasihat sopan pribadi.
D.
Apakah tidak boleh
kritik kesalahan?
Jawaban: Tidak.
1)
Al-Qur’an tak melarang
semua kritik.
2)
Yang perlu dibedakan
a.
Perbaiki kesalahan
b.
Merendahkan orang.
1.
Kritik yang baik
1)
Menegur dengan fakta.
2)
Tujuan memperbaiki.
3)
Tidak merendahkan.
4)
Contoh:
a.
“Pak, sampahnya tertinggal.
b.
Mari kita bersihkan
bersama.”
2.
Menghina
1)
Menyerang harga diri.
2)
Mempermalukan.
3)
Kekurangan jadi bahan
ejekan.
Contoh:
a.
“Dasar orang jorok!
b.
Tidak punya otak!”
Begitu juga pejabat
korupsi.
1)
Perbuatannya harus
diperiksa.
2)
Bukti harus diselidiki.
3)
Jika terbukti
4)
Harus tanggung jawab.
5)
Melarang menghina
6)
Bukan membiarkan
kejahatan.
Apa hubungan ilmu
psikologi dan logika?
Ada 3 akibat
Manusia biasa menghina
dan cari kesalahan.
1.
Pikiran dipenuhi keburukan
orang.
1)
Kita perhatikan
kekurangan orang lain.
2)
Lupa evaluasi diri.
2.
Kepercayaan masyarakat
menurun.
a.
Orang takut bicara jujur.
b.
Khawatir diejek atau gosip.
3.
Konflik mudah membesar.
1)
Masalah kecil.
2)
Jadi permusuhan kelompok.
a.
Bukan tiap kritik pasti
merusak.
b.
Kritik adil dan berdasar
fakta.
c.
Perlu untuk perbaiki
kehidupan.
E.
Bagaimana menerapkan
dalam kehidupan?
Ada 4 prinsip
1.
Melihat kekurangan orang.
1)
Periksa dahulu
2)
Apakah pahami faktanya.
2.
Orang berbuat salah.
1)
Utamakan nasihat
2)
Bantu perbaiki.
3.
Ada bahaya atau zalim.
1)
Laporkan cara benar.
2)
Tak menutupinya
3)
Demi jaga kehormatan.
4.
Sebelum bahas buruk
orang.
1)
Tanya diri sendiri:
2)
Apakah ini benar, perlu,
dan bermanfaat?
Allah ingatkan
Surah An-Najm ayat 32.
1)
Manusia tak anggap diri
paling suci.
2)
Allah lebih tahu siapa
bertakwa.
Kesimpulan
Tujuan larangan Al-Qur’an.
1)
Tak tutup mata manusia
2)
Terhadap kesalahan.
3)
Tapi ajarkan bedakan
a.
Membenahi kesalahan.
b.
Merendahkan manusia.
Orang baik
1)
Bkan tidak lihat salah
orang lain.
2)
Tapi mampu adil.
3)
Memberi nasihat.
4)
Jaga kehormatan sesama.
Ingatlah prinsip ini:
1)
Tegas pada kesalahan.
2)
Adil terhadap fakta.
3)
Santun terhadap manusia.
4)
Rajin perbaiki diri
sendiri.
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



.bmp)