PEDOMAN
CEK BERITA FAKTA ATAU PALSU
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Cara
Mengecek Berita
1)
Fakta
2)
Palsu
Menurut
1)
Al-Qur'an
2)
Logika Modern
Al-Qur'an
ajarkan
1)
Seorang Muslim
2)
Tak mudah percaya
3)
Pada tiap berita.
Jika
ada suatu berita
1)
Maka harus diperiksa lebih dulu.
2)
Agar tak merugikan orang lain.
QS Al-Hujurat
(49:6)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ
جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ
فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik
membawa suatu berita, maka periksa dengan teliti agar kamu tidak menimpakan
suatu musibah kepada suatu kaum tanpa tahu keadaannya yang menyebabkan kamu
menyesal atas perbuatanmu.
Catatan.
1)
"Wahai orang-orang yang beriman!
2)
Jika datang pada kalian orang membawa
berita.
3)
Mka telitilah (tabayyun).
4)
Agar kalian tak menimpakan musibah kepada
suatu kaum
5)
Karena kebodohan.
6)
Lalu kalian menyesali perbuatan itu."
a.
Ayat ini dasar penting.
b.
Menghadapi
berita
c.
Era media sosial.
Cara
mengecek berita fakta atau palsu
Yaitu:
1)
Jangan langsung percaya.
2)
Periksa sumber berita.
3)
Cari bukti.
4)
Bandingkan dengan sumber lain.
5)
Gunakan akal sehat.
6)
Jangan menyebarkan sebelum yakin.
Penjelasan.
A. Jangan
langsung percaya.
1)
Jika ada berita
2)
Maka tahan diri
3)
Sebelum menyimpulkan.
Contoh:
1)
Menerima pesan "besok sekolah
libur".
a.
Jangan langsung disebarkan
b.
Sebelum ada pengumuman resmi.
2)
Mendengar kabar orang meninggal.
a.
Pastikan dahulu
b.
Berita itu.
c.
Kepada keluarga
d.
Atau sumber terpercaya.
B. Periksa
sumber berita.
1)
Siapa yang menyampaikan?
2)
Apakah sumbernya dikenal jujur?
3)
Apakah dapat dipercaya?
Contoh:
1)
Info situs resmi Pemerintah.
2)
Lebih dapat dipercaya
3)
Daripada pesan berantai.
4)
Tanpa sumber.
Video
dipotong-potong
1)
Bisa menyesatkan.
2)
Jika asalnya tidak jelas.
C. Cari
bukti.
1)
Berita yang benar
2)
Biasanya punya data, saksi, atau dokumen
pendukung.
Contoh:
1)
Berita gempa
Dicek lewat lembaga resmi
kebencanaan.
2)
Berita hasil pertandingan
Dicek melalui panitia
kompetisi.
D. Bandingkan
dengan sumber lain.
1)
Jika ada suatu berita,
2)
Tak hanya membaca 1 sumber.
Contoh:
1)
Beberapa media terpercaya
a.
Memberitakan hal sama.
b.
Peluang benar lebih besar.
2)
Hanya 1 akun anonim yang sebarkan.
Maka perlu berhati-hati.
E. Gunakan
akal sehat.
a.
Berita terdengar terlalu luar biasa.
b.
Periksa lebih teliti.
Contoh:
1)
"Minum air sekali langsung sembuh
semua penyakit."
2)
"Besok matahari terbit dari
barat."
a.
Klaim seperti ini
b.
Perlu bukti sangat kuat.
F.
Jangan menyebarkan sebelum yakin.
1)
Jika ada suatu berita
2)
Maka diam lebih baik
3)
Daripada sebarkan berita salah.
Contoh
sehari-hari
1)
Ada kabar harga beras naik.
a.
Cek pasar
b.
Pengumuman resmi.
2)
Ada pesan Bank bangkrut.
a.
Periksa informasi dari bank
b.
Otoritas terkait.
1)
Ada video orang berbuat jahat.
a.
Pastikan video utuh.
b.
Bukan hasil edit.
2)
Tokoh mengucapkan sesuatu.
a.
Cari rekaman lengkap
b.
Tak hanya potongan pendek.
3)
Obat herbal sembuhkan penyakit.
a.
Lihat apakah ada bukti ilmiah
b.
Dapat dipercaya.
Penjelasan
logika modern
Dalam
dunia digital:
1)
Foto bisa diedit.
2)
Video bisa dipotong.
3)
Video kecerdasan buatan (AI).
4)
Suara dapat ditiru.
5)
Judul dibuat sensasi
Agar banyak diklik.
Kemampuan cek fakta
Menjadi sangat penting.
Hikmah
Orang
ikuti ajaran Al-Qur'an
1)
Tak mudah tertipu hoaks.
2)
Tak mudah memfitnah orang lain.
3)
Jaga persatuan masyarakat.
4)
Jadi pribadi bijaksana.
5)
Mendapat kepercayaan
6)
Hanya sebarkan berita
7)
Yang telah diperiksa.
Singkatnya.
Menurut
Al-Qur'an dan logika modern.
1)
Prinsipnya "tabayyun".
a.
Teliti sebelum percaya.
b.
Periksa sebelum disebarkan.
c.
Pastikan bukti
d.
Sebelum ambil keputusan.
Hal ini.
1)
Sangat relevan
2)
Era media sosial
3)
Tak sebar berita palsu
4)
Tak sebar hoaks.
5)
Tak sebar fitnah.
6)
Tak berbuat dosa
7)
Tanpa disadari
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



