HUKUMNYA CERAI ISTRI YANG
BELUM DIGAULI
Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.
Al-Quran surah Al-Baqarah
(surah ke-2) ayat 237.
وَإِنْ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ
أَنْ تَمَسُّوهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ
إِلَّا أَنْ يَعْفُونَ أَوْ يَعْفُوَ الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ ۚ
وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۚ وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ ۚ
إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Jika kamu menceraikan isterimu
sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah
menentukan maharnya, maka bayar seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan,
kecuali jika isterimu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan
nikah, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu
melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa
yang kamu kerjakan.
Anggota Majelis Tarjih
dan Tajdid.
PP Muhammadiyah.
Nur Kholis menerangkan.
Ayat 237 menerangkan.
Suami menceraikan
istrinya.
Yang belum digauli.
Tapi tetapkan maharnya.
Maka suami wajib bayar.
Separuh mahar.
Yang telah ditetapkan.
Al-Quran surah Al-Baqarah
(surah ke-2) ayat 236.
لَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ أَوْ
تَفْرِضُوا لَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَمَتِّعُوهُنَّ عَلَى الْمُوسِعِ قَدَرُهُ
وَعَلَى الْمُقْتِرِ قَدَرُهُ مَتَاعًا بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى
الْمُحْسِنِينَ
Tidak ada kewajiban
membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan isteri kamu sebelum kamu
bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah
kamu berikan suatu mut'ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut
kemampuannya dan orang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian yang
patut. Yang demikian ketentuan bagi
orang yang berbuat kebajikan.
Hal ini.
Berbeda dengan ayat 236.
Bahwa suami ceraikan
istrinya.
Tak wajib bayar mahar.
Jika istri belum digauli.
Dan mahar belum
ditetapkan,” ucap Nur Kholis.
Masjid Islamic Center
Universitas Ahmad Dahlan.
Jika mahar dibayarkan
tunai.
Saat akad .
Seperti umumnya terjadi
sekarang.
Maka separuh untuk istri.
Dan separuhnya balik pada
suami.
Jika sudah lebih dari
separuh.
Maka istri kembalikan
kelebihannya.
Hal itu.
Dipahami dari mafhum
ayat.
Jika salah satu meninggal.
Maka sepenuhnya jadi hak
istri.
Jika suami meninggal.
Maka mahar milik istri.
Jika istri meninggal.
Maka mahar milik wali
istri.
Hal ini sepakat para
fukaha.
Ada 2 syarat wajib mahar.
Yaitu:
1)
Dukhul.
2)
Mati.
Tapi ada kecualinya.
Yaitu istri memaafkan.
Atau dimaafkan.
Oleh orang memegang ikatan
nikah,” terang Nur Kholis.
Allah Maha Melihat .
Manusia harus patuh semua
aturan Allah.
(Sumber muhammadiyah)
0 comments:
Post a Comment