Tuesday, July 30, 2019

2813. PERANG QURAIZHAH


PERANG QURAIZHAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Perang Quraizhah?” Syekh Syafiyurrahman menjelaskannya
1.    Dalam Perang Parit 3.000 pasukan Islam dikepung 10.000 pasukan kafir gabungan dengan medan perang di utara Madinah selama lebih dari sebulan.
2.    Kaum muslim dalam kondisi kritis dan sangat gawat, pasukan kafir menyerbu dari depan, ternyata pasukan Yahudi Bani Quraizhah, yang masih terikat perjanjian untuk saling melindungi dengan umat Islam membatalkan kesepakatan sepihak.
3.    Sekitar 700 tentara Bani Quraizhah memberontak dari belakang, sangat menyakitkan, Madinah dapat hancur lebur, dan umat Islam hampir musnah dari muka bumi.
4.    Alhamdulillah, umat Islam selamat, para wanita dan anak-anak selamat dan Madinah aman.
5.    Perang Khandaq selesai, Nabi Muhammad pulang kembali ke rumah, melepaskan baju perang, dan meletakkan senjata.
6.    Nabi Muhammad mandi di rumah Ummu Salamah (istri Nabi) tiba-tiba Malaikat Jibril muncul, “Wahai Rasul, apakah engkau telah mengembalikan senjata ke tempatnya?" Nabi menjawab, "Benar!"
7.    Malaikat Jibril melanjutkan, “Kami, para malaikat belum meletakkan senjata, kami disuruh pergi lebih dahulu untuk menimbulkan kegoncangan ke dalam hati mereka”.
8.    Nabi Muhammad bertanya, “Pergi ke mana?” “Ke perkampungan Bani Quraizhah”, jawab malaikat Jibril, dan Nabi disarankan segera berangkat menuju tempat Bani Quraizhah.
9.    Salat Zuhur selesai, pasukan muslim tidak sempat istirahat, setelah dikepung pasukan gabungan selama lebih dari sebulan.
10. Nabi Muhammad menugaskan 3.000 tentara muslim berangkat dengan senjata lengkap untuk mengepung Bani Quraizhah.
11. Nabi Muhammad bersabda, “Semua pasukan berangkat, sekarang! Jangan melaksanakan salat Asar sebelum sampai di benteng Quraizhah.”
12. Nabi Muhammad ikut berangkat, dan pimpinan kota Madinah diserahkan kepada Ibnu Ummi Maktum (sahabat Muhajirin yang buta matanya) dan bendera perang dipegang oleh Ali bin Abi Thalib.
13. Pengepungan benteng Quraizhah pada tahun ke-5 Hijriah berlangsung 25 hari, akhirnya Bani Quraizhah menyerah, dan mereka minta berunding.
14. Nabi Muhammad menyetujui dan disepakati bahwa Saad bin Muadz (kepala suku Bani Aus) dari kaum Ansar sebagai hakim yang memutuskan hukuman.
15. Sejak lama Bani Aus dari kaum Ansar bersahabat dengan kelompok Yahudi Bani Quraizhah.
16. Bani Quraizhah mengharapkan Saad bin Muadz mengambil keputusan yang menguntungkan mereka, sebagaimana Abdullah bin Ubay (kepala suku Kazraj) dari kaum Ansar dahulu yang telah membela Bani Qaynuqa, ketika mereka berkhianat, mereka hanya diusir dari Madinah.
17. Setelah Bani Qaynuqa diusir dari Madinah, mereka malah menggerakkan pasukan gabungan untuk mengepung Madinah dengan membawa 10.000 tentara koalisi, sehinggga terjadi Perang Khandaq.
18. Abdullah bin Ubay (kepala suku Kazraj) dari kaum Ansar adalah seorang tokoh munafik.
19. Saad bin Muadz dijemput di Madinah, karena dia luka parah menjadi korban dalam Perang Khandaq, lalu dinaikkan ke atas kendaraan dan dibawa ke perkampungan Bani Quraizhah.
20. Beberapa orang Bani Quraizhah berbisik kepada Saad bin Muadz agar bersikap lunak kepada kaum Quraizhah, karena mereka telah berteman sejak zaman dahulu.
21. Saad bin Muadz tiba, Nabi Muhammad bersabda, “Berdirilah kalian semua, hormati pemimpin kalian”.
22. Semua orang berdiri menghormatinya untuk meneguhkan wibawanya sebagai hakim, agar keputusannya diterima dengan penuh ketaatan.
23. Nabi Muhammad bersabda,”Wahai Saad bin Muadz, semua orang akan tunduk kepada keputusanmu, jatuhkan hukuman sesuai yang kamu sukai”.
24. Saad bin Muadz memutuskan, “Semua tentara yang terlibat pemberontakan akan dihukum mati, sedangkan para wanita dan anak-anak menjadi tawanan, semua harta kekayaan dirampas dan menjadi harta rampasan perang.” Nabi bersabda, “Engkau memutuskan hukuman sesuai dengan kehendak Allah.“
25. Semua tentara pemberontak diikat tangannya, dibawa ke Madinah dan dihukum mati.
26. Seorang wanita dihukum mati, karena membunuh seorang tentara muslim, sewaktu pengepungan benteng Quraizhah, dia menjatuhkan bongkahan besi besar sehingga menewaskan seorang pasukan muslim.

Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.       Tafsirq.com online.

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment