Thursday, August 27, 2020

5239. SALAFI DAN MUHAMMADIYAH


SALAFI DAN MUHAMMADIYAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A.   Muhammadiyah dan Salafi: Serupa tapi Tak Sama.
1.    Oleh Dr. Agung Danarto, M Ag.
2.    Muhammadiyah dan Salafi Wahabi, serupa tapi tak sama.
3.    PWMU.CO – Banyak yang tidak bisa membedakan Muhammadiyah, Salafiyah, dan Wahabiyah.
4.    Muhammadiyah dan Salafi Wahabi punya jargon sama-sama.
5.    Yaitu ar-ruju ila al-Quran wa al-Sunnah.
6.    Tetapi paradigma dan metode pemahaman terhadap teks agama berbeda.

B.   Sejarah Singkat Salafi
1.    Secara geneologis, Salafi Wahabi berakar pada Ahmad Ibn Hanbal, seorang imam mazhab ahli hadis.
2.    Paradigmanya meneliti hadis, sanad, dan matannya.
3.    Hadis Nabi diikuti secara literal.
4.    Legitimasinya surah Al-Ahzab ayat 21 yang menyatakan Rasulullah uswah hasanah.
5.    Al-Quran surah Al-Ahzab( surah ke-33) ayat 21.

       Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah teladan baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

6.    Jika dilakukan nabi, maka diikuti (ittiba’) secara apa adanya.
7.    Demikian sebaliknya.
8.    Salaf artinya orang sebelum kita, yaitu para sahabat dan tabiin.
9.    Pola pemikiran ini diteruskan Ibnu Taimiyah.
10. Dikembangkan oleh Muhammad Ibn Wahab.
11. Ibnu Wahab menekankan aspek tauhid (akidah) dan melahirkan paham agama kaku.
12. Ada yang menyebut bahwa Salafi Wahabi mengikuti:
1)    Imam Ahmad dalam fikih.
2)    Ibnu Taimiyah dalam akidah.
13. Ajaran Ibn Wahab bersinggungan dengan Ibn Sa’ud menghasilkan dakwah keras.
1)    Perilaku takhayul, bid’ah, dan khurafat dilawan dengan keras.
2)    Makam dan situs sejarah dihancurkan secara paksa.
3)    Ibn Wahab sebagai syeikh dan Ibn Sa’ud sebagai amir berperan penting bagi Arab Saudi modern.

C.   Salafi Wahabi di Indonesia.
1.    Fenomena dakwah Salafi modern di Indonesia sejak 1980-an dipelopori:
1)    Lulusan LIPIA Jakarta.
2)    Perguruan (ma’had) di Saudi Arabia, Yordan, dan Yaman.
2.    Dakwah lewat pengajian dalam masyarakat, pesantren, dan kampus.
3.    Membuat majalah As Sunnah dan Al-Furqon.
4.    Mengklaim Salafi kegiatan dakwah, bukan organisasi.
5.    Jaringan Salafi di Indonesia beragam.
6.    Tergantung pada ulama Timur Tengah yang dijadikan rujukan.
7.    Misalnya, Syeikh Yahya al-Hajuri (menantu dan pengganti Syeikh Muqbil di Dar al-Hadis) berselisih dengan Syeikh Rabi’ al-Madkhali.
8.    Dampaknya, terjadi perselisihan pengikutnya di Indonesia.
9.    Pada mulanya, tokoh Salafi adalah kolega.
10. Seiring berjalannya waktu, terjadi perbedaan doktrin.
11. Sehingga menjadi beberapa faksi.
12. Masing-masing faksi mengklaim paling selamat.
13. Dan berjalan di atas manhaj salaf, sebagai firqah najiyah, dan thaifah mansurah.
14. Perselisihan itu membingungkan publik.

D.   Faksi-Faksi Salafi.
1.    Gerakan Salafi di Indonesia umumnya bercorak Salafi Yamani dengan ma’had dan lembaga yang dirintisnya.
2.    Salafi Yamani tegas terhadap kelompok Islam yang dianggap menyimpang dari manhaj salaf.
3.    Mengambil parameter fatwa Syaikh Rabi’ al-Madkhali dan Muqbil al-Wadi’i.
4.    Misalnya, menyebut Yusuf Qardhawi musuh Islam.
5.    Salafi Yamani di Indonesia dipimpin oleh:
1)    Muhammad Umar as-Sewed.
2)    Luqman Ba’abduh.
3)    Alumni Dar al-Hadis Dammaj, Yaman.
6.    Para penggerak dakwahnya:
1)    Ja’far Umar Thalib (FKAW/Laskar Jihad).
2)    Yusuf Baisa (Ma’had al-Irsyad, Tengaran, Semarang).
3)    Abu Nida’ Khamsaha (Ma’had Bin Baz Yogyakarta).
4)    Yazid Abdul Jawwaz (Bogor).
5)    Ahmad Fais Asifuddin (Ma’had Imam Bukhari, Surakarta).
6)    Aunur Rafiq Ghufron (Ma’had al-Furqan, Gresik).
7)    Abdurrahman al-Tamimi (Ma’had Al-Irsyad, Surabaya).

E.   Perbedaan Muhammadiyah dan Salafi.
1.    Muhammadiyah mengedepankan sikap moderat dalam paham keagamaan.
2.    Islam mengandung nilai kemajuan tidak harus diformalisasi dalam bentuk negara Islam.
3.    Tapi diaktualkan nilai ajarannya dalam semua bidang kehidupan.
4.    Muhammadiyah gerakan dakwah dan tajdid pakai manhaj tersendiri.
5.    Muhammadiyah perpaduan banyak gagasan besar.
6.    Mulai Al-Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, hingga Ibn Wahab, yang diramu oleh KH Ahmad Dahlan dan para penerusnya.
7.    Muhammadiyah melakukan purifikasi aspek akidah dan ibadah mahdhah.
8.    Dalam aspek muamalah melakukan modernisasi atau dinaminasi.
9.    Muhammadiyah selain sebagai gerakan purifikasi, juga gerakan pembaharuan.
10.  Wahabi menekankan purifikasi tanpa rasionalisasi.
11. Muhammadiyah memahami Al-Quran dan sunah pakai akal pikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.
12. Salafi memahaminya secara literal.
13. Muhammadiyah menerima kemajuan dan kemoderenan serta melakukan modernisasi bidang muamalah.
14. Salafi menolak modernisasi, tapi menerima produk teknologi.
15. Muhammadiyah tidak menjadikan Barat sebagai musuh, tapi sebagai pemacu berfastabiqul khairat.

F.    Beda budaya Muhammadiyah dan Salafi.
1.    Muhammadiyah menerima budaya Barat yang sesuai ajaran Islam dan menolak yang tidak sesuai.
2.    Salafi menolak budaya Barat, meskipun dalam realitas juga menirunya.
3.    Muhammadiyah menerima budaya lokal dan melakukan islamisasi terhadap budaya lokal yang tidak sesuai nilai Islam.
4.    Salafi menolak budaya lokal dan mengacu pada budaya Arab masa Nabi yang tergambar dalam hadis.
5.    Muhammadiyah berdakwah kepada Muslim dan non-Muslim.
1)    Kepada non-Muslim, agar mengerti Islam.
2)    Kepada Muslim, agar menjadi muslim ideal lebih baik.
3)    Pendekatannya dengan prinsip hikmah, edukasi, dan dialog.
6.    Salafi berdakwah kepada muslim saja agar menjadi Muslim ideal bermanhaj salaf.
7.    Salafi menganggap non-Muslim kafir.
8.    Muhammadiyah melakukan amar makruf nahi munkar secara individu dan kelembagaan.
1)    Secara individual melalui pengajian, kultum, dan tablig.
2)    Secara lembaga melalui AUM (amal usaha Muhammadiyah) dan filantropi pemberdayaan masyarakat.
9.    Salafi melakukannya dengan:
1)    Tahzir (memperingatkan).
2)    Hajr al-mubtadi’ (mengisolasi atau menyingkirkan pelaku bid’ah).

G.   Hubungan dengan NKRI.
1.    Muhammadiyah ikut mendirikan NKRI dan berjuang agar NKRI baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
2.    Salafi Yamani patuh kepada pemerintah NKRI, tetapi pasif.
3.    Salafi haraki dan jihadi menyimpan harapan menjadikan Indonesia sebagai negara Islam.
4.    Muhammadiyah memandang Negara Pancasila sebagai Dar al-Ahdi wa al-Syahadah, tinggal mengisinya agar sesuai ajaran Islam.
5.    Salafi Yamani tidak berpolitik, tetapi mengidolakan kehidupan berbangsa seperti zaman Nabi.
6.    Salafi haraki dan jihadi memperjuangkan terbentuknya negara Islam dan pemberlakukan hukum syariah.
7.    Muhammadiyah berpandangan akal perangkat yang dianugerahkan Allah kepada manusia untuk bisa survive.
1)    Akal berfungsi memahami alam semesta dan teks keagamaan.
2)    Dalam memahami Al-Quran dan sunah, Muhammadiyah pakai pendekatan:
a.    Bayani.
b.    Burhani.
c.    Irfani.
3)    Teks keagamaan dipahami pakai akal.
4)    Karena Islam diturunkan untuk semua umat manusia dengan berbagai latar budaya dan peradaban.
8.    Salafi mengabaikan peran akal dalam menafsirkan teks keagamaan.
1)    Bagi salafi, kebenaran tunggal hanya terletak dalam wahyu.
2)    Wahyu adalah sumber yang tidak bisa diperselisihkan.
3)    Respons manusia terhadap wahyu terbelah menjadi taat dan ingkar.
9.    Muhammadiyah berpandangan rasionalitas dan pengembangan ilmu sosial humaniora untuk memahami teks dan membangun peradaban manusia maslahah dan islami.
10. Salafi mengharamkan filsafat dan tasawuf.

H.   Beberapa Perbedaan Hukum
1.    Muhammadiyah:
1)    Wanita punya peran domestik dan publik.
2)    Wanita boleh jadi pemimpin publik jika punya kapasitas.
3)    Wanita boleh pergi tanpa mahram, jika aman dan terjaga dari fitnah.
4)    Memfasilitasi wanita berorganisasi melalui Aisyiyah.
5)    Wanita seperti pria, harus mendapat pendidikan tinggi semua bidang ilmu.

2.    Salafi:
1)    Peran wanita sektor domestik.
2)    Sektor publik khusus pria.
3)    Wanita pergi harus didampingi mahram.
4)    Wanita perlu mendapat pendidikan baik,  terutama agama dan bidang yang menopang peran domestiknya.

7.    Muhammadiyah mendukung pernikahan:
1)    Mendukung monogami.
2)    Tidak mengharamkan poligami.
8.    Salafi mendukung pernikahan :
1)    Mendukung poligami.
2)    Membolehkan monogami.

I.     Cara Berpakaian.
1.    Muhammadiyah:
1)    Yang penting menutup aurat.
2)    Boleh pakaian tradisional, lokal, Arab, atau Barat.
3)    Bisa batik, sarung, peci, jas, celana panjang, kebaya, dan sejenisnya.

9.    Salafi.
1)    Membiasakan 4 identitas:
a.    Jalabiya (baju panjang terusan atau jubah).
b.    Tidak isbal (celana di atas mata kaki).
c.    Lihya (memelihara jenggot)..
d.    Niqab (cadar bagi wanita).

J.    Seni musik, bernyanyi, drama, teater.
1.    Muhammadiyah:
1)    seni bisa menjadi media dakwah Islam.
2)    Objek dakwah perlu berbagai pendekatan, termasuk seni.
2.    Salafi.
1)    Seni itu bid’ah dan haram.
2)    Menonton TV, bermusik, dan hiburan adalah terlarang.

K.   Penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri.
1.    Muhammadiyah: pakai ilmu hisab.
2.    Salafi:
1)    Pakai rukyat.
2)    Idul Adha ikut Arab Saudi ketika wukuf di Arafah.

L.    Zakat Fitrah.
1.    Muhammadiyah:
1)    Boleh pakai uang.
2)    Bisa melalui panitia masjid dan lainnya.

2.    Salafi:
1)    Zakat fitrah harus berbentuk makanan pokok.
2)    Harus diberikakan kepada 8 asnaf.

M.  Peringat Maulid Nabi.
1.    Muhammadiyah:
1)    Jika membawa kebaikan, maka boleh maulid Nabi.
2)    Maulid termasuk bidang muamalah.
2.    Salafi:
1)    Peringatan maulid Nabi mutlak haram.

(Sumber M. Nurfatoni)

Related Posts:

  • 459. BUANGAKIBAT MEMBUANG WAKTU Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentan… Read More
  • 459. BUANGAKIBAT MEMBUANG WAKTU Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentan… Read More
  • 459. BUANGAKIBAT MEMBUANG WAKTU Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentan… Read More
  • 459. BUANGAKIBAT MEMBUANG WAKTU Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentan… Read More
  • 459. BUANGAKIBAT MEMBUANG WAKTU Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentan… Read More

0 comments:

Post a Comment