Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, February 3, 2020

4405. SEJARAH NABI MUHAMMAD (15)


SEJARAH NABI MUHAMMAD
(Seri ke-15)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Allah mengizinkan Rasulullah untuk berperang melawan kaum yang memerangi beliau.
1)    Al-Qurah surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 39.

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.

2)    Rasulullah telah mempererat ikatan persaudaraan sesama muslim dengan menghilangkan fanatisme kebanggaan kesukuan dan kabilah, semuanya wajib bersatu hanya mencintai Allah dan Rasulullah.
3)    Rasulullah telah mengikat perjanjian dengan kaum Yahudi untuk bersatu melawan musuh dari luar Madinah.
4)    Rasulullah mengikat perjanjian kerja sama dan tidak saling menyerang dengan beberapa kabilah dalam jalur perdagangan.
5)    Setelah izin berperang turun untuk melawan kaum yang memerangi, maka Rasulullah memulai kegiatan militer.
6)    Rasulullah mengirim beberapa kelompok secara rutin untuk memeriksa jalur perdagangan.
7)    Rasulullah mengirim mata-mata ke segenap penjuru untuk menunjukkan kekuatan, dengan harapan kaum Quraisy batal menyerang Madinah.

2.    Rasulullah mengirim Hamzah bin Abdul Munththalib menghadang kafilah Quraisy yang kembali dari Syam.
1)    Bendera perang ke-1 Rasulullah berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang oleh Martad Kannaz bin Hishn.
2)    Hamzah bin Abdul Munththalib membawa 30 pasukan Muhajirin berhadapan dengan Abu Jahal bersama rombongan 300 orang.
3)    Majdy bin Amr adalah sekutu kedua pihak dan melerai mereka, sehingga batal berperang.

3.    Rasulullah mengirim Ubaidah bin Harist menghadang kafilah Quraisy di lembah Rabigh.
1)    Bendera perang Rasulullah juga berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang oleh Misthah bin Utsatsah.
2)    Ubaidah bin Harist dengan 60 Muhajirin berpapasan dengan Abu Sufyan bersama 200 orang di lembah Rabigh.
3)    Kedua pihak sudah melepaskan anak panah, tetapi tidak sampai berperang.
4)    Dalam peristiwa itu, 2 orang anggota pasukan Quraisy, yaitu Miqdad bin Amr dan Utbah bin Ghazwan masuk lslam.

4.    Rasulullah mengirim 6 pasukan lagi ke tempat yang berbeda untuk memerangi kaum Quraisy.
1)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 190.

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Dan perangi di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

2)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 191.

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usir mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikian balasan bagi orang-orang kafir.

3)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 192.

فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

4)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 193.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan perangi mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.



Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

4405. SEJARAH NABI MUHAMMAD (15)


SEJARAH NABI MUHAMMAD
(Seri ke-15)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Allah mengizinkan Rasulullah untuk berperang melawan kaum yang memerangi beliau.
1)    Al-Qurah surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 39.

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.

2)    Rasulullah telah mempererat ikatan persaudaraan sesama muslim dengan menghilangkan fanatisme kebanggaan kesukuan dan kabilah, semuanya wajib bersatu hanya mencintai Allah dan Rasulullah.
3)    Rasulullah telah mengikat perjanjian dengan kaum Yahudi untuk bersatu melawan musuh dari luar Madinah.
4)    Rasulullah mengikat perjanjian kerja sama dan tidak saling menyerang dengan beberapa kabilah dalam jalur perdagangan.
5)    Setelah izin berperang turun untuk melawan kaum yang memerangi, maka Rasulullah memulai kegiatan militer.
6)    Rasulullah mengirim beberapa kelompok secara rutin untuk memeriksa jalur perdagangan.
7)    Rasulullah mengirim mata-mata ke segenap penjuru untuk menunjukkan kekuatan, dengan harapan kaum Quraisy batal menyerang Madinah.

2.    Rasulullah mengirim Hamzah bin Abdul Munththalib menghadang kafilah Quraisy yang kembali dari Syam.
1)    Bendera perang ke-1 Rasulullah berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang oleh Martad Kannaz bin Hishn.
2)    Hamzah bin Abdul Munththalib membawa 30 pasukan Muhajirin berhadapan dengan Abu Jahal bersama rombongan 300 orang.
3)    Majdy bin Amr adalah sekutu kedua pihak dan melerai mereka, sehingga batal berperang.

3.    Rasulullah mengirim Ubaidah bin Harist menghadang kafilah Quraisy di lembah Rabigh.
1)    Bendera perang Rasulullah juga berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang oleh Misthah bin Utsatsah.
2)    Ubaidah bin Harist dengan 60 Muhajirin berpapasan dengan Abu Sufyan bersama 200 orang di lembah Rabigh.
3)    Kedua pihak sudah melepaskan anak panah, tetapi tidak sampai berperang.
4)    Dalam peristiwa itu, 2 orang anggota pasukan Quraisy, yaitu Miqdad bin Amr dan Utbah bin Ghazwan masuk lslam.

4.    Rasulullah mengirim 6 pasukan lagi ke tempat yang berbeda untuk memerangi kaum Quraisy.
1)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 190.

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Dan perangi di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

2)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 191.

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usir mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikian balasan bagi orang-orang kafir.

3)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 192.

فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

4)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 193.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan perangi mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.



Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

4404. QURAISY ANCAM RASUL DI MADINAH


QURAISY ANCAM RASUL DI MADINAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Pemimpin Quraisy bertambah marah, ketika mengetahui Rasulullah dan umat lslam yang hijrah dari Mekah mendapat tempat yang aman di Madinah.
2.    Pemimpin Quraisy menulis surat kepada Abdullah bin Ubay (tokoh munafik) di Madinah.
1)    Pamimpin Quraisy mengirim surat yang isinya,”Kalian di Madinah telah menampung orang di antara kami. Demi Allah, kalian yang akan mengusirnya atau kami yang akan memeranginya.”
2)    “Semua orang Quraisy akan mendatangi kalian untuk menghabisi kalian dan menawan para wanita kalian.”
3.    Abdullah bin Ubay (tokoh munafik Madinah) terpengaruh surat dari Quraisy tersebut ditambah dendam kepada Rasulullah karena gagal menjadi raja di Madinah.
4.    Abdullah bin Ubay tidak berani melawan Rasulullah, karena pasukannya masih sedikit.
5.    Saad bin Muadz (kepala suku Aus, Madinah) melakukan umrah di Mekah dan tinggal di rumah Umayah bin Khalaf.
1)    Abu Jahal mengancam Saad bin Muadz,”Kamu bisa aman umrah di Mekah, tetapi kamu melindungi orang-orang yang keluar dari agamanya dan tinggal di Madinah.”
2)    “Jika kamu tidak bersama Abu Shafwan, maka kamu tidak akan bisa kembali kepada keluargamu.”
3)    Saad bin Muadz menjawab,”Demi Allah, jika kamu menggangguku, maka kami akan menghalangimu dengan acara lebih keras ketika kalian melewati Madinah.”
6.    Pemimpin Quraisy mengirim utusan untuk meneror umat lslam yang hijrah dan tinggal di Madinah.
7.    Isi ancamannya,”Kalian jangan bangga terlebih dahulu bisa tinggal di Madinah. Kami akan mendatangi kalin dan membunuh kalian di halaman rumah kalian.”
8.    Sejak tiba di Madinah, umat lslam selalu waspada siap dengan senjatanya dan rumah Rasulullah selalu dijaga oleh para sahabat secara bergantian.
9.    Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 67.
۞ يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai Rasul, sampaikan apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanah-Nya. Allah menjagamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

10. Setelah turun QS (5:67),”Allah menjagamu dari gangguan manusia.” Rasulullah bersabda,”Wahai semua manusia, pergilah dari tempat ini, karena Allah telah menjagaku.”


Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

4404. QURAISY ANCAM RASUL DI MADINAH


QURAISY ANCAM RASUL DI MADINAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Pemimpin Quraisy bertambah marah, ketika mengetahui Rasulullah dan umat lslam yang hijrah dari Mekah mendapat tempat yang aman di Madinah.
2.    Pemimpin Quraisy menulis surat kepada Abdullah bin Ubay (tokoh munafik) di Madinah.
1)    Pamimpin Quraisy mengirim surat yang isinya,”Kalian di Madinah telah menampung orang di antara kami. Demi Allah, kalian yang akan mengusirnya atau kami yang akan memeranginya.”
2)    “Semua orang Quraisy akan mendatangi kalian untuk menghabisi kalian dan menawan para wanita kalian.”
3.    Abdullah bin Ubay (tokoh munafik Madinah) terpengaruh surat dari Quraisy tersebut ditambah dendam kepada Rasulullah karena gagal menjadi raja di Madinah.
4.    Abdullah bin Ubay tidak berani melawan Rasulullah, karena pasukannya masih sedikit.
5.    Saad bin Muadz (kepala suku Aus, Madinah) melakukan umrah di Mekah dan tinggal di rumah Umayah bin Khalaf.
1)    Abu Jahal mengancam Saad bin Muadz,”Kamu bisa aman umrah di Mekah, tetapi kamu melindungi orang-orang yang keluar dari agamanya dan tinggal di Madinah.”
2)    “Jika kamu tidak bersama Abu Shafwan, maka kamu tidak akan bisa kembali kepada keluargamu.”
3)    Saad bin Muadz menjawab,”Demi Allah, jika kamu menggangguku, maka kami akan menghalangimu dengan acara lebih keras ketika kalian melewati Madinah.”
6.    Pemimpin Quraisy mengirim utusan untuk meneror umat lslam yang hijrah dan tinggal di Madinah.
7.    Isi ancamannya,”Kalian jangan bangga terlebih dahulu bisa tinggal di Madinah. Kami akan mendatangi kalin dan membunuh kalian di halaman rumah kalian.”
8.    Sejak tiba di Madinah, umat lslam selalu waspada siap dengan senjatanya dan rumah Rasulullah selalu dijaga oleh para sahabat secara bergantian.
9.    Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 67.
۞ يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai Rasul, sampaikan apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanah-Nya. Allah menjagamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

10. Setelah turun QS (5:67),”Allah menjagamu dari gangguan manusia.” Rasulullah bersabda,”Wahai semua manusia, pergilah dari tempat ini, karena Allah telah menjagaku.”


Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

4404. QURAISY ANCAM RASUL DI MADINAH


QURAISY ANCAM RASUL DI MADINAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Pemimpin Quraisy bertambah marah, ketika mengetahui Rasulullah dan umat lslam yang hijrah dari Mekah mendapat tempat yang aman di Madinah.
2.    Pemimpin Quraisy menulis surat kepada Abdullah bin Ubay (tokoh munafik) di Madinah.
1)    Pamimpin Quraisy mengirim surat yang isinya,”Kalian di Madinah telah menampung orang di antara kami. Demi Allah, kalian yang akan mengusirnya atau kami yang akan memeranginya.”
2)    “Semua orang Quraisy akan mendatangi kalian untuk menghabisi kalian dan menawan para wanita kalian.”
3.    Abdullah bin Ubay (tokoh munafik Madinah) terpengaruh surat dari Quraisy tersebut ditambah dendam kepada Rasulullah karena gagal menjadi raja di Madinah.
4.    Abdullah bin Ubay tidak berani melawan Rasulullah, karena pasukannya masih sedikit.
5.    Saad bin Muadz (kepala suku Aus, Madinah) melakukan umrah di Mekah dan tinggal di rumah Umayah bin Khalaf.
1)    Abu Jahal mengancam Saad bin Muadz,”Kamu bisa aman umrah di Mekah, tetapi kamu melindungi orang-orang yang keluar dari agamanya dan tinggal di Madinah.”
2)    “Jika kamu tidak bersama Abu Shafwan, maka kamu tidak akan bisa kembali kepada keluargamu.”
3)    Saad bin Muadz menjawab,”Demi Allah, jika kamu menggangguku, maka kami akan menghalangimu dengan acara lebih keras ketika kalian melewati Madinah.”
6.    Pemimpin Quraisy mengirim utusan untuk meneror umat lslam yang hijrah dan tinggal di Madinah.
7.    Isi ancamannya,”Kalian jangan bangga terlebih dahulu bisa tinggal di Madinah. Kami akan mendatangi kalin dan membunuh kalian di halaman rumah kalian.”
8.    Sejak tiba di Madinah, umat lslam selalu waspada siap dengan senjatanya dan rumah Rasulullah selalu dijaga oleh para sahabat secara bergantian.
9.    Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 67.
۞ يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai Rasul, sampaikan apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanah-Nya. Allah menjagamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

10. Setelah turun QS (5:67),”Allah menjagamu dari gangguan manusia.” Rasulullah bersabda,”Wahai semua manusia, pergilah dari tempat ini, karena Allah telah menjagaku.”


Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.