METODE ATASI WARGA BODOH DAN MISKIN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
A.
Cara terbaik atasi
1)
Kebodohan.
2)
Kemiskinan
Menurut Al-Qur’an dan logika.
1)
Tak sekadar beri bantuan.
2)
Tapi membangun manusia
Agar
a.
Berilmu.
b.
Terampil.
c.
Produktif.
d.
Berakhlak.
e.
Punya kesempatan ekonomi.
B.
Cara terbaik atasi
1)
Kebodohan.
2)
Kemiskinan
Yaitu:
1)
Mulai dari Pendidikan
2)
Tak hanya memberi ikan, tapi ajarkan
menangkap ikan
3)
Berantas kebodohan sejak anak-anak
4)
Pendidikan harus menghasilkan keterampilan
5)
Ciptakan lapangan pekerjaan
6)
Zakat harus jadi alat pemberdayaan
7)
Tak menghina orang bodoh dan miskin
8)
Berantas korupsi
9)
Bangun budaya kerja
10) Perbaiki kualitas keluarga
11) Kesehatan juga bagian mengatasi kemiskinan
12) Perempuan juga harus mendapat Pendidikan
Penjelasan.
1.
Mulai dari Pendidikan
1)
Al-Qur’an sangat kuat menempatkan ilmu
sebagai dasar perubahan.
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang
menciptakan.”
(QS. Al-‘Alaq 96:1)
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang
diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah 58:11)
Logikanya:
1)
Orang tak punya pengetahuan dan
keterampilan.
2)
Sulit dapat pekerjaan baik.
3)
Investasi pertama
Yaitu pendidikan.
Contoh:
1)
Anak miskin
Diberi sekolah berkualitas.
2)
Orang dewasa.
Diberi kursus komputer.
3)
Petani
Diberi ilmu pertanian modern.
4)
Pedagang kecil
Diajari pembukuan dan pemasaran digital.
5)
Nelayan
Diberi teknologi pengolahan dan pemasaran hasil laut.
2.
Jangan hanya beri ikan, tapi ajarkan
menangkap ikan
1)
Bantuan sosial penting.
2)
Saat orang membutuhkan.
3)
Tapi bantuan jangka Panjang.
4)
Membuat penerima mandiri.
Contoh:
1)
Memberi Rp500.000 tiap bulan
Bantu sementara.
2)
Beri pelatihan menjahit + mesin jahit
+ pemasaran
a.
Orang dapat penghasilan sendiri
b.
Selama bertahun-tahun.
3)
Beri modal warung + pelatihan
pembukuan
Lebih baik daripada hanya beri uang
konsumsi.
Sejalan prinsip Al-Qur’an:
1)
“Allah tidak mengubah keadaan suatu
kaum sampai mereka mengubah diri.”
(QS. Ar-Ra’d 13:11)
3.
Berantas kebodohan sejak anak-anak
1)
Kemiskinan jadi lingkaran:
2)
orang tua miskin → pendidikan anak
rendah → keterampilan rendah → pekerjaan berupah rendah → anak berikutnya
kembali miskin.
Cara memutusnya:
1)
PAUD → SD → SMP → SMA/SMK →
keterampilan → pekerjaan/usaha.
Contohnya:
1)
makan bergizi anak sekolah,
2)
perpustakaan desa,
3)
internet pendidikan,
4)
guru berkualitas,
5)
beasiswa,
6)
pendidikan vokasi,
7)
pembinaan karakter.
4.
Pendidikan harus menghasilkan
keterampilan
1)
Sekolah tak hanya cari ijazah.
Anak perlu belajar:
1)
membaca dan menulis,
2)
matematika,
3)
sains,
4)
teknologi,
5)
bahasa,
6)
komunikasi,
7)
pertanian,
8)
perdagangan,
9)
keterampilan digital,
10) wirausaha,
11) pengelolaan uang.
Logikanya:
1)
Ilmu + keterampilan + disiplin →
produktivitas → pendapatan → kesejahteraan.
5.
Ciptakan lapangan kerja
1)
Kemiskinan tak selesai.
2)
Hanya dengan ceramah.
3)
Soal rajin bekerja
4)
Jika pekerjaan tak tersedia.
Pemerintah perlu dorong:
1)
industri,
2)
pertanian modern,
3)
perikanan,
4)
UMKM,
5)
koperasi,
6)
pariwisata,
7)
teknologi,
8)
konstruksi,
9)
ekonomi kreatif.
Contoh:
1)
Desa dulu hanya jual singkong mentah.
2)
Bangun usaha:
a.
singkong → keripik → kemasan → merek →
pemasaran online → pasar nasional.
Nilai ekonomi lebih besar.
6.
Zakat jadi alat pemberdaya
1)
Al-Qur’an tetapkan zakat instrumen
sosial:
“Sesungguhnya zakat hanya untuk orang fakir, orang miskin...”
(QS. At-Taubah 9:60)
Logikanya.
1)
Zakat tak berhenti bantu konsumsi.
2)
Tapi bantu keluar dari kemiskinan.
Contoh:
1)
Orang miskin dapat zakat Rp1 juta
untuk kebutuhan hidup → baik.
Tetapi jika mungkin:
2)
zakat → modal usaha → pelatihan →
pendampingan → usaha berkembang → tak lagi jadi penerima zakat.
3)
Bahkan jadi pemberi zakat.
7.
Jangan hina orang bodoh dan miskin
1)
Ini sangat penting.
2)
Miskin bukan berarti bodoh.
3)
Kaya bukan berarti pintar.
4)
Ada orang miskin karena:
a.
lahir dari keluarga miskin,
b.
tak dapat pendidikan,
c.
hilang pekerjaan,
d.
kena bencana,
e.
sakit,
f. di daerah terpencil.
5)
Sebaliknya.
Orang kaya belum tentu berilmu.
6)
Pendekatan memberdayakan.
7)
Tak merendahkan.
8.
Berantas korupsi
1)
Ini sangat penting.
2)
Bayangkan negara punya anggaran pendidikan
besar.
3)
Tapi dicuri.
Akibatnya:
1)
uang negara berkurang → sekolah buruk
→ kualitas manusia rendah → produktivitas rendah → kemiskinan berlanjut.
2)
Al-Qur’an kecam makan harta batil:
“Jangan kamu makan harta sesamamu
dengan jalan batil.”
(QS. Al-Baqarah 2:188)
3)
Pemberantasan korupsi
4)
Bagian berantas kemiskinan.
9.
Bangun budaya kerja
1)
Al-Qur’an katakan:
“Dan bahwa manusia hanya dapat yang diusahakan.”
(QS. An-Najm 53:39)
Maksudnya
1)
Hasil hidup tak hanya ditentukan usaha
manusia;
2)
Ada faktor kesempatan, kondisi sosial,
kesehatan, lingkungan, dan ketentuan Allah.
3)
Tapi usaha harus dilakukan.
Contoh:
1)
Tak iasakan malas,
2)
Tak andalkan bantuan terus,
3)
biasakan tepat waktu,
4)
jujur,
5)
disiplin,
6)
mau belajar,
7)
terima teknologi baru.
10.
Perbaiki kualitas keluarga
1)
Keluarga sekolah pertama.
Orang tua biasakan anak:
1)
membaca,
2)
bertanya,
3)
berpikir kritis,
4)
bekerja,
5)
menabung,
6)
bantu orang lain,
7)
jaga kesehatan,
8)
pakai teknologi produktif.
Contoh
1)
Anak diberi HP
a.
4 jam untuk hiburan
b.
kemampuan tak berkembang.
2)
HP
a.
Untuk belajar bahasa, komputer, agama,
atau keterampilan
b.
Teknologi peningkat kualitas manusia.
11.
Kesehatan juga bagian atasi kemiskinan
1)
Orang sakit sulit bekerja dan belajar.
Negara pastikan:
1)
air bersih,
2)
sanitasi,
3)
makanan bergizi,
4)
layanan kesehatan,
5)
lingkungan sehat.
Logika:
1)
sehat → belajar/bekerja → produktif → dapat
hasil.
12.
Perempuan juga dapat Pendidikan
1)
Ibu berpendidikan baik.
2)
Dirasakan keluarga.
Ibu pahami:
1)
kesehatan,
2)
pendidikan,
3)
gizi,
4)
keuangan,
5)
pengasuhan,
6)
tingkatkan kualitas generasi.
Pendidikan
1)
Tak investasi 1 orang.
2)
Tapi investasi keluarga
3)
Beberapa generasi.
Contoh program
1)
Misalnya 1.000 keluarga.
2)
Miskin dan pendidikan rendah.
Program 5 tahun
Tahun 1:
1)
Pendataan keluarga miskin, anak putus
sekolah, pengangguran, keterampilan warga.
Tahun 2:
1)
Pelatihan pertanian, peternakan,
perdagangan, komputer, dan keterampilan kerja.
Tahun 3:
1)
Modal usaha kecil + pendampingan +
koperasi + pemasaran.
Tahun 4:
1)
Produk desa masuk marketplace, toko
modern, pasar kota, dan industri.
Tahun 5:
1)
Evaluasi: keluarga punya pekerjaan,
usaha, tabungan, dan tidak bergantung bantuan.
Rumus
Prinsip Al-Qur’an dan logika.
Untuk kemiskinan
1)
IMAN + ILMU + AKHLAK + KESEHATAN +
KETERAMPILAN + PEKERJAAN + MODAL + TEKNOLOGI + KEADILAN = PENURUNAN KEMISKINAN
Dan untuk kebodohan:
1)
MEMBACA → BELAJAR → BERPIKIR →
TERAMPIL → BERKARYA → PRODUKTIF.
Kesimpulan
1)
Kesalahan atasi kemiskinan.
Hanya beri bantuan.
2)
Kesalahan atasi kebodohan.
a.
Hanya menyuruh orang belajar.
b.
Tak siapkan pendidikan bermutu.
Solusi kuat
1)
Bantu saat butuh.
2)
Dididik agar mampu.
3)
Dilatih agar terampil.
4)
Deri kesempatan bekerja.
5)
Dampingi sampai mandiri.
Semangat Quran
1)
Rahmah.
2)
Adil
3)
Ilmu.
4)
Kerja.
5)
Pemberdayaan.
Masuk akal pembangunan manusia.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.


