KENAPA
MANUSIA INGIN TUHAN TERLIHAT VERSI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Kenapa
manusia ingin Tuhan
Bisa terlihat?
Jawaban.
1)
Qur’an: manusia cenderung ingin yang
terlihat
2)
Logika: otak manusia bekerja visual
Penjelasan.
A. Versi Qur’an:
Manusia
cenderung ingin yang terlihat
QS Al-Baqarah
(2:55)
وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً
فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ
Dan (ingatlah), ketika
kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami
melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedangkan
kamu menyaksikannya".
Catatan.
1)
Bani Israil berkata: “Kami tidak akan
beriman sampai kami melihat Allah secara jelas”
QS Al-A'raf
(7:138)
وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ
عَلَىٰ أَصْنَامٍ لَهُمْ ۚ قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَلْ لَنَا إِلَٰهًا كَمَا
لَهُمْ آلِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ
Dan Kami seberangkan
Bani Israil ke seberang lautan, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum
yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Hai Musa.
buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) seperti mereka punya beberapa tuhan
(berhala)". Musa menjawab: "Sesungguh-nya kamu ini kaum yang tidak tahu
(sifat-sifat Tuhan)".
Catatan.
1)
Mereka minta dibuatkan berhala
2)
Seperti kaum lain
3)
Makna:
a.
Bukan tak ada bukti
b.
Tapi manusia ingin yang bisa dilihat &
disentuh
B. Penjelasan
logika:
Otak
manusia bekerja visual
1.
Otak manusia butuh “bentuk”
1)
Manusia mudah pahami:
a.
wajah
b.
benda
c.
symbol
2)
Contoh:
a.
Mudah percaya uang kertas daripada angka
digital
b.
Mudah hormat pada patung daripada konsep
abstrak
3)
Maka:
a.
Tuhan tak terlihat terasa “jauh”
b.
Bagi sebagian orang
2.
Keterbatasan imajinasi manusia
1)
Logika:
a.
Manusia hanya bisa membayangkan dari
pengalaman
b.
Semua yang pernah dilihat = terbatas
2)
Maka:
a.
Tuhan sering “dibayangkan”
b.
Seperti manusia
3)
Tapi Qur’an membantahnya:
QS As-Syura
(42:11)
فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا
وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ
ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
(Dia) Pencipta langit
dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan
dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu
berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun
yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar
dan Melihat.
Catatan.
1)
Tidak ada yang serupa dengan-Nya
C. Faktor
psikologis (Qur’an + realita)
1.
Ingin kepastian instan
1)
Sesuatu yang terlihat = terasa lebih
“nyata”
2)
Qur’an Al-An'am 111
a.
Bahkan kalau malaikat turun
b.
Sebagian tetap tidak beriman
3)
Artinya:
a.
Masalahnya bukan kurang bukti.
b.
Tapi sikap hati
2.
Butuh perantara
1)
Qur’an Az-Zumar 3
“Kami
menyembah mereka agar mendekatkan kepada Allah”
2)
Logika:
a.
Tuhan terasa “tinggi & jauh”
3)
Maka manusia membuat:
a. patung
b. tokoh
suci
c. gambar
suci.
d. symbol
3.
Ikut tradisi
1)
Qur’an Al-Baqarah 170
2)
Logika:
a.
Jika sejak kecil diajari Tuhan “punya
bentuk”
b.
Maka terasa normal
4.
Paradoks penting
1)
Makin manusia ingin Tuhan terlihat
2)
Makin menurunkan Tuhan
3)
Menjadi seperti makhluk
4)
Padahal:
5)
Tuhan sejati justru:
a.
tak terlihat
b.
tak terbatas
c.
tak serupa apapun
6)
Quran Al-Ikhlas 4
Tidak
ada yang setara dengan-Nya
4.
Analogi sederhana (logika modern)
1)
Bayangkan:
Kamu
melihat program computer
2)
Kamu:
a.
tak melihat “pembuatnya”
b.
tapi tahu pasti ada pembuatnya
3)
Kenapa?
Karena
sistemnya rapi
4)
Sama dengan:
a.
Alam semesta = “kode besar”
b.
Tuhan tak perlu terlihat
c.
Untuk terbukti ada.
Kesimpulan
Menurut
Qur’an + logika:
1)
Manusia ingin Tuhan terlihat
2)
Sebab terbatas otak & emosi
3)
Bukan Tuhan harus terlihat
4)
Tuhan yang benar
5)
Tak bisa dibatasi penglihatan
6)
Quran Al-An'am 103
Dia
tidak dapat dicapai oleh penglihatan
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT




