Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label KHUTBAH JUMAT WANITA MENGADU PADA ALLAH. Show all posts
Showing posts with label KHUTBAH JUMAT WANITA MENGADU PADA ALLAH. Show all posts

Saturday, November 7, 2026

60665. KHUTBAH JUMAT WANITA MENGADU PADA ALLAH

 


Khotbah Jumat,

“`WANITA MENGADU PADA NABI DAN ALLAH ”

Khutbah-1

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْر

 أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ

 فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ

 وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى      مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ

وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

Para jamaah yang berbahagia,

      Marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah swt. Menjalankan semua perintah-Nya. Menjauhi segala larangan-Nya.

Para jamaah yang berbahagia,

Suara Seorang Perempuan Diabadikan dalam Al-Qur'an. Ada kisah sangat menarik di Al-Qur'an. Seorang perempuan datang menghadap Nabi Muhammad SAW . Untuk sampaikan soal rumah tangganya. Ia bukan orang kaya, bukan penguasa, dan bukan tokoh penting dalam pemerintahan. Ia hanya seorang istri. Yang menghadapi masalah dengan suaminya.

Para jamaah yang berbahagia,

 Tapi,  pengaduannya begitu penting. Allah menurunkan wahyu untuk memberi solusi. Perempuan itu bernama Khaulah binti Tsa'labah. Kisahnya diabadikan QS Al-Mujadilah (58:1-4).

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

1. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

الَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْكُمْ مِنْ نِسَائِهِمْ مَا هُنَّ أُمَّهَاتِهِمْ ۖ إِنْ أُمَّهَاتُهُمْ إِلَّا اللَّائِي وَلَدْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنْكَرًا مِنَ الْقَوْلِ وَزُورًا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ

2. Orang-orang yang menzihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tidaklah isteri mereka itu ibu mereka. ibu mereka tidak lain hanya wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

وَالَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ۚ ذَٰلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ

خَبِيرٌ

3. Orang yang menzihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikian diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ۖ فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًا ۚ ذَٰلِكَ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

4. Barangsiapa  tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa 2 bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa tidak kuasa (wajib atasnya) memberi makan 60 orang miskin. Demikian supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.

Para jamaah yang berbahagia,

Tak sekadar cerita tentang hukum perkawinan. Ini kisah tentang Keadilan. Keberanian sampaikan kebenaran. Tanggung jawab suami. Hormat pada perempuan. Awal Persoalan: Suami Mengucapkan Zihar. Khaulah adalah istri Aus bin Shamit. Pada suatu saat. Terjadi perselisihan rumah tangga.  Dalam keadaan marah. Aus ucapkan kalimat zihar: "Engkau bagiku seperti punggung ibuku."

Para jamaah yang berbahagia,

Zaman Arab Jahiliah. Ucapan itu bentuk pemutusan hubungan perkawinan.  Istri dianggap tidak boleh lagi digauli. Tapi tidak dapat kepastian. Seperti perempuan sudah diceraikan. Bayangkan keadaan Khaulah. Ia masih punya ikatan perkawinan dengan suaminya. Tapi nasibnya tidak jelas. Ia tidak ingin rumah tangganya hancur begitu saja.  Ia juga ingin diperlakukan adil. Khaulah mencari penyelesaian.

Para jamaah yang berbahagia,

Khaulah Menghadap Rasulullah SAW. Khaulah datang kepada Rasulullah SAW . Cerita soal rumah tangganya. Ia jelaskan. Suaminya telah mengucapkan zihar. Padahal ia masih ingin pertahankan perkawinan mereka. Dalam riwayat . Awalnya, Rasulullah SAW sampaikan . Belum dapat ketentuan baru. Atas soal itu. Khaulah terus sampaikan keberatan. Ia jelaskan keadaan keluarganya. Masa depan anak-anaknya. Akibat yang harus ditanggung. Jika rumah tangganya dibiarkan tanpa kepastian. Ia kemudian mengadukan soalnya. Langsung pada Allah.

Para jamaah yang berbahagia,

Perhatikan berani perempuan ini. Ia tak sekadar mengeluh.  Ia cari jalan keluar. Melalui dialog, penjelasan, dan doa.  Allah Mendengar Pengaduan Khaulah. Kemudian turun wahyu pada Rasulullah SAW. Allah berfirman Al-Mujadilah 1:

قَدْ سَمِعَ اللّٰهُ قَوْلَ الَّتِيْ تُجَادِلُكَ فِيْ زَوْجِهَا وَتَشْتَكِيْٓ اِلَى اللّٰهِ

"Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah."

Ayat ini sangat menyentuh.. Allah abadikan pengaduan seorang perempuan. Dalam kitab suci. Yang dibaca umat Islam sepanjang zaman. Bukan pengaduan seorang raja. Bukan pengaduan orang kaya. Tapi pengaduan seorang istri. Hadapi tak pasti dalam rumah tangga.

Para jamaah yang berbahagia,

Allah Meluruskan Hukum Zihar. Allah jelaskan Al-Mujadilah  2:

"Orang-orang yang menzihar istrinya di antara kamu, (menganggap istrinya sebagai ibunya, padahal) istri mereka itu bukan ibunya. Ibu-ibu mereka hanya perempuan yang melahirkannya."

Apa maksudnya?. Istri tak berubah jadi ibu kandung. Hanya karena suaminya ucapkan kalimat zihar. Ucapan manusia tidak dapat mengubah kenyataan. Allah sebut zihar ucapan mungkar dan dusta. Dengan turunnya ayat ini. Kebiasaan Jahiliah. Merugikan perempuan. Dibatalkan. Islam beri aturan jelas: Zihar bukan talak. Tapi perbuatan dilarang. Punya konsekuensi hukum.  Bagaimana atasi Hukum Zihar? Allah tak hanya kritik zihar. Tapi juga beri solusi. Surah Al-Mujadilah 3–4. Kewajiban kafarat (denda). Bagi suami ingin berhubungan dengan istrinya. Setelah zihar. Urutannya. Memerdekakan 1 orang budak. Jika tak mampu, berpuasa 2 bulan berturutan. Jika tak mampu, beri makan 60 orang miskin.

Pelajaran Zaman Sekarang. Kisah Khaulah. Tak merasa penguasa mutlak dalam rumah tangga. Jaga ucapan saat marah. Jangan menggantung nasib istri. Mau mendengar keluhan istri. Pelajaran bagi Istri Zaman Sekarang. Berani sampaikan kebenaran. Sampaikan keberatan dengan baik. Masalah rumah tangga tak ditanggung sendiri. Pertahankan hormat diri dan keluarga. Pelajaran Suami Istri . Harus Saling Mendengarkan. Pernikahan tempat bangun Tenteram.Kasih sayang. Tanggung jawab.Saling menghormati. Kisah ini ajarkan. Islam tak hanya atur ibadah ritual. Tapi juga beri pedoman. Solusi hidup manusia.

 Para jamaah yang berbahagia,

 Semoga kita bisa terus belajar mengajar AlQuran. Semua hal itu kita lakukan agar dapat rida dan ampunan dari Allah. Sehingga kita bisa hidup bahagia dunia dan akhirat. Amin Ya Rabbal Alamin. 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

ِ-----

DUDUK